Secara etika dan moral seorang guru perlu menjaga sikap dan tutur katanya atau dengan kata lain guru perlu menjaga marwah dirinya. Ia perlu membangun keteladanan yang organik bukan sekedar pencitraan diri.
Lebih lanjut, seorang guru perlu menjadi seorang pribadi yang profesional dan melayani kalau meminjam ajaran Yayasan Astra (YPA-MDR). Dengan kata lain, guru tidak hanya profesional-nya yang dituntut tapi memiliki keterpanggilan dalam melayani, memenuhi, dan menyelesaikan permasalahan muridnya.
Segala sesuatu yang dilakukan secara terus menerus akan memengaruhi preferensi masyarakat
Baca Juga : Wibawa Guru
Secara profesionalitas, guru juga perlu dan terus mengembangkan dirinya. Dalam bahasa tren hari ini guru akan selalu meng-upgrade dirinya dengan pengetahuan yang up to date - terkini.
Nah, ketika guru memiliki karakter positif dan sekolah memiliki kualitas yang mumpuni tentu akan berdampak meningkatkan trust (kepercayaan) masyarakat. Ini yang harus menjadi komitmen diri dan kolektif segenap guru.
Sekolah Butuh Citra Positif dan Pencitraan
Output sikap profesionalitas dan kualitas pembelajaran dibuktikan dengan serapan lulusan. Misalnya bagi sekolah kejuruan (SMK). Penyajian data lulusan atau serapan lulusan melalui tracer study merupakan bagian yang positif dari citra sekolah. Ini akan menggambarkan profil lulusan SMK - salah satu indikatornya.
Baca Juga : Muara dari Dedikasi, Cerita Inspirasi Tiga Guru SMK Negeri 1 Pandawai yang Lulus PPPK
Sasaran pengembangan SMK saat ini bermuara pada tiga hal utama atau dikenal dengan istilah BMW (Bekerja, Melanjutkan Pendidikan dan Berwirausaha) melalui rumus 8 + i untuk mewujudkan tujuan sekolah impian.
Sehingga apapun visi sekolah harus mengacu pada dua hal tersebut. Dengan pemahaman ini maka guru-guru wajib mengambil peran.
Salah satu peran yakni bagaimana membagi informasi positif tentang perkembangan sekolah seperti : program-program sekolah, kegiatan-kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler yang memang dibutuhkan masyarakat.
Baca Juga : Pertarungan Guru Hari Ini
Kenapa itu mesti dilakukan secara rutin? Biar masyarakat bisa menilai dan memilih sekolah impian bagi masa depan anak mereka.
Kekuatan Sosmed
Kita menyadari bahwa saat ini kita sedang mencari peluang cuan dari FB Pro (Facebook Profesional-red). Alangkah baiknya kegiatan sekolah terus menjadi bagian dari eksistensi kita di dunia maya. Dititik ini saya katakan guru merupakan duta sekolah. Singkatnya kalau mau ngonten jangan lupa sekolahmu.
Biar kita ketahui bersama bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara terus menerus akan memengaruhi preferensi masyarakat.
Baca Juga : Kesejahteraan Guru
Mau tahu lagi? Saat ini jumlah siswa menentukan kesejahteraan guru dan kemajuan satuan pendidikan. Karena kuota dana BOS, tambahan penghasilan guru (TPG) bagi guru-guru bersertifikat pendidik tergantung dari banyak tidaknya rombongan belajar (kelas). Mau banyak rombongan kelas mesti banyak siswanya.
Oleh karena itu, mari kita bekerja kolaborasi dalam membangun ekosistem sekolah yang berkarakter, profesional dan akademis. Sehingga sekolah kita menjadi sekolah yang diminati dan menjadi pilihan utama bukan second class | Salam Damai



No comments:
Post a Comment
Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!