Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Yang Terdalam - unclebonn.com

Tuesday, January 18, 2022

Yang Terdalam

https://www.unclebonn.com/2022/01/yang-terdalam.html

Kamu masih muda. Namun kamu memikul beban besar. Beban hidupmu bersama biji matamu. Ya bagiku itu malaikat penghiburmu dari benih cinta yang tak terukur. 


Ini sebuah goresan rahasia hidup. Biarlah kasih ini berjalan dalam kesenyapan. Jangan mengumbar kasih sekedar ingin dipuji atau mengikat orang lain dengan kuasa kebaikan


Ku dengar engkau keras kepala. Menerima segala sesuatu walau sampai fisikmu disiksa. Katanya demi mempertahankan sikap dan keputusanmu itu. Kamu suka melawan karena cara berpikirmu itu walau itu keliru. Ku pikir itu salah. Kenapa? 


Baca Juga : Rosario Pemberian Bunda Maria


Orang akan berusaha tidak akan terjatuh pada lubang yang sama. Jika cara berpikir seperti itu sekali lagi bagiku Itu salah. Masa muda kita mesti belajar dari setiap kesalahan dan kekeliruan. Sadarlah akan itu.


Hari ini memang kamu masih muda. Sebagian beban hidupmu dan mereka masih ada yang menanggung. Kamu masih punya sandaran. Masih ada cinta dan kasih sayang dari orang-orang yang menyayangi kamu. Tapi semua ada batasnya. Mestinya mulai saat ini kamu harus bisa memiliki cara berpikirmu yang visioner. Yang melihat jauh kedepan. Bukan bawa asyik sendiri. Berpikir yang lebih detail bahkan memperhitungkan masalah potensial. Itu pesan dariku. 


Baca Juga : Jatuh Cinta Kembali Pada Gadis Remaja Itu


Aku hanya peduli dalam tataran kemanusiaan. Karena hanya ingin menciptakan sejarah sendiri sebagai manusia yang ingin menikmati pesona dalam kebaikan. Menikmati kemuliaan dari ajaran kasih yang tanpa pamrih. Nilai-nilai kemanusiaan yang sederhana. Ya yang bisa aku lakukan. Pada seseorang yang masih muda namun berbeban berat. Pada wanita muda sepertimu.


Lebihmu itu kamu bersikap apa adanya. Kamu menerima dalam sebuah pengertian. Akupun menyadari jikalau ada kekaguman itu wajar. Namun serahkan pada yang kuasa. 


Baca Juga : Seribu Rindu Untuk Kalian


Jika kamu kedepan telah menjadi seekor burung Garuda dengan kepak sayapnya yang kuat dan cakar-cakar yang tajam silahkan tolaklah semua pemberian ini. Empati ini. Rasa solidaritas ini. Rasa kesetiakawanan ini. Tolaklah semua dan jika mau buanglah di tempat sampah. Jika berkenan simpan saja dihatimu jangan kau umbar lakukan kebaikan yang sama pada orang lain. Jika kelak kamu bisa.


Ini sebuah goresan rahasia hidup yang terdalam. Biarlah kasih ini berjalan dalam kesenyapan. Jangan mengumbar kasih sekedar ingin dipuji atau mengikat orang lain dengan kuasa kebaikan. Itu munafik. 


Baca Juga : Hijrah Cinta Tanpa Batas


Yakinlah kamu, jika manusia tidak menggapai segala tindakan kebaikanmu itu lebih baik karena Tuhan yang membalasnya. Mata Tuhan selalu tertuju pada setiap umatnya yang berniat baik melakukan kebaikan atas nama cinta kasih dan kemanusiaan. Tetap profesional dan penjarakan saja kekaguman itu dalam rasionalitas. Pahamkan?


Terima kasih Tuhan. Ajari aku untuk mengasihi. Jadikanlah diriku orang yang berguna. Yang terdalam. Amin. 


Baca Juga : Bukan Sekedar Puisi Cinta



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!