Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Kisah Seorang Calon Legislatif - unclebonn.com

Wednesday, November 2, 2022

Kisah Seorang Calon Legislatif

https://www.unclebonn.com/2022/11/kisah-seorang-calon-legislatif.html

Sampai mereka para legislator itu “duduk manis” menjadi anggota dewan DPRD, DPD, dan DPR itu bukan perkara mudah melainkan rentatan kerja keras dan perjuangan panjang. Ada pula yang beberapa kali gagal bahkan gagal sampai ajal menjemput. Singkatnya dari perjuangan itu ada yang gagal dan ada yang berhasil. Itu realita yang ada. Mungkin kita hanya lihat hasilnya saat mereka berjas dengan necisnya. Namun perjuangan sampai ke rumah rakyat atau sampai ke titik itu berat dan bagi mereka yang duduk merekalah yang terbaik,  mereka-lah yang beruntung. 


Baca Juga : Merajut Kembali Keindonesiaan Yang Terkoyak


Ada beberapa kisah dari teman-teman yang terjun ke dunia politik praktis, menjadi calon legislatif, misalnya. Kalau mau jadi caleg butuh dana besar (walaupun relatif), dan berani mengalahkan diri sendiri.  Politik hari ini tidak ada yang namanya makan siang gratis, beli pahappa (sirih - pinang) dan rokok pun itu membutuhkan uang. Belum lagi untuk biaya lain-lain: cetak alat peraga kampanye, biaya sosialisasi,  biaya saksi, dan beberapa pembiayaan yang membutuhkan dana besar. 


Berikutnya soal mengalahkan diri sendiri. Orang bilang musuh terbesar adalah mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan kelemahan diri itu mengalahkan rasa kuatir,  mengalahkan sikap yang ragu-ragu,  rasa malu, minder atau kurang percaya diri  bahkan melawan rasa takut. Itulah musuh yang harus dikalahkan terlebih dahulu. Intinya kalau mau maju harus "buta - tuli" saat berbicara dan tampil di depan publik


Baca Juga : Menjadi Sombong Itu Penting, Guys


Beda antara berteori politik dan praktik politik. Mungkin  saja Anda hebat dalam berteori diruang publik tapi dinamikanya akan berbeda ketika Anda masuk ke gelanggang politik yang sesungguhnya. Jika tidak siap yang ada bisa putus asa. Apalagi berhadapan dengan masyarakat yang pakai rasa (budaya menghormati tamu) beda dengan masyarakat yang sudah kritis mereka bisa langsung bersikap saat Anda mendatangi mereka, maksudnya mendukung atau menolak. Sikap itu mungkin saja karena mereka sudah punya pilihan. Itu lebih baik ketimbang sikap yang abu-abu atau PHP - in orang lain. 


Populer itu salah satu modal. Calon legislatif yang belum populer atau belum terkenal mungkin harus lebih banyak bekerja. Jaringan  pertemanan, dan dukungan keluarga serta modal sosial yang sudah diinvestasikan bisa menjadi faktor pendulang suara selain profil diri yang meyakinkan. 


Baca Juga : Harta, Tahta Dan Wanita


Teman-teman terus berjuang. Jangan kasi kendor! Fight menjadi calon legislatif itu adalah hak politik setiap warga negara dan itu itikad baik. Hasil selalu sejalan dengan proses. Semoga Tuhan memberkati kalian semua, amin.


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!