Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com unclebonn.com

Sunday, June 30, 2024

Cerita Dibalik Hujan

https://www.unclebonn.com/2024/06/cerita-dibalik-hujan.html

Suatu siang langit tampak mendung selang beberapa saat hujan deras pun turun. Saat itu saya pun sedang diguyuri hujan. Kali ini saya lebih percaya diri tanpa rasa cemas dengan resiko jika harus basah kuyub. Maklum usia manusia tidak bisa menolak kodratnya yang rentan dengan sakit dan penyakit.  


Kenapa saya tidak cemas kali ini? Lantaran ada persiapan mantel sederhana dan standar walau tidak semua pakaian terhindar dari hujan. Bagian lutut ke bawah. Kata mereka itu mantel hujan kelelawar. 


Walau harus menempuh kurang lebih 30 km perjalanan pulang namun terasa tetap menyenangkan.  Walau hujan lebat menurut saya ini hasil yang impas.  Hampir setengah hari suasana terik bikin gerah saat melaksanakan kewajiban. Hujan lebat yang jarang-jarang terjadi bagi saya ini sebagai berkat bagi bumi. Maksudnya biar para petani bisa memanfaatkan curah hujan yang ada untuk keperluan bertani atau bercocok tanah. Banyak pihak kerap kuatir kalau kemarau terlampau panjang bisa jadi akan terjadi musim paceklik bahkan kelaparan. Ini bisa terjadi masalah sosial. 


Di perjalanan itu, di bawah satu pohon nan rindang berdiri satu sosok bermantel.  Lebih dekat sosok itu seorang perempuan. Orang dewasa dan pekerja. Yakin 100 persen. Tepat disamping saya, walau dari atas kendaraan roda dua namun saya perhatikan wajahnya tetap semangat dan penuh senyuman.  Apakah saat itu dia tersenyum kepada saya? Entahlah.  


Mungkin dalam hatinya dia hanya mau bilang kita senasib, bossqu. Dia tersenyum penuh. Dia tak mempedulikan cuaca yang sedang hujan lebat saat itu. 


Dalam perjalanan saya berpikir ternyata dia mengabaikan masalah, dia menerima konsekuensi dari sebuah pilihan hidupnya. Ya mungkin saja karena sebuah pekerjaan dia harus menerima itu bahwa perjalanannya harus basah kuyup dan kedinginan.  Atau ada pribadi-pribadi lain harus menerabas derasnya air hujan sepanjang perjalanan. 


Apakah itu sebuah kenyataan yang mengecewakan?


Bagi saya itu realita kehidupan.  Jika hidup dan masa depan sebuah pilihan.  Artinya kita hidup atas pilihan-pilihan sadar kita. Orang lain memberi tanggung jawab kepada kita karena kesadarannya dan kita menerima karena pilihan sadar kita dan penuh rasa tanggung jawab. Jika ada masalah jangan pernah menyalahkan orang lain tapi refleksikan itu. Terima segala sesuatu dan jangan melimpahkan masalah kepada orang lain.


Seperti wanita pekerja itu.  Apakah dia marah sama Tuhannya? Akan tetapi, ditengah hujan lebat dia tetap mengumbarkan senyuman. Senyuman yang memesona tentu berasal dari hati yang ikhlas.  Pekerja yang baik dia tidak akan melalaikan tugasnya dan melimpahkan masalahnya pada orang lain. Dia menerima segala sesuatu dan bertanggung jawab atasnya.*


Yuk baca kisah mini lainnya yang menarik : Dyra Juliani Penumpang Misterius 



Saturday, June 29, 2024

Mau Memilih Jalan Satria atau Jalan Raja?

https://www.unclebonn.com/2024/06/mau-memilih-jalan-satria-atau-jalan-raja.html

Ini hanya sebuah refleksi tentang kehidupan. Jangan sampai teman-teman (pembaca-red) membayangkan tulisan ini menguak kisah pertarungan para satria seperti Gajah Mada, Kaum Samurai atau seperti kisah dalam film The Last Samurai atau Lord of the Ring. Seperti saya sebut diawal tadi ini hanya sebuah refleksi dari sebuah imajinasi.


Dalam prespektif saya, seorang satria dia adalah seorang pejuang sejati. Dia jujur pada dirinya, keukeuh dalam prinsip dan tegak lurus kepada garis komando.  Dia menaruh rasa hormat pada orang lain. Loyal pada tugas bahkan pada siapa yang memberinya tugas selama itu untuk kepentingan bangsa dan negaranya. Atau untuk kebaikan bersama. 


Bagi yang bukan keturunan kaum ningrat atau bukan anak raja maka jangan bersikap dan berpikir bak raja. Itu sebuah kehampaan. Itu ilusi belaka. Maka tempuhlah jalan satria. Mulai belajarlah merangkak, bertahan,  bergerak dan bertarung sampai batas maksimal.  Gagal dan terjatuh itu biasa. Segera bangkit lalu terus berlari karena hanya pemenanglah yang bisa menciptakan sejarahnya sendiri. 


Pemilih jalan satria harus melewati tempaan : sakit memang harus dirasakan,  hinaan mesti di terima, diremehkan itu biasa dalam sebuah sudut pandang namun yang ditolak adalah putus asa. Itu jangan. 


Seorang satria harus bisa jaga dirinya agar mampu melindungi orang lain. Kebanggaan terbesar bagi seorang satria adalah berani berjuang untuk kepentingan banyak orang. Dia tidak mengejar pangkat dan jabatan dia berjuang menciptakan jalannya sendiri untuk kebaikan bersama. Seorang satria dia belajar memegang kata-katanya. Kata dan tindakan mesti sejalan. 


Spirit Gajah Mada adalah dasar para satria.  Untuk menciptakan namanya tak selamanya mesti menjadi raja. Namun tindakan besar itulah yang melampaui status dan jabatan. Dia adalah raja dalam alam pikirannya dan raja dalam tindakannya. 


Para raja dengan mentalitas kesatria dia itu sempurna. Dia adalah pemimpin berjiwa kesatria berkuasa bukan karena pemberian namun karena kepercayaan dan jalan panjang perjuangannya. Disaat itu dia bukan sedang bermegah tapi dia mesti berkarya.*


Baca juga opini menarik lainnya : Salam Hormat Kepadamu Pejuang Pemberani atau Personal Branding By Kang H Idea

                                                                           

Tonton Video Publikasi Lukisan Karya Anisca Valentine Kashi Lulu Siswi SMK Negeri 1 Pandawai

 


Salam dan Bahagia,

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi admin terus melakukan publikasi atas hasil karya Anisca Valentine Kashi Lulu. Selamat menonton. Semoga bermanfaat. 

Friday, June 28, 2024

Lukisan-Lukisan Karya Anisca Valentine Kashi Lulu Siswi SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html


Salam dan Bahagia, 


Kali ini saya akan membagikan karya-karya menarik dari Kashi begitu Anisca Valentine Kashi Lulu disapa. 


Saat ini dia diduduk di kelas XI Semester 4 Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK Negeri 1 Pandawai. Kashi menurut saya sebagai gurunya adalah murid yang multi talenta. Dia bisa nyanyi,  MC, menari dan yang paling istimewa darinya yakni melukis.  Sudah beberapa karya-karya Kashi, saya publikasi melalui akun facebook pribadi.


Sebagai guru yang setiap saat berkomunikasi dengannya saya selalu mengagumi lukisan-lukisan milik Kashi yang hampir setiap hari dia gores melalui media kanvas dan kertas. Bahkan apa yang tertuang di dalam lukisan itu adalah bahasa kalbunya.  


Akhir-akhir ini juga Kashi sudah mulai membiasakan diri melukis menggunakan peralatan kanvas dan cat air. Hanya memang saat menggunakan kanvas ia terbatas dengan stok cat air yang ada. Sebagai guru saya terus memotivasi agar dia terus belajar jangan puas dengan capaian saat ini. 


Mudah-mudahan kedepan Kashi alias Anisca Valentine Kashi Lulu dapat memanen rupiah dari hasil karyanya sendiri. Amin. 


Berikut hasil lukisan Kashi siswi SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

https://www.unclebonn.com/2024/06/lukisan-lukisan-karya-anisca-valentine.html

Demikian karya-karya lukisan Kashi yang dapat admin bagikan. Mudah-mudahan karya lukisan ini menjadi hiburan untuk pembaca setia Unclebonn.com. Dan admin yakin Kashi akan terus berkembang kedepannya dan tentunya menjadi pelukis yang profesional. Amin. 


Belajar dari Harvey Moeis Suami Artis Sandra Dewi Kita akan Tahu Apa Itu Takdir dan Nasib!

https://www.unclebonn.com/2024/06/belajar-dari-harvey-moeis-suami-artis.html

Harvey Moeis itu sebenarnya kaya sejak lahir.  Dia tidak butuh berdarah-darah sebenarnya untuk menjadi tajir melintir.  Harvey menikahi Sandra Dewi pada bulan November 2016. Dalam sebuah kisah, kata Sandra Dewi, ia menemukan tambatan hatinya diusia yang ke - 33 melalui doa. 


Pasangan ini sebenarnya jauh dari gosip, mereka hidup rukun dan bahagia. Hidup di rumah bak hotel berbintang. Pokoknya kedua sosok ini sudah menjadi panutan bagi pasangan muda lainnya. 


Melihat profil suami dari Sandra Dewi sebelumnya kenapa masih berbuat korupsi yang katanya merugikan negara sekitar 271 T?


Pepatah China bilang kaya itu mulia. Dengan kekayaan seseorang bisa menghidupi banyak orang. Dia bisa menikmati hasil jerih payahnya dengan orang yang ia kasihi bahkan dengan circle-nya. Sebaliknya kekayaan bagai dua sisi mata pedang.  Jika salah menggunakan maka akan melukai diri sendiri.  


Uang sama hal dengan kekuasaan. Semakin kaya dan berkuasa kecenderungan orang itu mendominasi dan ingin menguasai.  Ini sama halnya dengan kisah dalam bible tentang orang yang mengumpulkan harta. Harta yang dikumpulkan tidak pernah penuh dalam peti harta karunnya.


Kekuasaan itu seperti cerita dalam film White Snow tentang penyihir yang tidak mau tua dan berusaha tetap cantik.  Maka segala upaya dilakukan termasuk berusaha membunuh putri salju. Begitulah cerita pengantarnya.


Nasib dan Takdir


Soal nasib dan takdir ini saya tidak menggunakan referensi apapun. Ini hanya sebuah refleksi. Bisa diklaim oleh siapapun.  Bisa didiskusikan bahkan diperdebatkan. 


Nasib dalam sudut pandang saya adalah roda kehidupan. Jika terjadi perubahan dalam diri orang itu karena sebuah usaha dan anugerah dari Tuhan. Nasib berkaitan dengan untung dan malang dari seseorang.   Orang yang bekerja, berusaha dengan maksimal kemudian berdoa hidupnya akan berubah ke arah yang baik dan positif. Bonus dari kerja kerasnya dia bisa menjadi pemimpin dimana saja ia berada. 


Dia bisa menjadi orang sukses dibidang tertentu dan lain sebagainya. Karena nasib tidak permanen maka sebaiknya ia amanah dalam menerima tugas yang diberikan, ia juga berbagi kebaikan dan meminimalisir kecurangan dalam kehidupan di dunia ini. Tujuan dari kesuksesan (relatif) adalah kasih yang melayani sesama.


Sementara itu takdir berkaitan dengan kehidupan dan kematian. Setiap orang tidak bisa lari dari kematian. Takdir dalam kehidupan ketika seseorang diberikan secara absolut sebagai pemimpin dan karunia umur panjang. Dalam bahasa lugas dia dianugerahi previlese harta dan kuasa atas ijin semesta. Ini hanya terjadi pada orang-orang pilihan. 


Sehingga apapun kondisinya dia tetap eksis dengan segala anugerah yang dimilikinya.  Seorang tentara tidak akan mati terkena peluru di medan tempur jika belum ajalnya.  Seorang yang ditakdirkan menjadi pemimpin dia tidak akan pernah kalah dalam perhelatan politik. Seseorang yang ditakdirkan untuk kaya dia akan terus kaya sampai maut yang akan mengakhirinya. 


Namun ada satu hal yang mengakhiri kehidupan manusia yaitu kematian. Mati sebagai seorang pemenang atau sebagai seorang pecundang tanpa legacy yang menunjukkan eksistensi dan kesejatian diri?*


Baca Kisah Artis NTT yang mengharukan : Catatan Anak NTT Tahun 2016 : Mario G Klau, Kebanggaan Dan Asa Orang NTT

Baca Kisah Mama Boss Nia Ramadhani : Mengapa Nia Ramadhani Dan Suami Bisa Tersandung Kasus Narkoba? 

Wednesday, June 26, 2024

Cerdas Bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim, Mari Mendulang Sukses di SMK Negeri 1 Pandawai 2024 - 2029

https://www.unclebonn.com/2024/06/cerdas-bersama-yayasan-pendidikan-astra.html


Salam dan Bahagia. 


Untuk peserta didik lulusan SMP dimanapun kalian berada bagi yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMK, maka kami merekomendasikan kepada anak-anak (peserta didik) segera daftarkan diri kalian untuk menempuh pendidikan vokasi di SMK Negeri 1 Pandawai. Mengapa?


Bapak / Ibu orang tua wali murid, SMK Negeri 1 Pandawai saat ini sudah menjadi sekolah binaan Yayasan Pendidikan Astra - Michael D Ruslim (YPA-MDR) sejak bulan April 2024. 


YPA-MDR tentu memiliki porsi dalam pengembangan sekolah lima tahun kedepan sampai ke level sekolah unggul, antara lain : 40% Akademik,  20% Karakter, Non Akademik (Life Skill,  Seni Budaya, Komite) 20%, serta Pendukung 20%.


Selama masa pengembangan sekolah maka masalah karakter atau integritas menjadi fondasi dalam memajukan sekolah. Ini menjadi bagian penting porsi binaan dari YPA-MDR


SMK Negeri 1 Pandawai sebenarnya sudah mengembangkan diri sejak tiga tahun terakhir dengan berbagai dukungan sarana dan prasarana ditopang fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. Selain fasilitas praktik, guru-guru sudah memiliki kualifikasi sesuai konsentrasi keahlian masing-masing.  


Nah, anak-anak sekalian sedikit bocoran bahwa masa Penerimaan Peserta Didik Baru TP. 2024-2025 akan dibuka mulai tanggal 19 Juni 2024 s.d 5 Juli 2024. Saat inipun, anak-anak bisa berkonsultasi soal PPDB di sekolah.  Panitia PPDB akan menyambut kedatangan anak-anak semua. 


Lantas konsentrasi apa saja yang ada di SMK Negeri 1 Pandawai? Ada Teknik Sepeda Motor (TSM),  Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) dan Agribisnis Ternak Unggas (ATU). 


Para pembaca yang budiman, SMK Negeri 1 Pandawai kedepan akan menjadi SMK yang berada di kawasan industri. Lokasinya diantarai PT. Muria Sumba Manis,  PT. Tambak Udang, PT. Sorgum,  dan ada 2 perusahaan kerang mutiara yang sementara merintis usahanya di Pantai Walakiri dan Laipori. 


Soal alumninya bagaimana? 


Ada yang sudah jadi anggota Bintara TNI AD, 15 orang yang sudah menempuh pendidikan di Poltek KKP Kupang, sebagian di Unkriswina Waingapu, Undana dan sebagian lagi tersebar di beberapa kampus di luar Pulau Sumba. 


SMK Negeri 1 Pandawai juga sudah memiliki bursa kerja. Saat ini mayoritas lulusan SMK Negeri 1 Pandawai bekerja di PT MSM. Dengan adanya bursa kerja lulusan tentu dipermudah soal akses untuk mendapatkan lowongan pekerjaan.


Apa kontribusi Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim untuk SMK Negeri 1 Pandawai?


Yang jelas kedepan pembelajaran yang akan dilaksanakan menggunakan standar perusahaan.  Ada penyesuaian kurikulum yang link and match dengan IDUKA. Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang akan diterapkan di SMK Negeri 1 Pandawai.  Artinya selama menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Pandawai anak-anak akan merasakan bagaimana iklim bekerja di perusahaan. 


Begitulah kira-kira pembaca yang budiman.  Jadi silahkan daftarkan anak-anak Bpk/Ibu di SMK Negeri 1 Pandawai. Apalagi untuk orang tua/wali murid yang berdomisili di Menggit Timbi,  Laipori, Maujawa,  Walakiri dan Wanga! 


Soal Persyaratan PPDB 2024-2025 : PPDB SMK Negeri 1 Pandawai Tahun Pelajaran 2023-2024 Dan Persyaratannya

Fasilitas Pembelajaran : Menengok Peralatan Dan Fasilitas Bengkel Siswa Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor, Jurusan Unggulan Di SMK Negeri 1 Pandawai Kabupaten Sumba Timur

Kegiatan Praktek NKPI : Sepenggal Kisah Masa Prakerin Siswa NKPI Angkatan 4 Tahun 2021 SMK Negeri 1 Pandawai dan Kampung Bugis, "Kampungnya" Anak SMK Negeri 1 Pandawai

Kegiatan Agribisnis Ternak Unggas : Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur Beri Materi Kesehatan Hewan Kepada Siswa SMK Negeri 1 Pandawai

Friday, June 14, 2024

Mengenal Kecerdasan Buatan Atau Artificial Intelligence : Masa Depan Teknologi yang Menginspirasi

https://www.unclebonn.com/2024/06/mengenal-kecerdasan-buatan-atau.html

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) telah menjadi salah satu inovasi teknologi paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Dari kendaraan otonom hingga asisten digital cerdas, AI mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang apa itu AI, bagaimana AI bekerja, serta dampaknya terhadap berbagai sektor.


Apa itu Kecerdasan Buatan?


Secara sederhana, kecerdasan buatan adalah simulasi proses kecerdasan manusia oleh mesin, terutama sistem komputer. Proses ini mencakup pembelajaran (mengakuisisi informasi dan aturan untuk menggunakan informasi tersebut), penalaran (menggunakan aturan untuk mencapai kesimpulan yang tepat), dan perbaikan diri. Untuk Anda ketahui bahwa sistem Artificial Intelligence (AI) dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama yakni AI Kuat (Strong AI) dan AI Lemah (Weak AI).


Pertama, yang dimaksud AI Kuat (Strong AI) merujuk pada sistem yang memiliki kemampuan kognitif total seperti manusia. Ini mencakup pemahaman bahasa alami, perasaan, dan kesadaran diri.

Kedua, AI Lemah (Weak AI) lebih terbatas dan dirancang untuk tugas-tugas tertentu, seperti Siri atau Google Assistant yang membantu pengguna dengan perintah suara tetapi tidak memiliki kesadaran atau pemahaman penuh.


Lantas bagaimana AI Bekerja?


Artificial Intelligence bekerja berdasarkan algoritma yang memungkinkan komputer untuk memproses data, mengenali pola, dan membuat keputusan dengan atau tanpa campur tangan manusia. Ada beberapa teknik dalam pengembangan AI, antara lain:


  1. Pembelajaran Mesin (Machine Learning)  adalah teknik di mana mesin belajar dari data yang diberikan tanpa diprogram secara eksplisit. Algoritma umum di antaranya adalah regresi linear, pohon keputusan, dan jaringan syaraf tiruan.
  2. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) adalah subset dari pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan syaraf berlapis-lapis untuk memproses informasi. Ini sangat berguna dalam pengolahan gambar dan pengenalan suara.
  3. Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing) adalah kemampuan komputer untuk memahami, menafsirkan, dan merespons bahasa manusia dengan cara yang alami dan bermanfaat.


Dampak AI pada Berbagai Sektor


Dampak dari penemuan teknologi AI sangat besar bagi sektor-sektor kehidupan manusia antara lain : 

  1. Kesehatan yaitu AI membantu dalam diagnosis penyakit, pengembangan obat, dan personalisasi perawatan. Algoritma AI dapat memproses data medis besar untuk menemukan pola yang mungkin terlewatkan oleh dokter manusia.
  2. Keuangan. Dalam sektor keuangan, AI digunakan untuk mendeteksi penipuan, memberi saran investasi, dan mengotomatisasi transaksi perdagangan.
  3. Pendidikan  yakni AI memberikan peluang untuk pembelajaran yang lebih dipersonalisasi. Platform e-learning dapat menilai kinerja siswa dan menyesuaikan materi sesuai kebutuhan masing-masing.
  4. Transportasi dimana kendaraan otonom menggunakan AI untuk menavigasi dan menghindari rintangan. Ini memiliki potensi untuk mengurangi kecelakaan dan membuat jalan raya lebih aman.
  5. Manufaktur dimana robot cerdas yang didukung AI digunakan dalam lini produksi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan manusia.
  6. Pertanian antara lain AI membantu petani dengan sistem pertanian cerdas yang memonitor kondisi tanah dan tanaman, serta merekomendasikan tindakan untuk meningkatkan hasil panen.


Tantangan dan Masa Depan AI


Meskipun AI memiliki potensi luar biasa, beberapa tantangan masih harus diatasi. Berikut tantangan yang masih dimiliki AI yang perlu diperhatikan.


  • Etika dan Privasi. Penggunaan AI menimbulkan pertanyaan tentang privasi data dan bias algoritmik. Mekanisme untuk memastikan transparansi dan keadilan perlu dikembangkan.
  • Keamanan: Sistem. AI rentan terhadap serangan cyber. Mengamankan algoritma dan data dari ancaman adalah prioritas.
  • Tenaga Kerja. AI berpotensi menggantikan banyak pekerjaan yang ada sekarang. Maka dari itu, pengembangan keterampilan baru dan pendidikan berkelanjutan menjadi sangat penting.


AI adalah teknologi yang luar biasa dengan potensi untuk merevolusi banyak aspek kehidupan kita. Seiring kemajuan penelitian dan pengembangan, penting untuk memastikan penerapan AI dilakukan secara etis dan bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dinikmati semua orang.


Dengan memahami dasar dan potensi potensi AI, kita dapat lebih siap menyongsong masa depan di mana teknologi dan manusia bekerja bersama-sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik.*


Tuesday, June 4, 2024

Inginkan Sumba Hijau, PT Muria Sumba Manis bangun Kolaborasi dengan SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2024/06/inginkan-sumba-hijau-pt-muria-sumba.html

Diakhir Mei kemarin tepatnya pada hari Jumat (31/5/2024) sekitar pukul 09.30 Wita, PT Muria Sumba Manis (MSM) melakukan aksi nyata ditahap awal dengan menanam 100 anakan pohon pada lahan milik SMK Negeri 1 Pandawai.  


Kegiatan penanaman pohon di SMK Negeri 1 Pandawai ini merupakan bagian dari Program Hijau Manise (Penghijauan untuk Masyarakat Hormanis dan Sejahtera) dengan mengusung tema Giat Tanam Pohon. 


Program Giat Tanam Pohon tidak serta merta terlaksana namun sudah dipersiapkan kurang lebih tiga minggu lalu melalui salah satu mitra PT MSM yakni Indonesian Social Sustainability Forum atau ISSF yang concern pada isu dan masalah lingkungan hidup. 


Sebelum melakukan kegiatan penghijauan ini, ISSF sendiri sudah melakukan beberapa tahap kegiatan seperti survei lokasi, persiapan lahan dan rencana aksi penghijauan. Sementara itu, dipihak SMK Negeri 1 Pandawai sendiri yang menangani langsung kegiatan ini yakni Tim Bidang Kesiswaan. Tim ini menggerakan para murid untuk menyiapkan lubang serta membuat pagar dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia tanpa mengganggu kelestarian alam dan lingkungan sekitarnya. Tujuannya dibuatnya pagar ini agar anakan yang sudah ditanam nanti terhindar dari jangkauan ternak yang masih bebas berkeliaran di lingkungan sekolah. 


Mengapa mesti di SMK Negeri 1 Pandawai?


Sebagai sebuah perusahaan upaya dalam melakukan kegiatan penghijauan merupakan komitmen dan langkah konkrit PT. MSM. Oleh karena itu, selain menghijaukan kawasan investasinya, PT MSM juga berkomitmen menjaga kelestarian alam pada lingkungan dan masyarakat di area kerjanya melalui penghijauan. 


Dari tujuh kawasan investasi tersebut, Desa Palakahembi merupakan salah satu desa yang termasuk dalam kawasan investasi PT MSM. Setelah melakukan survey dan diskusi maka terpilihlah SMK Negeri 1 Pandawai sebagai lokasi penghijauan. 


Kegiatan penghijauan yang dilakukan di SMK Negeri 1 Pandawai tidak termuat dalam MoU (memorandum of understanding) atau nota kesepahaman. Ini murni kesadaran kolektif dan respon terkait isu global tentang lingkungan hidup. 


Secara geografispun Sumba Timur memiliki curah hujan sedikit dengan musim panas yang panjang sehingga dalam prespektif SMK Negeri 1 Pandawai bahwa tawaran dari PT MSM ini sebagai langkah kolaborasi yang mulia. Bahkan SMK Negeri 1 Pandawai diplot sebagai pilot project program penghijauan ini bagaimana sebuah lembaga pendidikan mengembangkan projek penghijauan yang integratif dan berkelanjutan. Terintegrasi ini maksudnya masuk pada kegiatan kokurikuler yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. 


Aksi Penanaman Pohon Dirancang Menyenangkankan


Aksi nyata kegiatan penanaman pohon atau penghijauan yang dilaksanakan oleh PT. MSM di SMK Negeri 1 Pandawai dirancang menyenangkan. Rentetan acara dibuat runut sesuai kondisi di lapangan apalagi melibatkan kurang lebih 244 orang peserta didik. 


Setelah sambutan dalam acara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan materi pendidikan lingkungan hidup serta simulasi penanaman dan perawatan pohon yang langsung diperagakan oleh Advisor PT MSM, Hadropin dengan waktu kurang lebih 15 menit. Pada saat itu untuk acara simbolis juga diserahkan beberapa jenis anakan pohon seperti Mangga, Tabebuya dan Trambesi. 


Tonton video prosedur penanaman dan perawatan pohon : 



Kemudian untuk acara intinya dilanjutkan dengan kegiatan penanaman pohon. Untuk sesi dokumentasi diperlukan sepuluh titik lubang bagi pimpinan PT MSM dan SMK Negeri 1 Pandawai. Sembilan puluh anakan lainnya langsung ditanam oleh guru dan murid SMK Negeri 1 Pandawai. 


Beberapa jenis anakan pohon yang ditanam saat itu antara lain, ada 100 anakan Mangga, lima anakan Tabebuya dan lima anakan Trambesi. Seratus anakan Mangga ini akan diadopsi oleh guru dan orang tua/wali murid. 


Setelah kegiatan penanaman pohon, Konsultan Manager ISSF, Astrid Nurfitria Wahono mengajak guru dan murid agar kembali ke aula untuk mengikuti Games dan Mini Quiz. Peserta yang boleh mengikuti acara ini hanya murid. Acara ini disambut antusias para murid karena ada beragam hadiah untuk individu maupun kelompok. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat adopsi pohon dan makan siang bersama yang difasilitasi oleh PT MSM. 


Konsultan Manager ISSF, Astrid Nurfitria Wahono mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak SMK Negeri 1 Pandawai yang begitu antusias menyambut baik acara ini. Dan Astrid menyampaikan bahwa pada tanggal 3 Juni 2024, kegiatan ini akan dicek langsung oleh pimpinan PT MSM Pusat yang akan terbang dari Jakarta menuju ke Sumba Timur untuk melihat progres dari aksi penanaman 100 anakan pohon di SMK Negeri 1 Pandawai. 


Penulis : Bonefasius Sambo – Guru SMK Negeri 1 Pandawai


Baca Juga : Catatan Tahun 2018 : Mengenang Kembali Kunjungan PT MSM Ke SMK Negeri 1 Pandawai

Monday, April 8, 2024

SMK Negeri 1 Pandawai (Smart Vocational School) dan Jalan Menuju Sekolah Unggul pada Tahun 2029 melalui Yayasan Pendidikan Astra

https://www.unclebonn.com/2024/04/smk-negeri-1-pandawai-smart-vocational.html

Hari ini kami dikunjungi oleh tim asesor dari Yayasan Pendidikan Astra Indonesia yang melakukan visitasi atas hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang sudah diisi oleh SMK Negeri 1 Pandawai.  pada bulan Desember 2023.


Visitasi yang dilakukan pada empat komponen utama yaitu Komponen Akademis (40%), Karakter (20%), Non Akademis : kecakapan hidup, seni budaya, dan komite (20%). Dan terakhir komponen Pendukung (20%).


Kami segenap guru dan pegawai menyambut tim dengan antusias. Walaupun SMK Negeri 1 Pandawai satu-satunya sasaran atau target sekolah yang akan menjadi sekolah binaan PT ASTRA INTERNASIONAL untuk jenjang SMK namun tidak membuat kami dian-diam saja. Kami telah bekerja keras untuk kedatangan tim asesor ini. Dokumen yang diperlukan disiapkan semaksimal mungkin. 


Menurut penjelasan mereka bahwa dari hasil visitasi ini akan dilakukan analisis kemudian pendalaman dan kesimpulan atau keputusan. Pada tahap selanjutnya akan dilakukan penandatanganan MoU dengan Pemda Sumba Timur,  Dinas Pendidikan Kab. Sumba Timur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. 


Tahap awal Yayasan Pendidikan ASTRA akan mensosialisasikan beragam program yang akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya dalam lima tahun kedepan. 


Yang jelas langkah awal program adalah penguatan kapasitas guru dalam proses pembelajaran.  Pada tahap ini, pihak Astra juga mencatat berapa jumlah guru penggerak atau calon guru penggerak yang ada di sekolah itu. Bentuk dukungan lain adalah pemenuhan kebutuhan sarana prasarana pendidikan, dan lain-lain. 


Pihak Astra juga akan menerapkan manajemen mutu sekolah menggunakan standar ISO 21001:2018 untuk sekolah binaan mereka. Menerapkan digitalisasi sekolah. Soal life skill, menjadikan seni tari dan menenun bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Menurut penjelasan mereka bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh lepas dari local genius. Mereka juga meminta pihak sekolah menentukan konsentrasi/kompetensi keahlian unggulan nasional. 


Jika SMK Negeri 1 Pandawai sudah menjadi sekolah binaan PT. ASTRA Internasional, pihak asesor mengharapkan para guru jangan lelah dalam mengikuti berbagai pelatihan sesuai standar yang diterapkan oleh mereka. Mereka meyakini bahwa kondisi sekolah yang didominasi oleh guru-guru muda menjadi kekuatan tersendiri untuk berkembang lebih cepat dan maju. 


SMK Negeri 1 Pandawai memiliki target pada 2024 adalah membangun kualitas personalia guru. Menggagas SMK Negeri 1 Pandawai sebagai SMART Vocational School. SMART juga merupakan akronim dari S: System,  M : Managerial, A : Actuation,  R : Relevant, dan T : Technology


Bahwa kedepan sekolah akan membangun sebuah sistem pembelajaran,  menerapkan manajemen mutu sekolah dengan standar ISO, menggerakan sumber daya,  pendidikan yang link and match,  mengembang model pembelajaran Teaching Factory, dan lain-lain. 


Visi ini memang tidak mudah diterapkan bukan berarti tidak bisa dilaksanakan.  Jika memiliki kemauan, komitmen bersama,  semangat membara, profesionalitas dan itikad baik semua bisa diwujudkan. 


Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semua insan yang terlibat di dalamnya sudah mulai membangun sebuah tatanan baru (pendidikan) untuk masa depan anak bangsa yang gemilang. Terima kasih*


Wednesday, February 14, 2024

Tugas Demontrasi Kontekstual - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

TugasDemontrasi Kontekstual - Modul 3.1 PengambilanKeputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin


Nama Calon Guru Penngerak : Bonefasius Sambo,S.St.Pi.,Gr
Sekolah Asal : SMK Negeri 1 Pandawai

 


Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan pengujian keputusan di sekolah asal masing-masing dan di sekolah/lingkungan lain.

 

Tugas Wawancara dengan Pimpinan/Kepala Sekolah:

 

  1. CGP diminta untuk mewawancarai 2-3 pimpinan (kepala sekolah) di lingkungan Anda (salah satunya adalah pimpinan di sekolah asal Anda).
  2. Hasil wawancara ini adalah untuk mendapatkan sebuah wacana tentang praktik pengambilan keputusan yang selama ini dijalankan, terutama untuk kasus-kasus yang di mana nilai-nilai kebajikan saling bersinggungan, atau untuk kasus-kasus dilema etika yang sama-sama benar.
  3. Apa yang selama ini dilakukan pimpinan-pimpinan tersebut, praktik apa yang selama ini dijalankan?
  4. Analisis praktik pengambilan keputusan dilema etika tersebut di antara para pemimpin yang Anda wawancarai, dan kaitkan dengan pengetahuan Anda sendiri tentang 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian.
  5. Analisis dan lakukan refleksi atas hasil wawancara tersebut. Silakan unggah hasil wawancara dan refleksi Anda dalam bentuk video/audio/tertulis.

Saya melakukan wawancara dengan Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bapak Nikodemus Bili Umbu Pati, S. Pd pada hari Senin, 12 Februari 2024. Kemudian wawancara ke-2  dengan Kepala Sekolah SMK  Negeri 1 Pandawai yaitu Bapak Dominik Wuta Tenggu, SH.,Gr tempat saya mengajar pada hari Selasa, 13 Februari 2024.  

 

Berikut hasil wawancara yang bisa saya sajikan wawancara dengan Kepala SMK Negeri 2 Waingapu, Bapak Nikodemus Bili Umbu Pati, S. Pd || Senin, 12 Februari 2024 :

 

Terkait dengan tugas CGP yaitu Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Pemimpin. Apakah Bapak kepala sekolah bisa meluangkan waktu kira-kira 25 – 30  menit untuk wawancara terkait hal tersebut?

Dari Kiri Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bpk. Nikodemus Bili Umbu Pati, S.Pd dan Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur
 

Sangat bisa Pak Guru, silahkan ….

 

Pertanyaan ke-1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

 

Sebagai kepala sekolah tentunya saya kerap menghadapi kasus dilema etika (yang berdasar antara benar VS benar), dan Bujukan Moral (yang berdasar pada benar VS salah). Cara yang saya gunakan dengan mengidentifikasi kasus-kasus tersebut yaitu dengan menggali informasi, melihat dan memahami kasus-kasus tersebut secara cermat. Dan untuk memahami kasus-kasus tersebut saya harus berkomunikasi dengan pihak yang terlibat.

 

Pertanyaan ke-2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

 

Pertanyaan ke-3. Selama ini dalam pengambilan keputusan dalam kasus dua kepentingan yang sama-sama benar, di dasarkan pada rasa peduli, kasih sayang dan memikirkan dampak jangka pendek & jangka panjangnya.

 

Pertanyaan ke-4. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

 

Langkah-langkah atau prosedur dalam pengambilan keputusan yang dilakukan selama ini adalah dengan melakukan analisa kasus, melihat siapa saja yang terlibat, nilai apa saja yang bertentangan, data dan fakta yang mendukung, serta melakukan ujikebenaran atau salah

 

Pertanyaan ke-5. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Menyadari bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini lantas menentukan siapa yang terlibat dalam situasi itu, mengumpulkan fakta dan data yang relevan dengan situasi tersebut. Lakukan pengujian benar atau salah. Lakukan pengujian paradigma benar lawan benar dan yang tidak kalah penting adalah lakukan komunikasi dan koordinasi dan melihat segala sesuatu secara objektif.

 

Pertanyaan ke-6. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Ada banyak pendapat yang dominan dan banyak pihak yang berkepentingan yang seolah-olah pendapatnya benar namun itu akan berdampak negative pada sekolah. Dengan mempertimbangkan segala dampak yang ada, jangan menuruti emosi, jika keputusan itu berpihak pada murid, ada nilai-nilai kebajikan universal dan bisa dipertanggungjawabkan maka keputusan harus diambil.


Pertanyaan ke-7. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

 

Untuk jadwal tertentu tidak ada. Namun untuk pengambilan keputusan tergantung dari kasus yang ada, apakah harus diselesaikan segera atau membutuhkan waktu sampai besok atau beberapa hari kedepannya dengan mempertimbangkan dinamika yang ada.

 

Pertanyaan ke-8. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

 

Tidak ada masalah yang mudah dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Semua perlu sikap kolaboraratif, kerja sama dan musyawarah. Keberadaan teman-teman CGP menjadi bagian dari solusi pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

 

Pertanyaan ke-9. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

 

Berdasarkan pengalaman dan dari sudut pandang teori bahwa pengambilan keputusan yang diambil harus mempertimbangkan paradigma dan prinsip-prinsip proses berfikir dalam dilema etika yang selanjutnya dilakukan pengujian dengan menggunakan sembilan Langkah dalam mengambil keputusan dan nilai-nilai filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara  menjadi landasan berpikir bahwa keputusan itu mesti berpihak pada murid dan semua pihak yang terlibat mendapatkan win-winsolution.

 

Dari Kiri Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bpk. Nikodemus Bili Umbu Pati, S.Pd dan Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur


dengan Kepala Sekolah SMK  Negeri 1 Pandawai yaitu Bapak Dominik Wuta Tenggu, SH.,Gr tempat saya mengajar || Selasa, 13 Februari 2024 :

 

Dari Kiri  Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur dan Kepala SMK Negeri 1 Pandawai Bpk. Dominik Wuta Tenggu.SH.,Gr 


Terkait dengan tugas CGP yaitu Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Pemimpin. Apakah Bapak kepala sekolah bisa meluangkan waktu kira-kira 25 – 30  menit untuk wawancara terkait hal tersebut?

 

Sangat bisa Pak Waka, silahkan ….

 

Pertanyaan ke-1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

 

Sebagai kepala sekolah, saya melihat dari sisi moral dan hukum, bahwa kasus dilema etika (benar melawan benar) merupakan situasi yang sulit, harus dengan pertimbangan matang dalam menentukan putusan untuk hal yang terjadi, sebab keduanya adalah benar secara moral akan tetapi bertentangan secara aturan/hukum. Sedangkan bujukan moral (benar melawan salah) merupakan suatu keadaan dimana harus mengambil keputusan antara benar dan salah. Tentu keputusan yang benar.

 

Pertanyaan ke-2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

 

Memang menjadi dilema bagi seorang kepala sekolah untuk mengambil keputusuan dari permasalahan yang sama-sama benar, tetapi saya tetap berpegang teguh pada peraturan yang sudah disepakati bersama melalui diskusi internal bersama wakasek dan rapat dewan guru tetapi juga sebagai pemimpin perlu juga melihat nilai-nilai kebajikan dan bermanfaat bagi banyak orang.

 

Pertanyaan ke-3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

 

Langkah-langkah yang saya biasa lakukan pertama mengumpulkan berbagai fakta yang terjadi, saya meminta informasi pada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, menganalisis benar dan salahnya, membuat alternatif solusi, meminta pertimbangan rekan sejawat, membuat keputusan dan terakhir merefleksikanya.

 

Pertanyaan ke-4. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Hal yang menurut saya anggap efektif dalam pengambilan keputusan adalah apabila semua pimpinan sekolah terlibat dalam kasus tersebut dan berkolaborasi dalam memecahkan masalah sehingga keputusan yang diambil dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik.

 

Pertanyaan ke-5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Tantangan dalam pengambilan keputusan dilema etika bahwasannya masalah dalam kasus ini memiliki nilai kebenaran atau kepentingan yang sama. Sebagai kepala sekolah sikap saya adalah  harus ada yang diprioritaskan, minimalisir dampak negatif yang berdampak bagi orang banyak dan harus mampu menghilangkan sikap keberpihakan pada salah satunya karena keduanya benar.

 

Pertanyaan ke-6. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

 

Semua kasus memiliki dimensinya sendiri. Artinya munculnya tidak rutin sehingga tidak ada jadwal khusus untuk penyelesaian kasus dilema etika, tergantung ringan beratnya kasus. jika kasus itu ringan maka bisa diselesaikan secara langsung saat itu juga.Tetapi jika permasalahannya berat sehingga memerlukan penanganan melalui tahapan-tahapan yang berlaku yaitu meninjau fakta/data, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak yaitu murid lalu lakukan bermusyawarah dengan pimpinan sekolah untuk mengambil keputusan yang terbaik dan untuk kepentingan sekolah.

 

Pertanyaan ke-7. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

 

Menurut saya sebagai kepala sekolah hal yang mempermudah dalam mengambil keputusan adalah adanya kerjasama dengan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam kasus tersebut. Selain itu koordinasi dengan pimpinan sekolah juga menjadi hal yang sangat efektif bagi saya dalam mengambil keputusan termasuk melibatkan rekan-rekan guru Calon Guru Penggerak yang sedang mengikutik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9.

 

Pertanyaan ke-8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

 

Pembelajaran yang saya petik selama ini sebagai kepala sekolah dalam menghadapi berbagai persoalan atau kasus adalah dalam pengambilan keputusan yang penting lakukan komunikasi dan koordinasi yang baik kepada semua pihak agar dalam pengambilan keputusan akhir yang diambil sesuai sasaran dan berdampak positif serta berpihak kepada murid, ada nilai-nilai kebijakan universal  dalam keputusan itu dan sebuah keputusan tersebut mesti dapat dipertanggungjawabkan.

 

Dari Kiri  Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur dan Kepala SMK Negeri 1 Pandawai Bpk. Dominik Wuta Tenggu.SH.,Gr

Demikian hasil wawancara yang bisa saya sajikan semoga bermanfaat bagi kita semua. Masih terdapat banyak kurang mohon kritik dan saran yang konstruktif. Dan juga saya ucapan banyak terima kasih kepada Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bapak Nikodemus Bili Umbu Pati, S. Pd dan Kepala Sekolah SMK  Negeri 1 Pandawai, Bapak Dominik Wuta Tenggu, SH.,Gr yang sudah meluangkan waktunya dan berbagi pengalaman dengan saya. Salam dan Bahagia.*


Baca : 2.1.A.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Sunday, November 5, 2023

2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran Berdiferensiasi

Oleh Bonefasius Sambo

https://www.unclebonn.com/2023/11/21a8-koneksi-antar-materi-modul-21.html


Setiap murid memiliki perbedaan dalam kemampuan, pengalaman, bakat, minat, dan gaya belajar. Oleh karena itu guru perlu memperhatikan perbedaan karakter murid dan memberikan pelayanan yang memenuhi kebutuhan murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. 


Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan suatu paradigma atau cara pikir untuk memenuhi kebutuhan murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid tersebut.. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan mendukung semua murid di kelas. Jadi, pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. 


Baca Juga : Menempatkan Siswa Sebagai Pemain Utama


Menurut Marlina (2019), pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir, melayani, dan mengakui keberagaman peserta didik dalam belajar sesuai dengan kesiapan, minat dan preferensi belajar peserta didik. Kepedulian pada peserta didik dalam memperhatikan kekuatan dan kebutuhan peserta didik menjadi fokus perhatian dalam pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Kamal (2021), pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan setiap individu untuk memperoleh pengalaman belajar dan penguasaan terhadap konsep yang dipelajari.


Bagaimana Melakukan Pembelajaran Berdiferensiasi di kelas


Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas (sesuai dengan KD dan indikator) (2) mengetahui dan merespon kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan belajar, minat, atau profil belajar murid (3) menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen awal (4) menciptakan suasana kelas yang berbudaya positif dalam proses pembelajaran, (5) melaksanakan penilaian yang berkelanjutan, dan (6) melakuakan refleksi, evaluasi dan adaptasi secara rutin akan proses pembelajaran yang terlaksana serta tindak lanjutnya, (7) melibatkan orang tua atau wali murid dalam bentuk umpan balik pada hasil pembelajaran. 


Pembelajaran Berdiferensiasi dapat Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid dan Membantu Mencapai Hasil Belajar yang Optimal


Pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu murid mencapai hasil belajar yang optimal dengan menerapkan 3 (tiga) strategi pembelajaran diferensiasi yaitu diferensiasi konten bahwa isi atau konten, mencangkup tentang materi pembelajaran yang dipelajari murid. Dalam aspek ini guru melakukan perubahan kurikulum dan materi pembelajaran yang mendasar pada model pembelajaran. Isi kurikulum akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan murid. Melakukan perubahan kurikulum tidak semua murid dapat mengerti, melainkan dengan penyesuaian yang tepat murid dapat beradaptasi dengan materi dan gaya belajar.


Selanjutnya diferensiasi proses bahwa proses belajar yang bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan murid. Proses ini mengacu pada bagaimana murid memahami dan memaknai apa yang terjadi. Dan diferensiasi produk bahwa Produk merupakan hasil akhir dalam pembelajaran dengan menunjukkan kemampuan murid  melalui pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam menyelesaikan pembelajaran. Dalam aspek ini guru mengevaluasi materi dan memberikan materi pada murid sesuai dengan gaya belajar yang menentukan hasil belajar murid itu sendiri.


Baca Juga : Menengok Peralatan Dan Fasilitas Bengkel Siswa Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor, Jurusan Unggulan Di SMK Negeri 1 Pandawai Kabupaten Sumba Timur


Kaitan antara Materi dalam Modul 2.1 dengan Modul Lain di Program Pendidikan Guru Penggerak


Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara menekankan akan tujuan pendidikan yang menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan kodrat anak-anak. Tentunya, kekuatan, potensi, minat dan bakat anak satu dan lainnya beragam. 


Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu cara yang masuk akal untuk menumbuhkembangkan kekuatan kodrat anak ini dengan memperhatikan kebutuhan belajar murid menurut kesiapan belajar, minat belajar, dan/atau profil belajar murid dengan mengedepankan pembelajaran yang berpihak pada murid. 


Dengan berpijak pada setiap murid adalah individu yang unik dan memiliki tantangan dan potensinya masing-masing, pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu murid dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan cara yang sesuai dengan mereka.


Modul 1.2  tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak di mana seorang guru diharapkan memiliki nilai guru penggerak: Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid. Nilai-nilai ini diharapkan terus tumbuh dan dilestarikan dalam diri seorang Guru Penggerak. Kelima nilai ini saling mendukung satu dengan lainnya, dan tentunya diharapkan menjadi pedoman atau fondasi berperilaku seorang Guru Penggerak. Guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sadar ataupun tak sadar telah mengimplementasikan nilai-nilai guru penggerak. 


Sebagai gambarannya, nilai mandiri di mana guru menyusun perangkat modul ajar (RPP) berdiferensiasi, sementara itu nilai reflektif di mana guru melaksanakan asesmen awal atau asesmen diagnostic dan hasil refleksinya menjadi akar dalam merancang modul ajar, nilai kolaboratif di mana guru dapat berkolaborasi dengan rekan CGP dan rekan sejawat dalam mempersiapkan pembelajaran berdiferensiasi yang relevan, ideal, inovatif, untuk melaksanakan proses pembelajaran berdiferensiasi maka guru dituntut untuk berinovasi baik dalam menyediakan media pembelajaran atau penilaian kreatif dan menyenangkan, serta berpihak pada murid di mana pembelajaran berdiferensiasi merupakan respon guru akan keberagaman murid yang memiliki kebutuhan belajar yang beragam pula.


Sementara itu, kaitan pembelajaran berdiferensiasi dengan peran Guru Penggerak yaitu menjadi pemimpin pembelajaran di mana berperan sebagai pemimpin yang berorientasi pada peserta didik, dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang peserta didik salah satunya melalui pembelajaran berdiferensiasi. 


Menggerakkan komunitas praktisi di mana guru dapat berbagi pembelajaran berdiferensiasi dalam komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain  di mana guru dapat  memberikan pendampingan terhadap guru lain dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan hal baru dalam Kurikulum Merdeka. Mendorong kolaborasi di mana guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, dan mewujudkan kepemimpinan murid di mana dalam proses pembelajaran berdiferensiasi, murid dapat menumbuhkembangkan kepemimpinan dalam diri dalam pembelajaran secara mandiri atau kelompok (diferensiasi proses).


Modul 1.3 Visi Guru Penggerak menjadi sebuah acuan penting dalam melangkah dan berperan dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada murid. Dalam menyusun visi, guru pastinya memiliki beberapa pertimbangan dan latar belakang yang mana bertujuan dan fokus utamanya untuk murid.  Seyogianya guru memiliki visi untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu jawaban dari bagaimana cara mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan berkarakter Profil Pelajar Pancasila.


Baca Juga : Mengenal Produk Kreatif Dan Kewirausahaan SMK Negeri 1 Pandawai


Modul 1.4 merupakan modul tentang Budaya Positif.  Untuk membangun budaya positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman dan nyaman agar murid mampu berpikir, bertindak dan mencipta dengan merdeka, mandiri dan bertanggung jawab. Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilaksanakan dengan efektif jika budaya postif di kelas sudah berjalan dengan baik. Sehingga, proses pembelajaran berdiferensiasi dapat mencapai hasil yang optimal.


Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi sangat erat kaitannya dengan proses pembelajaran berpihak pada murid sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.


Nilai-nilai yang melekat pada guru yaitu nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid merupakan komponen utama dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi. Murid sebagai subjek pembelajar yang beragam harus terlayani dengan baik melalui visi impian dan budaya positif yang ada di sekolah selanjutnya dilaksanakan secara terintegrasi dan komprehensif demi terwujudnya murid berkarakter Profil Pelajar Pancasila.


Bonefasius Sambo

Calon Guru Penggerak Angkatan 9 - SMK Negeri 1 Pandawai