Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com unclebonn.com

Wednesday, February 14, 2024

Tugas Demontrasi Kontekstual - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

TugasDemontrasi Kontekstual - Modul 3.1 PengambilanKeputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin


Nama Calon Guru Penngerak : Bonefasius Sambo,S.St.Pi.,Gr
Sekolah Asal : SMK Negeri 1 Pandawai

 


Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan pengujian keputusan di sekolah asal masing-masing dan di sekolah/lingkungan lain.

 

Tugas Wawancara dengan Pimpinan/Kepala Sekolah:

 

  1. CGP diminta untuk mewawancarai 2-3 pimpinan (kepala sekolah) di lingkungan Anda (salah satunya adalah pimpinan di sekolah asal Anda).
  2. Hasil wawancara ini adalah untuk mendapatkan sebuah wacana tentang praktik pengambilan keputusan yang selama ini dijalankan, terutama untuk kasus-kasus yang di mana nilai-nilai kebajikan saling bersinggungan, atau untuk kasus-kasus dilema etika yang sama-sama benar.
  3. Apa yang selama ini dilakukan pimpinan-pimpinan tersebut, praktik apa yang selama ini dijalankan?
  4. Analisis praktik pengambilan keputusan dilema etika tersebut di antara para pemimpin yang Anda wawancarai, dan kaitkan dengan pengetahuan Anda sendiri tentang 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian.
  5. Analisis dan lakukan refleksi atas hasil wawancara tersebut. Silakan unggah hasil wawancara dan refleksi Anda dalam bentuk video/audio/tertulis.

Saya melakukan wawancara dengan Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bapak Nikodemus Bili Umbu Pati, S. Pd pada hari Senin, 12 Februari 2024. Kemudian wawancara ke-2  dengan Kepala Sekolah SMK  Negeri 1 Pandawai yaitu Bapak Dominik Wuta Tenggu, SH.,Gr tempat saya mengajar pada hari Selasa, 13 Februari 2024.  

 

Berikut hasil wawancara yang bisa saya sajikan wawancara dengan Kepala SMK Negeri 2 Waingapu, Bapak Nikodemus Bili Umbu Pati, S. Pd || Senin, 12 Februari 2024 :

 

Terkait dengan tugas CGP yaitu Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Pemimpin. Apakah Bapak kepala sekolah bisa meluangkan waktu kira-kira 25 – 30  menit untuk wawancara terkait hal tersebut?

Dari Kiri Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bpk. Nikodemus Bili Umbu Pati, S.Pd dan Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur
 

Sangat bisa Pak Guru, silahkan ….

 

Pertanyaan ke-1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

 

Sebagai kepala sekolah tentunya saya kerap menghadapi kasus dilema etika (yang berdasar antara benar VS benar), dan Bujukan Moral (yang berdasar pada benar VS salah). Cara yang saya gunakan dengan mengidentifikasi kasus-kasus tersebut yaitu dengan menggali informasi, melihat dan memahami kasus-kasus tersebut secara cermat. Dan untuk memahami kasus-kasus tersebut saya harus berkomunikasi dengan pihak yang terlibat.

 

Pertanyaan ke-2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

 

Pertanyaan ke-3. Selama ini dalam pengambilan keputusan dalam kasus dua kepentingan yang sama-sama benar, di dasarkan pada rasa peduli, kasih sayang dan memikirkan dampak jangka pendek & jangka panjangnya.

 

Pertanyaan ke-4. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

 

Langkah-langkah atau prosedur dalam pengambilan keputusan yang dilakukan selama ini adalah dengan melakukan analisa kasus, melihat siapa saja yang terlibat, nilai apa saja yang bertentangan, data dan fakta yang mendukung, serta melakukan ujikebenaran atau salah

 

Pertanyaan ke-5. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Menyadari bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini lantas menentukan siapa yang terlibat dalam situasi itu, mengumpulkan fakta dan data yang relevan dengan situasi tersebut. Lakukan pengujian benar atau salah. Lakukan pengujian paradigma benar lawan benar dan yang tidak kalah penting adalah lakukan komunikasi dan koordinasi dan melihat segala sesuatu secara objektif.

 

Pertanyaan ke-6. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Ada banyak pendapat yang dominan dan banyak pihak yang berkepentingan yang seolah-olah pendapatnya benar namun itu akan berdampak negative pada sekolah. Dengan mempertimbangkan segala dampak yang ada, jangan menuruti emosi, jika keputusan itu berpihak pada murid, ada nilai-nilai kebajikan universal dan bisa dipertanggungjawabkan maka keputusan harus diambil.


Pertanyaan ke-7. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

 

Untuk jadwal tertentu tidak ada. Namun untuk pengambilan keputusan tergantung dari kasus yang ada, apakah harus diselesaikan segera atau membutuhkan waktu sampai besok atau beberapa hari kedepannya dengan mempertimbangkan dinamika yang ada.

 

Pertanyaan ke-8. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

 

Tidak ada masalah yang mudah dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Semua perlu sikap kolaboraratif, kerja sama dan musyawarah. Keberadaan teman-teman CGP menjadi bagian dari solusi pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

 

Pertanyaan ke-9. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

 

Berdasarkan pengalaman dan dari sudut pandang teori bahwa pengambilan keputusan yang diambil harus mempertimbangkan paradigma dan prinsip-prinsip proses berfikir dalam dilema etika yang selanjutnya dilakukan pengujian dengan menggunakan sembilan Langkah dalam mengambil keputusan dan nilai-nilai filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara  menjadi landasan berpikir bahwa keputusan itu mesti berpihak pada murid dan semua pihak yang terlibat mendapatkan win-winsolution.

 

Dari Kiri Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bpk. Nikodemus Bili Umbu Pati, S.Pd dan Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur


dengan Kepala Sekolah SMK  Negeri 1 Pandawai yaitu Bapak Dominik Wuta Tenggu, SH.,Gr tempat saya mengajar || Selasa, 13 Februari 2024 :

 

Dari Kiri  Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur dan Kepala SMK Negeri 1 Pandawai Bpk. Dominik Wuta Tenggu.SH.,Gr 


Terkait dengan tugas CGP yaitu Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Pemimpin. Apakah Bapak kepala sekolah bisa meluangkan waktu kira-kira 25 – 30  menit untuk wawancara terkait hal tersebut?

 

Sangat bisa Pak Waka, silahkan ….

 

Pertanyaan ke-1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

 

Sebagai kepala sekolah, saya melihat dari sisi moral dan hukum, bahwa kasus dilema etika (benar melawan benar) merupakan situasi yang sulit, harus dengan pertimbangan matang dalam menentukan putusan untuk hal yang terjadi, sebab keduanya adalah benar secara moral akan tetapi bertentangan secara aturan/hukum. Sedangkan bujukan moral (benar melawan salah) merupakan suatu keadaan dimana harus mengambil keputusan antara benar dan salah. Tentu keputusan yang benar.

 

Pertanyaan ke-2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

 

Memang menjadi dilema bagi seorang kepala sekolah untuk mengambil keputusuan dari permasalahan yang sama-sama benar, tetapi saya tetap berpegang teguh pada peraturan yang sudah disepakati bersama melalui diskusi internal bersama wakasek dan rapat dewan guru tetapi juga sebagai pemimpin perlu juga melihat nilai-nilai kebajikan dan bermanfaat bagi banyak orang.

 

Pertanyaan ke-3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

 

Langkah-langkah yang saya biasa lakukan pertama mengumpulkan berbagai fakta yang terjadi, saya meminta informasi pada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, menganalisis benar dan salahnya, membuat alternatif solusi, meminta pertimbangan rekan sejawat, membuat keputusan dan terakhir merefleksikanya.

 

Pertanyaan ke-4. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Hal yang menurut saya anggap efektif dalam pengambilan keputusan adalah apabila semua pimpinan sekolah terlibat dalam kasus tersebut dan berkolaborasi dalam memecahkan masalah sehingga keputusan yang diambil dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik.

 

Pertanyaan ke-5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

 

Tantangan dalam pengambilan keputusan dilema etika bahwasannya masalah dalam kasus ini memiliki nilai kebenaran atau kepentingan yang sama. Sebagai kepala sekolah sikap saya adalah  harus ada yang diprioritaskan, minimalisir dampak negatif yang berdampak bagi orang banyak dan harus mampu menghilangkan sikap keberpihakan pada salah satunya karena keduanya benar.

 

Pertanyaan ke-6. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

 

Semua kasus memiliki dimensinya sendiri. Artinya munculnya tidak rutin sehingga tidak ada jadwal khusus untuk penyelesaian kasus dilema etika, tergantung ringan beratnya kasus. jika kasus itu ringan maka bisa diselesaikan secara langsung saat itu juga.Tetapi jika permasalahannya berat sehingga memerlukan penanganan melalui tahapan-tahapan yang berlaku yaitu meninjau fakta/data, komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak yaitu murid lalu lakukan bermusyawarah dengan pimpinan sekolah untuk mengambil keputusan yang terbaik dan untuk kepentingan sekolah.

 

Pertanyaan ke-7. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

 

Menurut saya sebagai kepala sekolah hal yang mempermudah dalam mengambil keputusan adalah adanya kerjasama dengan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam kasus tersebut. Selain itu koordinasi dengan pimpinan sekolah juga menjadi hal yang sangat efektif bagi saya dalam mengambil keputusan termasuk melibatkan rekan-rekan guru Calon Guru Penggerak yang sedang mengikutik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9.

 

Pertanyaan ke-8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

 

Pembelajaran yang saya petik selama ini sebagai kepala sekolah dalam menghadapi berbagai persoalan atau kasus adalah dalam pengambilan keputusan yang penting lakukan komunikasi dan koordinasi yang baik kepada semua pihak agar dalam pengambilan keputusan akhir yang diambil sesuai sasaran dan berdampak positif serta berpihak kepada murid, ada nilai-nilai kebijakan universal  dalam keputusan itu dan sebuah keputusan tersebut mesti dapat dipertanggungjawabkan.

 

Dari Kiri  Bonefasius Sambo, S.St.Pi.,Gr CGP Angkatan 9 Kab. Sumba Timur dan Kepala SMK Negeri 1 Pandawai Bpk. Dominik Wuta Tenggu.SH.,Gr

Demikian hasil wawancara yang bisa saya sajikan semoga bermanfaat bagi kita semua. Masih terdapat banyak kurang mohon kritik dan saran yang konstruktif. Dan juga saya ucapan banyak terima kasih kepada Kepala SMK Negeri 2 Waingapu Bapak Nikodemus Bili Umbu Pati, S. Pd dan Kepala Sekolah SMK  Negeri 1 Pandawai, Bapak Dominik Wuta Tenggu, SH.,Gr yang sudah meluangkan waktunya dan berbagi pengalaman dengan saya. Salam dan Bahagia.*


Baca : 2.1.A.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Sunday, November 5, 2023

2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran Berdiferensiasi

Oleh Bonefasius Sambo

https://www.unclebonn.com/2023/11/21a8-koneksi-antar-materi-modul-21.html


Setiap murid memiliki perbedaan dalam kemampuan, pengalaman, bakat, minat, dan gaya belajar. Oleh karena itu guru perlu memperhatikan perbedaan karakter murid dan memberikan pelayanan yang memenuhi kebutuhan murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. 


Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan suatu paradigma atau cara pikir untuk memenuhi kebutuhan murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid tersebut.. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan mendukung semua murid di kelas. Jadi, pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. 


Baca Juga : Menempatkan Siswa Sebagai Pemain Utama


Menurut Marlina (2019), pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir, melayani, dan mengakui keberagaman peserta didik dalam belajar sesuai dengan kesiapan, minat dan preferensi belajar peserta didik. Kepedulian pada peserta didik dalam memperhatikan kekuatan dan kebutuhan peserta didik menjadi fokus perhatian dalam pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Kamal (2021), pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan setiap individu untuk memperoleh pengalaman belajar dan penguasaan terhadap konsep yang dipelajari.


Bagaimana Melakukan Pembelajaran Berdiferensiasi di kelas


Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas (sesuai dengan KD dan indikator) (2) mengetahui dan merespon kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan belajar, minat, atau profil belajar murid (3) menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen awal (4) menciptakan suasana kelas yang berbudaya positif dalam proses pembelajaran, (5) melaksanakan penilaian yang berkelanjutan, dan (6) melakuakan refleksi, evaluasi dan adaptasi secara rutin akan proses pembelajaran yang terlaksana serta tindak lanjutnya, (7) melibatkan orang tua atau wali murid dalam bentuk umpan balik pada hasil pembelajaran. 


Pembelajaran Berdiferensiasi dapat Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid dan Membantu Mencapai Hasil Belajar yang Optimal


Pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu murid mencapai hasil belajar yang optimal dengan menerapkan 3 (tiga) strategi pembelajaran diferensiasi yaitu diferensiasi konten bahwa isi atau konten, mencangkup tentang materi pembelajaran yang dipelajari murid. Dalam aspek ini guru melakukan perubahan kurikulum dan materi pembelajaran yang mendasar pada model pembelajaran. Isi kurikulum akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan murid. Melakukan perubahan kurikulum tidak semua murid dapat mengerti, melainkan dengan penyesuaian yang tepat murid dapat beradaptasi dengan materi dan gaya belajar.


Selanjutnya diferensiasi proses bahwa proses belajar yang bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan murid. Proses ini mengacu pada bagaimana murid memahami dan memaknai apa yang terjadi. Dan diferensiasi produk bahwa Produk merupakan hasil akhir dalam pembelajaran dengan menunjukkan kemampuan murid  melalui pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam menyelesaikan pembelajaran. Dalam aspek ini guru mengevaluasi materi dan memberikan materi pada murid sesuai dengan gaya belajar yang menentukan hasil belajar murid itu sendiri.


Baca Juga : Menengok Peralatan Dan Fasilitas Bengkel Siswa Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor, Jurusan Unggulan Di SMK Negeri 1 Pandawai Kabupaten Sumba Timur


Kaitan antara Materi dalam Modul 2.1 dengan Modul Lain di Program Pendidikan Guru Penggerak


Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara menekankan akan tujuan pendidikan yang menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan kodrat anak-anak. Tentunya, kekuatan, potensi, minat dan bakat anak satu dan lainnya beragam. 


Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu cara yang masuk akal untuk menumbuhkembangkan kekuatan kodrat anak ini dengan memperhatikan kebutuhan belajar murid menurut kesiapan belajar, minat belajar, dan/atau profil belajar murid dengan mengedepankan pembelajaran yang berpihak pada murid. 


Dengan berpijak pada setiap murid adalah individu yang unik dan memiliki tantangan dan potensinya masing-masing, pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu murid dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan cara yang sesuai dengan mereka.


Modul 1.2  tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak di mana seorang guru diharapkan memiliki nilai guru penggerak: Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid. Nilai-nilai ini diharapkan terus tumbuh dan dilestarikan dalam diri seorang Guru Penggerak. Kelima nilai ini saling mendukung satu dengan lainnya, dan tentunya diharapkan menjadi pedoman atau fondasi berperilaku seorang Guru Penggerak. Guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sadar ataupun tak sadar telah mengimplementasikan nilai-nilai guru penggerak. 


Sebagai gambarannya, nilai mandiri di mana guru menyusun perangkat modul ajar (RPP) berdiferensiasi, sementara itu nilai reflektif di mana guru melaksanakan asesmen awal atau asesmen diagnostic dan hasil refleksinya menjadi akar dalam merancang modul ajar, nilai kolaboratif di mana guru dapat berkolaborasi dengan rekan CGP dan rekan sejawat dalam mempersiapkan pembelajaran berdiferensiasi yang relevan, ideal, inovatif, untuk melaksanakan proses pembelajaran berdiferensiasi maka guru dituntut untuk berinovasi baik dalam menyediakan media pembelajaran atau penilaian kreatif dan menyenangkan, serta berpihak pada murid di mana pembelajaran berdiferensiasi merupakan respon guru akan keberagaman murid yang memiliki kebutuhan belajar yang beragam pula.


Sementara itu, kaitan pembelajaran berdiferensiasi dengan peran Guru Penggerak yaitu menjadi pemimpin pembelajaran di mana berperan sebagai pemimpin yang berorientasi pada peserta didik, dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang peserta didik salah satunya melalui pembelajaran berdiferensiasi. 


Menggerakkan komunitas praktisi di mana guru dapat berbagi pembelajaran berdiferensiasi dalam komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain  di mana guru dapat  memberikan pendampingan terhadap guru lain dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan hal baru dalam Kurikulum Merdeka. Mendorong kolaborasi di mana guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, dan mewujudkan kepemimpinan murid di mana dalam proses pembelajaran berdiferensiasi, murid dapat menumbuhkembangkan kepemimpinan dalam diri dalam pembelajaran secara mandiri atau kelompok (diferensiasi proses).


Modul 1.3 Visi Guru Penggerak menjadi sebuah acuan penting dalam melangkah dan berperan dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada murid. Dalam menyusun visi, guru pastinya memiliki beberapa pertimbangan dan latar belakang yang mana bertujuan dan fokus utamanya untuk murid.  Seyogianya guru memiliki visi untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu jawaban dari bagaimana cara mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan berkarakter Profil Pelajar Pancasila.


Baca Juga : Mengenal Produk Kreatif Dan Kewirausahaan SMK Negeri 1 Pandawai


Modul 1.4 merupakan modul tentang Budaya Positif.  Untuk membangun budaya positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman dan nyaman agar murid mampu berpikir, bertindak dan mencipta dengan merdeka, mandiri dan bertanggung jawab. Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilaksanakan dengan efektif jika budaya postif di kelas sudah berjalan dengan baik. Sehingga, proses pembelajaran berdiferensiasi dapat mencapai hasil yang optimal.


Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi sangat erat kaitannya dengan proses pembelajaran berpihak pada murid sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.


Nilai-nilai yang melekat pada guru yaitu nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid merupakan komponen utama dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi. Murid sebagai subjek pembelajar yang beragam harus terlayani dengan baik melalui visi impian dan budaya positif yang ada di sekolah selanjutnya dilaksanakan secara terintegrasi dan komprehensif demi terwujudnya murid berkarakter Profil Pelajar Pancasila.


Bonefasius Sambo

Calon Guru Penggerak Angkatan 9 - SMK Negeri 1 Pandawai


Sunday, July 16, 2023

Sebuah Catatan 16 Juli 2017 Saat Kunker Jokowi ke Sumba : Efek Domino dari Ambu Retang Berkah bagi Pak Jokowi

https://www.unclebonn.com/2023/07/sebuah-catatan-16-juli-2017-saat-kunker.html

Pak Jokowi mestinya bangga karena seorang perempuan Sumba secara tidak langsung telah “membumikan” dirinya di Pulau Sumba. Ibu Ambu Retang memang tidak tahu apa-apa tentang efek politis dari hasil yang diperjuangkannya : kalau usaha mewujudkan mimpinya untuk mendapatkan foto dengan presiden, memberikan efek domino positif bagi Pak Joko Widodo. 

Setelah impiannya tersebut terwujud, ia mengekspresikan dengan mem-posting foto dan video berdurasi singkat miliknya. Seketika, foto dan video di akun facebooknya menjadi viral. 


Baca Juga : Catatan Kunjungan Presiden Joko Widodo Ke Laipori, Sumba Timur Dan Energi Seorang Pemimpin


Sampai hari ini, foto dan videonya sudah mendapatkan 633 like, 122 komentar dan 110 kali dibagikan. Disaat yang sama, tulisan saya tentang perjuangan Ambu Retang yang di posting melalui akun facebook mendapatkan like 246, puluhan komentar dan 26 kali dibagikan. Tulisan saya dengan topik yang sama menjadi headline di Kompasiana. 


Saya juga mendapati tulisan saya yang berjudul, “Bapak Presiden Saya Juga….”, yang diposting oleh fan page, Kata Kita, mendapatkan lebih dari 3.000 like, ratusan komentar dan ratusan kali dibagikan. Sebagai seorang pegiat sosial media saya anggap ini suatu fenomena yang luar biasa untuk level Sumba.


Ini tidak sekedar “mem-viralkan” seorang ibu muda bernama Ambu Retang, dalam bahasa candaan teman-temannya, ibu Ambu sudah jadi “artis sesaat” tapi secara tidak langsung sudah memberikan insentif politik bagi Pak Jokowi yang sangat besar. 


Baca Juga : Presiden Jokowi, Pribadi Yang Tetap Membumi


Mengapa ini saya bilang insentif politik? 


Dalam dunia politik, seorang politisi berusaha sedemikian rupa bagaimana dirinya dikenal luas oleh masyarakat. Makanya ia berusaha blusukan kemana mana. Kalau bisa ia mendekati tokoh-tokoh tertentu untuk mempopulerkan dirinya. Agar tokoh tersebut bisa menjadi magnet politik bagi dirinya. 


Terlepas dari kunjungan kerja, kesederhanaan, sikap rendah hati dan kepekaan jiwa seorang presiden telah “menghipnotis” rakyat untuk menyerap energi dari seorang presiden. Dan energi itu berhasil didapatkan oleh rakyatnya. Jika jargon kampanye “Jokowi - JK" pada Pilpres 2014 lalu, JOKOWI adalah KITA maka tanggal, 12 Juli 2017 adalah manisfestasinya dari jargon itu.


Efek Domino Ambu


Secara teoritis teori efek domino Ambu Retang itu maksudnya jika seseorang mendapatkan pengaruh maka pengaruh itu akan dirasakan oleh orang lain. 


Baca Juga : Belajar Hidup Sederhana Ala Kaesang Pangarep Anak Presiden Joko Widodo


Namun dalam konteks ini, saya akan menjelaskan bahwa efek domino yang ditimbulkan oleh Ambu Retang adalah sugesti positif dan simpatik. Simpatik ini ditimbulkan oleh perjuangan Ambu Retang dan respon yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo.


Suara “perjuangan” ibu yang bergetar dan penuh harap dan sikap welcome yang dinampakan oleh Jokowi tentu menimbulkan simpatik publik. Sugesti pun hadir dalam diri setiap mata yang melihat tentang drama singkat yang “mengharukan” itu. Setelah menonton  video itu orang memiliki hasrat yang sama yakni berdiri disamping Pak Jokowi.


Jarang loh presiden Indonesia yang sedekat itu sama rakyatnya. Bukan saja dekat tapi merakyat.


Insentif politik yang didapatkan oleh Jokowi atau dalam bahasa saya berkah politik bagi Jokowi tidak terlepas dari kekuatan media sosial. Media sosial hari ini menjadi alat demokrasi bagi siapa saja. Termasuk setiap individu yang “terkesima” dengan drama singkat perjuangan ibu Ambu Retang dalam usaha bertemu Jokowi. 


Baca Juga : Belajarlah Dari Presiden Joko Widodo Hai Generasi Muda


Bisa dikatakan, kunjungan presiden kali ini ke Sumba terbilang sukses.  Selain mewujudkan program Nawacita-nya secara tidak langsung menapakan kaki selangkah lebih maju dalam menghadapi Pilpres 2019. 


Kalau efek domino dari Ambu Retang memberi berkah bagi Pak Jokowi? Lantas berkah apa yang bisa diterima oleh Bu Ambu Retang, Pak?


Kalau saya sih, ibu ini mestinya diundangkan ke Istana Negara pas HUT RI! The End*


Ditulis pada tanggal 16 Juli 2017

Tuesday, July 11, 2023

Pertanyaan Seputar Hosti dan Anggur Saat Misa dalam Kalangan Gereja Katolik

https://www.unclebonn.com/2023/07/pertanyaan-seputar-hosti-dan-anggur.html

Apakah hosti yang sudah dikonsekrir itu bisa rusak atau berjamur? Kalau rusak atau berjamur lalu diapakan? Terus, bagaimana kalau hosti jatuh di tanah dan menjadi kotor?


Hosti yang sudah dikonsekrasikan menghadirkan Yesus Kristus secara nyata tetapi speciesnya ya tetap roti biasa. Karena itu, hosti itu juga bisa rusak atau berjamur. Demikian pula, jika hosti itu kebetulan jatuh di tanah dan kotor, maka hosti itu juga bisa dipandang sebagai roti yang rusak. Hosti yang rusak atau kotor bisa direndam dalam air sampai larut menjadi tepung biasa. Dengan hilangnya bentuk roti, maka kehadiran nyata Yesus Kristus juga tidak ada. Larutan air dengan tepung itu kemudian bisa dibuang di tempat pembuangan khusus untuk bekas benda-benda suci. Tentu saja semua itu haruslah diperlakukan dengan penuh hormat.


Mengapa hosti yang baru diterima harus langsung dimakan? Apakah boleh dibawa ke tempat duduk baru kemudian dimakan?


Baca Juga : Sekiranya Kamu Perlu Memberinya Anggur Asam


Semua itu hanyalah karena alasan praktis yaitu supaya terjamin bahwa hosti yang diterima itu benar-benar dimakan. Karena ada saja orang yang percaya bahwa hosti suci itu bisa digunakan sebagai sumber kekuatan magis untuk berbagai keperluan. Misalnya, di Filipina, masih ada umat yang percaya bahwa ayam jago yang diberi makan hosti suci akan selalu menang dalam bertarung. Atau juga ada umat yang ingin menyimpan hosti suci sebagai jimat penangkal kekuatan jahat. Adanya aneka pemikiran yang tidak sehat ini mengharuskan kita memperoleh jaminan bahwa hosti yang diterima itu benar-benar dimakan.


Misalkan Anda pernah lihat ada ibu yang setelah memakan hosti, kemudian mencuilkan sedikit dan diberikan kepada anaknya yang merengek minta komuni. Apakah hal ini dibenarkan?


Tentu saja hal seperti itu tidak bisa dibenarkan. Anak-anak yang belum mampu menggunakan akal budinya secara penuh, belum boleh menerima komuni. Dalam hal seperti itu, kiranya ibu itu perlu memberi pengertian kepada anaknya bahwa komuni itu hanya boleh diterima oleh mereka yang sudah “besar”. Sebagai ganti, bisa dicarikan roti lain.


Baca Juga : Kenapa Beda Rumusan Doa Bapa Kami Dalam Kitab Suci Dengan Rumusan Yang Dipakai Oleh Orang Katolik?


Lantas, kenapa Tuhan Yesus menggunakan anggur? Apakah karena warna anggur itu seperti darah?


Anggur adalah minuman sehari-hari orang Yahudi. Karena Yesus mau memberikan dirinya sebagai makanan dan minuman, maka digunakanlah minuman yang lazim di Israel. Penggunaan roti dan anggur juga mempunyai makna lebih. Dari Perjanjian Lama, bisa diketahui bahwa roti dan anggur sudah sejak awal digunakan sebagai lambang yang mewakili segala karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Karena itu, roti dan anggur dipersembahkan di antara buah-buah sulung sebagai tanda terima kasih kepada Pencipta. Melkisedek, raja dan imam, mempersembahkan roti dan anggur sebagai satu pratanda persembahan dirinya (Kej 14:18; bdk KGK 1333-1334).


Saat Misa saya lihat imam mencuil hosti kemudian dimasukkan ke dalam piala berisi anggur. Apakah itu ada artinya?


Baca Juga : Bolehkah Orang Katolik Menyimpan Patung Agama Lain?


Mencampurkan sedikit dari roti ke dalam anggur yang akan diminum adalah sebuah kebiasaan kuno. Pemaknaan liturgisnya tercermin dalam doa yang diucapkan imam dalam hati ketika memasukkan pecahan kecil hosti ke dalam piala: “Semoga pencampuran Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus ini memberikan kehidupan abadi kepada kita semua yang akan menyambut-Nya.” Artinya, roti menghadirkan tubuh Yesus, yang kasat mata. Roti bisa dikatakan mewakili apa yang kelihatan, yang manusiawi. Sedangkan anggur melambangkan seluruh hidup Yesus yang tidak kasat mata yang Ilahi. Maka, pencampuran roti dan anggur berarti pemberian hidup Ilahi kepada kita manusia yang menyambut hosti suci itu.


Mengapa hosti yang digunakan oleh imam itu jauh lebih besar daripada hosti umat? Jika pada awal Misa ternyata hosti besar habis, dan kemudian imam terpaksa menggunakan hosti kecil, apakah boleh dilakukan? Jika imam lupa membawa hosti kecil waktu Misa di stasi, apakah hosti imam boleh diberikan kepada umat?


Baca Juga : Apakah Trinitas Itu Sama Dengan Trimurti Dan Triteisme?


Penggunaan hosti yang bentuknya lebih besar tidak mempunyai alasan lain kecuali alasan praktis, yaitu supaya bisa dilihat secara lebih jelas oleh umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi. Jika hosti besar habis, Perayaan Ekaristi tetap absah jika menggunakan hosti yang kecil. Tetapi, tentu hosti kecil itu tidak bisa dilihat umat secara jelas. Hosti besar bisa digunakan juga untuk diberikan kepada umat. Tentu hal ini dilakukan dalam keadaan terpaksa.


Demikian penjelasan singkat tentang pertanyaan seputar Hostidan Anggur saat misa dalam kalangan Gereja Katolik Roma. Mudahan-mudahan penjelasan ini menambah wawasan bagi umat Katolik dan pengetahuan bagi para pembaca yang budiman.*

 

Penulis : MYB - Klik Sumber 

Catatan : Artikel ini sudah diedit sesuai standar blog. Trims

Saturday, July 8, 2023

Untuk Erick, Si Laki-Laki Tanpa Batas

https://www.unclebonn.com/2023/07/untuk-erick-si-laki-laki-tanpa-batas.html

Nama akun facebooknya Erick Akuntansi B. Saya mengenal dirinya sekitar tahun 2011. Saat itu dia masih berstatus siswa SMK. Ia siswa yang memiliki daya juang tinggi dan punya rasa optimis. Ia pernah megirim sebuah tulisan tentang pengalaman hidupnya kepada saya. Saya tertegun setelah membaca sebuah catatan kehidupan yang ia tuangkan lewat deretan jejak jejak digital.


Saya pikir perjuangan hidup Erick hampir sama dengan apa yang saya jalani sampai detik ini. Dan kesamaan itu adalah sama-sama melalui proses hidup yang keras dan penuh tantangan. 


Baca Juga : Menua Bersama Di Sosial Media


Saya kali ini melabeli dirinya laki-laki tanpa batas. Dia adalah laki-laki apa adanya. Bukan seorang drama king. Erick tidak membatasi dirinya pada keterbatasan hidup tapi melampaui batas-batas gengsi seorang pria muda. Ia menampilkan sisi hitam putih dirinya. Dan pada posisi ini ia melampaui saya. 


Saya mungkin sedikit dramatisir sedangkan dia apa adanya. Itulah yang saya maksudkan si laki-laki tanpa batas


Dia pernah meminta saya untuk mengajarnya cara menulis. Tapi bagi saya tak perlu diajari teknik menulis dia sudah bisa menulis cukup dengan terus membaca apa yang saya tulis. Karena apa? Gunakan kebebasan imajinasimu untuk menulis, itu saja kawan.


Baca Juga : Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa Di Makamnya Orang Islam


Akhir-akhir ini dia sering membagikan tulisan saya. Untuk hal ini, saya ucapkan terima kasih. 


Saya hanya pesan, terus berjuang kawan. Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika dirinya tak ingin mengubah nasibnya sendiri. Jika kamu punya modal gunakan modal itu untuk kuliah. Maaf kawan, saya tak punya materi lebih untuk membantu dirimu.


Ditulis 8 Juli 2017

Sunday, July 2, 2023

Sifat Seekor Kepiting

https://www.unclebonn.com/2023/07/sifat-seekor-kepiting.html

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Yang paling menarik dari kebiasaan ini adalah kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.


Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun... dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar. Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.


Baca Juga :  Keledai Dan Rubah


Begitu pula dalam kehidupan ini... tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu. Dengki atau iri hati adalah sebuah kata yang seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Di keluarga, seorang adik iri hati kepada kakaknya ketika orangtuanya membelikan sepeda baru buat sang kakak. Seorang teman iri hati ketika melihat rekan sebangkunya memperoleh nilai tertinggi dalam ujian di kelas. Di kantor, si A iri hati kepada si B karena B mendapatkan promosi jabatan dan seterusnya.


Orang yang dengki adalah orang yang selalu tidak bisa menerima kenyataan keberhasilan orang lain. Seharusnya kita bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan, sebaliknya kita malahan mencurigai mereka. 


Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.


Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah… dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya.


"Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." 


(Yakobus 3:16)


Penulis : Panusunan Hutasoit / Facebook.com 

Tuesday, June 27, 2023

Keledai dan Rubah

https://www.unclebonn.com/2023/06/keledai-dan-rubah.html

Sekali peristiwa sang Raja Hutan, singa memerintahkan rubah untuk mencari makanan. Ia kelaparan. " Kau harus mencari makanan untuk saya. Kalau gagal, kau kumakan", kata singa. Dengan tergesa-gesa rubah mencari keledai. Setelah ketemu, ia membujuk keledai untuk bersama ketemu singa. "Sang Raja mau mengangkat engkau menjadi raja menggantikannya", bujuk rubah. Keledai tertarik. Ia pergi bersama rubah ketemu singa.


Namun, bukannya disambut dengan hormat. Singa justru hendak membunuhnya. Namun ia tidak berhasil. Singa hanya mampu merenggut telinganya. Keledai lalu lari ketakutan.


Tentu saja singa tidak puas. Kembali ia mengancam rubah mengembalikan keledai kepadanya. Rubah pergi lagi membujuk keledai. Tetapi keledai tidak sudi lagi ketemu singa. "Ia telah merenggut telingan saya", kata keledai. Rubah tidak berputus asa. " O, singa sengaja merenggut telingamu supaya mahkota nanti pas di kepalamu", kata rubah. Sang keledai kembali bersama rubah ketemu singa. Kali ini singa juga hendak membunuhnya. Tetap dia hanya berhasil memutuskan ekornya. Keledai lari ketakutan.


Untuk kali ketiga singa mendesak rubah mencari keledai. Masih dalam ketakutan keledai berkata: "Nggak mau. Kali lalu singa telah memutuskan ekor saya". "O, tidak apa-apa," kata rubah. "Dia memang memutuskan ekormu. Tetapi hal itu dilakukannya, agar kau bisa duduk di takhta".


Kembali keledai terbujuk dan menemui singa. Kali ini singa berhasil membunuhnya. Ia lalu memerintahkan rubah. "Kulitilah keledai itu. Lalu kumpulkanlah seluruh isi dalamnya untuk saya "


Dengan patuhnya rubah melaksanakan perintah itu. Ia mengumpulkan seluruh isi dalam keledai: paru-paru, jantung, hati, ginjal, dan lain-lain. Ia lalu melapor kepada singa.


Singa datang memeriksanya. Tetapi ia tidak melihat otak keledai. Dengan marah ia bertanya: "Mana otaknya? Jangan-jangan kau sudah memakannya?"


Sang Rubah menjawab:"Memang ia tidak punya otak, Yang Mulia. Kalau dia punya otak, masakan sampai tiga kali ia datang menemuimu?"


Penulis : Andreas Anangguru Yewangoe

Tulisan lainnya : Payeti Adalah Putra Dari Kambaniru

Sunday, June 25, 2023

Menua Bersama di Sosial Media

https://www.unclebonn.com/2023/06/menua-bersama-di-sosial-media.html

Guys, parnahkah Anda berpikir sudah sejak kapan Anda pertama kali menggunakan platform sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan sebagainya? Siapakah teman-teman facebookmu, misalnya yang pertama kali kalian undang menjadi teman akun sosial medianya? Pasti sudah pada lupakan? 


Kerap di waktu luang saya dan mungkin juga Anda mencoba mengingat kembali teman masa lalu saya atau Anda di sosial media. Kira-kira siapa dia dan sudah seperti apa kondisi dia saat ini.


Saya sendiri sudah menggunakan facebook sejak tahun 2009. Kira-kira sudah sekitar 14 tahun, guys. Kalau disandingkan dengan usia manusia sudah seperti anak remaja. Nah, bersosial media bukan soal usia tapi ini sebuah pengalaman. Bersosial media itu soal manajemen diri. Untuk apa kita bersosial media apakah untuk hal-hal yang berfaedah atau un-faedah. Pada hal ini kembali pada pribadi masing-masing, Guys.


Baca Juga : 6 Tips Ekstrim Menghadapi Masalah Gaji


Back to topic. Dulu yang menjadi teman facebook saya adalah teman kuliah, kemudian teman dekat dan selanjutnya kenalan atau sengaja searching untuk mendapatkan teman yang sesuai selera dan kepentingan. Bahkan seseorang dalam keluguan bersosial media bisa saja mencurahkan isi hatinya karena hubungan sosial itu. Jadi berbedakan antara hubungan sosial dan atau (ikatan) cinta kan?


Namun jika kita salah memanfaatkan platform sosial media kita bisa saja kehilangan jati diri, kehilangan teman bahkan harga diri. Kalau ditinjau dari segi ekonomi seseorang bisa mengalami kerugian. Karena sosial media ibarat pedang bermata dua. Jika tidak bijak dalam menggunakannya maka dapat melukai diri sendiri. 


Dalam konteks politik, sosial media bak imperium bagi dunia. Dia seperti dunia sesembahan bagi para user fanatiknya-nya. Tak terbantahkan disitu menjadi arena perang kata-kata, hujatan bahkan fitnah berseliweran. Seseorang bisa saja kehilangan pertemanan, menciptakan musuh baru bahkan kelompok kepentingan baru. Intinya tergantung pesanan.


Baca Juga : Dia Laki-Laki Ibunya


Dikelompok persahabatan atau pertemanan ada perilaku lovely disitu. Setiap mereka membangun komunikasi asyik dan ingin menciptakan romantika bagi komunitasnya. Menjadi katarsis untuk mengungkapkan perasaan. Mereka membentuk dunianya sendiri. Kelompok ini yang akan terus eksis dan berusaha mempertahankan eksistensi mereka. Kalaupun menua biarlah menua bersama.


Guys, jika menggunakan usia bersosial media saya, tentu kita sudah mengalami masa-masa atau periodesasi kehidupan, mulai remaja, menjadi milenial tua, berumah tangga bahkan sudah mulai memasuki usia pensiun. Bahkan teman-teman sosmed kita sudah harus pergi meninggalkan bumi untuk selamanya karena dipanggil sang Khaliq.


Salah satu teman saya saat itu masih ABG sekarang dia sudah menimang anak. Saat itu ia masih memiliki tubuhnya yang indah namun kini kelihatan makin subur. Mungkinkah ini indikasinya dia makin makmur dan bahagia? Hemmm.


Suatu hari ketika generasi pertama teman facebook dari akun saya tak sengaja bertemu disuatu acara resepsi pernikahan kita merasa aneh dengan penampakan diri masing-masing. Yang saat itu masih muda dan cantik dan si boy yang saat itu tampan dan atletis saat ini memang sih tampak anggun dan berwibawa namun soal fisik sudah berubah. Ada yang sudah mengalami penggundulan kepala dan ada juga yang boros soal usianya. 


Baca Juga : Dyra Juliani


Pada akhirnya kita sadar bersama. Bahwa kita sudah dimakan usia. Ada yang masih setia mengikuti unggahan status sosial dari kita masing-masing dan ada juga yang sudah lupa dan berusaha melupakan. Karena punya memory yang pahit dengan seseorang. Bahkan ada yang saling blokir. 


Untuk dirimu dan semuanya yang masih setia bersama di sosial medianya mari kita menua bersama. Terus rawat pertemanan dan jauhilah kata-kata sinis dan benci. Perbanyak humor nun santun agar otak segar, fisik bugar dan mental kuat sekiranya dapat memperpanjang usiamu,  usia kita masing-masing. Amin.

Saturday, June 24, 2023

PPDB SMK Negeri 1 Pandawai Tahun Pelajaran 2023-2024 dan Persyaratannya

https://www.unclebonn.com/2023/06/ppdb-smk-negeri-1-pandawai-tahun.html

Halo bapak dan ibu orang tua atau wali siswa atau peserta didik dimana pun berada, SMK Negeri 1 Pandawai untuk tahun pelajaran 2023-2024 membuka pendaftaran siswa baru dengan kuota 108 orang peserta didik untuk tiga rombongan belajar kelas X kompetensi keahlian yakni Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)  dan Agribisnis Ternak Unggas (ATU). Jumlah siswa maksimal perkelas 36 orang. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Negeri 1 Pandawai dibuka dari tanggal 20 Juni 2023 - 10 Juli 2023. 


Karena SMK tidak mengenal PPDB sistem zonasi maka siswa baru darimanapun domisilinya dapat mendaftar di SMK Negeri 1 Pandawai. Bagi peserta didik yang jauh dari sekolah atau dari luar kecamatan Pandawai bahkan dari luar Pulau Sumba, sekolah menyediakan asrama atau penginapan yang layak untuk ditempati anak didik selama masa pendidikan.


Sebagai sekolah kejuruan soal peralatan praktik untuk jurusan TBSM dan ATU sudah sangat lengkap. Walaupun kompetensi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan fasilitas dan peralatan praktik belum memadai namun pelaksanaan praktik dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di dunia usaha. Selain itu lulusan NKPI dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini selalu ada peserta didik yang melanjutkan kuliah di Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. 


Baca Juga : Menengok Peralatan Dan Fasilitas Bengkel Siswa Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor, Jurusan Unggulan Di SMK Negeri 1 Pandawai Kabupaten Sumba Timur


Tahun Akademik 2023-2024 ini alumni SMK Negeri 1 Pandawai ada sekitar 16 orang siswa yang mengikuti test masuk Poltek KKP Kupang. Dari enam belas orang tersebut 14 orang diantaranya merupakan siswa kompetensi keahlian NKPI. Kita berharap banyak alumni yang lulus dan mengikuti  pendidikan di Poltek KKP Kupang dengan biaya kuliah gratis. 


SMK Negeri 1 Pandawai saat ini diapit oleh tiga perusahaan besar antara lain PT. Muria Sumba Manis, PT. Sorgum dan yang teranyar rencana pembangunan tambak udang seluas 1.800 Ha. Dengan begitu lulusan SMK Negeri 1 Pandawai berpeluang besar setelah tamat bisa langsung bekerja. 


Nah bapak, ibu atau orang tua/wali peserta didik dana adik-adik lulusan SMP maupun sederajat tunggu apalagi silahkan mendaftar di SMK Negeri 1 Pandawai. Berikut kami sampaikan persyaratan siswa baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru SMK Negeri 1 Pandawai


1. SUDAH MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SMP ATAU SEDERAJAT

Pertama, calon siswa harus telah menyelesaikan pendidikan SMP atau sederajat pada tahun ajaran 2022/2023.


2. MEMILIKI IJAZAH ATAU SKL (SURAT KETERANGAN LULUS) SMP ATAU SEDERAJAT

Kedua, calon siswa harus memiliki Ijazah atau SKL SMP atau sederajat sebagai syarat administrasi.


3. MEMILIKI NILAI RAPOR YANG SESUAI DENGAN SYARAT

Ketiga, setiap jurusan pada SMK memiliki syarat nilai Rapor yang berbeda-beda namun tidak menjadi syarat utama.



CARA DAFTAR DI SMK NEGERI 1 PANDAWAI


Berikut adalah langkah-langkah cara mendaftar pada SMK 2023:


1. MENGISI FORMULIR PENDAFTARAN

Pertama, calon siswa harus mengisi formulir pendaftaran. Jika ingin mendaftar di SMK Negeri maka calon siswa biasanya melakukan pendaftaran secara manual


2. MELENGKAPI DOKUMEN ADMINISTRASI

Kedua, calon siswa harus melengkapi dokumen administrasi seperti fotokopi ijazah atau SKL SMP atau sederajat, fotokopi kartu keluarga, dan pas foto.


3. MEMILIH SMK DAN JURUSAN YANG DIINGINKAN

Ketiga, calon siswa harus memilih SMK dan jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.


4. PENGUMUMAN HASIL SELEKSI

Keempat, calon siswa yang diterima akan mendapatkan pemberitahuan secara offline atau bisa langsung ke SMK Negeri 1 Pandawai untuk mengetahui hasil kelulusan atau seleksi administrasi.


PPDB SMK 2023 adalah proses penerimaan siswa baru untuk masuk ke sekolah menengah kejuruan pada tahun ajaran 2023/2024. Selanjutnya, calon siswa harus memperhatikan tanggal pendaftaran, memenuhi syarat-syarat administrasi, memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat, serta mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tes seleksi masuk.


Baca Juga : Mendaftar Dengan Hati, Catatan Hari Kedua PPDB SMK Negeri 1 Pandawai


Apakah Trinitas itu sama dengan Trimurti dan Triteisme?

https://www.unclebonn.com/2023/06/apakah-trinitas-itu-sama-dengan.html

Hari Minggu (11 Juni 2023) kemarin itu kita kan merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus atau Trintas. Ada hal yang mungkin kita masih bingung tentu dan bertanya. Apakah ajaran Katolik tentang Trinitas itu sama dengan ajaran Hindu tentang Trimurti?  Jika berbeda di mana letak perbedaannya? Lalu bagaimana dengan konsep Triteisme? Satu lagi, apakah ajaran Trinitas ini berbeda dengan ajaran modalisme ya?


Itulah beberapa pertanyaan yang akan saya jelaskan satu persatu.


Pertama-tama, mengenai Agama Hindu, sampai sekarang masih ada perdebatan tentang apakah agama Hindu itu monoteis atau polities? Di satu pihak, ada pandangan bahwa agama Hindu adalah monoteis. Artinya ajaran Hindu percaya bahwa hanya ada satu Allah yaitu Sang Hyang Widhi. Dia adalah Allah Pencipta yang satu (Aum) dan menjalankan tiga fungsinya secara berbeda. Ketika mencipta, Dia dinamakan Brahma. Ketika menjaga ciptaan, Dia disebut Wisnu. Sedangkan ketika melebur dunia, Dia dinamakan Siwa. 


Baca Juga : Apa Itu Kitab Apokrip Dan Kenapa Kitab-Kitab Apokrip Itu Tidak Dimasukkan Kedalam Kanon Kitab Suci Oleh Gereja Katolik?


Ketiga fungsi yang berbeda itu merupakan perwujudan dari Allah yang satu dan sama. Dalam Gereja Katolik ajaran tentang satu Allah dengan tiga fungsi yang berbeda-beda (Trimurti) ini mirip dengan ajaran aliran modalisme tentang Trinitas.


Selain alasan di atas tadi, di lain pihak ada juga yang berpendapat bahwa agama Hindu itu politeis. Brahma, Wisnu, dan Siwa adalah tiga dewa tertinggi di antara dewa-dewi yang disembah. Masing-masing Dewa itu mempunyai satu pihak, fungsi yang berbeda, dan eksistensi masing-masing dewa itu mandiri. 


Ajaran Trimurti yang demikian disebut Triteisme, artinya mengakui adanya tiga Allah yang tertinggi, bukan Trinitas. Wah macam mirip-mirip semua nih. 


Lalu apakah ada yang bingung tentang ajaran tentang Trinitas?


Ajaran tentang Trinitas adalah pewahyuan Allah tentang misteri diri-Nya kepada manusia melalui Yesus Kristus. Sebagai wahyu Allah. Ajaran tentang Trinitas tidak didasarkan pada ajaran manapun, meskipun konsep-konsep yang digunakan mempunyai kemiripan. Bisa juga dikatakan bahwa kemiripan-kemiripan itu digunakan Allah untuk mempersiapkan manusia mengerti substansi misteri yang hendak dinyatakan-Nya kepada manusia. Jika demikian, perlu diperhatikan hal-hal baru dari wahyu Allah yang membedakan wahyu itu dengan hasil pemikiran manusia belaka dalam konsep-konsep yang ada.


Baca Juga : Kenapa Beda Rumusan Doa Bapa Kami Dalam Kitab Suci Dengan Rumusan Yang Dipakai Oleh Orang Katolik?


Wahyu Allah tentang Trinitas hendak mengajarkan bahwa Allah itu Esa. Hanya ada satu Allah yang adalah sumber segala sesuatu di dunia ini. Jadi, agama Kristiani adalah agama monoteis, bukan agama politeis. Juga menjadi jelas bahwa ajaran tentang Trinitas tidak sama dengan ajaran Triteisme. Monoteisme Kristiani menolak adanya sumber lain dari segala sesuatu selain Allah Sang Pencipta itu sendiri.


Lantas konsep tentang tiga pribadi itu bagaimana?


Nah, di dalam satu Allah itu terdapatlah tiga pribadi yang berbeda. Perbedaan itu bukan hanya menyangkut fungsi atau karya ke luar diri-Nya, tetapi perbedaan antara ketiga pribadi itu juga ada dan bisa dideteksi di dalam diri Allah sendiri sebelum melakukan karya keluar dari diri-Nya. Bapa adalah sumber dari segala sesuatu. Dari Bapa, dilahirkan (Latin: generatio) Putra yang sehakikat dengan Bapa. Dari Bapa dan Putra, terhembuslah (Latin: spiratio) Roh Kudus yang mengikat Bapa dan Putra bersama dalam kasih.


Berarti ajaran Trinitas ini berbeda dengan ajaran modalisme? Ajaran tentang Trinitas tidak sama dengan ajaran modalisme yang mengatakan bahwa satu Allah yang sama menjalankan tiga fungsi yang berbeda dan karena itu mempunyai tiga nama. Ajaran tentang Trinitas menyatakan bahwa dalam karya keluar dari diri-Nya sendiri ketiga pribadi itu selalu berkarya bersama-sama tetapi dengan penekanan peran dari Pribadi tertentu sebagai kekhasan masing-masing. Inilah wahyu yang harus diterima dengan iman.


Bagaiman yang tidak pakai iman untuk terima konsep ini maka kita bisa bingung dan lama-lama bisa murtad. Karena ajaran tentang Trinitas ini juga masih sangat sulit dipahami oleh umat Kristiani sendiri, seperti kita-kita. Kita orang Katolik sendiri saja tidak mengerti dengan baik apalagi oleh mereka yang bukan Katolik? 


Baca Juga : Bolehkah Orang Katolik Menyimpan Patung Agama Lain?


Seringkali mereka yang non Kristiani mengerti ajaran Trinitas itu secara salah yaitu seperti Triteisme. Misalnya, Al Quran memandang Trinitas adalah Bapa, Isa, dan Maryam. Pengertian seperti ini bukanlah konsep Trinitas tetapi Triteisme. Karena itu, Al Quran menolak konsep Allah tentang trinitas. Jadi, sebenarnya baik Al Quran maupun Gereja Katolik sama-sama menolak Triteisme, dan sama-sama menganut Monoteisme.


Macam makin dijelaskan semakin bingungkan? Namanya juga misteri kalau bisa dipahami maka itu bukan misteri lagi. Sepenuhnya baik umat Katolik maupun umat kristiani pada umumnya menerima dogma trinitas dengan iman yang teguh dan sungguh. 


Penulis : Pater MYB 


Catatan : Artikel ini sudah diedit sesuai dengan kebutuhan blog.