Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com unclebonn.com

Saturday, March 21, 2026

Cerita Idul Fitri di Kaliuda: Tenun Toleransi di Ujung Timur Sumba

https://www.unclebonn.com/2026/03/cerita-idul-fitri-di-kaliuda-tenun.html

Matahari baru saja merangkak naik di ufuk timur Sumba, menyinari padang sabana yang mulai menguning. Namun, di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, suasana pagi itu terasa berbeda. Bukan suara deru mesin traktor atau riuh rendah aktivitas di pesisir yang terdengar, melainkan gema takbir yang bersahutan, memecah kesunyian bukit-bukit batu yang kokoh berdiri.


Idul Fitri di Kaliuda bukan sekadar perayaan keagamaan; ia adalah sebuah simfoni harmoni yang dimainkan di atas tanah Marapu.


Gema Takbir di Tengah Sabana


Kaliuda selama ini tersohor karena keindahan motif tenun ikatnya yang mendunia. Namun, saat Lebaran tiba, ada "tenunan" lain yang jauh lebih indah untuk disaksikan: tenunan persaudaraan. Di tengah mayoritas masyarakat yang memeluk Kristen dan kepercayaan Marapu, komunitas Muslim di Kaliuda merayakan hari kemenangan dengan kekhidmatan yang menyentuh hati.


Baca Juga : Sikap Adaptatif Ata Ende dalam Budaya Tau Humba


Laki-laki mengenakan baju koko bersih, sementara para perempuan tampil anggun dengan kerudung yang dipadukan selaras dengan sarung tenun ikat motif Kaliuda yang khas—dominasi warna merah dan hitam dengan figur hewan yang tegas. Mereka berjalan menuju masjid setempat, melewati deretan rumah panggung kayu yang di halamannya tertanam kubur-kubur batu megalitik.


Open House Ala Sumba


Setelah salat Id usai, dimulailah tradisi yang paling dinanti: silaturahmi tanpa sekat. Di Kaliuda, Lebaran adalah milik semua orang. Pintu-pintu rumah warga Muslim terbuka lebar bagi tetangga yang berbeda keyakinan.


Baca Juga : Cerita Toleransi dari Rumah Alang


Tak ada kecanggungan saat seorang warga penganut Marapu atau Kristen datang menjabat tangan kerabat Muslimnya sambil mengucap, "Selamat Lebaran, Umbu atau Rambu." Di atas meja, hidangan khas seperti ketupat dan opor ayam bersanding manis dengan kue-kue kering rumahan. Namun, yang paling istimewa adalah sirih pinang. Di Sumba, tidak ada percakapan yang sah tanpa pahappa atau sirih pinang. Ini adalah perekat sosial yang melampaui batas perbedaan.


Toleransi yang Mendarah Daging


Keunikan Idul Fitri di wilayah ini terletak pada kesadaran komunitas non-Muslim dalam menjaga kelancaran ibadah dan memastikan bahwa saudara mereka bisa beribadah dengan tenang.


Ini adalah manifestasi dari filosofi hidup orang Sumba yang menjunjung tinggi kekerabatan. Bagi warga Kaliuda, perbedaan agama hanyalah warna-warna benang yang berbeda dalam satu lembar kain tenun yang sama. Jika satu benang hilang, maka motif kehidupan mereka tidak akan pernah utuh.


Pesan dari Pahunga Lodu


Saat senja mulai turun dan menyisuhkan warna jingga di langit Kaliuda, perayaan Idul Fitri perlahan berganti menjadi obrolan santai di teras rumah. Lebaran di sini mengajarkan kita bahwa merayakan kemenangan tidak harus dengan kemewahan kota besar.


Baca Juga : Mengenal Keistimewaan Tenunan Kaliuda


Cukup dengan ketulusan hati, sepiring hidangan yang dibagikan, dan komitmen untuk terus menjaga kedamaian di bawah naungan langit Sumba yang luas. Dari Kaliuda, kita belajar bahwa toleransi bukan sekadar teori di buku teks, melainkan napas kehidupan yang terus diembuskan oleh masyarakatnya, hari demi hari.*

Membangun Keteladanan Organik: Kunci Transformasi di SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2026/03/membangun-keteladanan-organik-kunci.html
Dalam dunia pendidikan, kita sering mendengar istilah "pencitraan". Banyak lembaga berlomba memoles wajah luar demi prestasi sesaat. Namun, di SMK Negeri 1 Pandawai, sebuah pergerakan berbeda sedang tumbuh. Bukan melalui instruksi kaku atau baliho besar, melainkan melalui apa yang disebut dengan Keteladanan Organik.


Apa Itu Keteladanan Organik?


Keteladanan organik bukanlah sesuatu yang dipaksakan atau direkayasa. Ia adalah proses memberikan contoh baik yang tumbuh secara alami dari dalam diri setiap individu. Tanpa kepura-puraan, tanpa motif pencitraan. Ia muncul karena kesadaran bahwa nilai-nilai kebaikan harus menjadi nafas dalam setiap tindakan sehari-hari.


Baca Juga : Memajukan Pendidikan di Bumi Sumba: Sinergi YPA-MDR, Astra Daihatsu Motor, dan SMK N 1 Pandawai


Bagi seorang guru, keteladanan adalah mata uang paling berharga. Seperti ungkapan bijak, "Kekuatan untuk memengaruhi orang lain dari seorang guru adalah keteladanan." Ketika guru disiplin, siswa akan mengikuti. Ketika guru menunjukkan antusiasme dalam belajar, siswa pun akan tergerak. Inilah pondasi utama yang kini tengah dibangun untuk mewujudkan ekosistem sekolah yang berkarakter, profesional, dan akademis.


Sinergi Bersama Yayasan Astra: Menanamkan Core Values "CERDAS"


Perjalanan SMK Negeri 1 Pandawai dalam membangun keteladanan ini tidak lepas dari dukungan Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR). Sebagai sekolah binaan, sekolah ini telah melewati fase-fase transformasi yang terukur.


Baca Juga : Sampai Juara I Nasional Karena Yayasan ASTRA Membawa Paradigma Baru dalam Proses Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai


Pada tahun pertama, fokus utama adalah penanaman Core Values CERDAS:


  • Cermat: Mengajarkan ketelitian dalam setiap tugas.

  • Dinamis: Beradaptasi dengan perubahan zaman.

  • Antusias: Memiliki semangat tinggi dalam berkarya.

  • Sinergis: Mengutamakan kerja sama tim untuk mencapai tujuan bersama.


Nilai-nilai ini bukan sekadar slogan di dinding kelas, melainkan identitas yang mulai menyatu dengan perilaku warga sekolah.


Melangkah ke Budaya Industri 5R dan Visi Masa Depan


Memasuki tahun kedua, tantangan ditingkatkan melalui pendampingan Budaya Industri 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Penerapan 5R di lingkungan sekolah adalah upaya nyata untuk membawa standar industri ke dalam ruang kelas. Hal ini krusial agar lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki mentalitas kerja yang tangguh dan kompetitif.


Baca Juga : Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya? 


Dengan pendampingan yang konsisten, SMK Negeri 1 Pandawai melangkah mantap menuju visinya: Mewujudkan sekolah yang berakhlak, berkarakter, cerdas, dan kompetitif.


Menuju Smart Vocational School Berbasis Riset dan Inovasi


Hasil dari keteladanan organik ini mulai menampakkan wujudnya. SMK Negeri 1 Pandawai kini bertransformasi menjadi Smart Vocational School yang tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi berbasis pada Riset dan Inovasi.


Ketika ekosistem sudah sehat dan karakter sudah kuat, kreativitas akan mengalir dengan sendirinya. Siswa dan guru terdorong untuk menciptakan solusi-solusi inovatif bagi tantangan di daerah, membuktikan bahwa sekolah vokasi adalah mesin penggerak kemajuan bangsa.


Kesimpulan


Keteladanan organik adalah investasi jangka panjang. Ia mungkin tidak memberikan hasil instan dalam semalam, namun ia membangun fondasi yang tidak akan goyah oleh zaman. Di SMK Negeri 1 Pandawai, kita belajar bahwa untuk mengubah dunia pendidikan, kita harus memulai dengan menjadi contoh yang paling jujur dari diri sendiri.


Baca Juga : Cerdas Bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim, Mari Mendulang Sukses di SMK Negeri 1 Pandawai 2024 - 2029


Siapa sangka, vokalis band rock terbesar di Indonesia, Kaka Slank, punya kisah cinta yang begitu dalam dengan sang istri, Tascha Oking

https://www.unclebonn.com/2026/03/siapa-sangka-vokalis-band-rock-terbesar.html

Kisah cinta Akhadi Wira Satriaji, atau yang akrab kita sapa Kaka Slank, dan Natascha Oking, adalah bukti nyata bahwa cinta yang punya "akar" kuat tidak akan tumbang oleh badai prasangka.


Berikut adalah pengembangan kisah inspiratif mereka yang dirangkai dari berbagai sumber perjalanan hidup keduanya:


Melawan Arus Prasangka


Pada akhir era 90-an, nama Kaka Slank adalah simbol pemberontakan dan kebebasan. Sebagai vokalis band rock terbesar di Indonesia, citranya lekat dengan kehidupan malam dan stereotip "anak band" yang tidak punya masa depan pasti. Inilah tembok besar yang harus dihadapi Tascha saat membawa Kaka ke hadapan keluarganya.


Baca Juga Tulisan Menarik Lainnya : Tidurlah Bersama Bintang, In Memoriam Kaka Glenn Fredly dan Mas Didi Kempot


Orang tua Tascha, terutama sang Papa, sempat meragukan keseriusan Kaka. Ada kekhawatiran besar bahwa putri mereka akan terseret dalam arus kehidupan rocker yang liar. Namun, di balik kacamata hitam dan aksi panggung yang garang, Kaka menyimpan kesungguhan yang hanya diketahui oleh Tascha.


Restu yang Dijemput dengan Pembuktian


Tascha mengambil langkah berani. Ia percaya bahwa Kaka adalah pelabuhannya. Dalam sebuah momen yang emosional, Tascha bahkan sempat memohon ampunan kepada sang Papa atas keputusannya. Ia memilih untuk tetap mendampingi Kaka, bukan untuk membangkang, melainkan untuk membuktikan bahwa pilihannya tidak salah.


Baca Juga Tulisan Menarik Lainnya : Catatan Anak NTT Tahun 2016 : Mario G Klau, Kebanggaan dan Asa Orang NTT


Kaka pun tidak tinggal diam. Ia menjawab keraguan itu bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perubahan hidup. Ia perlahan meninggalkan pola hidup lama dan bertransformasi menjadi sosok pria yang sangat menjaga kesehatan dan fokus pada keluarga.


Harmoni dalam Kedewasaan


Setelah resmi menikah pada tahun 2002, rumah tangga mereka jauh dari sorot lampu gosip. Kunci kekuatan mereka terletak pada kebebasan yang bertanggung jawab dan dukungan tanpa syarat.


Pola Hidup Sehat: Tascha menjadi inspirasi bagi Kaka untuk menjalani gaya hidup sehat. Kaka kini dikenal sebagai musisi yang bugar, gemar berolahraga lari, hingga menjadi penyelam (diver) yang aktif mengampanyekan kelestarian laut.


Baca Juga : Mengapa Nia Ramadhani dan Suami Bisa Tersandung Kasus Narkoba?


Kehadiran Buah Hati: Kehidupan mereka semakin lengkap dengan kehadiran dua anak, Chaska Satriaji dan Siti Alaia Satriaji. Kaka membuktikan dirinya sebagai sosok ayah yang hangat dan sangat dekat dengan anak-anaknya.


Pelajaran Inspiratif dari Kaka & Tascha


"Jangan menilai buku dari sampulnya, dan jangan menilai cinta dari masa lalunya."


Kisah mereka mengajarkan kita bahwa:


Cinta butuh perjuangan: Restu yang sulit di awal seringkali menjadi perekat yang membuat hubungan lebih kokoh di masa depan.


Perubahan itu nyata: Seseorang bisa berubah menjadi versi terbaiknya demi orang yang dicintai.


Privasi adalah kunci: Meski berstatus megabintang, Kaka dan Tascha berhasil menjaga keharmonisan dengan menjaga privasi rumah tangga mereka dari konsumsi publik yang berlebihan.


Dua dekade lebih berlalu, Kaka dan Tascha tetap berdiri berdampingan. Dari panggung rock yang bising hingga kedamaian di bawah laut, mereka membuktikan bahwa rock n' roll sejati adalah setia pada pasangan sampai akhir.


Baca Juga : Lyodra Diprediksi Mampu Patahkan Kutukan Indonesian Idol

Wednesday, March 18, 2026

Memajukan Pendidikan di Bumi Sumba: Sinergi YPA-MDR, Astra Daihatsu Motor, dan SMK N 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2026/03/memajukan-pendidikan-di-bumi-sumba.html

PANDAWAI, 2 Maret 2026 – Suasana di SMK Negeri 1 Pandawai pada Senin pagi ini tampak berbeda. Riuh rendah percakapan hangat dan semangat nasionalisme menyelimuti aula sekolah saat lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang, dipandu oleh Bapak Paulus Angelino Seran. 


Hari ini bukan sekadar hari sekolah biasa, melainkan momentum penting bagi penguatan pendidikan vokasi di Sumba Timur melalui kegiatan Seremonial Penyerahan Bantuan, Pelatihan, dan Kunjungan Industri bersama YPAMDR dan Astra Daihatsu Motor.


Acara dibuka dengan elok melalui tarian penyambutan yang dipersembahkan langsung oleh siswa-siswi SMKN 1 Pandawai sebagai bentuk penghormatan bagi para tamu undangan. 


Baca Juga : Apakah Yayasan Astra Bagi-bagi Duit kepada Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Binaan Mereka?


Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua Pengurus YPAMDR, Bapak Gunawan Salim, serta perwakilan dari Astra Daihatsu Motor, Bapak Ferry Nugroho dan Bapak Yazid Alfaizun, menegaskan komitmen dunia industri dalam mendukung talenta-talenta muda di daerah.


Dukungan Nyata bagi Peningakatan Kompetensi Siswa 


https://www.unclebonn.com/2026/03/memajukan-pendidikan-di-bumi-sumba.html
Mobil Pick up Bantuan Yayasan Astra (Senin, 2/3/2026)


Inti dari kegiatan ini adalah penyerahan berbagai donasi yang dirancang untuk menunjang praktik lapangan siswa. Salah satu bantuan yang paling dinantikan adalah donasi Mobil Pick Up. Kendaraan ini diserahkan secara simbolis oleh pihak Astra Daihatsu Motor dan YPA-MDR kepada Kepala SMK Negeri 1 Pandawai, Bapak Dominik W. Tenggu, guna mendukung program unggulan di Jurusan Aagribisnis Ternak Unggas (ATU).


Baca Juga : Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya?


"Semoga bantuan ini membawa manfaat besar bagi pengembangan sekolah serta peningkatan kompetensi siswa," ujar Anggriani Lobo selaku pemandu acara saat prosesi dokumentasi berlangsung.


Tak hanya di bidang otomotif, kepedulian YPA-MDR juga menyentuh sektor kewirausahaan dan pelestarian budaya. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan dua fasilitas penting lainnya:


  • Kandang Ayam Petelur: Ditujukan untuk penguatan pembelajaran kewirausahaan dan praktik mandiri siswa.
  • Alat Tenun: Sebagai langkah nyata mendukung keterampilan tangan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal.


Sinergi Menuju Kemandirian


Kepala SMKN 1 Pandawai, Bapak Dominik W. Tenggu, bersama Koordinator SMA/SMK/SLB Kabupaten Sumba Timur, Ibu Albertina Natara, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan ini. 


Baca Juga : Cerdas Bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim, Mari Mendulang Sukses di SMK Negeri 1 Pandawai 2024 - 2029


Dukungan dari dunia industri seperti Astra Daihatsu Motor diharapkan mampu memperkecil jarak antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.


https://www.unclebonn.com/2026/03/memajukan-pendidikan-di-bumi-sumba.html
Kandang Ayam Petelur SMK Negeri 1 Pandawai

Rangkaian acara formal di aula ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh Ibu Lian Kehi Leba. Namun, semangat kolaborasi tidak berhenti di sana. Para tamu undangan kemudian melanjutkan agenda dengan keliling sekolah, peninjauan fasilitas, dan ramah tamah, melihat dari dekat bagaimana bantuan-bantuan tersebut akan dioperasikan oleh para siswa.


Melalui sinergi ini, SMKN 1 Pandawai optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang tangguh untuk membangun masa depan Sumba.*


Baca Juga : Mengenal Sosok Adelfina Kristiana Lobo, Disiplin yang Membuatnya Jadi Juara

Thursday, March 12, 2026

Membangun Ekosistem Sekolah Vokasi Berprestasi

https://www.unclebonn.com/2026/03/membangun-ekosistem-sekolah-vokasi.html

Membangun sekolah yang berprestasi bukanlah tentang keberuntungan, melainkan hasil dari tata kelola yang terukur dan visioner. Prestasi adalah konfirmasi nyata atas tajamnya visi sekolah, pola pikir guru yang adaptif, serta inovasi yang terus dikembangkan. Untuk mencapai titik tertinggi, sekolah harus bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang sehat dan kompetitif.


Fondasi Ekosistem: Karakter, Profesional, dan Akademis


Tiga pilar utama yang menjadi dasar pengembangan adalah karakter, profesionalisme, dan keunggulan akademis. Karakter membentuk integritas seluruh warga sekolah, profesionalisme memastikan standar kerja yang tinggi, dan akademis menjadi tolok ukur kualitas intelektual. Tanpa fondasi yang kokoh ini, prestasi hanya akan menjadi pencapaian sesaat yang sulit dipertahankan.


Baca Juga : Muara dari Dedikasi, Cerita Inspirasi Tiga Guru SMK Negeri 1 Pandawai yang Lulus PPPK


Optimalisasi Potensi Multisektoral


Ekosistem yang baik mampu mewadahi berbagai spektrum bakat. Fokus pengembangan tidak boleh terpaku pada satu sisi, melainkan mencakup:


Pertama, soal akademik ini berkaitan dengan penguasaan teori yang dibarengi dengan praktik yang relevan sesuai dengan kebutuhan anak didik, dunia usaha dan industri dan tuntutan zaman. 


Kedua, soal ekstrakurikuler sebagai sebuah wadah pengembangan minat dan bakat non-akademis. Kegiatan ekstrakurikuler ini harus mengembangkan prestasi. 


Ketiga berkaitan dengan seni budaya & potensi daerah hal ini bertujuan mengangkat kearifan lokal sebagai identitas dan keunggulan kompetitif sekolah.


Strategi Akselerasi: Kerja Cerdas dan Fokus


Mewujudkan visi besar ini menuntut perubahan paradigma. Kita harus mulai mengganti kerja keras yang melelahkan dengan kerja cerdas yang efektif. Karakter, komitmen, dan konsistensi adalah harga mati. Sekolah harus mampu menentukan prioritas dan menjaga fokus pada tujuan utama, serta menjauhkan diri dari dinamika internal yang berlebihan atau kebijakan yang bersifat sewenang-wenang.


Baca Juga : Bingung Pilih SMK? Di SMK Negeri 1 Pandawai Saja!


Lebih dari Sekedar Prestise


Prestasi sekolah bukanlah sekadar ajang pamer trofi atau prestise belaka. Ia adalah validasi atas riset dan inovasi yang berjalan di dalam kelas. Ketika sebuah sekolah berprestasi, ekosistem tersebut secara otomatis memberikan kepastian kualitas bagi setiap insan di dalamnya, termasuk kepastian relevansi lulusan dengan dunia kerja. Dengan ekosistem yang mapan, prestasi akan mengalir sebagai tradisi, bukan lagi sekadar ambisi.

#Pendidikan #KepemimpinanSekolah #GuruProfesional #SMKBisa #EkosistemPrestasi #UncleBonn

Sunday, March 1, 2026

Yayasan Astra Laksanakan Pendampingan Pembelajaran Teaching Factory Tahun Kedua di SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2026/03/yayasan-astra-laksanakan-pendampingan.html

Yayasan Astra (Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim) melalui Astra Tech melakukan Pendampingan Penguatan Kurikulum Berbasis Industri dan Implementasi Teaching Factory kepada guru-guru SMK Negeri 1 Pandawai.


Kegiatan pendampingan Tefa (Teaching Factory) ini dilaksanakan dari tanggal 26 - 28 Februari 2026 bertempat di aula SMK Negeri 1 Pandawai. Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 10.30 - 15.30  Wita. Adapun yang hadir selain guru-guru, antara lain Tim Astra Tech sebagai fasilitator dan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pandak, Dra. Meiyun Wihadiyati, M.Pd sebagai narasumber.


Baca Juga : Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya?


Hari pertama,  kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri) yang selama ini menjadi mitra SMK Negeri 1 Pandawai. Tujuan menghadirkan DUDI, Astra Tech ingin menggali bentuk kerja sama yang selama dibangun oleh pihak sekolah dengan mitranya. 


Selain menggali bentuk kerja sama yang selama ini disepakati, diskusi kelompok yang dibagi sesuai konsentrasi keahlian bertujuan menggali potensi apa saja yang dimiliki sekolah dan potensi tersebut akan dimasukkan kedalam program Yayasan Astra sebagai dasar untuk pengembangan tahun berikutnya.


Baca Juga : Apakah Yayasan Astra Bagi-bagi Duit kepada Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Binaan Mereka?


Beberapa perwakilan DUDI yang hadir diantaranya NSS untuk konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), PT Mitra Sinar Jaya (Agribisnis Ternak Unggas),  dan perwakilan pelaku perikanan dari Kampung Bugis yang selama ini menjadi tempat PKL (Praktik Kerja Lapangan) konsentrasi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI).


Kegiatan hari kedua, peserta pendampingan mendapatkan sharing praktik baik dari seorang kepala sekolah berprestasi yakni Ibu Meiyun Wihadiyati, kepala SMK Negeri 1 Pandak,  Jogyakarta.  


Topik pendampingannya adalah bagaimana mewujudkan sekolah unggul, berkualitas dan berprestasi untuk sekolah-sekolah binaan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim. 


Materi yang disajikan tentang model Perencanaan Berbasis Data yang berpusat dari Rapor Pendidikan. Bagaimana sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang didalamnya ada Rencana Kerja Jangka Menengah dan Rencana Kerja Tahunan. 


Baca Juga : Sampai Juara I Nasional Karena Yayasan ASTRA Membawa Paradigma Baru dalam Proses Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai


Narasumber juga menyinggung soal pentingnya komunitas belajar dalam upaya meningkatkan kapasitas guru dalam merancang, melaksanakan,  dan mengevaluasi pembelajaran. Sekolah juga harus rajin dalam melakukan promosi sekolah dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial. 


Pada sesi terakhir kegiatan hari kedua, masing-masing tim diminta untuk melakukan analisis SWOT. Tugas ini akan dipresentasikan oleh kepala program studi atau konsentrasi keahlian. 


Kegiatan hari ketiga, presentasi dilakukan oleh kepala program studi. Tampil berturut-turut konsentrasi ATU (Agribisnis Ternak Unggas), Teknik Sepeda Motor,  dan Nautika Kapal Penangkap Ikan. Kegiatan ini lebih banyak diskusi dan penyamaan persepsi tentang implementasi teaching factory terutama penerapan sistem blok.


Baca Juga : Integritas sebagai Fondasi dalam Membangun Ekosistem Kepemimpinan Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai


Kegiatan pada hari ketiga ditambah dengan berbagi praktik baik terkait penyusunan rencana kerja sekolah (RKS). Dalam kegiatan ini, narasumber menunjukkan contoh format RKS yang dijadikan panduan dalam menyusun program kerja sekolah. Sekolah juga perlu membentuk Tim Pengembang dan Penjamin Mutu Sekolah dan hal-hal lain yang bertujuan bagaimana mewujudkan SMK Unggul, Berkarakter,  Berkualitas dan Berprestasi. 


Kegiatan ini ditutup sekitar pukul 15.00 Wita. Kegiatan ini dipercepat karena guru-guru akan melaksanakan gladi kotor terkait kunjungan pejabat utama Yayasan Astra dan AHM Motor ke SMK Negeri 1 Pandawai pada hari Senin, 2 Maret 2026.*


Baca Juga : Implementator Terbaik Karakter Versi Yayasan Astra



Sunday, February 22, 2026

Dia Memang "Tergila-gila" dengan Pesona TNI

https://www.unclebonn.com/2026/02/dia-memang-tergila-gila-dengan-pesona.html

Ini tentang kekuatan mimpi. Tulisan ini saya buat tanggal, 27 Februari 2019. Seperti apa dirinya saat ini setidaknya semangatnya telah membuat saya terinspirasi bagaimana seseorang harus berusaha atau berjuang!


Namanya Andri Maramba Nau (Andri Maramba).   Dia itu mantan anak didik saat saya bertugas di SMP Negeri Satu Atap Matawai Kurang (termasuk wilayah 3T), Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Saya bertugas disana sekitar tahun 2013 - 2016. Dia lulus SMP tahun 2014 serta lulus dari SMA Negeri 1 Lewa tahun 2017.


Saat masih SMP badannya masuk kategori kurus mungkin karena Andri tinggi ya diantara teman seusianya. Dia juga anak yang pendiam. Saat ia berteman dengan saya di facebook tahun 2018, lihat foto profilnya nyaris saya lupa. Postur tubuhnya berubah dan kelihatan macho. Jauh dengan empat tahun lalu yang masih kurus dan lugu. 


Baca Cerita Lain : Mengenal Sosok Adelfina Kristiana Lobo, Disiplin yang Membuatnya Jadi Juara


Hampir semuanya foto profil serta cover facebook Andri bernuansa militer. Penampilannya pun ala TNI. Awalnya saya kira dia sementara menempuh pendidikan Catam atau Caba TNI. Saking penasaran saya pun inbox untuk mengetahui sedikit informasi darinya. 


“Apakah kamu sedang kuliah, Andri?”


“Tidak Pak Guru. Saya bulan Oktober 2018 lalu ikut test TNI AD di Bali tapi gugur. Dan bulan Januari 2019 tes AL di Surabaya juga gugur. Dan nanti saya akan ikut test lagi di Kupang,” katanya menjelaskan.


Baca Juga : Saya Siap Menjadi Duta SMK Negeri 1 Pandawai oleh Olivia Netri Ata Katu


Saya bayangkan anak ini nekat sekali. Ia harus ke Bali lalu ke Surabaya. Dari mana dia memperoleh biaya itu semua? Saya cukup tahu kondisi kehidupan orang tuanya di Matawai Kurang. Kalau itu biaya dari kocek sendiri tentu Andri selama ini kerja keras demi cita-citanya. 


Dia juga cerita tentang kesiapan fisiknya untuk mengikuti tes masuk TNI. Ia berlatih ketahanan fisik dengan cara lari dari Lewa ke Waingapu. Jarak dari Lewa ke Waingapu itu kurang lebih 60 kilometer loh, gila kan? Karena usahanya ini ia kerap mendapat cibiran dan dihina. 


Baca Juga : Pendidikan Membuat Orang Punya Harapan (Jejak Digital dari Olivia Kattu)


Melihat keseriusan Andri wajar ia rela ke Bali dan ke Surabaya mungkin juga ia akan ke Kupang untuk mewujudkan mimpinya agar bisa menjadi anggota TNI.


Sebagai mantan gurunya saya bangga dengan perjuangan Andri walau saat ini belum berhasil. Namun saya percaya tidak ada usaha dan kerja keras yang akan sia-sia. Tuhan akan mengubah nasib orang yang berkehendak baik dan berserah diri kepada-Nya. Never give up, Andri. We proud of you | Salam Damai.*

Saturday, February 21, 2026

Munculnya Orang-orang dari Zona Nyaman karena Facebook Pro

https://www.unclebonn.com/2026/02/munculnya-orang-orang-dari-zona-nyaman.html

Ini berkaitan dengan paradigma baru facebook profesional alias FB Pro.  Dengar-dengar sih FB Pro akan kembali ke model awal. Artinya selamat tinggal kita yang pemula. Kerja kerasnya berakhir sia-sia karena belum panen hasil. 


Nah guys sebelum kembali ke setelan awal yuk kita OK-gas dulu. 


Teman-teman semua, janji manis dari boss Meta soal monetisasi konten dan yang akan menghasilkan cuan dan sudah terbukti sampai dilapisan bawah -orang biasa- membuat semua tergiur.  


Baca Juga tentang Fenomena FB Pro : Bagaimana Membuat Lapak Facebook Profesional yang Asyik?


Biasanya kita yang selama ini cool-cool saja bahkan apatis dengan facebook akhirnya keluar dari zona nyamannya dan terkontaminasi prinsip kekinian facebook yaitu - Salam SKSD. 


Dan FB Pro menuntut itu. Kita tidak bisa menjadi orang yang cuek bebek atau bermain dibelakang layar, kita mesti tatap maya langsung - berinteraksi : bersosialisasi walau beberapa kali, gitu. 


Baca Juga tentang Fenomena FB Pro : 𝗧𝗿𝗶𝗸 𝗠𝗲𝗺𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗧𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗶𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂𝗮𝗻!


Nah, kalau mau nyaman-nyaman ae, monggo jadi penikmat saja atau penonton saja. Tapi kalau berharap kedepan dapat “upeti” dari boss meta jadilah seleb facebookers.  Mereka yang followers-nya sudah diangka ratusan ribu bahkan sampai jutaan mereka sudah dicap sebagai selebriti dunia maya dan penghasilan mereka menggiurkan dan tentu bisa merubah nasibnya, gess. 


Jadi apa dikata gess, kita lihat saja yang selama ini diam dan membisu akhirnya mulai tampil dan bersosialisasi di depan kamera. Ok gass bossku | Salam Damai,

Dedi Mulyadi, Pemimpin yang Urat Takutnya, Mati!

https://www.unclebonn.com/2026/02/dedi-mulyadi-pemimpin-yang-urat.html

Dedi Mulyadi (DM) saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Periode 2025 - 2030. Beliau melakukan gebrakan-gebrakan yang non populis dengan cara sederhana namun menantang. Pikirannya sederhana saja, tidak boleh ribet dalam melayani masyarakat. 


Beliau mengusahakan kesejahteraan bagi rakyat dengan mendidik, melakukan banyak terobosan lainnya bahkan berani melakukan konfrontir (debat terbuka) dengan pihak manapun termasuk masyarakat kelas menengah kebawah. 


Menurut saya, DM merupakan seorang kepala daerah yang dikategorikan pemimpin yang sudah putus urat takutnya. 


Baca Juga : Dalam Konteks Demokrasi : Pemimpin Timbul karena Lingkungan Tidak karena Lahir atau Dilahirkan


Di awal tugasnya,  Pak DM langsung memecat Kepala SMA Negeri 6 Depok karena alasan study tour. Kita bisa lihat kebijakan soal pajak kendaraan dan proses layanan pajaknya. 


Dia pun berani bongkar Wisata Hibisc di Puncak, Bogor. Selain itu, DM juga blusukan ke kampung-kampung atau pemukiman kumuh dan bermasalah. Ia pun berani membuka ruang dialog dan bahkan jika adalah hal yang salah yang dilakukan oleh warganya, ia berani berdebat dengan warganya. Dan mengatakan itu salah.


Mestinya warga seperti ini “dielus-elus” bukan melakukan perdebatan agar mendapatkan simpati. 


Baca Juga : Kekuatan Mimpi Ala Bupati Kupang, Yosef Lede


Contoh lain, dia berani memarahi warga yang kedapatan menjual miras oplosan.  Berdebat soal pemukiman warga di lahan sengketa. 


Ia segera mencarikan solusi saat itu juga untuk menyelesaikan permasalahan warganya. Bukan saja di Jabar, ternyata ia sudah melakukan aksi-aksi demikian saat masih menjabat Bupati Purwakarta.


Pembaca sekalian jarang ada pemimpin yang mau berdebat terbuka di tengah warga biasa seperti itu. Dalam kondisi tatap muka atau ditengah kerumunan.  


Baca Juga : Mau Memilih Jalan Satria atau Jalan Raja?


Kita berharap semoga Pak DM mampu membawa warga Jabar semakin berkualitas dalam segala aspek kehidupan.  Dan sekali lagi berharap Gubernur Dedi Mulyadi bisa menjadi inspirasi bagi pemimpin daerah lainnya di Indonesia | Salam Damai*

Friday, February 20, 2026

Mengenal Sosok Adelfina Kristiana Lobo, Disiplin yang Membuatnya Jadi Juara

https://www.unclebonn.com/2026/02/mengenal-sosok-adelfina-kristiana-lobo.html

Sebagai seorang guru, saya kerap menjumpai anak-anak pintar dan cerdas. Bahkan ada anak-anak, selain ia pintar, dia juga memiliki karakter positif yang sangat menonjol : jujur, disiplin,  tanggung jawab, respect, dan lain-lain. Ada juga yang memiliki jiwa kepemimpinan dalam hal ini student agency


Mereka memiliki potensi diri yang unik dan perlu dibimbing oleh guru untuk masa depan mereka yang gemilang. 


Adelfina Kristiana Lobo atau kita sapa Adel memiliki sebagian potensi diri itu. Sebagai manusia tidak ada yang memiliki keunggulan absolut. No one is perfect-begitulah kira-kira. 


Baca! Artikel lain yang sama : Trisna, Isu Maritim dan Bu Susi


Adel, selain pintar, dia memiliki kesadaran diri penuh, penggerak bagi teman-temannya, disiplin serta bertanggung jawab atas semua yang dipercaya kepada dirinya. Makanya,  kelas Adel, menjadi penerima Implementator Terbaik (Program Awarding YPA-MDR) dengan durasi yang lama. Adel, memiliki kontribusi besar untuk kelas mereka.


Soal disiplin dan tanggung jawab tidak saja di sekolah.  Di rumah Adel juga menerapkan hal yang sama. Semua pekerjaan dia tuntaskan sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan diri di sore hari seperti kegiatan pencak silat


Adel juga memiliki prinsip hidup yang teguh. Dia tidak suka merepotkan orang lain dan agak enggan menerima bantuan orang lain. 


Baca! Artikel lain yang sama : Cara Merekatkan Tali Persaudaraan Generasi Milenial Oleh Novia Rona


Dia adalah Top 3 Terbaik sejak kelas X di SMK Negeri 1 Pandawai.  Saat ini dia berada di kelas XII konsentrasi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI). 


Bulan Oktober 2025 lalu, bersama rekannya, Orviton Umbu Yan, mereka berhasil menggondol trofi Juara I Nasional dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia, Kategori Rencana Usaha, Bidang Agribisnis, Agroteknologi dan Kemaritiman. Sebelum menjuarai ajang prestisius ini, Adel sudah mengikuti lomba-lomba secara online di luar program sekolah dan meraih juara I. 


Saat ini, Adelfina Kristiana Lobo sedang mengikuti seleksi masuk Politeknik Astra. Dan tahapan seleksi sedang berjalan. 


Baca! Artikel lain yang sama : Pendidikan Membuat Orang Punya Harapan (Jejak Digital dari Olivia Kattu)


Jalan menuju ke Poltek Astra karena SMK Negeri 1 Pandawai merupakan satu-satunya SMK Binaan Yayasan Astra (Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim) di Kabupaten Sumba Timur.  Walaupun siswa dari sekolah binaan, YPA-MDR tetap melaksanakan seleksi dengan standar tinggi. 


Semenjak adanya SMK Negeri 1 Pandawai banyak putra-putri Menggit Timbi dan sekitarnya yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. 


Saat ini sudah ada beberapa siswa yang bekerja di luar negeri (Jepang), TNI AD, bekerja di PT. MSM, dll. Yang lain berwirausaha usaha secara mandiri. Memang muara dari pendidikan vokasi jenjang SMK yakni BMW (Bekerja,  Melanjutkan Pendidikan, dan Wirausaha). 


Baca Juga : Juni Evandra, Si Nekat yang Pantang Menyerah dalam Belajar


Dan saya yakin, Adelfina Kristiana Lobo akan mengikuti jejak senior-seniornya yakni menyelesaikan pendidikan tinggi dan bekerja. Minimal menjadi pribadi yang mandiri dan membahagiakan orang tua. 


Sebagai guru, saya akan selalu support kepada anak-anak yang memiliki mimpi besar untuk mewujudkan cita-cita atau impian mereka. 


Sukses selalu Adel. Semoga tulisan ini semakin memacu spirit juangmu untuk belajar lebih giat demi masa depan yang gemilang. Ingat, bekerja dan berdoa mesti seimbang. Salam Damai.*


Baca Juga : Kuliah Melalui Jalur Khusus Anak Pelaku Kelautan dan Perikanan Itu Luar Biasa!


Thursday, February 19, 2026

Tanggung Jawab Guru Kepada Sekolah

https://www.unclebonn.com/2026/02/tanggung-jawab-guru-kepada-sekolah.html

Secara etika dan moral seorang guru perlu menjaga sikap dan tutur katanya atau dengan kata lain guru perlu menjaga marwah dirinya.  Ia perlu membangun keteladanan yang organik bukan sekedar pencitraan diri.


Lebih lanjut, seorang guru perlu menjadi seorang pribadi yang profesional dan melayani kalau meminjam ajaran Yayasan Astra (YPA-MDR). Dengan kata lain, guru tidak hanya profesional-nya yang dituntut tapi memiliki keterpanggilan dalam melayani, memenuhi, dan menyelesaikan permasalahan muridnya. 


Segala sesuatu yang dilakukan secara terus menerus akan memengaruhi preferensi masyarakat


Baca Juga : Wibawa Guru


Secara profesionalitas, guru juga perlu dan terus mengembangkan dirinya. Dalam bahasa tren hari ini guru akan selalu meng-upgrade dirinya dengan pengetahuan yang up to date - terkini.


Nah, ketika guru memiliki karakter positif dan sekolah memiliki kualitas yang mumpuni tentu akan berdampak meningkatkan trust (kepercayaan) masyarakat. Ini yang harus menjadi komitmen diri dan kolektif segenap guru. 


Sekolah Butuh Citra Positif dan Pencitraan 


Output sikap profesionalitas dan kualitas pembelajaran dibuktikan dengan serapan lulusan. Misalnya bagi sekolah kejuruan (SMK). Penyajian data lulusan atau serapan lulusan melalui tracer study merupakan bagian yang positif dari citra sekolah. Ini akan menggambarkan profil lulusan SMK - salah satu indikatornya.


Baca Juga : Muara dari Dedikasi, Cerita Inspirasi Tiga Guru SMK Negeri 1 Pandawai yang Lulus PPPK


Sasaran pengembangan SMK saat ini bermuara pada tiga hal utama atau dikenal dengan istilah BMW (Bekerja, Melanjutkan Pendidikan dan Berwirausaha) melalui rumus 8 + i untuk mewujudkan tujuan sekolah impian.


Sehingga apapun visi sekolah harus mengacu pada dua hal tersebut. Dengan pemahaman ini maka guru-guru wajib mengambil peran. 


Salah satu peran yakni bagaimana membagi informasi positif tentang perkembangan sekolah seperti : program-program sekolah, kegiatan-kegiatan intrakurikuler,  kokurikuler dan ekstrakurikuler yang memang dibutuhkan masyarakat. 


Baca Juga : Pertarungan Guru Hari Ini


Kenapa itu mesti dilakukan secara rutin? Biar masyarakat bisa menilai dan memilih sekolah impian bagi masa depan anak mereka.  


Kekuatan Sosmed 


Kita menyadari bahwa saat ini kita sedang mencari peluang cuan dari FB Pro (Facebook Profesional-red). Alangkah baiknya kegiatan sekolah terus menjadi bagian dari eksistensi kita di dunia maya. Dititik ini saya katakan guru merupakan duta sekolah. Singkatnya kalau mau ngonten jangan lupa sekolahmu.


Biar kita ketahui bersama bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara terus menerus akan memengaruhi preferensi masyarakat. 


Baca Juga : Kesejahteraan Guru


Mau tahu lagi? Saat ini jumlah siswa menentukan kesejahteraan guru dan kemajuan satuan pendidikan. Karena kuota dana BOS,  tambahan penghasilan guru (TPG) bagi guru-guru bersertifikat pendidik tergantung dari banyak tidaknya rombongan belajar (kelas). Mau banyak rombongan kelas mesti banyak siswanya. 


Oleh karena itu, mari kita bekerja kolaborasi dalam membangun ekosistem sekolah yang berkarakter, profesional dan akademis. Sehingga sekolah kita menjadi sekolah yang diminati dan menjadi pilihan utama bukan second class | Salam Damai

Wednesday, February 18, 2026

Kekuatan Mimpi Ala Bupati Kupang, Yosef Lede

https://www.unclebonn.com/2026/02/kekuatan-mimpi-ala-bupati-kupang-yosef.html

Kekuatan mimpi atau the power of dream itu nyata. Banyak pemimpin besar dunia lahir dan dikenang karena mimpi-mimpi mereka di masa muda. Dan mereka berhasil mewujudkannya setelah memiliki kekuasaan politik. 


Bukti nyata saat ini dari mimpi seorang Bupati Kupang, Yosef Lede.  Beliau punya mimpi seperti ini.


Saat menjadi ketua DPRD Kabupaten Kupang beliau sudah bermimpi bagaimana kalau seluruh Kabupaten Kupang baik camat maupun lurahnya dari alumni IPDN. Saat itu tidak terwujud karena beliau belum mendapatkan kekuasaan yang otonom. 


Baca Juga : Etika Dalam Kepemimpinan


Dan ketika menjabat sebagai Bupati Kupang periode 2025-2030, beliau berhasil mewujudkan mimpinya itu. Tanggal 30 Desember 2025 menjadi sejarah baru Kabupaten Kupang dan bahkan Indonesia, beliau melantik 24 camat dan 17 lurah dengan latar belakang lulusan IPDN. Bupati Kupang, Yosef Lede secara bijak mengatakan bahwa sekarang bukan mimpinya lagi melainkan mimpi bersama dengan Wakilnya, Aurum Titu Eki


Beliau juga menjelaskan bahwa tidak ada motif politik, tidak ada pemikiran yang primordial (SARA) semua demi wujudkan Kabupaten Kupang Emas


Baca Juga : New Hope (Harapan Baru untuk Sumba Timur)


Sekarang NTT juga bisa menjadi kiblat transformasi birokrasi dan menerapkan sistem merit dalam melaksanakan roda pemerintahan untuk melayani dan mensejahterakan rakyatnya.


Teman-teman kenapa saya aktif menulis tentang transformasi kepemimpinan Bupati Kupang?

 

Ini positif dan Indonesia harus tahu tentang ini. Tugas kita adalah berbagi hal positif agar mungkin bisa dijala oleh pemimpin daerah lain atau bagi pemimpin-pemimpin muda yang akan datang.


Baca Juga : Bertemu Lagi dengan Bapak Bupati Sumba Timur di Lombok


Pada akhirnya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kekuasaan tidak sekedar sharing power politik tapi bagaimana menempatkan orang sesuai kompetensinya (the right man on the right place.) 

Salam Damai 

Bagaimana Membuat Lapak Facebook Profesional yang Asyik?

https://www.unclebonn.com/2026/02/bagaimana-membuat-lapak-facebook.html

Pertanyaan yang kerap muncul terkait mewabahnya FB Pro alias Facebook Profesional adalah bagaimana membuat lapak facebook profesional yang asyik? Jawabannya relatif. Tergantuk disiplin, konsesten, kreatif dan banyak ide. 


Saya menggambarkan 🄵🄱 🄿🅁🄾 (Facebook Profesional-red) sebagai sebuah lapak, tempat jualan. Lantas bagaimana kita menjadikan lapak kita laris manis? 


Mau bekin asyik lapak kita itu gampang-gampang susah. Seperti yang saya tulis sebelumnya - 𝘔𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘗𝘦𝘳𝘴𝘰𝘯𝘢𝘭 𝘉𝘳𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨.


Baca juga terkait Fenomena Facebook : Akrab di Facebook Masa Bodoh Saat Berpapasan


- dijelaskan bahwa facebook itu lebih mudah dan memungkinkan semua orang untuk memperoleh cuan. Namun semudah-mudahnya facebook tetap saja membutuhkan konten-konten yang berkualitas.  Sehingga pada akhirnya konten-konten itu di-monetize oleh boss besar kita Meta.


Nah biar bikin konten kita asyik dan menjadi pusat perhatian menurut saya ada beberapa cara:


𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚,  konten-konten harus berkualitas secara visualisasi dan suara. Videonya tidak goyang, terang dan suaranya jelas.


𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚, video singkat sesuai kaidah atau standar facebook. Soal ini kita butuh lliterasi. 


𝐊𝐞𝐭𝐢𝐠𝐚, membalas komentar teman dan berkomentar di-akun Facebook teman serta memberi reward dalam bentuk apa saja.


𝐊𝐞𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭, difollow dan folloback. Ini seperti menjadi kesadaran umum. 


Baca Juga  Artikel Lain : Menua Bersama di Sosial Media


Teman-teman di dunia maya para netizen bisa berubah perilaku itu bukan keanehan. Kita bisa sok kenal - sok dekat (🆂🅺🆂🅳) dan perilaku ini lumrah.  


Di facebook kita tidak bisa sok cool tapi menjadi orang yang interaktif bahkan jadi super aktif.  Semakin aktif semakin meraup cuan. Begitulah kira-kira paradigma dunia kreatif saat ini.


Baca Juga : 𝗧𝗿𝗶𝗸 𝗠𝗲𝗺𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗧𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗶𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂𝗮𝗻!


Tuesday, February 17, 2026

Video Praktik Lapangan Konsentrasi Keahlian Nautika Kapal Penangkapan Ikan SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2026/02/video-praktik-lapangan-konsentrasi.html

Ini merupakan video pelaksanaan praktik lapangan konsentrasi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) di Pantai Walakiri, Kelurahan Watumbaka, Kecamataan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Praktik ini dilaksanakan kurang lebih dua hari. Kami bekerja sama  dengan nelayan mitra yang ada di lokasi praktik. Praktik menggunakan dua perahu gandeng. Peserta dan guru berjumlah enam orang dan dua orang nelayan. 


Kami menggunakan dua jenis alat tangkap yaitu trammel net (jaring insang tiga lapis) dan jaring insang biasa. Jaring insang biasa ini bahan webbingnya dari senar dan masyarakat lokal menyebutnya pukat


Berikut video yang bisa kami tayangkan saat penangkapan berlangsung dan perjalanan pulang ke pangkalan. 



Memang kalau dilihat NKPI kami masih sederhana. Namun dalam kesederhaan ini kami tetap berusaha melakukan yang terbaik. Anak-anak diajarkan bagaimana memiliki sikap kerja, disiplin serta pengetahuan dan keterampilan teknis terkait pengoperasian alat tangkap. 


Baca Juga : Lulusan NKPI SMK Negeri 1 Pandawai Siap Menjadi Tuan di Rumah Sendiri


Periode pertama, dua hari lalu terkait pelaksanaan praktik lapangan penangkapan ikan yang dimulai tanggal 13-14 Februari 2026 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan analisa sekaligus mengambil keputusan  untuk kegiatan praktik-praktik yang akan datang. Hasil praktik ini akan direkomendasikan kepada tim seperti apa format yang akan dilakukan pada kegiatan berikutnya. 


Kegiatan praktik ini tidak sekedar praktik tapi harus menghasilkan uang. Jadi efisiensi penggunaan anggaran pembiayaan praktik harus benar-benar diperhitungkan. 


Praktik ini sebagai bagian dari kegiatan intrakurikuler sekaligus berhubungan dengan ditunjuknya SMK Negeri 1 Pandawai sebagai salah satu dari tujuh SMK di Nusa Tenggara Timur dalam program SMK Unggulan Potensi Daerah. Bantuannya yang diberikan dalam konsep kewirausahaan sehingga harus terus dikembangkan. 



Dengan kondisi ini konsentrasi keahlian NKPI harus berusaha sebisa mungkin untuk mengelola dana tersebut dan jangan sampai merugi. Tanggung jawab yang besar ini dibutuhkan tim yang cekatan, solid dan mampu bekerja sama sesuai ketentuan-ketentuan kurikulum atau pembelajaran yang berlaku atau aturan sekolah.*


Baca Juga : Bukan Sekedar Prakerin Ini Pertarungan Obsesi Para Kartini, Bung!