Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Mengoperasikan Alat Baring Konvensional untuk Menentukan Posisi Kapal - unclebonn.com

Thursday, January 20, 2022

Mengoperasikan Alat Baring Konvensional untuk Menentukan Posisi Kapal

https://www.unclebonn.com/2022/01/mengoperasikan-alat-baring-konvensional.html

Salah satu cara untuk dapat memperoleh posisi kapal demikian adalah dengan menentukan arah suatu/beberapa benda (bantu) navigasi dari kapal. Pekerjaan tersebut disebut membaring.Dan alat yang digunakan untuk membaring adalah alat baring. Alat baring adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk menentukan arah suatu benda, batu navigasi dilihat dan kapal dengan bantuan pedoman di kapal.


Alat baring yang umumnya digunakan dan dikenal di kapal adalah:

  1. Model alat baring jarum semat
  2. Model alat baring pejela celah benang
  3. Model alat baring Thomson 

A. Mengoperasikan Semat

Jarum semat adalah suatu alat baring yang sangat sederhana. Alat ini terdiri dari sebuah jarum dari logam (atau dan bambu atau lidi yang pendek), yang dapat didirikan tegak lurus di tengah-tengah tutup kaca ketel pedoman. Cara menggunakannya pun cukup sederhana. Prinsipnya, kita harus melihat jarum dan benda dalam satu garis lurus. Dengan melihat dari arah belakang jarum ke arah suatu benda sedemikian rupa sehingga jarum dan benda menjadi satu dan kemudian pada skala derajat pada piringan pedoman yang terpotong oleh jarum, arah benda dilihat dari kapal, dapat dibaca.


Baca Juga : Jenis-Jenis Alat Pendeteksi Ikan (Fish Finder)

Gambar Batang Semat Sumber : @net/Google img

Untuk membaring matahari jarum semat inipun masih dapat digunakan, yaitu apabila posisi matahari tidak terlalu tinggi di atas tepi langit. Adapun caranya adalah sebagai berikut: kita lihat dari belakang semat lurus ke arah matahari sedemikian rupa sehingga jarum jam dan semat jadi satu.  


Kemudian kita melihat pada skala derajat itulah baringan (asimut) matahari yang perlu diperhatikan selalu disini adalah bahwa jarum semat harus terpasang tegak lurus tepat di tengah-tengah piringan pedoman. 

B. Mengoperasikan Penjera Celah

Penjera celah benang, terdiri dan sebuah rangka dan kuningan, yang tidak bermagnit. Rangkanya terdiri dari:

  1. Rangka mendatar
  2. Rangka tegak dua buah, dihubungkan dengan engsel pada rangka  mendatar
  3. Cermin berwarna


Pada bagian tengah dari rangka mendatar yang tercelah, terdapat sebuah lubang. Lubang tersebut harus ditempatkan di dalam / pada paku atau alas yang terdapat di tengah-tengah piringan pedoman. 


Bentuk rangka yang mendatar berupa sebuah batang yang tercelah di bagian tengahnya, di tengah celah dan rangka batang dipasang benang / tab kecil atau bentuknya dapat berupa sebuah rangka lingkaran yang besarnya sesuai dengan lingkaran piringan pedoman.  Rangka tersebut harus dapat diputar bebas di atas kaca piringan pedoman, Salah satu rangka yang tegak juga memiliki sebuah celah yang cukup besar disebut Penjera Celah. Rangka tegak lainnya juga memiliki sebuah celah yang dipasangi sebuah benang / tali kecil dan disebut Penjera benang. 


Di bagian rangka terakhir ini pada rangka mendatar terpasang sebuah kaca berwarna gunanya untuk memperoleh bayangan matahari yang sesuai. Kedua rangak tegak dan kaca berwarna terpasang pada rangka mendatar dengan engsel sehingga mudah dilipat untuk disimpan.  Yang perlu diperhatikan pada saat dipergunakan untuk mengambil baringan adalah bahwa penjera celah dari penjera benang harus dipasang benar-benar tegak lurus pada rangka mendatar. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut: Setelah alat terpasang dengan baik dan benar di atas piringan pedoman, maka alat itu diarahkan ke sebuah benda bantu navigasi. Dengan memutar seperlunya, kemudian melihat melalui bagian belakang penjera celah ke arah penjera benang lurus ke benda bantu navigasi sehingga benang dan benda terlihat jadi satu. Besarnya sudut baringan / arah benda bantu navigasi dapat dibaca pada skala derajat piringan pedoman. 


Baca Juga : Istilah Pokok Dalam Olah Gerak Kapal


Skala derajat yang dimaksud adalah skala yang ditunjuk oleh ujung runcing rangka mendatar di bawah penhera benang atau skala derajat yang terpotong oleh benang mendatar pada rangka mendatar.  

Gambar Panjera Celah Sumber : @net

Model lain dan alat baring penjera celah yang lebih baik dan sempurna adalah Azimuth Circle.   

Gambar Azimuth Circle Sumber :@net/Google Img

Azimuth circle adalah sebuah alat baring serupa dengan alat baring pejera celah benang yang dapat digunakan untuk membaring bendaangkasa matahari secara lebih baik. Maka baik bentuk maupun konstruksi Azimuth Circle hampir serupa dengan pejera celah benang. Hanya ada tambahannya, yaitu dalam arah tegak lurus pada arah pandangan rangka penjera, celah dan penjera benang, terpasang pada rangka mendatar yang bentuk lingkaran sepasang peralatan tambahan, dirancang khusus untuk menghitung azimuth matahari.


Baca Juga : Definisi Dan Beragam Istilah Olah Gerak Kapal Penangkap Ikan


Salah satu dari peralatan tersebut adalah sebuah prisma pantul 45°, yang  ditempatkan di dalam rumah logam yang dimiliki sebuah celah sempit. Melalui celah tersebut berkas sinar dari matahari, dapat lewat. Tepat di seberang dari prima tersebut di pasang sebuah rennin cekung kecil.

Cara penggunaannya adalah sebagai berikut : 

Untuk menghitung atau membaring benda bantu navigasi biasa (benda bumiawi) caranya adalah sama seperti dengan alat barang celah benang. Apabila akan membaring matahari / menghitung Azimuth matahari, maka Azimuth Circle diputar seperlunya menghadap dan posisi cermin cekung dan prisma pantul diatur demikian sehingga berkas akan diterima rennin kemudian dipantulkan ke prisma.


Oleh prisma berkas sinar matahari tersebut pada kaca penutup piringan pedoman. Dan besamya azimuth matahari adalah sama dengan skala derajat yang dikenal oleh Sinar pantulan dari prisma. Pada azimuth circle ini juga ditambahkan dua buah waterpas, untuk menjamin agar Azimuth circle benar-benar dalam keadaan putar pada saat mengambil Azimuth matahari, sehingga diperoleh hasil yang tepat.

Perawatan Alat Baring 

Setelah digunakan, alat ini harus disimpan di dalam kotaknya dan ditempatkan jauh dari pengaruh medan magnet di kapal. Umumnya disimpan di dalam lemari di anjungan atau di kamar peta. Secara berkala dan teratur alat ini ini harus dibersihkan dari kotoran dan debu melekat.


Baca Juga : Soal Dan Jawaban Bangunan Kapal Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan


Pandangan keliling sekitar pedoman menjadi terhalang untuk mengambil suatu baringan. Maka untuk menanggulangi hal tersebut terutama di kapal-kapal yang lama ditempatkan beberapa buah pelorus (pedoman tiruan), ditempat-tempat yang sesuai sehingga pengambilan baringan dapat dilakukan.


Biasanya pelorus ditempatkan di kiri dan akanan anjungan (wing bridge), di buritan dan sebagainya. Di kapal-kapal modern dimana digunakan pedoman gyro, sebagai ganti pelorus biasanya ditempatkan pedoman gyro pengulang (gyro repeaters).


Sebuah pelorus sebenarnya hanyalah sebuah cincin logam biasa terbuat dari kuningan dan tidak bermagnit, dipasang secara mendatar melalui/dengan cincin lensa. Keseluruhannya ditempatkan pada suatu kerangka-kerangka tegak setinggi kurang dari 1,5 meter.


Baca Juga : Ringkasan Materi Menjangka Peta Dan Benda Bantu Navigasi


Pada tepi dalam cincin tersebut diberi skala derajat mulai dari 0o sampai 360o sesuai dengan arah putaran jarum jam. Piringan pedoman terpasang dengan rapi pada bagian dalam cincin di dalam rumah ketel pedoman keseluruhannya dapat diputar bebas. Setiap skala derajat dapat diatur/dipasang segaris dengan garis layar kapal. Diatas piringan pedoman dapat ditempatkan model alat baring jarum semat, penjera celah benag atau azimuth circle yang harus dapat berputar dengan bebas untuk mengambil baringan.

Gambar Pelorus Sumber : @net/Google img


C. Cara Menggunakan Pelorus

Untuk memperoleh baringan sejati, maka skala derajat pelorus yang besarnya sesuai dengan haluan sejati kapal ditempatkan/dipasang pada tepat layar pelorus-nya(sama dengan garis layar kapal). Baringan dilakukan harus lebih dari satu kali (3 sampai 4 kali).


Baca Juga : Bacaan Ringan Anak Ikan : Ketentuan Umum Dan Istilah Kelautan Dan Perikanan


Hasil rata-ratanya adalah baringan sejati benda bantu navigasi yang bersangkutan. Untuk memperoleh baringan relative, maka skala derajat 0 pelorus dipasang tepat pada garis layar kapal. Setiap kali perwira mengambil baringan, juru mudi harus melihat penunjukan pada skala derajat pedoman kemudi. Selanjutnya hasil baringan pelorus harus diperbaiki dengan salah tunjuk untuk mendapatkan baringan sejati.

Alat Baring Thomson

Alat baring ini sama baiknya dengan azimuth circles, malahan dalam beberapa hal lebih praktis.

Alat baring ini digunakan dengan mudah balk untuk membaring benda atau navigasi (bumiawi) maupun benda angkasa seperti matahari, dan dapat ditempatkan hampir setiap piringan pedoman yang memiliki tuas atau paku di tengah-tengahnya.

Gambar Alat Baring Thomson Sumber :@net/Google img

Alat baring Thomson terdiri dari :

  1. Rangka (R) 
  2. Semat (S)
  3. Pegas (P)
  4. Lensa (L)
  5. Prisma (lvi)
  6. Anak panah penunjuk Skala (A)

Rangka alat baringan ini dibuat dari kuningan yang tidak bermagnit : diperlengkapi dengan sebuah Jarum semat. Di bagian tengahnya di bagian tengah rangka berlubang-lubang berlektuk untuk menempatkan rangka mendatar di tengah-tengah piringan pedoman. Rangka diperlengkapi pula dengan sebuah pegas sehingga dapat berputar bebas keliling tuas. Di atas pada bagian depan rangka ditempatkan sebuah tabling secara miring. Di dalam tabling ditempatkan sebuah lensa cembung. Pada ujung bagian depan rangka berimpit dengan titik  okus lensa. Tepat di ujung atas tabling terdapat rumah untuk menempatkan suatu prisma pantul yang dilengkapi dengan kaca berwarna. Prisma ini dapat diputar sehingga dapat disesuaikan untuk membaring benda bantu navigasi dan benda angkasa.


Baca Juga : Soal Dan Jawaban Prosedur Darurat Dan SAR


Cara menggunakannya sebagai berikut :  

Pada saat kita akan membaring benda bantu navigasi maka alat baring Thomson kita arahkan ke benda yang bersangkutan. Dari arah belakang semat dan melalui bagian tepi prisma yang berlekuk (di bagian tengah) kita harus melihat lurus ke arah benda bantu navasgasi jadi satu. Untuk melihat besar baringan, maka harus diarahkan pada prisma sehingga anak panah penunjuk Skala derajat yang merupakan besarnya baringan dari benda bantu navigasi yang bersangkutan. 


Pada saat kita akan membaring / mengambil azimuth benda angkasa seperti matahari maka alat baring Thomson kita arahkan ke tepi lain di bawah benda angkasa yang bersangkutan.  Kita melihat dari arah belakang semat ke arah prisma. Prisma kita putar sedemikian rupa sehingga bayangan berkas sinar dari benda angkasa seperti matahari, akan dipantulkan ke lensa cembung. Oleh lensa berkas sinar tersebut, akan terlihat berupa bayangan dari matahari, tepat di depan anak panah penunjuk,  Maka kita akan melihat bayangan matahari ini dari skala derajat yang terkena bayangan tersebut melalui prisma sehingga dapat dibaca hasil baringan dari benda angkasa matahari. 


Baca Juga : Materi I Pembelajaran Jarak Jauh Prosedur Darurat Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan Semester Genap


Apabila tidak digunakan maka alat baring ini diangkat dari atas pedoman dan disimpan di kotaknya, di tempat yang bebas dari pengaruh magnit sekitarnya. Selanjutnya secara teratur alat ini harus dibersihkan dari debu dan kotoran.

Catatan :

Pada saat membaring benda angkasa agak tinggi, besar kemungkinan akan terjadi kesalahan baring, terutama karena kedudukan pedoman dan alat baring Thomson tidak datar betel, akibat kapal yang oleng. Sebaiknya tidak membaring benda angkasa yang lebih tinggi dari 30°.



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!