Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Akhir yang Indah dari Seorang Pejuang Kemanusiaan (Mengenang Mendiang Birgaldo Sinaga) - unclebonn.com

Thursday, May 20, 2021

Akhir yang Indah dari Seorang Pejuang Kemanusiaan (Mengenang Mendiang Birgaldo Sinaga)

https://www.unclebonn.com/2021/05/akhir-yang-indah-dari-seorang-pejuang.html

Aktivis, pejuang kemanusian dan toleransi Birgaldo Sinaga telah meninggal dunia pada 15 Mei 2021 pukul 06.00 WIB. Dirinya meninggal akibat Covid-19. Ia meninggal diusia yang masih muda. Kepergiannya tentu menyisahkan duka dan kesedihan yang mendalam untuk sang istri, Erni dan anak semata wayangnya, Beby K. Bukan saja mereka ini, saya, Anda juga bahkan mungkin kita semua yang mengenalinya. 


Birgaldo Sinaga merupakan salah satu pesohor dan pegiat media sosial.  Namanya mulai dikenal publik secara luas ketika ia menjadi relawan Ahok menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Padahal perjuangan untuk kemanusiaan lebih jauh lagi sebelum dia dikenal luas di Indonesia. Ia oleh kalangannya disapa Bang Bir. Dia bersekutu dengan Denny Siregar, Abu Janda (Permadi Arya), Eko Kunthandi, dan Ni Luh Djelantik.  Mereka kerap juga dikenal dengan sebutan Pandawa Lima.  


Mereka itu pendukung dan relawan militan Joko Widodo dan Ahok. Mereka kelompok nasionalis dan moderat yang mencintai keberagaman NKRI.  Garda terdepan yang akan "melawan" kelompok tertentu yang mau mencoba merongrong Pancasila dan NKRI.


Bang Bir itu sedikit beda dengan rekannya yang lain. Saya menyebutnya sebagai petarung jalanan yang gahar berjuang atas nama kemanusian. Berjuang untuk orang kecil. Bahkan mereka yang dianggap tidak mendapatkan keadilan. Ia boleh bersikap beda dalam pandangan politik tertentu. Namun ia merangkul semua orang atas nama saudara dalam kemanusiaan. Ia mencintai bangsanya ia pun mencintai kemanusiaan. 


Sebagai relawan politik dari Basuki Tjahja Purnama alias Ahok ia berani tampil garang di lapangan. Walau saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2016 diwarnai dengan politik identitas.  Ia bersama relawan lain mereka turun ke akar rumput untuk mengkampayekan Ahok yang saat itu berpasangan dengan Djarot Saiful. Ia berani dan gahar di lapangan.  Beberapa kali ia tampil di televisi sebagai relawan Ahok. Di masa Pilpres 2014 dan 2019 Ia adalah relawan Joko Widodo.  Misi mereka adalah mempertahankan bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI dan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa.  Bagi mereka Joko Widodo adalah representatif dari bangsa Indonesia. Perjuangan seorang rakyat jelata sampai titik puncaknya menjadi Presiden RI selama dua periode.


Birgaldo kerap meninggalkan rumah demi misi sosial, kemanusiaan bahkan politik.  Ia selalu ada untuk orang yang membutuhkan bantuan. Maka akan berjuang dengan suara vokalnya demi terwujud keadilan dan kebaikan bersama.


Diawal masa Covid-19,  kala semua aktivitas dibatasi ia kerap turun ke lapangan membagikan sembako kepada orang-orang kecil di Jakarta yang sulit memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Mungkin ia paham tentang kesulitan hidup. Mungkin karena pengalaman hidupnya.  Dalam akun facebook,  Birgaldo Sinaga, ia pernah berkisah tentang pasang surut kehidupannya.  Suatu masa dimana dia kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.  


Akhirnya karena virus corona ia harus di isolasi dan dirawat. Perjuangan hidupnya berakhir di rumah sakit tempat dimana ia dirawat.  Ia meninggal akibat Covid-19. Semua orang yang mengenalnya merasa kehilangan. Namun namanya akan selalu dikenang oleh angkatan ini. Seperti judul buku tulisannya tentang Ahok saat masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, "Mengapa Saya Memilih Ahok?" Pertanyaan yang sama untuk  mendiang Birgaldo Sinaga adalah "Mengapa kami mengasihimu Bang Bir?"


Orang Baik akan Bersama Orang Baik


Kepergian Bang Bir membangkitkan semangat solidaritas dari orang-orang yang mengasihinya atau sekedar mengenalnya via media sosial.  Banyak ucapan bela sungkawa datang dari berbagai kalangan.  Semua sedih. Semua merasa kehilangan atas sosok Birgaldo Sinaga.  Ia pejuang jalanan tanpa pamrih. Membangkitkan ruh perjuangan. Demi idealisme kebangsaan,  kemanusiaan dan sosial. 


Begitu banyak donasi yang terkumpul melalu rekening Oto Rajasa dan Ni Luh Djelantik. Dari rekening Oto Rajasa lebih dari 1,5 M. Dari rekening Ni Luh Djelantik lebih dari 800 juta. Memang dana besar ini tidak bisa menggantikan sosok mendiang Birgaldo Sinaga namun bisa meringankan beban sang istri dan anak semata wayangnya,  Beby K.  


Sementara itu dari tokoh kaliber seperti Bang Luhut Binsar Panjaitan dan Triawan Munaf sudah menjanjikan beasiswa untuk putrinya, Beby K. 


Atas dasar perjuangan dan kepedulian mendiang Birgaldo Sinaga atas nama kemanusian dan kebangsaan bangsa ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.  Bahwa orang baik akan bersama orang baik. Dan kebaikan akan kembali kepada pemiliknya.  


Mengutip kalimat Denny Siregar,  "Senyum, bro!. Atau dari para pengagum dan pengikut Bang Birgaldo Sinaga, "bernyanyilah bersama malaikat di surga."Rest In Peace Bang Birgaldo Sinaga.*


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!