Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Sebuah Pergumulan Hidup Seorang Vice President PT Boeing untuk Mengabdi Sepenuhnya Kepada Tuhan dengan Menjadi Biarawati Katolik - unclebonn.com

Thursday, January 19, 2023

Sebuah Pergumulan Hidup Seorang Vice President PT Boeing untuk Mengabdi Sepenuhnya Kepada Tuhan dengan Menjadi Biarawati Katolik

https://www.unclebonn.com/2023/01/sebuah-pergumulan-hidup-seorang-vice.html

Cerita inspirasi tentang Suster El (Elisabeth Sutedja) tak pernah berhenti dicari dan dibaca oleh banyak orang. Bagaimana bisa seorang lulusan doktor dengan predikat Summa Cum Laude dari Harvard University, Amerika Serikat memilih mewujudkan impiannya sejak kelas dua SMP untuk menjadi pelayan Tuhan.


Selain menjadi lulusan terbaik dari salah satu universitas terbaik di dunia, Elisabeth Sutedja adalah orang Asia pertama yang menjadi vice president di PT Boeing yang bermarkas di negara adidaya, USA.


Blog ini telah menulis dua artikel sederhana sebelumnya tentang perjalanan hidup suster Elisabeth Sutedja dengan referensi diambil baik melalui status facebook mbak El sendiri atau melalui chatting-an pribadi. 


Berikut kami sajikan bagaimana saat-saat yang menentukan Elisabeth Sutedja mengambil keputusan menjadi seorang biarawan Katolik atau memutuskan hidup salibat bersama Yesus Kristus dan Bunda Maria. Kita bisa membaca mbak Elisabeth Sutedja mengambil keputusan tanggal 15 September 2015 dan 10 Oktober 2015 untuk mengabdi sepenuhnya kepada Tuhan dari akun Facebook Elisabeth Sutedja. 


Selama 6 hari, mulai hari Selasa – 8 September 2015, saya telah menjalani retret pribadi di Pertapaan Susteran di Gedono, Salatiga, untuk memantapkan niatku menyerahkan diri seutuhnya, mengabdi kepada Tuhan. 


Selesai retret, saya mendapatkan kekuatan dan semangat baru dalam niat penyerahan diri ini. Saya percaya betul bahwa jika memang Tuhan menginginkan saya menjadi pelayan abadi-Nya, maka IA pasti akan selalu membantu saya untuk keluar dari setiap persoalan yang mungkin saya hadapi saat ini dan kelak. Saya harus berpasrah dan membuka diri dan hati saya untuk menerima urapan rahmat kasih-Nya. IA adalah Allah dan Tuhan yang bertanggung jawab. Jika IA memberikan sesuatu hal bagi manusia, maka IA akan menyelesaikannya pula. Jika Tuhan telah memulai sesuatu pekerjaan yang baik di dalam kita, Dia akan meneruskannya sampai pada kesudahannya (Filipi 1:6)


Saya percaya dan bahkan saat ini saya mulai merasakan bahwa Tuhan mempunyai maksud di balik semua ini, saya merasakan bahwa sepertinya Tuhan sedang menyiapkan saya untuk sesuatu yang lebih besar di depan saya nanti. Tuhan punya rencana atas hidup setiap manusia di dunia ini, dan saya (serta kita semua) hanya diminta untuk pasrah dan mengikuti saja akan apa yang diminta oleh Tuhan. Apa pun yang terjadi saat ini dalam diri saya dan masing-masing dari kita, biarlah semua itu terjadi, karena Allah peduli! Bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita merupakan HADIAH BESAR pemberian Tuhan kepada kita anak-anak-Nya yang terkasih.


Pada Senin pagi, 14 September, Mgr Yohannes Pujasumarta, Uskup Agung Semarang, yang membaptis saya pada tahun 1994, menelepon saya menanyakan kebulatan hati saya. Saya jawab, “Ya, saya siap melaksanakan apapun yang Tuhan inginkan untuk sepenuhnya mengabdikan diri kepada-Nya.” Siang harinya Beliau kembali menelepon saya bahwa Vatikan ingin saya mulai menjalani hidup membiara pada hari Minggu, 1 Nopember 2015, di Biara Santa Clara, Asissi, Italia.


Puji Tuhan...... Niat yang selalu saya perjuangkan sejak lulus dari SMP, tahun 2001, kini terbuka lebar untuk saya laksanakan..... Teman-teman, terima kasih untuk semua doa-doamu..... Berkat Tuhan selalamanya untuk kita semua..... Amin.


15 September 2015


Teman-teman yang sangat aku, sayangi. Mulai hari ini, Sabtu, 10 Oktober 2015, aku akan mulai hidup membiara dan tinggal di Biara Santa Clara, Asissi, Italia, yang lokasinya menjadi satu dengan Basilica Santa Chiara. Asissi terletak 130 km di sebelah utara Roma. Sedikitnya aku akan ‘digodog’ di biara ini selama 12 bulan dan tidak diizinkan untuk menerima tamu dari luar, kecuali dalam keadaan darurat. Sesudah 12 bulan, aku akan mendapat penugasan pertama, mungkin di pedalaman Papua untuk mendirikan sekolah bagi anak- miskin. Doakan aku agar tabah menjalaninya.


10 Oktober 2015


Dan setelah tanggal itu akun Facebook Suster Elisabeth Sutedja sepi dari postingan.  Dan terlihat beberapa kali setahun bahkan beberapa tahun baru kita bisa menemukan postingan Suster El. Entahlah seperti apa kondisi Suster El di pedalaman Papua sekiranya Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria senantiasa menjaga, merawat, dan menyertai hidupnya. Amin. Tuhan memberkati, 


Baca Juga : 

Sekelumit Kisah Elisabeth Sutedja, Lulusan Terbaik Harvard, Vice President - Business Development Boeing Company Yang Memilih Jadi Suster

Mengenal Lebih Dekat Suster Elisabeth Sutedja Lulusan Terbaik Harvard University Yang Memilih Hidup Membiara


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!