Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Pilgub DKI 2016 dan Politik Ikan - unclebonn.com

Thursday, November 3, 2022

Pilgub DKI 2016 dan Politik Ikan

https://www.unclebonn.com/2022/11/pilgub-dki-2016-dan-politik-ikan.html

Kompetitor dan musuh-musuh Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama akhirnya menemukan perangkap yang tepat untuk "menangkap"  Ahok, supaya lawan dibatasi ruang geraknya sehinggga ia mudah ditangkap, takluk dan kalau bisa mati. 


Saya mencoba mengumpamakan politisasi Pilgub DKI 2017 dengan ikan, manusia (fishing master), dan alat penangkap ikan. Seorang fishing master yang baik perlu mempelajari tingkah laku ikan (fish behaviour) agar mampu menyiapkan alat tangkap yang pas untuk menangkap ikan yang menjadi objek penangkapan. Sehingga tujuan penangkapan itu lebih efektif, efisien, dan ekonomis.


Baca Juga : Politisasi Ala Politik Ikan


Membaca perilaku pemilih sama seperti cara seorang fishing master (master penangkapan ikan) membuang umpan ke laut. Umpan demi umpan terus dibuang sampai pada jenis umpan mana yang paling banyak dimakan atau disukai ikan. Kalau sudah menemukan umpan yang pas maka seorang fishing master akan menyiapkan alat tangkap dan melakukan kegiatan operasi penangkapan.


Awalnya berbagai cara dan taktik yang dilakukan lawan-lawan politik Ahok untuk menyerang dan menjatuhkan calon gubernur petahana ini dianggap gagal dan tak berdampak. Mulai dari kasus penggusuran, Sumber Waras, dan kasus reklamasi tapi Ahok seperti tak "tertangkap" atau tak tersentuh.


Baca Juga : Menanti Oase Di Tengah Padang Politik


Kasus Al Maidah 51 adalah titik balik "tertangkap"- nya Ahok. Dalam kegiatan penangkap ikan ada istilah ghost fishing. Ghost fishing adalah sebagian alat tangkap atau alat tangkap yang tertinggal di perairan akibat tindakan yang di sengaja atau tidak disengaja. Sehingga alat tangkap itu (ghost fishing) mampu menangkap ikan walau tidak sedang dioperasikan.


Kasus Ahok terkait Al Maidah 51 sama seperti ikan yang masuk sendiri ke alat tangkap. Lawan tidak perlu membutuhkan budget besar untuk bisa menghambat laju politik Ahok. Cukup dengan penggiringan opini, Ahok sudah bisa "tertangkap". 


Baca Juga : Bahasa Rakyat, Modal Sukses Untuk Para Calon Legislatif


Kita berharap posisi Ahok hari ini ibarat ia masuk pada alat tangkap bubu (trap net) Ahok hanya terbatas ruang geraknya. Masih ada peluang besar untuk meloloskan diri. Bagaimana jika Ahok diibaratkan ikan yang akan terjaring pada alat tangkap gill net atau trammel net (jaring insang)? Tapi kita juga berharap semoga mata jaring (mesh size) - nya yang dipakai berukuran besar walau tersangkut tapi masih bisa meloloskan diri.


Sebenarnya politik ikan itu menarik. Seperti sifat dasar ikan yang selalu beradaptasi dengan lingkungannya. Ikan itu hewan air yang cerdik. Kecerdikan ikan  sampai-sampai fishing master perlu memeras energi supaya bisa menemukan metode atau teknik khusus untuk menangkap ikan. 


Baca Juga : Harta, Tahta Dan Wanita 


Tidak selamanya ikan bersifat buas seperti digambarkan dalam diri ikan Hiu (Shark). Ikanpun bisa menjadi pemain laut yang cantik. Lihat saja hubungan mutualistik antara ikan Remora dan Hiu. Sehebat apa sih ikan remora sampai ia bisa menari-nari di taring ikan Hiu? Jelas karena ia membangun hubungan yang saling menguntungkan. Kalau Remora mau menantang Hiu itu ibarat telur mau menampar batu. Salam,


Waingapu, 3 November 2016


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!