Tidak banyak politisi nasional yang perjalanan kariernya bisa ditarik garis lurus mulai dari keriuhan loket tiket stadion. Namun, bagi Andre Rosiade, setiap anak tangga kehidupan—mulai dari berjualan tiket pertandingan Semen Padang FC hingga menjadi pimpinan Komisi VI DPR RI—adalah bagian dari proses penempaan diri yang tidak instan.
Akar Minang dan Naluri Wirausaha
Lahir di
Padang pada 7 November 1978, Andre membawa identitas kuat dari dua nagari di
ranah Minang: Kamang Hilia (Agam) dari sang ayah, Yanziwar Ade, dan Aur Gading
(Sijunjung) dari sang ibu, Rosita Yurnetty.
Baca Juga : Rekam Jejak Kepemimpinan Sumba Timur dari Masa ke Masa
Jiwa
"petarung" Andre sudah terlihat sejak ia masih berseragam sekolah di
SMA Negeri 2 Padang. Di saat remaja seusianya hanya datang untuk menonton bola,
Andre melihat peluang bisnis. Ia rela mengantre panjang demi membeli tiket
pertandingan Semen Padang FC untuk dijual kembali. Bukan semata karena
kebutuhan ekonomi, melainkan karena naluri bisnisnya yang memang sudah tajam
sejak belia.
Aktivisme Mahasiswa dan Dunia Bisnis
Keputusannya
merantau ke Jakarta untuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
menjadi titik balik. Di kampus reformasi inilah kepemimpinannya terasah hingga
ia dipercaya menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti
(2000-2001).
Baca Juga : Profil Andreas Anangguru Yewangoe
Pasca
lulus pada tahun 2002, Andre tidak langsung terjun ke politik praktis. Ia
memilih jalur profesional sebagai pengusaha di bidang kontraktor dan jasa
keamanan. Pengalamannya di dunia usaha makin diperkuat dengan keterlibatannya
di HIPMI Sumatera Barat, yang menjadi fondasi jaringan dan kompetensi
ekonominya sebelum melangkah ke panggung nasional.
Karier Politik: Militansi yang Berbuah Kepercayaan
Perjalanan
politiknya di Partai Gerindra dimulai dari struktur bawah hingga akhirnya ia
dikenal luas sebagai juru bicara vokal bagi Prabowo Subianto. Puncaknya, pada
Pemilu 2019, ia berhasil mengamankan kursi DPR RI mewakili Dapil Sumatera Barat
I dengan raihan suara yang signifikan.
Kini,
memasuki periode keduanya (2024-2029), Andre memegang tanggung jawab strategis
sebagai:
- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI (Membidangi Perdagangan,
BUMN, dan Investasi).
- Ketua DPD Partai Gerindra
Sumatera Barat.
- Wakil Ketua Fraksi Gerindra
DPR RI.
Keseimbangan Antara Keluarga dan Pengabdian
Meski
namanya kerap menghiasi berita politik, kehidupan pribadi Andre juga sempat
menjadi sorotan hangat saat putrinya, Azizah Salsha, menikah dengan
bintang Timnas Indonesia, Pratama Arhan di Tokyo pada 2023. Namun,
popularitas tersebut tidak mengalihkan fokusnya pada konstituen.
Baca Juga : Profil Cornelis Lay
Andre
dikenal tetap setia pada akar Minangnya melalui program-program nyata yang
menyentuh masyarakat bawah, salah satunya adalah tradisi mudik gratis "Pulang
Basamo" bagi para perantau Minang di Jakarta.
Kesimpulan
Kisah
Andre Rosiade adalah potret tentang keteguhan seorang putra daerah. Ia
membuktikan bahwa kombinasi antara kerja keras, naluri bisnis, dan militansi
organisasi dapat mengantarkan seorang pemuda dari tribun stadion menuju kursi
pengambil kebijakan di Senayan. Bagi masyarakat Sumatera Barat, ia bukan
sekadar legislator; ia adalah representasi "Putra Kamang" yang sukses
menjaga marwah daerahnya di tingkat nasional.
Baca Juga : Profil Emanuel Melkiades Laka Lena



No comments:
Post a Comment
Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!