Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Belajar dari Arteria Dahlan dan Edy Mulyadi : Mari Memberi Respect pada Orang Lain - unclebonn.com

Monday, January 24, 2022

Belajar dari Arteria Dahlan dan Edy Mulyadi : Mari Memberi Respect pada Orang Lain

https://www.unclebonn.com/2022/01/belajar-dari-arteria-dahlan-dan-edy.html

Pagi ini 24 Januari 2022, ketika membuka akun facebook pribadi,  saya  melihat dua video terkait masalah salip lidah (slip tongue). Video yang satunya dianggap menghina Suku Dayak di Pulau Kalimantan. Ini terkait pernyataan mantan Caleg gagal PKS, Edy Mulyadi yang secara spesifik menghina suku Dayak. Menurut saya pernyataan dalam video itu kecenderungan sengaja. Mau memanas-manasi keadaan.


Pernyataan Edy Mulyadi ini mendapat tanggapan keras dari Panglima Suku Dayak. Bahkan menantang Edy Mulyadi untuk perang terbuka.


Ya kalau dia (Edy Mulyadi) tidak suka dengan kebijakan pemerintah soal Ibu Kota Negara (IKN) mending tak usah menebarkan sentimen dan kebencian rasis begitu. 


Yang kedua terkait pernyataan atau komentar politisi PDI-P, Arteria Dahlan terkait penggunaan Bahasa Sunda yang mengundang banyak kritikan. Dalaam Video tersebut Arteria Dahlan meminta Kejati yang menggunakan Bahasa Sunda (ujug-ujug) diganti. Namun atas pernyataan itu Arteria Dahlan telah menyampaikan permintaan maaf.


Singkat kata kita perlu belajar dari kejadian-kejadian itu bahwa apa yang terucap bisa saja menyakiti orang lain. Jika dia tersakiti maka orang bisa marah dan berulah. Bahkan bisa menggunakan hukum rimba untuk mempertahankan eksistensi mereka atau nama baiknya.


Mengapa orang bisa seperti itu? Latah berbicara sesuatu yang menyakiti orang lain? 


Menurut hemat saya ada kepercayaan diri yang berlebihan di diri orang itu. Merasa dirinya hebat. Untouchable man/person. Dirinya yang paling berpengaruh dan seterusnya. Merasa seperti itu ia lantas latah berbicara apa saja.  Bahkan menghina kemanusiaan manusia. Jelas siapa pun dia, ras atau suku manapun tidak mau disamakan dengan hewan atau binatang. Atau mau diusik-usik untuk kepentingan tertentu. 


Misalnya atas kesalahannya itu ia dituntut untuk minta maaf tapi dia bersikeras mempertahankan pendapatnya atau sikapnya itu bagi saya orang seperti itu pribadi yang angkuh dalam berpikir. Dia pribadi gois.


Solusi supaya jangan latah berbicara hal-hal yang akan menjadi masalah potensial :


Belajar memberi rasa hormat kepada orang lain. Memberi rasa hormat kepada orang tidak berarti harga diri seseorang akan runtuh atau tercabik-cabik malah akan tercipta suasana yang hangat bahkan elegan. 


Belajar untuk menjadi rendah hati. Rendah hati itu bukan rendah diri. Jika orang sampai pada tataran itu kecenderungan orang itu membatasi kata-kata yang merendahkan orang lain.  Ia memperlakukan orang lain sama seperti dirinya sendiri. Menghormati dan menghargai setiap perbedaan atau keunikan dari setiap ras manusia.


Akhir kata, pada dasarnya manusia itu ingin dihargai dan tidak suka pada orang yang sombong dan angkuh. Jika keangkuhan dan kesombongan merajalela maka kehancuran yang terjadi. Semua bisa jadi abu.*


Baca Juga : 

  1. Menyemai Kembali Rasa Dan Komitmen Kebangsaan
  2. Akhir Yang Indah Dari Seorang Pejuang Kemanusiaan (Mengenang Mendiang Birgaldo Sinaga)
  3. Harta, Tahta Dan Wanita



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!