Educational, Informative, and Inspirational Blog unclebonn.com: Kismi
Showing posts with label Kismi. Show all posts
Showing posts with label Kismi. Show all posts

Saturday, April 4, 2026

Inspirasi Paskah : Memeluk Salib, Menemukan Kebangkitan, Kisah Suster Elisabeth Sutedja

https://www.unclebonn.com/2026/04/inspirasi-paskah-memeluk-salib.html
Gambar ini Hanya Ilustrasi
Paskah adalah perayaan tentang pengosongan diri dan kebangkitan baru. Kisah nyata dari Maria Elisabeth Sutedja (Suster El) adalah refleksi modern tentang bagaimana seseorang berani "mati" bagi kemewahan dunia demi "hidup" seutuhnya bagi Tuhan dan sesama.


Kegemilangan Dunia yang Ditinggalkan


Lahir di Bandung, 31 Desember 1989, El adalah sosok yang memiliki segalanya menurut ukuran dunia. Lulusan Teknik Informatika ITB di usia belum genap 20 tahun ini melanjutkan studi hingga meraih gelar PhD (Doktor) dari Harvard University dengan predikat Summa Cum Laude.


Kecerdasannya diakui dunia; saat ujian disertasi, ia diuji oleh para profesor Harvard dan praktisi bisnis, termasuk Bill Gates. Meski bos Microsoft itu menawarkan jabatan apa saja di perusahaannya, El memilih jalannya sendiri. Ia menjadi orang Asia pertama yang menjabat sebagai Vice President di Boeing Company, sekaligus menjadi dosen di Northwestern University.


Panggilan yang Tersembunyi


Di balik jas profesional dan karier yang melejit, ada sebuah kerinduan yang telah tumbuh sejak ia duduk di bangku SMP tahun 2001. Baginya, setiap pencapaian profesional harus diikat pada satu visi: Kemuliaan Allah.


Salah satu fragmen hidupnya yang paling menyentuh terjadi pada musim dingin di Boston, Desember 2010. Saat suhu mencapai $-10^\circ\text{C}$, El memberikan sandwich dan mantel tebal yang sedang dipakainya kepada seorang wanita tua yang membenci Tuhan. Ketika wanita itu bertanya mengapa ia melakukannya, El menjawab sederhana:


"Yesus adalah Tuhan. Dia tahu kamu kedinginan, maka Dia memintaku memberikan mantel ini padamu."


Saat itu, El merasakan sukacita besar. Ia menyadari bahwa kasih ilahi adalah "tongkat wasiat" yang mampu mengubah segalanya menjadi permata.


Paskah Pribadi: Melepaskan Segalanya


Momen "Paskah" dalam hidup El terjadi pada tahun 2015. Di puncak kariernya, ia memutuskan untuk menjawab panggilan hidup membiara (hidup salibat).

  • 14 September 2015: Mgr. Yohannes Pujasumarta (Uskup Agung Semarang yang membaptisnya tahun 1994) menelpon untuk memastikan kemantapan hatinya. El menjawab dengan tegas, "Ya, saya siap."
  • 01 November 2015: Tepat pada hari perayaan Semua Orang Kudus, El resmi masuk ke Biara Santa Clara, Assisi, Italia.


Keputusan ini bukan tanpa pengorbanan. Ia menghapus semua foto-foto di akun Facebook-nya, mengganti foto profil dengan gambar Santa Clara, dan benar-benar off dari dunia maya. Ia meninggalkan jabatan tinggi, gaji besar, dan popularitas untuk hidup dalam kesunyian biara.


Kebangkitan dalam Pelayanan


Bagi Suster El, masuk biara bukanlah akhir, melainkan sebuah kebangkitan untuk misi yang lebih besar. Setelah menjalani masa pembinaan di Italia, ia bersiap untuk diutus ke tempat-tempat yang membutuhkan, termasuk rencana melayani di pedalaman Papua untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak miskin.


Suster El mengajarkan kita makna Paskah yang sesungguhnya: bahwa harta yang paling bernilai bukanlah gelar dari Harvard atau jabatan di perusahaan global, melainkan menjadi "pengantin Kristus" yang melayani tanpa batas. Ia telah tuntas dengan urusan pribadinya, dan kini hidupnya sepenuhnya adalah milik Tuhan.

 

"Jika Tuhan telah memulai sesuatu pekerjaan yang baik di dalam kita, Dia akan meneruskannya sampai pada kesudahannya." (Filipi 1:6)

 

Sumber Inspirasi : 

  1. Sekelumit Kisah Elisabeth Sutedja, Lulusan Terbaik Harvard, Vice President - Business Development Boeing Company yang Memilih jadi Suster
  2. Sebuah Pergumulan Hidup Seorang Vice President PT Boeing untuk Mengabdi Sepenuhnya Kepada Tuhan dengan Menjadi Biarawati Katolik
  3. Mengenal Lebih Dekat Suster Elisabeth Sutedja Lulusan Terbaik Harvard University yang Memilih Hidup Membiara


Friday, February 13, 2026

Bertemu Lagi dengan Bapak Bupati Sumba Timur di Lombok


Hari ini Sabtu, 15 November 2025 saya dua kali bertemu dengan Bupati Sumba Timur, Bpk. Umbu Lili Pekuwali. Pertama, saat check in di Jakarta, dan kedua, saat transit di Lombok. 


Sebagai catatan, semua foto yang saya upload di facebook ini sudah mendapatkan ijin beliau. 


Bagi saya bertemu dengan orang nomor satu Sumba Timur itu hal yang langka apalagi diajak duduk searena. Karena saya orang biasa. 


Terbaru di Sumba Timur : KKP dan Pemkab Sumba Timur Hadirkan Program Pelatihan Berkelanjutan dan Pendampingan Tenaga Kerja dalam Proyek Integrated Shrimp Farming di Desa Palakahembi


Terus terang saja,hampir dua puluhan tahun di Sumba, saya belum punya kesempatan “seasyik” ini. Dan baru kali ini luar biasa, saya bisa berbagi cerita dalam suasana santai walau dibatasi waktu. 


Topik obrolan kami ya seputar kerjasama Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim pada beberapa sekolah di Kabupaten Sumba Timur. Kebetulan saya dan beberapa guru sekolah binaan baru pulang dari kegiatan Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra yang berlangsung di Jakarta dari tanggal 13 - 15 November 2025.


Teman-teman semua, Yayasan Astra melakukan pendampingan pada 14 sekolah di Kecamatan Pandawai.  Ada 10 sekolah jenjang SD, 3 sekolah jenjang SMP, dan 1 sekolah jenjang SMK. Jenjang SMK yakni SMK Negeri 1 Pandawai sekolah tempat saya mengajar. 


Berbicara dengan seorang bupati ditambah lagi ada beberapa pejabat di sekitar beliau tentu bukan perkara mudah. Saya cukup canggung.  Namun karena bpk bupatinya welcome dengan cerita saya sehingga ada beberapa poin yang saya sampaikan kepada beliau. Misalnya informasi seputar rencana kunjungan Ketua Yayasan Astra ke Sumba Timur pada bulan Januari atau Februari 2026. Kemudian adanya apresiasi dari ketua Yayasan Astra atas kepemimpinan beliau yang begitu antusias dan welcome dengan kehadiran YPA-MDR di Sumba Timur. 


Saya tidak sendiri saat itu. Saya bersama Bpk Kepala SMK Negeri 1 Pandawai.  Memang cerita kami tidak mendalam karena saat itu dalam suasana santai dan waktu tidak memungkinkan untuk bercengkerama lebih jauh karena kami harus terbang ke Waingapu. 


Baca Juga Tentang Bupati Sumba Timur : Mankind is One


Teman-teman diawal kepemimpinan bapak Umbu Lili Pekuwali, beliau langsung ke Jakarta  dan berkunjung ke kantor pusat Yayasan Pendidikan Astra - Michael D Ruslim. 


Guys, dengan adanya kolaborasi antara Pemda Sumba Timur dan Yayasan Astra percayalah pasti ada peningkatkan mutu pendidikan kita. Pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inovatif dan berjiwa wirausaha. Amin.

Saturday, February 7, 2026

Baomong Asyik dengan Dua Emak-emak China tentang Realita Hidup saat Jalankan Tugas Sekolah

https://www.unclebonn.com/2026/02/baomong-asyik-dengan-dua-emak-emak.html

Dua hari ini saya secara tak sengaja bertemu sekaligus ngobrol dengan dua sosok yang memiliki sudut pandang berbeda tentang kehidupan namun satu tujuan yang sama yakni berharap dalam hidup ini menikmati kondisi hidup sehat dan suasana hati yang bahagia. 


Kedua orang itu saya panggil aci Sumba dan aci China. Bertemu dengan mereka saya tidak ekspek sama sekali sampai baomong seasyik itu. Biasanya selama ini kalau kami bertemu untuk kebutuhan kerja saja. Sebatas "say hallo". Kali ini beda. Dua hari yang memorable walau tidak mengubah nasib setidaknya bisa mengubah pola pikir.


Inti sari ceritanya dari sosok pertama bahwa hidup itu keras butuh perjuangan. Bahwasannya gagal itu biasa namun harus terus berjuang namun kita tak boleh menolak realita. Nikmati saja prosesnya. 


Berikutnya walau manusia tampilan bergaya rocker maupun metal namun harus tetap mengandalkan Tuhan. Jangan lupa Tuhan, begitu katanya.


Baca Juga : Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa di Makamnya Orang Islam


Dalam kondisi mendung kami seruput kopi masing-masing dengan rokok ditangan membuat suasana rumah ala cafe. Kata saya dalam hati ternyata Tuhan menyayangi semua orang tanpa pandang bulu.


Sosok aci yang satu lagi hidupnya tertata dan mengalir saja. Sedang menikmati masa tua yang penuh bahagia. 


Obrolan kami dari hal-hal sepele namun pada akhir serius saat hujan lebat datang.


Disinilah saya “diajari” bagaimana orang China membangun bisnis dan bagaimana menjaga kesehatan di masa tua.


Di tengah asyiknya cerita saya ditunjukkan salah satu gerakan yoga bagi yang lanjut usia.  


Ya ampun serius sekali ni aci. Sampai segitunya. Apakah beliau prihatin dengan kondisi saya yang semakin menua? 😍😍


Tapi saya tetap menjadi pendengar yang baik. Penuh antusias dan semangat. Untung saja jam itu sudah menunjukkan pukul 18.00 dan toko harus di tutup.  Sisa-sisa gerimis masih ada. Saya harus menerobos gerimis di waktu petang daripada sendiri dan jadi penunggu toko.


Baca Juga : Cerita Lucu dari Unclebonn.com Episode Cerita Malam Bagi Penderita Insomnia


Teman-teman pembaca yang budiman. Sejak kecil ilmu bisnis sudah diturunkan kepada anak-anak china. Mereka disiplin dan penuh perhitungan setiap kali melakukan bisnis. Hidup hemat menjadi kunci awal sukses. Mereka menyekolahkan anak-anak mereka dan memperhatikan kualitas hasil belajar anak mereka.


Satu hal lagi, china-china Sumba rata-rata bertalian keluarga semua dari hasil kawin mawin. Antara china yang satu dengan china yang lain masih ada hubungan keluarga begitu. 


Bisnis tetap bisnis, pendidikan tetap pendidikan. Sering saya singgung tentang papatah china bahwa kaya itu mulia. Itu yang melatari cara orang china berpikir. 


Dan masih banyak isi cerita namun ada hal-hal yang memang untuk saya sendiri dan tidak layak untuk dipublikasikan. 


Jangan lihat hasil bisnis mereka saat ini tapi kita perlu tahu bagaimana orang china merintis dan menjalani proses bisnis yang penuh dengan tantangan dan perjuangan | Salam Damai 

Baca Juga : Dia Laki-Laki Ibunya


Sunday, June 30, 2024

Cerita Dibalik Hujan

https://www.unclebonn.com/2024/06/cerita-dibalik-hujan.html

Suatu siang langit tampak mendung selang beberapa saat hujan deras pun turun. Saat itu saya pun sedang diguyuri hujan. Kali ini saya lebih percaya diri tanpa rasa cemas dengan resiko jika harus basah kuyub. Maklum usia manusia tidak bisa menolak kodratnya yang rentan dengan sakit dan penyakit.  


Kenapa saya tidak cemas kali ini? Lantaran ada persiapan mantel sederhana dan standar walau tidak semua pakaian terhindar dari hujan. Bagian lutut ke bawah. Kata mereka itu mantel hujan kelelawar. 


Walau harus menempuh kurang lebih 30 km perjalanan pulang namun terasa tetap menyenangkan.  Walau hujan lebat menurut saya ini hasil yang impas.  Hampir setengah hari suasana terik bikin gerah saat melaksanakan kewajiban. Hujan lebat yang jarang-jarang terjadi bagi saya ini sebagai berkat bagi bumi. Maksudnya biar para petani bisa memanfaatkan curah hujan yang ada untuk keperluan bertani atau bercocok tanah. Banyak pihak kerap kuatir kalau kemarau terlampau panjang bisa jadi akan terjadi musim paceklik bahkan kelaparan. Ini bisa terjadi masalah sosial. 


Di perjalanan itu, di bawah satu pohon nan rindang berdiri satu sosok bermantel.  Lebih dekat sosok itu seorang perempuan. Orang dewasa dan pekerja. Yakin 100 persen. Tepat disamping saya, walau dari atas kendaraan roda dua namun saya perhatikan wajahnya tetap semangat dan penuh senyuman.  Apakah saat itu dia tersenyum kepada saya? Entahlah.  


Mungkin dalam hatinya dia hanya mau bilang kita senasib, bossqu. Dia tersenyum penuh. Dia tak mempedulikan cuaca yang sedang hujan lebat saat itu. 


Dalam perjalanan saya berpikir ternyata dia mengabaikan masalah, dia menerima konsekuensi dari sebuah pilihan hidupnya. Ya mungkin saja karena sebuah pekerjaan dia harus menerima itu bahwa perjalanannya harus basah kuyup dan kedinginan.  Atau ada pribadi-pribadi lain harus menerabas derasnya air hujan sepanjang perjalanan. 


Apakah itu sebuah kenyataan yang mengecewakan?


Bagi saya itu realita kehidupan.  Jika hidup dan masa depan sebuah pilihan.  Artinya kita hidup atas pilihan-pilihan sadar kita. Orang lain memberi tanggung jawab kepada kita karena kesadarannya dan kita menerima karena pilihan sadar kita dan penuh rasa tanggung jawab. Jika ada masalah jangan pernah menyalahkan orang lain tapi refleksikan itu. Terima segala sesuatu dan jangan melimpahkan masalah kepada orang lain.


Seperti wanita pekerja itu.  Apakah dia marah sama Tuhannya? Akan tetapi, ditengah hujan lebat dia tetap mengumbarkan senyuman. Senyuman yang memesona tentu berasal dari hati yang ikhlas.  Pekerja yang baik dia tidak akan melalaikan tugasnya dan melimpahkan masalahnya pada orang lain. Dia menerima segala sesuatu dan bertanggung jawab atasnya.*


Yuk baca kisah mini lainnya yang menarik : Dyra Juliani Penumpang Misterius 



Saturday, July 8, 2023

Untuk Erick, Si Laki-Laki Tanpa Batas

https://www.unclebonn.com/2023/07/untuk-erick-si-laki-laki-tanpa-batas.html

Nama akun facebooknya Erick Akuntansi B. Saya mengenal dirinya sekitar tahun 2011. Saat itu dia masih berstatus siswa SMK. Ia siswa yang memiliki daya juang tinggi dan punya rasa optimis. Ia pernah megirim sebuah tulisan tentang pengalaman hidupnya kepada saya. Saya tertegun setelah membaca sebuah catatan kehidupan yang ia tuangkan lewat deretan jejak jejak digital.


Saya pikir perjuangan hidup Erick hampir sama dengan apa yang saya jalani sampai detik ini. Dan kesamaan itu adalah sama-sama melalui proses hidup yang keras dan penuh tantangan. 


Baca Juga : Menua Bersama Di Sosial Media


Saya kali ini melabeli dirinya laki-laki tanpa batas. Dia adalah laki-laki apa adanya. Bukan seorang drama king. Erick tidak membatasi dirinya pada keterbatasan hidup tapi melampaui batas-batas gengsi seorang pria muda. Ia menampilkan sisi hitam putih dirinya. Dan pada posisi ini ia melampaui saya. 


Saya mungkin sedikit dramatisir sedangkan dia apa adanya. Itulah yang saya maksudkan si laki-laki tanpa batas


Dia pernah meminta saya untuk mengajarnya cara menulis. Tapi bagi saya tak perlu diajari teknik menulis dia sudah bisa menulis cukup dengan terus membaca apa yang saya tulis. Karena apa? Gunakan kebebasan imajinasimu untuk menulis, itu saja kawan.


Baca Juga : Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa Di Makamnya Orang Islam


Akhir-akhir ini dia sering membagikan tulisan saya. Untuk hal ini, saya ucapkan terima kasih. 


Saya hanya pesan, terus berjuang kawan. Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika dirinya tak ingin mengubah nasibnya sendiri. Jika kamu punya modal gunakan modal itu untuk kuliah. Maaf kawan, saya tak punya materi lebih untuk membantu dirimu.


Ditulis 8 Juli 2017