Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Devania Ku Sayang - unclebonn.com

Tuesday, December 8, 2020

Devania Ku Sayang

"Hari ini bapak hanya mengirimkan uang ini seadanya. Uang ini saya titipkan lewat kakak Egy. Pakailah uang ini untuk kebutuhan yang penting-penting saja ya. Devania anakku, jaga dirimu, jaga kesehatan dan jangan lupa belajar. Jangan lupa berdoa. Suksesmu adalah kebanggaan buat Ayah."


https://www.unclebonn.com/2020/12/devania-ku-sayang.html
Ilustrasi (Pixabay.com)

Ini pesan singkat yang dituliskan pada secarik kertas dari seorang ayah yang dititipkan pada Egy. Pada saat itu seorang ayah yang kenal Egy menitipkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan untuk anaknya yang kuliah di kota. Sebenarnya Egy tak bermaksud membuka lipatan kertas itu tapi Egy hanya ingin memastikan berapa banyak uang yang titipkan untuk Devania melalui dirinya. Ternyata pada catatan itu tidak dicantumkan jumlah nominalnya. 


Uang yang ada didalam amplop hanya 500 ribu. Dalam hati Egy merasa sangat heran dengan jumlah kiriman dari seorang ayah untuk seorang anak yang statusnya adalah mahasiswi. Egy merasa iba dengan Devania. Akhirnya ia merogoh dompet dan menambah 500 ribu lagi.


Ayah Devania bukan orang berada. Devania anak diluar pernikahan. Ayahnya seorang mantan preman yang insaf. Suatu peristiwa telah mengubah hidupnya. Itu terjadi setelah kelahiran Devania. Sebagai preman kawakan ia memiliki seorang pacar yang cantik waktu itu. Karena hubungan terlarang mereka, pacarnya hamil. Namun orang tua si pacarnya meminta mereka agar menggugurkan kandungan itu. Namun Ayah Devania menolak keras. 


Baca Juga : Sejoli Di Bukit Savana


Ayah Devania juga ditolak keras oleh keluarga pacarnya. Setelah Devania berumur setahun dan selama itu dirawat ibunya, Devania dibawa pergi ayahnya hingga tumbuh besar menjadi gadis cantik mirip ibunya. 


Nama Devania itu pemberian ayahnya.  Nama tersebut merupakan gabungan dua suku kata.  Deva adalah nama ayahnya sementara Nia adalah nama Ibu biologis Devania. 


Demi anaknya Devania ia harus bekerja keras. Cita-citanya hanya satu anaknya harus memperoleh gelar sarjana agar bisa mengangkat derajat keluarga mereka. Pengalaman hidupnya sebagai seorang preman telah mencerahkan hidupnya bahwa pendidikan adalah jalan baru agar dapat mengubah hidup. Dan premanisme hanya membawa kesengsaraan.


Egy tahu paman Deva. Seperti ayah-ayah yang lain yang berjuang untuk kehidupan keluarga mereka. Mereka berdarah-darah untuk anaknya, untuk istrinya, bahkan keluarga yang lain. Dulu paman Deva suka memalak dan menodong. Kini dia bekerja di perkebunan sebagai mandor yang baik.


Memang surga bukan di telapak kaki seorang ayah. Tapi pada bahu kekarnya, lewat cucuran keringatnya anak-anak bisa mendapatkan kesenangan, keceriaan bahkan kesuksesan


Keberanian seorang ayah menumbuhkan kepercayaan diri pada anaknya. Lewat bau keringatnya ia mampu menggelorakan semangat perjuangan pada anaknya. Dengan cinta dan kesetiaan ia menjaga rumah tangganya.


Ayah memang tidak melahirkan kalian. Tapi ia menjagamu. Ia melindungimu. Ia membelamu. Dengan jari jari kekarnya ia menuntunmu.


Baca Juga : My Little Darling


Akhirnya Egy bertemu dengan Devania. Dia memanggil Egy kakak. Ia memang tak memiliki hubungan kekerabatan dengan Egy. Tapi ayahnya tahu bahwa Egy bisa dipercaya. 


Egy menjelaskan kepada Devania bahwa ayahnya sangat bangga dengan capaian Devania hingga saat ini. Semester akhir. Devania mengambil jurusan teknik kimia di salah satu universitas.


"Devania,  ayahmu begitu bangga sama kamu. Kamu permatanya. Kamu adalah kebanggaannya. Jaga dirimu. Rajin belajar dan jangan lupa berdoa."


"Terima kasih, kak Egy," ucap Devania setelah mendengar kata-kata Egy. 


Egy lalu mengeluarkan sesuatu dari tas ransel dan menyerahkan kepada Devania. Ya titipan dari ayahnya Devania. 


"Mudah-mudahan segera diwisuda ya," pesan Egy sebelum meninggalkan kos-kosan Devania. Devania hanya tersenyum lalu melambaikan tangan kearah Egy.*


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!