Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Memahami Metode Ceramah, Metode Tanya Jawab, Metode Diskusi dan Metode Penugasan - unclebonn.com

Saturday, January 22, 2022

Memahami Metode Ceramah, Metode Tanya Jawab, Metode Diskusi dan Metode Penugasan

https://www.unclebonn.com/2022/01/memahami-metode-ceramah-metode-tanya.htmlA. Metode ceramah

Metode ceramah ialah sebuah bentuk interaksi edukatif melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru atau pendidik terhadap sekelompok pendengar (murid).

a. Kelebihan metode ceramah adalah :

1) Dalam waktu yang relatif singkat dapat disampaikan bahan sebanyak-banyaknya.

2) Organisasi kelas lebih sederhana, tidak perlu mengadakan pengelompokan murid seperti pada                beberapa metode lainnya.

3) Guru dapat menguasai seluruh kelas dengan mudah, walaupun jumlah murid cukup besar.

Bila metode ceramah ini berhasil, guru dapat membangkitkan semangat, motivasi, belajar, kreasi dan aktifitas yang konstruktif, yang mampu merangsang murid - murid untuk belajar dan melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan. Ketentuan (fleksibilitas) metode ini lebih nampak, dalam arti bila waktu terbatas (sedikit) bahan dapat disingkat, diambil yang penting atau pokok-pokok saja, sebaliknya apabila waktunya memungkinkan (banyak) dapat disampaikan bahan yang banyak dan dengan penjelasan yang mendalam.


Baca Juga : Tujuh Tips Sukses Satu Kali Lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru


b. Kelemahan metode ceramah

1) Guru agak sulit mengetahui pemahaman murid terhadap bahan pelajaran yang diberikan,                  kadangkala guru hanya mengajar penyampaian bahan sebanyak-banyaknya, sehingga terlihat adanya unsur pemaksaan dan pemompaan, yang hal ini dari segi edukatif kurang menguntungkan bagi murid, murid lebih cenderung bersikap pasif dan bahkan kemungkinan besar kurang tepat dalam menerima dan mengambil kesimpulan, sebab menyampaikan hanya dengan lisan.

2) Kekurangan dan kelemahan metode ceramah lebih terasa apabila guru kurang memperhatikan aspek-aspek psikologis dan didaktis dari murid, sehingga dapat terjadi guru terlalu berlebih-lebihan berusaha membangkitkan minat dengan jalan humor dan isi bahan (ceramah) menjadi kabur.


B. Metode Tanya jawab.

Metode Tanya jawab ialah cara penyampaian pelajaran dengan jalan guru mengajukan pertanyaan dan murid memberikan jawaban. Atau sebaliknya murid bertanya dan guru memberikan jawaban.

a. Kelebihan metode tanya jawab adalah :

1) Suasana atau situasi kelas akan lebih hidup, karena murid dirangsang aktif berfikir dan                            menyampaikan fikirannya dengan melalui pemberian jawaban dari pertanyaan guru.

2) Sangat positif untuk melatih keberanian murid mengemukakan pendapat dengan lisan.

3) Terdapatnya perbedaan jawaban diantara murid akan membawa kelas pada situasi diskusi.

4) Memberikan dorongan aktifitas dan kesungguhan murid, dalam arti murid yang biasa segan                    mencurahkan perhatian akan  lebih berhati-hati dan aktif mengikuti pelajaran.

5) Walaupun prosesnya agak lambat, namun secara pasti guru dapat mengontrol pemahaman atau                pengertian murid pada masalah yang dibicarakan.

6) Bila dibandingkan dengan metode ceramah yang monolog, metode Tanya jawab dapat                            membangkitkan aktifitas murid.

b. Kelemahan metode tanya jawab

1) Terdapat perbedaan pendapat/ jawaban, akan memerlukan waktu yang banyak untuk menyelesaikannya dan lebih dari itu terkadang terjadi murid dapat menyalahkan pendapat guru, sehingga akan sangat riskan apabila guru kurang menguasai permasalahannya.

2) Kemungkinan terjadinya penyimpangan perhatian murid, terutama apabila terdapat jawaban-jawaban yang kebetulan menarik perhatiannya, padahal bukan sasaran (tujuan) yang diinginkan dalam arti terjadinya penyimpangan dari pokok persoalan semula.

3) Relatif memerlukan waktu yang lebih banyak, karena kurang dapat secara cepat merangkum bahan-bahan pelajaran.


Baca Juga : Siapa Saja Yang Boleh Mengikuti Seleksi PPPK Guru Tahap 3 Dan Apa Itu Kebijakan Optimalisasi Formasi?


C. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah sebagai salah satu metode interaksi edukatif diartikan sebagai metode di dalam mempelajari bahan atau penyampaian bahan pelajaran dengan jalan mendiskusikannya.

a. Kelebihan metode diskusi

1) Situasi dan suasana kelas lebih hidup, sebab perhatian murid terpusat pada masalah atau bahan yang didiskusikan. Partisipasi interaksi murid dalam metode ini lebih baik dan aktif.

2) Dapat meningkatkan prestasi kepribadian individu dan sosial anak. Seperti: toleransi, demokratis, berfikir kritis, sistematis, sabar dan berani mengemukakan pandangan.

3) Kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami anak, karena anak mengikuti sejak awal proses berfikir sebelum sampai kepada kesimpulan.

4) Murid terlatih untuk mematuhi peraturan dan tata tertib dalam suasana diskusi atau musyawarah, sebagai latihan mengikuti diskusi, musyawarah yang lebih besar forumnya dan yang sebenarnya.

b. Kelemahan metode diskusi

- Ada di antara murid yang tidak aktif dalam kegiatan diskusi.

- Kemampuan daya tangkap siswa yang lemah.

- Siswa takut untuk berbicara untuk mengemukakan pandangan.


D. Metode Penugasan


Metode Penugasan / pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan   jalan   memberi   tugas   kepada   siswa. Tugas-tugas   itu berupa laporan dari   surat   kabar,  majalah  atau buku bacaan) dan membuat kliping serta mengumpulkan gambar. Metode pemberian  tugas, dianjurkan   antara   lain   untuk mendukung  metode   ceramah.   Penggunaan metode ini memerlukan pemberian tugas dengan baik, baik ruang   lingkup  maupun   bahannya.   Pelaksanaannya   dapat diberikan secara individual maupun kelompok.


Dalam  proses   pembelajaran, siswa   hendaknya   didorong untuk   melakukan   kegiatan   yang   dapat   menumbuhkan proses kegiatan kreatif. Oleh karena itu metode pemberian tugas   dapat   dipergunakan   untuk   mendukung   metode  pembelajaran yang lain.

      Penggunaan metode pemberian tugas bertujuan:

a. menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif

b. mendorong perilaku kreatif

c. membiasakan berpikir komprehensif

d. memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran


Baca Juga : Tuntutan Pendidikan Kekinian Dan Upah Layak Bagi Guru


Metode pemberian tugas yang digunakan secara tepat dan terencana dapat bermanfaat untuk:

a. menumbuhkan kebiasaan belajar secara mandiri dalam lingkungan bersama (kolektif) maupun                sendiri

b. melatih   cara  mencari   informasi secara  langsung  dari sumber  belajar   yang   terdapat  di                  lingkungan  sekolah,     rumah dan masyarakat

c. menumbuhkan   suasana   pembelajaran   yang  menggairahkan (rekreatif)

Kelebihan metode penugasan adalah:

a. Hasil pelajaran lebih tahan lama dan membekas dalam ingatan siswa.

b. Siswa belajar dan mengembangkan inisiatif dan sikap mandiri.

c. Memberikan kebiasaan untuk disiplin dan giat belajar.

d. Dapat mempraktekkan hasil-hasil teori dalam kehidupan yang  nyata.

e. Dapat memperdalam pengetahuan siswa dalam spesialisasi tertentu.

Kekurangan metode penugasan adalah:

a. Siswa dapat melalukan penipuan terhadap tugas yang diberikan (Dikerjakan oleh orang lain          atau menjiplak karya orang lain).
b. Bila tugas diberikan terlalu banyak, maka siswa dapat mengalami kejenuhan sehingga                    mengganggu ketenangan batin siswa.
c. Sulit memberikan tugas yang dapat memenuhi sifat perbedaan individunya dan minat dari            masing-masing siswa.

d. Pemberian tugas cenderung memakan waktu dan tenaga serta biaya yang cukup berarti.

Oleh karena itu, metode penugasan tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Maka guru perlu memperhatikan saran-saran pelaksanaan, sebagai berikut:

1) Merencanakan pemberian tugas secara matang.

2) Tugas yang diberikan hendaknya didasarkan pada minat dan kemampuan  siswa.

3) Tugas yang diberikan berkaitan dengan materi pelajaran yang telah diberikan.

4) Jenis tugas yang diberikan hendaknya telah dimengerti betul oleh  siswa agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik.

5) Jika tugas yang diberikan bersifat tugas kelompok, maka pembagian  tugas (materi tugas) harus diarahkan, termasuk batas waktu penyelesaiannya.

6) Guru dapat membantu menyediakan alat dan sarana yang diperlukan  dalam pemberian tugas.

7) Tugas yang diberikan dapat merangsang perhatian siswa dan realistis.

8) Hasil tugas siswa dinilai oleh guru.

Dalam penerapan metode pembelajaran guru dapat memilih metode yang paling tepat ia gunakan. Dalam pemilihan tersebut menurut Surachmad dalam Tafsir (1996:33-34) ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, antara lain:


Baca Juga : Pendidikan Membuat Kita Setara


1) Keadaan murid yang mencakup pertimbangan tentang tingkat kecerdasan, kematangan, perbedaan individual lainnya.

2) Tujuan yang hendak dicapai; jika tujuannya pembinaan daerah kognitif maka metode drill kurang tepat digunakan.

3) Situasi yang mencakup hal yang umum seperti situasi kelas, situasi lingkungan. Bila jumlah murid begitu besar, maka metode diskusi agak sulit digunakan apabila ruangan yang tersedia kecil, metode ceramah harus mempertimbangkan antara lain jangkauan suara guru.

4) Alat-alat yang tersedia akan mempengaruhi pemilihan metode yang akan digunakan. Bila metode eksperimen yang akan dipakai maka alat-alat untuk eksperimen harus tersedia; dipertimbangkan juga jumlah dan mutu alat itu.

5) Kemampuan pengajar tentunya menentukan, mencakup kemampuan fisik, keahlian. Metode ceramah memerlukan kekuatan guru secara fisik. Guru yang mudah payah, kurang kuat berceramah dalam waktu yang lama. Dalam hal seperti ini sebaiknya ia menggunakan metode lain yang tidak memerlukan tenaga yang banyak. Metode diskusi menuntut keahlian guru agak tinggi, karena informasi yang diperlukan dalam metode diskusi kadang-kadang lebih banyak dari pada sekadar bahan yang diajar.

6) Sifat bahan pengajaran. Ini hampir sama dengan jenis tujuan yang dicapai  seperti poin 2 di atas. Ada bahan pelajaran yang lebih baik disampaikan lewat metode ceramah, ada yang lebih baik dengan metode drill, dan sebagainya.


Menurut pendapat Slameto (1995) dalam bukunya : “Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya” mengatakan bahwa : “Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan”. Minat belajar besar pengaruhnya terhadap hasil belajar karena baik bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya.


Belajar adalah perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk pengawasan dan penggunaan penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi dan lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi (Zainal Arfin, 1989).

Adapun ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar adalah :

1) Perubahan terjadi secara sadar

2) Perubahan dalam belajar bersifat kontinu

3) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif

4) Perubahan dalam belajar tidak bersifat sementara

5) Perubahan tingkah laku dalam belajar mempunyai tujuan dan terarah

6) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya. (Slameto, 1995)

Beberapa cara menjalankan prinsip belajar menurut Zainal Arifin (1989) mengatakan :

1) Menciptakan suasana belajar yang merangsang keaktifan peserta didik

2) Menjelaskan tujuan belajar yang nyata

3) Memberikan contoh yang baik

4) Menciptakan hasil belajar

5) Menginformasikan hasil belajar kepada peserta didik


Adapun metode-metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan dll. Untuk guru harus terampil dalam menentukan metode yang tepat dalam menyajikan pelajaran ekonomi tentang konsumsi, tabungan, dan investasi dengan mengkombinasikan metode-metode tersebut menjadi metode ceramah bervariasi sehingga dapat digunakan pada saat apapun. Misalnya : Pelajaran ekonomi yang diatur pada jam 1-2 atau jam 5-6. (Djamarah SB, 1995)


Sesuai dengan tugas guru sebagai seorang pengajar dan pembimbing, maka guru harus berupaya untuk merangsang, membimbing, memberi dorongan serta motivasi kepada siswa agar terjadi proses belajar mengajar yang efektif (Zainal Arifin, 1989), sedangkan menurut Sardiman (1994) mengatakan : “Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan dan tujuan”.


Baca Juga : Kepala Sekolah


Selanjutnya M. M. Koehuan dalam kuliahnya tahun 1998 mengatakan bahwa untuk membangkitkan minat belajar siswa terhadap suatu mata pelajaran yang disajikan guru , maka diperlukan pendekatan humanity artinya tidak memandang siswa sebagai objek tetapi subjek karena antara guru dan siswa ada kesetaraan manusiawi, walaupun tidak ada kesetaraan intelektual.


Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, di mana siswa belajar dan guru mengajar agar tujuan pengajaran dapat tercapai dengan baik maka siswa perlu dikaitkan secara penuh dalam kegiatan dan tidak hanya sebagai penerima informasi saja. Sebaliknya guru tidak hanya sebagai pemberi informasi saja akan tetapi juga menjadi pembimbing, motivator dalam meningkatkan hasil belajar secara individu maupun secara klasikal. (Natusio S, 1982).


Cara belajar siswa aktif merupakan wahana belajar untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar yang diukur dengan pencapaian daya serap. (Anonimous,1991).


Baca Juga : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran - Blended Learning Berbasis Blog


Menurunnya hasil belajar siswa adalah keadaan di mana siswa tidak dapat memperhatikan perubahan tingkah laku dalam belajar khususnya konsumsi, tabungan, dan investasi mata pelajaran ekonomi yang diukur dengan alat evaluasi.


Demikian penjelasan kami tentang bagaimana seorang guru dapat memahami metode cermah, metode tanya jawab, metode diskusi dan metode penugasan. Semoga apa yang disajikan ini dapat membantu pembaca sekalian.*


Sumber : Diolah dari berbagai sumber*



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!