Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Bagian 2 Bolehkah Umat Katolik Merayakan Natal Sebelum Tanggal 25 Desember? - unclebonn.com

Tuesday, December 6, 2022

Bagian 2 Bolehkah Umat Katolik Merayakan Natal Sebelum Tanggal 25 Desember?

https://www.unclebonn.com/2022/12/bagian-2-bolehkah-umat-katolik.html

Ada seorang kenalan saya non Katolik bertanya demikian: “Mengapa Gereja Katolik belum boleh merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember? Padahal Natal itu hanya suatu bentuk peringatan kelahiran Yesus. Yesus telah lahir maka peringatannya bisa dilakukan kapan saja. Itu lumrah dan tidak perlu dipersoalkan. Lagi pula tidak ada informasi yang jelas dari Kitab Suci kapan Yesus itu dilahirkan?


Peringatan Yesus lahir pada tanggal 25 Desember itu perkiraan saja, karena Gereja Timur seperti Ortodoks merayakan Natal tanggal 7 Januari”. Kemudian teman tersebut melanjutkan, “kalau alasan yang digunakan adalah agar tidak mengganggu suasana Adven atau Penantian, maka itu juga kurang tepat. 


Baca Juga : Natal Sebentar Lagi, Yuk Simak 11 Fakta Menarik Seputar Natal!


Menurut teman tersebut, Penantian atau Adven itu mengacu pada kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Oleh karenanya waktu yang digunakan untuk menanti itu tidak terhitung. Sementara orang Katolik menghitung masa penantian itu hanya dalam empat minggu. Ini tentu perhitungan yang sangat tidak tepat dan tidak ada pendasaran yang memadai. Apa pendapatnya?


Mungkin pemikiran seperti inilah yang mendasari beberapa Gereja non Katolik sehingga mereka membolehkan merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember. Kita juga curiga bahwa cara berpikir ini, banyak diadopsi juga oleh orang Katolik sehingga mereka terlibat sangat aktif dalam perayaan Natal sebelum tanggal 25 Desember atau bisa jadi juga karena orang Katolik sendiri tidak mengerti, sehingga ikut membeo saja. Sebagai orang Katolik ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, mengapa Gereja belum merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember.


Baca Juga : Catatan Awal Tahun 2022: Natal Bersama SMK Negeri 1 Pandawai 07 Januari 2022


Apa alasan-alasannya?


Pertama, dalam Gereja Katolik dikenal istilah tahun liturgi. Tahun liturgi berisi masa perayaan-perayaan liturgi yang sudah dirumuskan sedemikian rupa dan berlangsung dalam satu tahun. Perayaan masa liturgi selama satu tahun tersebut tidak ditentukan begitu saja tetapi mengacu kepada tradisi, kitab suci dan akal budi manusia yang berproses dalam waktu. Dalam masa liturgi itu, terkandung waktu atau masa kapan perayaan itu diadakan. Karena semua sudah tercantum dalam penanggalan kalender liturgi maka semua perayaan ada saat dan waktunya. 


Saya ingat dalam kalender penggalan liturgi semuanya sudah jelas tanggal-tanggal perayaan itu.


Misalnya perayaan Natal tercantum dalam kalender liturgi jatuh pada tanggal 25 Desember bukan tanggal lainnya. Kalau perayaan Natal jatuh pada tanggal 25 Desember ya dirayakan pada tanggal 25 Desember bukan dirayakan tanggal 3, tanggal 5 atau tanggal berapa saja semau kita. Untuk segala sesuatu di bawah bumi ini ada waktu dan saatnya, demikian kata pengkotbah. Untuk memberi bobot dan makna yang mendalam pada perayaan, maka orang Katolik merayakan sesuai saat dan waktunya.


Baca Juga : Catatan Admin : "Natal Online Dan Tradisi Natal" Di Masa Covid-19


Menurut saya aneh, misalnya ada sekelompok orang yang datang ke rumah kita merayakan hari ulang tahunmu pada tanggal 5 Mei, padahal kamu lahir pada tanggal 27 Mei, misalnya. Tentu kalau dipaksakan, ini memungkinkan dilakukan, tetapi tetap saja membawa kesan aneh secara logika dan kerancuan akal sehat, kendati pun dimaknai hanya sebagai moment peringatan. 


Orang Katolik tidak merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember, itu karena hanya mau memberi bobot dan makna pada waktu atau saat dari terjadinya peristiwa kelahiran Kristus. Maka kalau ada yang merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember maka pertanyaan saya adalah Yesus Kristus mana yang mereka rayakan kelahirannya. Kalau Yesus Kristus Sang Juruselamat, ya lahir-Nya tanggal 25 Desember, dan banyak Gereja selain, juga Gereja Katolik sepakat dan mengakui bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember berdasarkan penanggalan kalender Gregorian dan kita semua menggunakan penanggalan itu.


Apakah tanggal 25 Desember itu tanggal yang tepat kelahiran Yesus ataukah itu hanya perkiraan saja?


Itu yang mau Kaka jelaskan pada poin yang kedua ini, bahwa perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember memang itu suatu perkiraan, tetapi itulah waktu yang paling tepat kalau kita mengacu pada kalender Gregorian. Semua orang di Indonesia bahkan hampir seluruh dunia menggunakan penanggalan Kalender Gregorian sebagaimana yang kita gunakan saat ini. 


Baca Juga : Selamat Datang Desember Dan Selamat Datang Natal


Sebelum Kalender Gregorian, ada penanggalan Kalender Julian, tetapi itu sedikit ribet karena adanya penambahan tahun kabisat pada waktu-waktu tertentu, sehingga perhitungan menjadi ribet. Karena itulah untuk lebih memudahkan perhitungan, orang lebih memilih penaggalan kalender Gregorian. Namun masih ada satu dua negara bekas Kristen yang menggunakan kalender Julian. 


Oh masih ada juga yang menggunakan kalender Julian ya?


Iya. Misalnya Rusia yang mayoritas ortodoks, mereka masih menggunakan kalender Julian, sehingga hari Natal mereka jatuh pada tanggal 7 Januari. Sedikit berbeda dengan Armenia, kendati menggunakan kalender yang sama, yaitu Kalender Julian, tapi hari Natal mereka jatuh pada tanggal 6 Januari. 


Disini sudah nampak bahwa selalu ada penafsiran tanggal yang berbeda dari sistem kalender Julian. Yang membuat heran adalah semua orang Indonesia menggunakan penanggalan Gregorian tetapi referensinya kepada Gereja Ortodoks di Rusia yang menggunakan kalender Julian, lalu meragukan tanggal 25 Desember itu sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Lagi-lagi disini ada yang aneh dengan cara berfikirnya.


Baca Juga : Kasih Nyata Seorang Saudara Seindah Kasih Natal


Benar juga ya?


Poin ketiga, tradisi bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember itu berakar dalam Kitab Suci. Dari injil Lukas 1:5, kita mendapat informasi tentang Zakaria yang bertugas di bait Allah. Zakaria waktu itu bukanlah imam utama, sehingga ia pun hanya memperoleh tugas pada hari-hari tertentu. Menurut para ahli dengan mengacu pada kebiasaan orang Yahudi, imam Zakaria bertugas di bait Allah pada hari penebusan dosa “atonement”. Atonement ini jatuh pada hari minggu kedua dalam bulan yang disebut Tishri. 


Pada kalender yang kita gunakan sekarang hari penebusan ini bisa jatuh kapan saja diantara tanggal 22 September sampai 8 Oktober. Selanjutnya dikatakan bahwa Zakaria dijumpai oleh Malaikat Allah ketika di dalam bait Allah dan diberitahukan kepadanya bahwa Elisbaet istrinya akan mengandung (Luk.1:24). Maka sejak saat itu konsepsi terhadap Yohanes mulai terjadi akhir September. Jika konsepsi itu berlangsung sembilan bulan maka Yohanes pembaptis akan lahir pada akhir bulan Juni. Maka itulah Gereja Katolik berani meneguhkan bahwa Yohanes pembaptis lahir pada bulan Juni tanggal 24.


Selanjutnya dikisahkan bahwa setelah Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel ia bergegas mengunjungi saudarinya Elisabet, yang pada saat itu dikisahkan telah mengandung dalam bulan yang keenam (Luk. 1:24-27,36). Jadi usia Yohanes dalam kandungan lebih tua enam bulan sejak Maria diberi kabar bahwa akan segera mengandung bayi Yesus. 


Baca Juga : Natal Adalah Perayaan Revolusi Cinta


Jika Yohanes pembaptis lahir pada tanggal 24 Juni ditambahkan enam bulan ke depan maka akan diketemukan tanggal 24-25 bulan Desember. Itulah data yang kuat digunakan oleh Gereja Katolik, mengapa 25 Desember adalah kemungkinan paling tepat Yesus dilahirkan. Jika Yesus dikandung selama sembilan bulan maka tanggal 25 Desember dikurangi 9 bulan maka kita peroleh bulan Maret tanggal 25. Inilah yang dipercaya sebagai saat Maria menerima kabar Sukacita dan dirayakan dalam Gereja Katolik. Dengan perhitungan seperti ini semua menjadi jelas.


Memang di luar sana tersebar banyak tulisan yang menyangkal bahwa Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Tetapi pertanyaan Kaka adalah mereka itu siapa? Mereka yang baru muncul kemudian, tidak mengalami dunia sejarah kekristenan dan berasal dari luar dunia lain, dan kamu lebih mendengarkan pendapat mereka ketimbang apa yang ada dalam Kitab suci, tradisi dan yang dilakukan turun temurun oleh Gereja. Adalah suatu kebodohan, ketika kita berlagak kritis tetapi menggunakan data yang tidak jelas asal usul rimbanya. Kembali ke poin pembahasan kita. Tidak ada alasan lagi untuk meragukan bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember. Dengan demikian tak ada alasan juga untuk merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember.


Terus bagaimana soal Adven yang dia singgung dalam pertanyaannya tadi?


Baca Juga : Pria Di Gubuk Sederhana Itu


Soal Adven, supaya kalian tahu bahwa Adven dalam tradisi Gereja Katolik yang berlangsung empat pekan tidak dimaksudkan sebagai penantian kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya. Tetapi penantian untuk mengenang kelahiran Yesus Krsitus yang telah terjadi. Kendatipun Gereja Katolik percaya bahwa Kristus akan datang untuk kedua kalinya tetapi waktu dan saat kapan datangnya adalah suatu misteri.


Karena itu Gereja Katolik tidak akan merepotkan diri menduga-duga kapan Yesus datang untuk kedua kalinya, karena hal itu hanya Tuhan yang tahu. Masa Adven yang berlangsung selama empat pekan adalah kesempatan bagi orang Katolik untuk membuat persiapan yang layak bagi dirinya, agar layak didatangi dan menerima sang juru selamat lahir dalam hidupnya. 


Disini Adven lebih dipahami sebagai masa pertobatan diri, atau masa memulihkan diri dengan segala harapan dan niat baik yang nantinya menyatu dan diteguhkan pada peristiwa kelahiran Yesus Kristus.


Penulis : MYB 


Catatan : Tulisan ini sudah diedit sesuai kebutuhan blog. Terima kasih 


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!