Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Ku Tanya Pada Ibu Pertiwi - unclebonn.com

Sunday, November 7, 2021

Ku Tanya Pada Ibu Pertiwi

https://www.unclebonn.com/2021/11/ku-tanya-pada-ibu-pertiwi.html

Sore ini saya merasa begitu sentimentil. Sedih dan hati ini berantakan. Entah lelah atau apa penyebabnya. Itu terjadi lantaran setelah membaca berita-berita online yang penuh dengan ungkapan sarkastik dari mereka yang terhormat. Itu sungguh membuat saya sedih dan penasaran apa gerangan yang terjadi dengan negeri ini? 


Baca Juga : Jangan Larang Guru Berpolitik


Negeri ini awalnya dikenal dengan negeri yang ramah. Negeri yang santun. Negeri yang penuh dengan semangat welas asih.  Tapi kini berubah menjadi bangsa pemarah. Sebuah bangsa yang orang-orang berubah menjadi beringas.  Bangsa yang tidak lagi menghargai pemimpin-pemimpinnya. Semua mau menjadi penguasa-penguasa kecil. Semua orang dihadapannya bagai hewan kandangan. 


Hujat menghujat itu sekarang menjadi seni baru dalam tradisi politik di negeri ini. Kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi diganti dengan pemahaman agama yang sempit. Mereka menjadi hakim atas nama Tuhan. Gilakan? 


Baca Juga : Gula-Gula Agama


Para pemimpin miskin keteladanan. Mereka sudah mengabaikan apa yang menjadi nilai-nilai budaya yang menjunjung tinggi adat ketimuran. 


Ibu pertiwi apa yang terjadi dengan bangsa ini? 


Mengapa kau biarkan semua ini terus terjadi? Apakah memang ini sudah menjadi sebuah takdir dan negeri ini harus berakhir?


Baca Juga : Harta, Tahta Dan Wanita


Jangan terlelap hai ibu pertiwi. Bangun dan bangkitlah. Jangan biarkan anak-anakmu tercerai berai oleh syahwat kekuasaan oleh opini politik sesat. Jika kau biarkan  yang terhormat itu kalap  mereka akan bertindak dengan "buta tuli" yang penting nafsunya terpuaskan.


Ibu pertiwi, kau telah wariskan harta bagi negeri ini. Nenek moyang kami bilang: gemah ripah loh jinawi. Negeri yang kaya raya.  Biarlah kekayaan ini kami kelola dengan rasa penuh keadilan tanpa saling menghabisi. 


Baca Juga : Lingkaran Dalam


Ibu pertiwi hadirlah dalam rupa dewi keadilan dengan rupa yang penuh cinta. Cinta kepada anak bangsa tanpa batas. Jadikan bumi kami berpijak ini tempat kami melaksanakan ibadah yang tentram dan damai. Singkirkan ego mereka dan jauhi dusta. Biarlah negeri ini menjadi negeri yang penuh cinta. Yang rakyatnya ramah-ramah dan saling mengasihi.


Kami yakin cinta bunda pertiwi tak lekang oleh waktu. Kau terus daraskan doa dan harapan untuk negeri yang kaya raya ini. Dengan doamu kau ingin bangsa yang besar dan berdaulat.*


Baca Juga : Bahasa Rakyat, Modal Sukses Untuk Para Calon Legislatif


Refleksi, Suatu waktu di 6 November 2016 



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!