Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Ini Desember Kedua, Marcelino! - unclebonn.com

Wednesday, December 1, 2021

Ini Desember Kedua, Marcelino!

https://www.unclebonn.com/2021/12/ini-desember-kedua-marcelino.html

Kasih….,Desember ini telah kembali. Mestinya usai sudah keraguan ini. 


Dulu kamu selalu menuliskan puisi indah untuk aku.  Tentang Desember itu. Karena malu kamu menaruh sekuntum mawar jambu di mejaku persis di atas buku itu. Buku yang biasa aku baca. Kamu tahu bahwa aku selalu membaca buku itu. 


Baca Juga : Natal Dalam Kesederhanaan


Aku sudah bisa menebaknya siapa yang menaruh mawar itu. Hanya ada sepasang mata yang gemar menatap ku tajam namun lembut dan penuh harap.  Mungkin engkau saat itu berusaha agar aku memahami perasaanmu.  Tapi sayang bahwa aku pun ragu mengenai perasaanmu juga. 


"Benarkah dia menyukai aku?" Ini hanya kutebak saja. Aku tak mau gede rasa. Mungkin saat itu kamu hanya kasihan padaku.  


Baca Juga : Kasih Nyata Seorang Saudara Seindah Kasih Natal


Aku Lina wanita biasa. Namun maaf aku sedikit ambisius. Bukannya sombong ya. Namun aku ingin mengejar dulu impianku.  Walau orang tuaku mampu mereka mengajari anak-anaknya untuk berjuang dengan kemampuan sendiri. Selagi bisa, keep fighting. Itu yang kerap diajarkan mereka terutama pada kakak laki-laki kami yang pertama. Aku selalu mendengar nasihat itu.


Ini Desember kedua. Aku menanti engkau dengan sebuah kepastian. Datang dan berbicara pada ku tentang perasaanmu.  Kamu itu kan pria dewasa. Kamu baik. Kamu sudah sempurna. Mengapa kamu masih malu. Apakah kamu hilang kepercayaan diri jika datang padaku? 


Baca Juga : Pria Di Gubuk Sederhana Itu


Jujur. Aku sudah mendengar ungkapan kekaguman mengenai diriku. Kamu bilang aku cantik dengan sorot mata yang berbinar-binar. Rasanya mau pingsan setelah mendengar "mulut gram" dari temanmu itu. Aku juga kenal baik sama dirinya.  Si Rita, teman sekantor kamu itu. 


Lino,  kamu itu lugu apa polos ya? Baru kali ini aku baru dengar seorang pria yang menjadi incaran wanita lain lalu bilang kalau aku cantik? Gila! Benar-benar. Atau gara-gara pujianmu itu membuat aku galau?


Baca Juga : Darling 


Soal kecantikan itu aku sudah kehilangan kepercayaan diri. Aku sudah dibilang tomboy sejak aku kecil ditambah sama genk-ku. Namun aku tahu dulu aku dibisikin teman kalau aku punya potensi cantik,  hehe. Tapi aku geli kalau dibilang begitu. Memang menurutku aku tidak jelek-jelek amat. Kulit cukup putih. Wajahku cukup ayu. Kalau terkesan biasa mungkin kurang perawatan saja. Kurang maksimal maksudnya.  


Jujur akhir-akhir ini aku merindukanmu. Aku pun tahu kamu masih sendiri.  Mungkin juga kamu pun merindukan aku. Usia ku sudah 25 tahun kini. Wanita yang cukup matang, bukan?  Aku mau berusaha tampil feminim. Barangkali bisa mencairkan hatimu. Lino….Lino,  kamu itu keren tahu. 


Baca Juga : Natal Sebentar Lagi, Yuk Simak 11 Fakta Menarik Seputar Natal!


Kamu tak pernah berubah. Di masa SMA kamu hanya mengungkapkan perasaan sebagai remaja pria yang selalu menaruh sekuntum kembang di meja. Ah gila loe...caramu seperti drama sinetron saja. 


Setelah empat tahun berlalu pikirnya kamu sudah punya tambatan hati. Eh ternyata dirimu sama seperti diriku. Dikuliah itukan banyak cewek-cewek cantik. Tapi kenapa? Mengapa masih saja sendiri? 


Dalam keheningan saat ini datanglah dalam gelapnya malam. Kepadaku. Wanita yang selalu menanti kepastian. 


Baca Juga : Catatan Admin : "Natal Online Dan Tradisi Natal" Di Masa Covid-19


Ini Desember kedua, Lino. Mudah-mudahan kamu datang dan mengutarakan rasa hatimu. Kejujuranmu.  Tentu dengan cintamu. Jika tidak, selamat tinggal keraguanmu. Mungkin kamu kalah dengan pria berani lainnya.*



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!