Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Bagaimana Penerimaan Abu Di Masa Pandemi? - unclebonn.com

Tuesday, March 1, 2022

Bagaimana Penerimaan Abu Di Masa Pandemi?

https://www.unclebonn.com/2022/03/bagaimana-penerimaan-abu-di-masa-pandemi.html

Setelah kita diskusi soal Rabu Abu, ada teman yang WA saya. Dia tanya bagaimana pelaksanaan penerimaan abu khusus di masa pandemi ini?


Kongregasi Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen sudah mengeluarkan nota yang menguraikan prosedur yang harus diikuti oleh para imam di seluruh dunia untuk pemberian abu pada awal Prapaskah.


Baca Juga : Apa Dasar Penggunaan Warna Liturgi Dalam Gereja Katolik?


Lantas bagaimana cara yang ditawarkan oleh Kongregasi Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen?


Setelah memberkati abu dan memercikkannya dengan air suci dalam keheningan, imam berbicara kepada umat yang hadir, membacakan rumusan doa dalam buku Missale Romanum: “Bertobatlah, dan percaya pada Injil” atau “Ingatlah bahwa kamu adalah debu, dan akan kembali menjadi debu”.


Baca Juga : Bolehkah Orang Katolik Menyimpan Patung Agama Lain?


Setelah itu, imam akan membersihkan tangannya, memakai masker, dan membagikan abu. Pembagian abu dapat dilakukan dengan dua cara, yakni: umat datang menghampiri imam atau imam pergi ke tempat umat dengan umat tetap berdiri di tempatnya. Imam kemudian menaburkan abu di kepala setiap orang tanpa mengatakan apa-apa.


Jadi begini saat memberikan abu tidak dibuat lagi tanda salib di dahi seperti biasanya, tapi diganti dengan abu ditaburkan di kepala setiap umat.


Tapi bagaimana dengan mereka yang mengikuti misa secara online saja?


Baca Juga : Absolusi Dan Penitensi Dalam Ajaran Katolik


Bagi umat yang berhalangan atau tidak dapat mengikuti penerimaan abu, khususnya di masa pandemi ini, dapat dilakukan secara pribadi dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Abu yang digunakan adalah abu yang sudah diberkati di Gereja pada Misa Rabu Abu.


2. Pengambilan abu dapat dikoordinasikan melalui ketua lingkungan masing-masing atau dapat diambilkan oleh perwakilan keluarga setelah Misa Rabu Abu.


3. Pelaksanaan penerimaan abu secara pribadi dipimpin oleh kepala keluarga yang Katolik dan dilakukan pada hari itu juga. Untuk tata cara pelaksanaannya, bisa diminta ke Pastor Paroki pada saat pengambilan abu di Gereja, Kewa.


Baca Juga : Bagaimana Kita Menyikapi Pengalaman Orang Yang Mati Suri? 


Demikian penjelasan singkat penerimaan abu di masa pandemi bagi umat Katolik berdasarkan nota Kongregasi Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen bagi gereja Katolik Roma di dunia. Mudah-mudahan dengan penjelasan singkat dapat memberikan pemahaman kepada pembaca (pembaca Katolik) sehingga semakin memaknai ini secara iman.*


Penulis : MYB

Catatan : Artikel ini sudah diedit sesuai kebutuhan blog.


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!