Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Inspiring Women: Cerita Perjuangan Niluh Djelantik - unclebonn.com

Sunday, November 27, 2022

Inspiring Women: Cerita Perjuangan Niluh Djelantik

https://www.unclebonn.com/2022/11/inspiring-women-cerita-perjuangan-niluh.html

Siapa sih yang tak nama Niluh Djelantik? Ya ketika jaman Pilpres 2014 dan 2019, wanita ini dijuluki cebongers betina sejati. Dia berteman baik dengan para pegiat sosial media seperti  Deny Siregar,  Ust Abujanda,  dan Almarhum Birgaldo Sinaga dan lain-lain.  Pada akhirnya mereka dituduh BuzzeRp-nya Presiden RI ke-7 Joko Widodo. 


Namun jauh sebelum itu wanita bernama lengkap Niluh Putu Ary Pertami Djelantik ini sudah dikenal sebagai perancang atau desainer dan sudah go internasional.  Niluh Djelantik terkenal melalui karya-karyanya seperti desain sepatu yang sudah dipatenkan pada tahun 2008. Beberapa pesohor dunia seperti Julia Roberts dan Paris Hilton adalah pemakainya. 


Pada tahun 2010 Niluh Djelantik meraih penghargaan Best Fashion Brand & Designer dari The Yak Awards 2010


Wanita kelahiran 15 Juni 1975 ini merupakan lulusan Universitas Gunadarma Jakarta. Setelah kuliah Djelantik kembali ke Bali dan bekerja pada perusahaan busana milik Paul Ropp. Ia dipercaya menduduki posisi direktur marketing tahun 2012 saat itu capaian penjualan naik hingga 430 persen. Sebuah kerja keras yang membanggakan. Prestasi kerja yang luar biasa tentunya. 


Kamis 24 November 2022 melalui fanpage NILUH DJELANTIK ia membagikan pengalaman 22 tahun silam. Sebuah cerita tentang pengalaman hidup, perjuangan dan kesuksesan.  Kesuksesan itu tidak instan namun melalui kerja keras dan mimpi besar. Dan saat ini Niluh lebih fokus pada masalah kemanusiaan.


Bagaimana Niluh mengambil kuliah sambil bekerja untuk meringankan beban orang tua. Setelah lulus dia melamar kerja. Dengan modal tekad ia diterima disebuah perusahaan. Dia tidak sombong walau dijadikan ujung tombak. Bersahabat baik dari OB sampai atasannya. Silahkan baca cerita Niluh Djelantik berikut ini. 


Nemu foto lama. 22 tahun lalu. Januari 2000. Usia 24 tahun. Nyales Gudang Berikat. Bahasa kerennya Account Executive. Udah lulus S1 Univ. Gunadarma. Jurusan Keuangan. IPK pas-pasan. 3.05. Not bad lah. Menurutku 🥺. Perjuangan masa kuliah sambil kerja itu benar-benar mengesankan. Bangun tiap pagi jam 5. Jam 8 udah di kantor dengan segala kerempongannya. Gak ada hp apalagi sosmed. 


Dering telpon kantor serta pekerjaan yang tak ada habisnya menemani. Jam 5 sore cuss ke stasiun Cikini, berdesakan dengan ratusan penumpang berpeluh sepertiku. Kecepatan Baling-baling bambu agar bisa nyampe di kampus sebelum jam 7. Beberapa mata kuliah di kampus Kelapa Dua. Stasiun Kereta di Margonda. Turun stasiun cuss lari ke jalan cari angkot. Kelasku di lantai 3. Naik tangga. Kebayang ribetnya. 


Kalau telat silakan gigit gagang pintu karena pasti gak boleh masuk kelas 😭


Back to foto ini. Awal 2000. Saingan waktu ngelamar adalah rata-rata  lulusan kampus keren di Jakarta. Kuberanikan diri mengirimkan CV dan resume. Sebagian besar pelamar adalah fresh graduate. 

Dengan bekal 5 tahun pengalaman kerja ( baca postingan sebelumnya ya ) dan kemampuan bahasa asing. Wawancara berjalan lancar. Cuss diterima. Gaji bersih plus tunjangan Rp. 6,000,000. Gede untuk ukuran saat itu. Plus komisi penjualan. Aku udah bisa beli mobil dan sewa apartment 3 kamar. Satu buat tidur. Satu buat keluarga. Satunya lagi untuk kamar sepatu 😂😂


Tugas memenuhi gudang berikat. Dari jus sampai mesin ATM. 


Lebih banyak di luar kantor lebih baik. Teman kantorku asik semua. Dari OB sampai direkturnya. Jadi ujung tombak perusahaan gak menjadikanku sombong. Justru sebaliknya. Kedekatanku dan komunikasi yang baik menjadikan kami tim yang kuat dan solid. 


1,5 tahun kemudian di tahun 2001 aku pindah kerja. Kemana? Ke salah satu klien kami. Di tempat baruku aku bisa tetap sowan ke kantor lamaku. Tetap akrab & dekat. Loh kok bisa ? 


Moral of the Story


Jangan pernah bakar jembatan di belakangmu. Kalau kerjamu benar, profesional, tidak koruptif. Kemanapun kamu pergi. Jalan terbuka untukmu. 


Sukses selalu Mbak Niluh Djelantik.  Semoga kedepan Niluh Djelantik bisa lolos menjadi seorang politisi (Anggota Dewan). Pilihlah partai nasionalis Niluh Djelantik karena itu memang genetikamu.  Tuhan memberkati.

Baca Juga : 

  1. Akhir Yang Indah Dari Seorang Pejuang Kemanusiaan (Mengenang Mendiang Birgaldo Sinaga)
  2. Presiden Jokowi, Pribadi Yang Tetap Membumi
  3. Mengenal Desa Blimbingsari Di Bali Yang Semua Warganya Beragama Kristen

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!