Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Pertanyaan Seputar Hosti dan Anggur Saat Misa dalam Kalangan Gereja Katolik - unclebonn.com

Tuesday, July 11, 2023

Pertanyaan Seputar Hosti dan Anggur Saat Misa dalam Kalangan Gereja Katolik

https://www.unclebonn.com/2023/07/pertanyaan-seputar-hosti-dan-anggur.html

Apakah hosti yang sudah dikonsekrir itu bisa rusak atau berjamur? Kalau rusak atau berjamur lalu diapakan? Terus, bagaimana kalau hosti jatuh di tanah dan menjadi kotor?


Hosti yang sudah dikonsekrasikan menghadirkan Yesus Kristus secara nyata tetapi speciesnya ya tetap roti biasa. Karena itu, hosti itu juga bisa rusak atau berjamur. Demikian pula, jika hosti itu kebetulan jatuh di tanah dan kotor, maka hosti itu juga bisa dipandang sebagai roti yang rusak. Hosti yang rusak atau kotor bisa direndam dalam air sampai larut menjadi tepung biasa. Dengan hilangnya bentuk roti, maka kehadiran nyata Yesus Kristus juga tidak ada. Larutan air dengan tepung itu kemudian bisa dibuang di tempat pembuangan khusus untuk bekas benda-benda suci. Tentu saja semua itu haruslah diperlakukan dengan penuh hormat.


Mengapa hosti yang baru diterima harus langsung dimakan? Apakah boleh dibawa ke tempat duduk baru kemudian dimakan?


Baca Juga : Sekiranya Kamu Perlu Memberinya Anggur Asam


Semua itu hanyalah karena alasan praktis yaitu supaya terjamin bahwa hosti yang diterima itu benar-benar dimakan. Karena ada saja orang yang percaya bahwa hosti suci itu bisa digunakan sebagai sumber kekuatan magis untuk berbagai keperluan. Misalnya, di Filipina, masih ada umat yang percaya bahwa ayam jago yang diberi makan hosti suci akan selalu menang dalam bertarung. Atau juga ada umat yang ingin menyimpan hosti suci sebagai jimat penangkal kekuatan jahat. Adanya aneka pemikiran yang tidak sehat ini mengharuskan kita memperoleh jaminan bahwa hosti yang diterima itu benar-benar dimakan.


Misalkan Anda pernah lihat ada ibu yang setelah memakan hosti, kemudian mencuilkan sedikit dan diberikan kepada anaknya yang merengek minta komuni. Apakah hal ini dibenarkan?


Tentu saja hal seperti itu tidak bisa dibenarkan. Anak-anak yang belum mampu menggunakan akal budinya secara penuh, belum boleh menerima komuni. Dalam hal seperti itu, kiranya ibu itu perlu memberi pengertian kepada anaknya bahwa komuni itu hanya boleh diterima oleh mereka yang sudah “besar”. Sebagai ganti, bisa dicarikan roti lain.


Baca Juga : Kenapa Beda Rumusan Doa Bapa Kami Dalam Kitab Suci Dengan Rumusan Yang Dipakai Oleh Orang Katolik?


Lantas, kenapa Tuhan Yesus menggunakan anggur? Apakah karena warna anggur itu seperti darah?


Anggur adalah minuman sehari-hari orang Yahudi. Karena Yesus mau memberikan dirinya sebagai makanan dan minuman, maka digunakanlah minuman yang lazim di Israel. Penggunaan roti dan anggur juga mempunyai makna lebih. Dari Perjanjian Lama, bisa diketahui bahwa roti dan anggur sudah sejak awal digunakan sebagai lambang yang mewakili segala karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Karena itu, roti dan anggur dipersembahkan di antara buah-buah sulung sebagai tanda terima kasih kepada Pencipta. Melkisedek, raja dan imam, mempersembahkan roti dan anggur sebagai satu pratanda persembahan dirinya (Kej 14:18; bdk KGK 1333-1334).


Saat Misa saya lihat imam mencuil hosti kemudian dimasukkan ke dalam piala berisi anggur. Apakah itu ada artinya?


Baca Juga : Bolehkah Orang Katolik Menyimpan Patung Agama Lain?


Mencampurkan sedikit dari roti ke dalam anggur yang akan diminum adalah sebuah kebiasaan kuno. Pemaknaan liturgisnya tercermin dalam doa yang diucapkan imam dalam hati ketika memasukkan pecahan kecil hosti ke dalam piala: “Semoga pencampuran Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus ini memberikan kehidupan abadi kepada kita semua yang akan menyambut-Nya.” Artinya, roti menghadirkan tubuh Yesus, yang kasat mata. Roti bisa dikatakan mewakili apa yang kelihatan, yang manusiawi. Sedangkan anggur melambangkan seluruh hidup Yesus yang tidak kasat mata yang Ilahi. Maka, pencampuran roti dan anggur berarti pemberian hidup Ilahi kepada kita manusia yang menyambut hosti suci itu.


Mengapa hosti yang digunakan oleh imam itu jauh lebih besar daripada hosti umat? Jika pada awal Misa ternyata hosti besar habis, dan kemudian imam terpaksa menggunakan hosti kecil, apakah boleh dilakukan? Jika imam lupa membawa hosti kecil waktu Misa di stasi, apakah hosti imam boleh diberikan kepada umat?


Baca Juga : Apakah Trinitas Itu Sama Dengan Trimurti Dan Triteisme?


Penggunaan hosti yang bentuknya lebih besar tidak mempunyai alasan lain kecuali alasan praktis, yaitu supaya bisa dilihat secara lebih jelas oleh umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi. Jika hosti besar habis, Perayaan Ekaristi tetap absah jika menggunakan hosti yang kecil. Tetapi, tentu hosti kecil itu tidak bisa dilihat umat secara jelas. Hosti besar bisa digunakan juga untuk diberikan kepada umat. Tentu hal ini dilakukan dalam keadaan terpaksa.


Demikian penjelasan singkat tentang pertanyaan seputar Hostidan Anggur saat misa dalam kalangan Gereja Katolik Roma. Mudahan-mudahan penjelasan ini menambah wawasan bagi umat Katolik dan pengetahuan bagi para pembaca yang budiman.*

 

Penulis : MYB - Klik Sumber 

Catatan : Artikel ini sudah diedit sesuai standar blog. Trims

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!