Dedi Mulyadi (DM) saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Periode 2025 - 2030. Beliau melakukan gebrakan-gebrakan yang non populis dengan cara sederhana namun menantang. Pikirannya sederhana saja, tidak boleh ribet dalam melayani masyarakat.
Beliau mengusahakan kesejahteraan bagi rakyat dengan mendidik, melakukan banyak terobosan lainnya bahkan berani melakukan konfrontir (debat terbuka) dengan pihak manapun termasuk masyarakat kelas menengah kebawah.
Menurut saya, DM merupakan seorang kepala daerah yang dikategorikan pemimpin yang sudah putus urat takutnya.
Baca Juga : Dalam Konteks Demokrasi : Pemimpin Timbul karena Lingkungan Tidak karena Lahir atau Dilahirkan
Di awal tugasnya, Pak DM langsung memecat Kepala SMA Negeri 6 Depok karena alasan study tour. Kita bisa lihat kebijakan soal pajak kendaraan dan proses layanan pajaknya.
Dia pun berani bongkar Wisata Hibisc di Puncak, Bogor. Selain itu, DM juga blusukan ke kampung-kampung atau pemukiman kumuh dan bermasalah. Ia pun berani membuka ruang dialog dan bahkan jika adalah hal yang salah yang dilakukan oleh warganya, ia berani berdebat dengan warganya. Dan mengatakan itu salah.
Mestinya warga seperti ini “dielus-elus” bukan melakukan perdebatan agar mendapatkan simpati.
Baca Juga : Kekuatan Mimpi Ala Bupati Kupang, Yosef Lede
Contoh lain, dia berani memarahi warga yang kedapatan menjual miras oplosan. Berdebat soal pemukiman warga di lahan sengketa.
Ia segera mencarikan solusi saat itu juga untuk menyelesaikan permasalahan warganya. Bukan saja di Jabar, ternyata ia sudah melakukan aksi-aksi demikian saat masih menjabat Bupati Purwakarta.
Pembaca sekalian jarang ada pemimpin yang mau berdebat terbuka di tengah warga biasa seperti itu. Dalam kondisi tatap muka atau ditengah kerumunan.
Baca Juga : Mau Memilih Jalan Satria atau Jalan Raja?
Kita berharap semoga Pak DM mampu membawa warga Jabar semakin berkualitas dalam segala aspek kehidupan. Dan sekali lagi berharap Gubernur Dedi Mulyadi bisa menjadi inspirasi bagi pemimpin daerah lainnya di Indonesia | Salam Damai*



No comments:
Post a Comment
Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!