Dua hari ini saya secara tak sengaja bertemu sekaligus ngobrol dengan dua sosok yang memiliki sudut pandang berbeda tentang kehidupan namun satu tujuan yang sama yakni berharap dalam hidup ini menikmati kondisi hidup sehat dan suasana hati yang bahagia.
Kedua orang itu saya panggil aci Sumba dan aci China. Bertemu dengan mereka saya tidak ekspek sama sekali sampai baomong seasyik itu. Biasanya selama ini kalau kami bertemu untuk kebutuhan kerja saja. Sebatas "say hallo". Kali ini beda. Dua hari yang memorable walau tidak mengubah nasib setidaknya bisa mengubah pola pikir.
Inti sari ceritanya dari sosok pertama bahwa hidup itu keras butuh perjuangan. Bahwasannya gagal itu biasa namun harus terus berjuang namun kita tak boleh menolak realita. Nikmati saja prosesnya.
Berikutnya walau manusia tampilan bergaya rocker maupun metal namun harus tetap mengandalkan Tuhan. Jangan lupa Tuhan, begitu katanya.
Baca Juga : Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa di Makamnya Orang Islam
Dalam kondisi mendung kami seruput kopi masing-masing dengan rokok ditangan membuat suasana rumah ala cafe. Kata saya dalam hati ternyata Tuhan menyayangi semua orang tanpa pandang bulu.
Sosok aci yang satu lagi hidupnya tertata dan mengalir saja. Sedang menikmati masa tua yang penuh bahagia.
Obrolan kami dari hal-hal sepele namun pada akhir serius saat hujan lebat datang.
Disinilah saya “diajari” bagaimana orang China membangun bisnis dan bagaimana menjaga kesehatan di masa tua.
Di tengah asyiknya cerita saya ditunjukkan salah satu gerakan yoga bagi yang lanjut usia.
Ya ampun serius sekali ni aci. Sampai segitunya. Apakah beliau prihatin dengan kondisi saya yang semakin menua? 😍😍
Tapi saya tetap menjadi pendengar yang baik. Penuh antusias dan semangat. Untung saja jam itu sudah menunjukkan pukul 18.00 dan toko harus di tutup. Sisa-sisa gerimis masih ada. Saya harus menerobos gerimis di waktu petang daripada sendiri dan jadi penunggu toko.
Baca Juga : Cerita Lucu dari Unclebonn.com Episode Cerita Malam Bagi Penderita Insomnia
Teman-teman pembaca yang budiman. Sejak kecil ilmu bisnis sudah diturunkan kepada anak-anak china. Mereka disiplin dan penuh perhitungan setiap kali melakukan bisnis. Hidup hemat menjadi kunci awal sukses. Mereka menyekolahkan anak-anak mereka dan memperhatikan kualitas hasil belajar anak mereka.
Satu hal lagi, china-china Sumba rata-rata bertalian keluarga semua dari hasil kawin mawin. Antara china yang satu dengan china yang lain masih ada hubungan keluarga begitu.
Bisnis tetap bisnis, pendidikan tetap pendidikan. Sering saya singgung tentang papatah china bahwa kaya itu mulia. Itu yang melatari cara orang china berpikir.
Dan masih banyak isi cerita namun ada hal-hal yang memang untuk saya sendiri dan tidak layak untuk dipublikasikan.
Jangan lihat hasil bisnis mereka saat ini tapi kita perlu tahu bagaimana orang china merintis dan menjalani proses bisnis yang penuh dengan tantangan dan perjuangan | Salam Damai
Baca Juga : Dia Laki-Laki Ibunya



No comments:
Post a Comment
Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!