Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Definisi dan Beragam Istilah Olah Gerak Kapal Penangkap Ikan - unclebonn.com

Thursday, January 13, 2022

Definisi dan Beragam Istilah Olah Gerak Kapal Penangkap Ikan


Menurut Capt. Djoko Subandrijo, MM. (2011:1-5) Pengertian olah gerak dan Pengendalian kapal adalah merupakan suatu hal yang penting untuk memahami beberapa Gaya yang mempengaruhi kapal dalam gerakannya. Jadi untuk dapat mengolah gerakkan kapal dengan baik, maka terlebih dahulu harus mengetahui sifat sebuah kapal dan bagaimana gerakannya pada waktu mengolah gerak yang tertentu dan mempelajarinya. 


Berikut admin sajikan berbagai definisi dan istilah tentang olah gerak kapal penangkap ikan. Kiranya apa yang disajikan ini bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan. 


KB 1 : Olah Gerak dan Pendendalian Kapal Perikanan

 

1.  Pengertian dari Olah gerak kapal adalah kemampuan untuk menguasai kapal dalam keadaan diam ataupun bergerak untuk berpindah dari kedudukan semula dari suatu tempat ketempat lain yang dikehendaki

2.    Baling-baling tunggal (single screw). Baling-baling tunggal yang digunakan adalah baling-baling putar kanan, artinya jika mesin atau baling-baling maju, maka baling-baling akan berputar ke kanan searah jarum jam, begitupun sebaliknya jika kapal mundur (mesin mundur)

3.    Baling-baling daun ganda (Twin screw). Jenis daun baling-baling ganda umumnya adalah baling-baling ganda putar luar (out turning propeller) yaitu baling kanan putar kanan dan baling kiri putar kiri

4.    Baling-baling daun tiga (Triple Screw). Kedudukan tiga baling-baling tersusun masing-masing satu buah baling-baling di tiap sisinya (sisi kanan putar kanan dan sisi kiri putar kiri) dan satu tepat di belakang kemudi (di tengah-tengah) memutar ke kanan. 

5.    Baling-baling daun empat (Quadruple Screw). Baling-baling daun empat sistem putarannya adalah sistem putar luar artinya bahwa dua baling-baling sebelah kanan a berputar kanan dan dua baling-baling kiri berputar kiri

6.    Keadaan mesin maju, kapal diam, dan kemudi tengah-tengah. Akibatnya, buritan kapal akan terdorong ke kanan, haluan ke kiri (Gerakan kapal I). Setelah mesin maju, maka air baling-baling yang ditolak ke belakang berbentuk spiral dan mengenai ke dua belah sisi kemudi.

7.    Keadaan mesin mundur, kapal diam, dan kemudi tengah-tengah. Akibatnya, buritan didorong ke kiri, haluan ke kanan (gerakan kapal II) gerakan I dan gerakan II sama-sama menghasilkan buritan ke kiri, maka kapal diam, mesin mundur, kemudi tengah-tengah, maka buritan didorong ke kiri dan haluan ke kanan.

8.    Keadaan mesin mundur, kapal berhenti terapung, dan kemudi tengah-tengah.

9.    Sarat kapal. Makin besar sarat, berarti makin besar displacement (berat benaman), mengakibatkan kemampuan olah gerak kapal itu makin berkurang karena masa kapal itu bertambah besar.

10. Trim adalah selisih antara sarat kapal bagian haluan dan belakang  buritan. Trim belakang (Stuurlast = dongak) ialah sarat belakang lebih besar dari sarat depan. Trim depan (Koplast = nungging) ialah sarat depan lebih besar dari sarat belakang. Pemuatan/stabilitas kapal.

11. Kapal dengan muatan penuh kemampuan olah geraknya lebih baik daripada kapal kosong. Pembagian muatan di atas kapal juga sangat mempengaruhi sifat olah gerak kapal itu. Bila pembagian muatan di atas kapal sedemikian rupa sehingga bagian muka dan belakang lebih berat pada bagian tengah.

12. Teritip pada lambung kapal. Pada kapal yang lama berdiam di air laut, maka akan ditempeli teritip pada bagian lunas kapal. Hal ini akan mengganggu proses olah gerak kapal karena makin lama akan makin tebal dan akan memberi tambahan bobot pada kapal.

13. Waktu olengan kapal adalah waktu lamanya kapal mengoleng, yang dihitung dari posisi tegak, mengoleng ke kiri terjauh, kembali tegak semula, kemudian mengoleng ke kanan terjauh dan kembali ke posisi tegak semula lagi.

14. Periode gelombang semu adalah waktu yang diperlukan sebuah kapal untuk menjalani satu  kali panjang gelombang, dihitung dari puncak gelombang ke puncak gelombang selanjutnya

15. Pengaruh angin.  Angin sangat berpengaruh terutama pada tempat-tempat yang sempit apalagi pada kapal yang sedang kosong tanpa muatan. Dalam kondisi tertentu angin dapat dipergunakan untuk membantu mempercepat olah gerak kapal. 

16. Pengertian arus adalah gerakan dari air dengan arah dan kecepatan tertentu, menuju ke suatu tempat. Ada dua jenis arus yaitu arus tetap dan arus tidak tetap.

17. Mengemudikan kapal adalah mengarahkan haluan kapal dalam berlayar  menuju ke suatu tujuan.

18. Pengertian dari cuaca buruk adalah suatu kondisi disebabkan angin, ombak, dan penyebab lainnya. Oleh karena, itu cuaca buruk kapal mengalami rolling (mengoleng) ataupun pitching (mengangguk) yang dapat mengganggu dan menghambat pelayaran sekaligus menimbulkan kerusakan.

19. Menyongsong ombak dari depan. Berlayar menyongsong ombak yaitu berlayar saat ombak dari arah depan kapal

20. Ombak dari lambung kapal. Pada kapal-kapal kecil, apabila ombak yang datang ke lambung kapal  akan membuat kapal oleng (rolling)

21. Berlayar mengikuti ombak. Pada kapal ukuran kecil, cara berlayar seperti ini akan membahayakan.  Bahaya-bahaya yang dapat terjadi adalah :

22. Broaching to, adalah Bagian haluan kapal terbanting oleh ombak yang bisa menyebabkan kapal terbalik.

23. Pooped, adalah Bagian buritan kapal terbanting oleh ombak yang bisa menyebabkan kapal terbalik.

24. Slip adalah berputarnya baling-baling dalam massa air yang tidak tetap, air akan dilempar ke belakang perpindahan air.

25. Jarak henti merupakan jarak yang ditempuh untuk kapal yang sedang maju  dengan kekuatan “maju penuh” melalui saat mesinya dijalankan mundur “mundur penuh” sampai pada saat kapal itu berhenti (diam) rata- rata jarak henti ± 5 X panjang kapal.

26. Crash stop apabila mesin hanya dihentikan saja dengan kapal terus bergerak kemuka tanpa menjalankan mesin mundur, maka olah gerak maju disebut “inertia stop”

27. “INERTIA STOP” jarak ± 1/10 x laju biasa (dalam mil)

28. Waktu henti adalah Waktu yang di tempuh untuk kapal yang sedang maju dengan kekuatan “maju penuh” mulai saat mesinnya dijalankan “mundur penuh” sampai kapal itu berhenti (diam).

29. Lingkaran Putar : lintasan yang dibuat oleh titik putar kapal, sejauh 360°, umumnya posisi haluan berada di dalam lingkaran putar dan posisi buritan berada di luar lingkaran putar.

30. Advance : Jarak yang ditempuh oleh titik G sejak kemudi disimpangkan hingga kapal berubah haluan 90° terhadap haluan semula.

31. Transfer : Jarak titik G tegak lurus terhadap haluan semula setelah kapal berubah 90° dari haluan semula Tactical

32. Diameter : Jarak yang dicapai ke kanan/kiri haluan semula, apabila putaran 180 telah selesai

33. Drift Angle : Sudut sembarang titik lingkaran putar dari garis singgung pada lingkaran putar titik dan garis lunas

34. Penyengetan kapal dipengaruhi oleh stabilitas kapal. Kedudukan semula  sebuah kapal dari dalam terpengaruh oleh perubahan berat atau muatan yang berpindah.

35. Periode Oleng kapal adalah lamanya oleng yang dijalani kapal dihitung dari posisi tegak, oleng terbesar kiri/ kanan, kembali tegak, oleng terbesar di sisi kanan/kiri dan kembali ke posisi tegak.

36. Arus adalah gerakan air dengan arah dan kecepatan tertentu menuju ke suatu  tempat tertentu.

37. Arus Timur adalah arus menuju ke timur. Rimban yang terjadi karena arus tergantung dari arah dan kekuatan arus dengan arah dan kecepatan kapal.

38. Berlayar ombak dari belakang/buritan adalah berlayar ketika berangin atau  berombak, mesin mundur atau maju pelan hingga buritan kapal akan menuju angin/ ombak.

 

KB 2 : Olah Gerak Saat Keluar Masuk Pelabuhan

39.        Kapal sandar dermaga adalah keadaan kapal yang sedang merapat didermaga diikat dengan tali kapal (mooring lines) sehingga tidak dapat bergerak lagi, dan Dermaga adalah tempat untuk sandar kapal baik dengan konstruksi kayu, beton atau yang lainnya.

40.        Alur sempit adalah alur dimana keadaan perairan yang sempit dan kapal  yang berlayar di daerah alur pelayaran ini harus melayarkan sedekatnya dengan perbatasan luar alur pelayaran yang terletak di sisi lambung sebelah kanannya, selama keadaan aman dan dapat dilaksanakan.

KB 3. Olah Gerak Kapal Saat Berlabuh Jangkar

41.        Kapal berlabuh jangkar berarti kapal tersebut berhenti dan menurunkan sauh/ jangkar

42.        Jangkar kapal adalah alat yang digunakan untuk penambat kapal yang biasanya akan diturunkan ke dasar laut, sungai atau jenis perairan lainnya. Dengan adanya jangkar memungkinkan kapal agar tidak bisa berpindah posisi akibat dari hembusan angin, gelombang dan arus air.

43.        OHN yaitu one hour nautic artinya 1 jam sebelumnya, KKM, perwira jaga mesin diberitahu untuk mempersiapkan mesin (termasuk mesin jangkar, air deck, angin suling dll) ABK deck jaga juga diberitahu

39.        Berlabuh jangkar vertuien artinya berlabuh dengan dua jangkarTujuannya agar kapal tidak hanyut/ merewang ditempat yang arusnya kuat.

40.        Berlabuh Vertuien lurus adalah cara dimana menggunakan dua jangkar yang  jarak antara dari dua jangkar cukup jauh dengan lainnya, beserta rantainya merupakan satu garis lurus dan sejajar pada arah arus. Ini dilakukan ditempattempat yang tidak cukup untuk berputarnya kapal, bila berlabuh jangkar dengan cara biasa dan ditempat tersebut arus pasang serta arus surut bergantian secara teratur.

41.        Perairan dangkal adalah lautan yang meliputi semua permukaan perairan laut yang memiliki kedalaman kurang dari 200 meter

42.        Squat dapat diartikan pembenaman sejajar dan pengetriman. Bahaya kandas akan terjadi apabila dalam air hanya berbeda sedikit dengan sarat kapal. (kedalaman air, 1,5 x sarat kapal)

43.        Pengertian dari cuaca buruk adalah dimana keadaan laut yang dikarenakan  oleh angin ombak dan lain lain.

44.        Mengapung artinya membiarkan kapal mencari posisinya sendiri

45.        Righting Arm atau Momen Penegak jika kapal mempunyai stabilitas dalam keadaan lebih baik untuk melayarkan di laut yang berkecamuk.

46.        Pengertian dari Battling the Storm adalah cara bernavigasi dengan selalu menempatkan arah haluan kapal sampai ke arah datangnya menerjang gelombang. dengan cara ini paling aman karena beberapa dari segi aspek yang sudah dikaji terutama dari sisi stabilitas kapal dan kemampuan konstruksi kapal yang berada di keadaan sangat ekstrem.

 

KB 4 : Olah Gerak Kapal

47.        Kapal penangkap ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk menangkap ikan termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan ikan hasil tangkapan.

48.        Mengolah gerak kapal dapat diartikan sebagai penguasaan kapal baik dalam keadaan diam maupun bergerak untuk mencapai tujuan pelayaran aman danefisien, dengan mempergunakan saranayang terdapat dikapal itu seperti mesin, kemudi dan lain-lain.

49.        Alat Tangkap rawai atau biasa disebut dengan “longline” didefinisikan sebagai tali yang merangkai panjang

50.        Rawai tuna (Longline) adalah alat penangkap ikan yang termasuk kedalam kategori “line fishing” (rangkaian tali khusus penangkapan ikan) atau bisa juga kedalam golongan “hoke and line” (pancing dan tali).

51.        Branch line artinya tali cabang

52.        Bahan dari tali cabang biasanya sama dengan tali utama, perbadaanya hanya pada ukuran saja, dimana ukuran tali cabang lebih kecil dari tali utama. Satu set tali cabang ini terdiri dari tali pangkal, tali cabang utama, wire leader yang berfungsi agar dapatmenahan gesekan pada saat ikan terkait pada pancing, dan pancing yang terbuat dari bahan baja, biasnaya menggunakan pancing no.7.

53.        Suatu alat yang digerakkan secara mekanik untuk menarik rangkaian tali utama (main Line) pada waktu hauling

54.        Rangkaian komponen rawai tuna diantara dua “buoy” dinamakan “satu basket”

55.        Main line artinya tali utama

56.        Tali utama atau main line adalah bagian dari potongan-potongan tali yang dihubungkan antara satu dengan yang lain sehingga membentuk rangkaian tali yang sangat panjang. Tali utama harus cukup kuat karena menanggung beban dari tali cabang dan tarikan ikan yang terkait pada mata pancing. Pada kedua ujung pada main line dibuat simpul mata.Main line basanya terbuat dari bahan kuralon yang diameternya 0,25 inci atau lebih. Panjang main linetergantung dari panjang dan jumlah branch line, karena setiap penemuan kedua ujung main line merupakan tempat pemasanganbranch line.

57.        Olah gerak saat setting artinya olah gerak kapal disaat menurunkan alat tangkap longline

58.        Olah gerak saat drifting adalah olah gerak kapal saat menghanyutkan/mengapungkan alat tangkap longline

59.        Olah gerak kapal saat houling adalah olah gerak kapal dilakukan pada saat penarikan atau pengangkatan alat tangkap ke atas dek kapal.

60.        Pelampung bendera merupakan pelampung yang pertamakali diturunkan pada waktu setting dilakukan. Biasanya diberi tiang (dari bambu atau bahan lain) yang panjangnya bervariasi sekitar 7 m dan diberi pelampung. Supaya tiang ini berdiri tegak maka diberi pemberat.

61.        Haluan kapal saat houling dipertahankan membentuk sudut 30–45 arah main line yang muncul di permukaan air dalam tiga dimensi, dan hindari main line mengarah di bawah kapal atau arah buritan kapal.

62.        Kecepatan kapal menyesuaikan dengan keadaan main line, tidak boleh menimbulkan ketegangan tali, maka tali akan terpelintir dan menyebabkan branch line membelit main line atau main linenya yang putus.

63.        Setiap basket rawai tuna memerlukan waktu antara 3 sampai 4 menit untuk menariknya, sehingga untuk menarik 200 basket diperlukan waktu antara 10 sampai 13 jam, jadi dalam satu hari tuna Long line hanya dioperasikan satu kali

64.        Penangkap alat Trawl berasal dari bahasa Prancis “Troler” yang diartikan berarti tarik atau mengelilingi dengan cara ditarik dan juga Trawl istilah jaring tarik atau Pukat Tarik

65.        Penarikan alat tangkap di dalam air (towing) biasanya dilakukan pada kecepatan antara 3 hingga 5 knot (mil/jam).

66.        Towing dilakukan dalam waktu 2 sampai 3 jam di kedalaman perairan yang hampir sama kedalamannya.

67.        Dalam kegiatan olah gerak kapal saat penaikan alat tangkap yang harus diperhatikan pada saat haluan kapal melawan arus agar jaring tidak membelit oleh propeller. Jika terjadi gelombang besar hauling, dilakukan mengikuti gelombang.

68.        Papan pembuka mulut jaring (Otter board) adalah peralatan yang membantu untuk membuka mulut trawl terbuka pada saat alat dioperasikan (ditarik oleh kapal), karena memberikan gaya horizontal ke sisi luar mulut jaring.

69.        Tali penarik (warp) adalah tali yang menghubungkan antara alat tangkap dan kapal pada saat alat tangkap trawl dioperasikan

70.        Penarikan alat tangkap (towing) adalah lamanya alat tangkap dalam perairan setelah proses penurunan alat tangkap (setting) selesai

71.        Menaikan alat tangkap (hauling) adalah kegiatan penarikan alat tangkap ke atas deck kapal setelah penarikan alat tangkap (towing) dilakukan

72.        Pengertian Alat Penangkap Pukat cincin (Purse seine) umumnya disebut dengan “purse seine” adalah konstruksi alat penangkapan ikan terbuat dari lembaran jaring membentuk segi empat pada bagian atas dilengkapi pelampung dan bawah dilengkapi pemberat serta tali kerut (purse line) yang berguna menyatukan bagian bawah jaring supaya ikan tidak meloloskan dari bawah (vertikal) dan samping (horizontal).

73.        Purse seine memiliki sifat alat tangkap aktif menggurung kawanan ikan kemudian tali kerut (purse line) ditarik menjadi jaring membentuk kantong yang besar, sehingga ikan-ikan dapat terkurung

74.        Kecepatan kapal saat melakukan pelingkaran antara 6–8 knot tergantung kekuatan mesin utama

75.        Diameter melingkar 50 meter pada ikan sebagai targetnya

76.        Olah Gerak Saat Penaikan Purse seine Hauling dilakukan dengan memastikan posisi kapal sama dengan posisi kapal pada saat awal Setting yakni arah angin dari lambung kanan dan arah arus dari lambung kiri kapal. Dimana arus sangat berpengaruh karena jaring bisa masuk ke dalam bawah kapal.



Baca Juga : 

  1. Soal Dan Jawaban Bangunan Kapal Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran - Blended Learning Berbasis Blog

 

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!