Educational, Informative, and Inspirational Blog unclebonn.com: My Diary
Showing posts with label My Diary. Show all posts
Showing posts with label My Diary. Show all posts

Saturday, February 7, 2026

Baomong Asyik dengan Dua Emak-emak China tentang Realita Hidup saat Jalankan Tugas Sekolah

https://www.unclebonn.com/2026/02/baomong-asyik-dengan-dua-emak-emak.html

Dua hari ini saya secara tak sengaja bertemu sekaligus ngobrol dengan dua sosok yang memiliki sudut pandang berbeda tentang kehidupan namun satu tujuan yang sama yakni berharap dalam hidup ini menikmati kondisi hidup sehat dan suasana hati yang bahagia. 


Kedua orang itu saya panggil aci Sumba dan aci China. Bertemu dengan mereka saya tidak ekspek sama sekali sampai baomong seasyik itu. Biasanya selama ini kalau kami bertemu untuk kebutuhan kerja saja. Sebatas "say hallo". Kali ini beda. Dua hari yang memorable walau tidak mengubah nasib setidaknya bisa mengubah pola pikir.


Inti sari ceritanya dari sosok pertama bahwa hidup itu keras butuh perjuangan. Bahwasannya gagal itu biasa namun harus terus berjuang namun kita tak boleh menolak realita. Nikmati saja prosesnya. 


Berikutnya walau manusia tampilan bergaya rocker maupun metal namun harus tetap mengandalkan Tuhan. Jangan lupa Tuhan, begitu katanya.


Baca Juga : Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa di Makamnya Orang Islam


Dalam kondisi mendung kami seruput kopi masing-masing dengan rokok ditangan membuat suasana rumah ala cafe. Kata saya dalam hati ternyata Tuhan menyayangi semua orang tanpa pandang bulu.


Sosok aci yang satu lagi hidupnya tertata dan mengalir saja. Sedang menikmati masa tua yang penuh bahagia. 


Obrolan kami dari hal-hal sepele namun pada akhir serius saat hujan lebat datang.


Disinilah saya “diajari” bagaimana orang China membangun bisnis dan bagaimana menjaga kesehatan di masa tua.


Di tengah asyiknya cerita saya ditunjukkan salah satu gerakan yoga bagi yang lanjut usia.  


Ya ampun serius sekali ni aci. Sampai segitunya. Apakah beliau prihatin dengan kondisi saya yang semakin menua? 😍😍


Tapi saya tetap menjadi pendengar yang baik. Penuh antusias dan semangat. Untung saja jam itu sudah menunjukkan pukul 18.00 dan toko harus di tutup.  Sisa-sisa gerimis masih ada. Saya harus menerobos gerimis di waktu petang daripada sendiri dan jadi penunggu toko.


Baca Juga : Cerita Lucu dari Unclebonn.com Episode Cerita Malam Bagi Penderita Insomnia


Teman-teman pembaca yang budiman. Sejak kecil ilmu bisnis sudah diturunkan kepada anak-anak china. Mereka disiplin dan penuh perhitungan setiap kali melakukan bisnis. Hidup hemat menjadi kunci awal sukses. Mereka menyekolahkan anak-anak mereka dan memperhatikan kualitas hasil belajar anak mereka.


Satu hal lagi, china-china Sumba rata-rata bertalian keluarga semua dari hasil kawin mawin. Antara china yang satu dengan china yang lain masih ada hubungan keluarga begitu. 


Bisnis tetap bisnis, pendidikan tetap pendidikan. Sering saya singgung tentang papatah china bahwa kaya itu mulia. Itu yang melatari cara orang china berpikir. 


Dan masih banyak isi cerita namun ada hal-hal yang memang untuk saya sendiri dan tidak layak untuk dipublikasikan. 


Jangan lihat hasil bisnis mereka saat ini tapi kita perlu tahu bagaimana orang china merintis dan menjalani proses bisnis yang penuh dengan tantangan dan perjuangan | Salam Damai 

Baca Juga : Dia Laki-Laki Ibunya


Saturday, July 8, 2023

Untuk Erick, Si Laki-Laki Tanpa Batas

https://www.unclebonn.com/2023/07/untuk-erick-si-laki-laki-tanpa-batas.html

Nama akun facebooknya Erick Akuntansi B. Saya mengenal dirinya sekitar tahun 2011. Saat itu dia masih berstatus siswa SMK. Ia siswa yang memiliki daya juang tinggi dan punya rasa optimis. Ia pernah megirim sebuah tulisan tentang pengalaman hidupnya kepada saya. Saya tertegun setelah membaca sebuah catatan kehidupan yang ia tuangkan lewat deretan jejak jejak digital.


Saya pikir perjuangan hidup Erick hampir sama dengan apa yang saya jalani sampai detik ini. Dan kesamaan itu adalah sama-sama melalui proses hidup yang keras dan penuh tantangan. 


Baca Juga : Menua Bersama Di Sosial Media


Saya kali ini melabeli dirinya laki-laki tanpa batas. Dia adalah laki-laki apa adanya. Bukan seorang drama king. Erick tidak membatasi dirinya pada keterbatasan hidup tapi melampaui batas-batas gengsi seorang pria muda. Ia menampilkan sisi hitam putih dirinya. Dan pada posisi ini ia melampaui saya. 


Saya mungkin sedikit dramatisir sedangkan dia apa adanya. Itulah yang saya maksudkan si laki-laki tanpa batas


Dia pernah meminta saya untuk mengajarnya cara menulis. Tapi bagi saya tak perlu diajari teknik menulis dia sudah bisa menulis cukup dengan terus membaca apa yang saya tulis. Karena apa? Gunakan kebebasan imajinasimu untuk menulis, itu saja kawan.


Baca Juga : Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa Di Makamnya Orang Islam


Akhir-akhir ini dia sering membagikan tulisan saya. Untuk hal ini, saya ucapkan terima kasih. 


Saya hanya pesan, terus berjuang kawan. Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika dirinya tak ingin mengubah nasibnya sendiri. Jika kamu punya modal gunakan modal itu untuk kuliah. Maaf kawan, saya tak punya materi lebih untuk membantu dirimu.


Ditulis 8 Juli 2017

Sunday, June 25, 2023

Menua Bersama di Sosial Media

https://www.unclebonn.com/2023/06/menua-bersama-di-sosial-media.html

Guys, parnahkah Anda berpikir sudah sejak kapan Anda pertama kali menggunakan platform sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan sebagainya? Siapakah teman-teman facebookmu, misalnya yang pertama kali kalian undang menjadi teman akun sosial medianya? Pasti sudah pada lupakan? 


Kerap di waktu luang saya dan mungkin juga Anda mencoba mengingat kembali teman masa lalu saya atau Anda di sosial media. Kira-kira siapa dia dan sudah seperti apa kondisi dia saat ini.


Saya sendiri sudah menggunakan facebook sejak tahun 2009. Kira-kira sudah sekitar 14 tahun, guys. Kalau disandingkan dengan usia manusia sudah seperti anak remaja. Nah, bersosial media bukan soal usia tapi ini sebuah pengalaman. Bersosial media itu soal manajemen diri. Untuk apa kita bersosial media apakah untuk hal-hal yang berfaedah atau un-faedah. Pada hal ini kembali pada pribadi masing-masing, Guys.


Baca Juga : 6 Tips Ekstrim Menghadapi Masalah Gaji


Back to topic. Dulu yang menjadi teman facebook saya adalah teman kuliah, kemudian teman dekat dan selanjutnya kenalan atau sengaja searching untuk mendapatkan teman yang sesuai selera dan kepentingan. Bahkan seseorang dalam keluguan bersosial media bisa saja mencurahkan isi hatinya karena hubungan sosial itu. Jadi berbedakan antara hubungan sosial dan atau (ikatan) cinta kan?


Namun jika kita salah memanfaatkan platform sosial media kita bisa saja kehilangan jati diri, kehilangan teman bahkan harga diri. Kalau ditinjau dari segi ekonomi seseorang bisa mengalami kerugian. Karena sosial media ibarat pedang bermata dua. Jika tidak bijak dalam menggunakannya maka dapat melukai diri sendiri. 


Dalam konteks politik, sosial media bak imperium bagi dunia. Dia seperti dunia sesembahan bagi para user fanatiknya-nya. Tak terbantahkan disitu menjadi arena perang kata-kata, hujatan bahkan fitnah berseliweran. Seseorang bisa saja kehilangan pertemanan, menciptakan musuh baru bahkan kelompok kepentingan baru. Intinya tergantung pesanan.


Baca Juga : Dia Laki-Laki Ibunya


Dikelompok persahabatan atau pertemanan ada perilaku lovely disitu. Setiap mereka membangun komunikasi asyik dan ingin menciptakan romantika bagi komunitasnya. Menjadi katarsis untuk mengungkapkan perasaan. Mereka membentuk dunianya sendiri. Kelompok ini yang akan terus eksis dan berusaha mempertahankan eksistensi mereka. Kalaupun menua biarlah menua bersama.


Guys, jika menggunakan usia bersosial media saya, tentu kita sudah mengalami masa-masa atau periodesasi kehidupan, mulai remaja, menjadi milenial tua, berumah tangga bahkan sudah mulai memasuki usia pensiun. Bahkan teman-teman sosmed kita sudah harus pergi meninggalkan bumi untuk selamanya karena dipanggil sang Khaliq.


Salah satu teman saya saat itu masih ABG sekarang dia sudah menimang anak. Saat itu ia masih memiliki tubuhnya yang indah namun kini kelihatan makin subur. Mungkinkah ini indikasinya dia makin makmur dan bahagia? Hemmm.


Suatu hari ketika generasi pertama teman facebook dari akun saya tak sengaja bertemu disuatu acara resepsi pernikahan kita merasa aneh dengan penampakan diri masing-masing. Yang saat itu masih muda dan cantik dan si boy yang saat itu tampan dan atletis saat ini memang sih tampak anggun dan berwibawa namun soal fisik sudah berubah. Ada yang sudah mengalami penggundulan kepala dan ada juga yang boros soal usianya. 


Baca Juga : Dyra Juliani


Pada akhirnya kita sadar bersama. Bahwa kita sudah dimakan usia. Ada yang masih setia mengikuti unggahan status sosial dari kita masing-masing dan ada juga yang sudah lupa dan berusaha melupakan. Karena punya memory yang pahit dengan seseorang. Bahkan ada yang saling blokir. 


Untuk dirimu dan semuanya yang masih setia bersama di sosial medianya mari kita menua bersama. Terus rawat pertemanan dan jauhilah kata-kata sinis dan benci. Perbanyak humor nun santun agar otak segar, fisik bugar dan mental kuat sekiranya dapat memperpanjang usiamu,  usia kita masing-masing. Amin.

Thursday, February 16, 2023

Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa di Makamnya Orang Islam

https://www.unclebonn.com/2023/02/kala-saya-secara-tak-sengaja-berdoa-di.html

Saat masih menjadi mahasiswa di sebuah kampus kedinasan di Jakarta ada sepenggal kisah hidup yang masih tersimpan rapih dalam benak saya. Dan sampai hari ini masih menjadi tanda tanya. Apa maksud kejadian unik itu? 


Ceritanya begini. Saat itu setelah magrib saya diajak oleh seorang staf pegawai dari kampus saya. Sebagai mahasiswa (taruna) tak mungkin saya menolak ajakan itu. Didikan ala militer, taruna dituntut taat pada senior apalagi instruktur, dosen atau kepada pegawai. 


Baca Juga : Dia Laki-Laki Ibunya


Kejadian ini berlangsung pada saat praktik integrasi tahun 2003 di Rembang, Jawa Tengah. Saya hanya menuruti apa kata dia. Apa maksud beliau saya tak paham. Tak sedikitpun kecurigaan dalam benak saya. Dalam perjalanan ia memberitahu saya kalau kami berdua akan ziarah ke makam salah satu tokoh ulama di Rembang. 


Sempat kaget mendengar penjelasannya. Tapi dengan tutur katanya yang ramah, sikap beliau yang santun, rasa penasaran dan sedikit kecurigaan itu berlalu dari benak saya.


Pokoknya tokoh itu memiliki pengaruh dan kemampuan supranatural. Informasi ini dari cerita singkat bapak itu. Saya sempat mengkonfirmasi tokoh itu ke beberapa nelayan saat saya melaksanakan praktik laut. Dari cerita para nelayan, tokoh itu begitu berkesan bagi saya. Hal ini saya gali setelah kami kembali dari ziarah ke makam itu.


Baca Juga : Adeus Bonita


Beliau hanya bilang ke saya. Kamu beruntung. Mungkin kamu yang saya harus ajak ke makam itu. Suasana makin gelap. Walau demikian tak sedikitpun kebingungan dari bapak itu selama perjalanan ke lokasi makam tersebut.


Kami akhirnya berhenti di salah satu makam. Makam itu beratap dan memiliki sebuah batu pusara dengan ornamen yang islami. Karena sudah gelap saya tak melihatnya secara persis. Di depan pintu makam itu, beliau memberi salam, "Assalamualaikum....". Ia menyebut lagi, "Bismillah....". 


Terus terang saja, pada saat itu saya serba bingung dan kaku. Apa yang mesti saya lakukan? Sepertinya beliau memahami kecanggungan dan sikap tak nyaman saya. 


Baca Juga : Lorong-Lorong Kenangan, Sekelumit Kisah Pelayaran Ende Waingapu


"Dek, masuk aja. Tak apa-apa," ajaknya


Saya masuk dan mengambil posisi di belakang bapak itu. Ia menyuruh saya: silahkan berdoa sesuai agamamu. Sebagai orang Katolik saya memulai doa di makam itu dengan tanda salib. Saya sudah lupa doa apa yang sudah saya panjatkan di makam itu. Setidaknya itu menjadi pengalaman pertama dalam sejarah hidup saya.


Setelah itu kami kembali ke rumah indung semang saya.


Ketika hari ini kita sibuk dengan masalah perbedaan saya jadi ngeri sendiri. Atau apakah agama orang lain bisa mengikis keimanan saya? Sampai hari ini saya tetap Katolik dan tetap Indonesia walau bukan seorang katolik yang taat dan baik. Tapi saya berusaha terus belajar iman Katolik, sebagai iman hidup saya.


Baca Juga : Dyra Juliani


Saya mau tanya pada Tuhan yang saya imani apakah Tuhan marah dengan sikap saya itu? Tapi kalau Tuhan marah, la pasti telah membuat hidup saya menderita. Tapi saya bersyukur setiap saat saya masih menikmati berkat dan anugerah dari-Nya.


Wednesday, February 1, 2023

Jejak di Awal Tahun, Walakiri 31 Januari 2023

https://www.unclebonn.com/2023/02/jejak-di-awal-tahun-walakiri-31-januari.html
Kali ini kami ramai-ramai ke Pantai Walakiri tentu setelah jam kegiatan kegiatan belajar mengajar. Supaya kisah ini tak lekang oleh waktu ada baiknya hari baik ini dicatat. Walakiri, 31 Januari 2023. Yakinlah bahwa memari indah ini akan menjadi sebuah nostalgia lama di waktu yang akan datang. Semua ini terjadi karena ini hari ulang tahunnya Ibu Yona. Tuhan berkati dirinya. Amin.


Sedikit agak kurang lengkap karena kepala sekolah dan beberapa rekan yang lain tak bisa bergabung karena kesibukan masing-masing di luar jam KBM. Namun crew SMK Negeri 1 Pandawai yang hadir semuanya ikut happy dengan syukuran ulang tahunnya Ibu Yona yang penuh dengan kekeluargaan dan keakraban. Sungguh menyenangkan situasi ini-sore tadi.


Baca Juga : Bu Yona Dan Cerita Ulang Tahunnya


Kali ini ada wajah baru. Ada Ibu Endang yang sudah mulai beradaptasi dengan situasi kerja dan kebersamaan di SMK Negeri 1 Pandawai.  Ibu Endang adalah guru SMA Kristen Payeti, Waingapu yang memilih formasi PPPK di SMK Negeri 1 Pandawai.  

Crew SMK Negeri 1 Pandawai di Pantai Walakiri

Pak Ako juga kali ini betah di Walakiri.  Biasanya beliau ini super sibuk sama urusan bisnisnya dengan 18 paket usaha.  Ibu Leni juga sangat happy di pantai dengan segala kepenatan di sekolah. Beliau donatur utama. Ibu Habiba juga kian berenergi setelah menyelesaikan arisan paguyuban. Beliau ini mesti pake kutex kalau ke laut. Walaaah….


Baca Juga : Senja Yang Menakjubkan Di Pantai Walakiri Sumba Timur


Doa Ibu Yanti kali ini juga sangat terang benderang soal status dan kedudukan Ibu Yona menjelang April 2023. Ibu Ina Rohi juga saat ini semakin lincah mengerjai si tua, unclebonn yang katanya mengalami penuaan dini. Kasihan ya si Om Sambo itu. Beda sama Ibu Ina Djoli yang semakin reflektif dan kontemplasi dalam setiap jejak langkahnya. 


Sedangkan Ibu Selvi merasa Walakiri bak kampungnya sendiri. Jadi beliaulah menjadi guide di sana. Hebat ini kaka nona.  Kalau Ibu Ani saat ini makin sumringah entah apa yang merasuki dirinya. Mungkin karena bisnis tarik rambutnya makin laris manis.  Bagi dong tipsnya!


Baca Juga : Pelangi Senja Di Pantai Walakiri


Kemudian Ibu Marta yang dijuluki si Manohara ditahun 2023 selalu menganalisis segala sesuatu. Kami kenal beliau ini ibu sultan dari para sultan.  Kata si-tamunya (Ibu Marta Walbers) beliau satu-satunya guru yang tiada celah penderitaannya. Mantap gess. 

Memori penuh kenangan Crew SMK Negeri 1 Pandawai

Ada juga wajah baru seorang pria yang paling tampan se-Amfoang,  Pak Fery namanya. Katanya beliau sangat mengagumi nona sabu. Dia bilang begini sewangi-wanginya wangi cendana lebih manis gula sabu.  Lantas bagaimana dengan eja Bram.  Intinya bako. Bekin hidup lebih hidup. Pria sejagat yang paling setia walaupun menjalani LDR. Patut dicontoh ya. 


Baca Juga : Gadis-Gadis Pantai


Si sie dokumentasi itu jelas Ibu Ita.  Pelatih dansa untuk para guru di sekolah. Beliau paling rajin membagikan beragam informasi. Beliau juga cocok jadi wartawan. Yang paling lucu itu Unclebonn.  Dia ini sepertinya ogah menyentuh air laut. Katanya pemali. Menurut penelusuran ibu Ina Rohi kalau kena air laut leu-leunya bisa netral.  Itu yang dikuatirkan Unclebonn karena bisa menggerus pesona diri. Gubrak.*


Happy Birthday Ibu Yoksana Tinus, S.Pd Panjang umur dan sehat selalu.  Tuhan memberkati.