Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Ringkasan Materi Dasar Teknik Penangkapan Ikan Nautika Kapal Penangkap Ikan - unclebonn.com

Wednesday, June 22, 2022

Ringkasan Materi Dasar Teknik Penangkapan Ikan Nautika Kapal Penangkap Ikan

https://www.unclebonn.com/2022/06/ringkasan-materi-dasar-teknik.html

Penangkapan ikan di laut selalu mengalami perubahan alat tangkap yang digunakan. Berbagai jenis alat tangkap telah dikembangkan untuk membantu mempermudah proses berburu ikan di laut. Alat tangkap dikembangkan dengan mengacu pada tingkah laku jenis ikan dan habitat dimana ikan berada. Berdasarkan habitat ikan, sumber daya ikan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu ikan-ikan permukaan (pelagic fish) dan ikan-ikan dasar (demersal fish).

 

1.Pengoperasian Jaring Pukat Cincin, Payang, Jaring Insang

 

Purseseine adalah alat yang digunakan untuk menangkap ikan pelagic yang membentuk gerombolan. Berada dekat dengan permukaan dan sangatlahdiharapkan densitas gerombolan tersebut tinggi, yang berarti jarak ikan dengan ikan yang lainnya haruslah sedekat mungkin.


Ditinjau dari tempat operasi penangkapannya seine net dapat dikelompokkanmenjadi pukat pantai yaitu pukat yang dioperasikan di tepi pantai, dalam bahasa bugisdisebut “panambe”, dan pukat tengah yang dioperasikannya agak jauh dari pantai misalnya payang, cantrang dan dogol. Gillnet sering diterjemahkan dengan jaring insang, jaring rahang dan lain-lain. Istilah gillnet didasarkan pada pemikiran bahwa ikan-ikan yang tertangkap “gill net” terjerat disekitar operculumnya pada mata jaring.

 

2.      Pengoperasian Trap (Perangkap)

 

Trap (perangkap) adalah alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap di dalam air untuk jangka waktu tertentu yang memudahkan ikan masuk dan mempersulit keluarnya. Alat ini biasanya terbuat dari bahan alami seperti bambu, kayu atau bahan buatan lainnya seperti jaring.

 

3.      Pengoperasian Alat Tangkap Trawl

 

Trawl adalah alat penangkap ikan dengan cara di tarik oleh satu bahkan dua kapal. Berdasarkan letak jaring dalam air selama melakukan operasi penangkapan ikan, trawl dapat dibedakan atas 3 jenis yaitu Surface trawl, Mid Water Trawl dan Bottom Trawl. Jenis ini merupakan jenis yang paling umum. Jaring ini ditarik pada dasar/dekat dasar laut, dengan demikian ikan yang menjadi tujuan penangkapan ialah ikan-ikan dasar, termasuk juga udang-udangan dan kerang-kerangan


Baca Juga : Ringkasan Materi Kunci Hukum Maritim, Peraturan Perikanan, Tata Laksana Perikanan Yang Bertanggungjawab Dan Marine Pollution

4.      Pengoperasian Pancing (Line)

 

Keberhasilan suatu penangkapan ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah keahlian nelayan dalam mengoperasikan alat tangkap (teknik penangkapan), daerah penangkapan yang tepat, dan masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam sebuah operasi penangkapan ikan. 


Jika melihat berbagai jenis alat tangkap yang beroperasi di suatu perairan, sangatlah beragam. Tentu dari masing-masing alat tangkap membutuhkan teknik pengoperasian yang berbeda-beda. Namun beberapa alat tangkap ada yang mempunyai kemiripan dalam pengoperasiannya walaupun ada yang lebih sederhana dan ada yang lebih kompleks kegiatan penangkapan ikan merupakan salah satu kegiatan yang bersifat sama seperti orang berburu, yang dilakukan di laut guna menangkap ikan yang  layak untuk konsumsi.


Baca Juga : Soal Dan Jawaban Teknik Penangkapan Ikan Dengan Alat Tangkap Gillnet Atau Jaring Insang

5.     Menerapkan Penentuan Daerah Penangkapan Ikan

 

Daerahpenangkapan ikan adalah suatu daerah perairan dimana populasi organisme dimanfaatkan sebagai penghasilan perikanan.Dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan dapat tertangkap dalam jumlah yang maksimal dan alat penangkap ikan dapat dioprasikan didaerah tersebut.


Suatu wilayah perairan laut dapat dikatakan sebagai daerah penangkapan ikan apabilah terjadi interaksi antara sumber daya ikan menjadi target penangkapan dengan teknologi Sumberdaya yang ada di dalam laut tidaklah tampak secara langsung oleh mata manusia, karena media hidup ikan dan manusia adalah berbeda, perbedaan media ini dapat diantisifasi dengan mempelajari tingkah laku ikan sasaran dan penggunaan alat bantu pendeteksi. Studi tingkah laku ikan perlu dilakukan untuk mengetahui keberadaan ikan sasaran, sehingga dapat menghemat biaya oprasional.


Perairan tempatikan hidup adalah milik umum laut tidak dikapling seperti halnya daratan, sehingga siapapun dapat memenfaatkan sumberdaya ikan yang ada diperairan itu, perebutan lokasi penangkapan ikan yang potensial dapat terjadi. Oleh karena itu diperlukan suatu peraturan dan undang-undang untuk mengatasinya.


Baca Juga : Contoh Soal Pilihan Ganda Dan Jawaban Navigasi Radar Dan Elektronik Nautika Kapal Penangkap Ikan

6.      Melaksanakan Penanganan Dan Penyimpanan Hasil Tangkap

 

Penanganan ikan segar adalah semua pekerjaan yang dilakukan terhadap ikan segar sejak ditangkap sampai saat diterima oleh konsumen dan pekerjaan tersebut dilakukan oleh nelayan, pedagang, pengolah, penyalur, pengecer dan seterusnya hingga konsumen.105 Dan beberapah fase yang akan dilalui pasca ikan mati (PascaMortem).

a) Perubahan pre rigor mortis

b) Perubahan rigor mortis

c) Perubahan post rigor

Proses penangan dan penyimpanan ikan di atas kapal,

a) Pengangkatan ikan dari jarring

b) Penyortiran

c) Pengeluaran isi perut

d) Pencucian

e) Penirisan

f) Pendinginan dan penyimpanan

Untuk pendinginan hasil tangkapan yang menggunakan kapal yang besar

biasanya menggunakan pendinginan refrigerasi, ada bebeberapa metode

penyimpanan hasil tangkapan :

Bulking metode

Shelfing metode

Boxing metode

 

7.    Melaksanakan Penanganan Ikan Secara Higienis

Begitu ikan tertangkap diangkat keatas kapal harus secepat mungkin ditangani dengan baik dan hati-hati untuk kemudian disimpan di cold storage atau diolah bahkan langsung dimasak untuk dikonsumsi. 


Cara untuk penanganan ikan seperti diuraikan di atas dari mulai penyiapan deck dan peralatan yang higienis, penyortiran atau pemisahan ikan perjenis, pemilahan ikan yang rusak, pembersihan dan pencucian, perlindungan dari sengatan matahari dan suhu tinggi, penyimpanan dalam ruang suhu dingin (chilling room) termasuk di dalamnya pemalkahan, peng-es-an, perendaman dengan air laut yang didinginkan (iced sea water, refrigerated sea water dan lain sebagainya). 


Dalam penanganan hasil tangkap secara higienis mengikuti beberapa prosedur untuk mempertahankan mutu ikan. Penanganan dan penyimpanan secara higienis :

a. Persiapan dek dan peralatannya

b. Persiapan dek kerja.

c. Persiapan terhadap peralatan dan perlengkapan penanganan.

d. Persyaratan operasi secara higines

 

 Baca Juga : Pengertian Dan Klasifikasi Kapal Perikanan

8.      Membuat Perencanaan Kualitas Hasil Tangkapan

 

Kualitas hasil tangkapan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan hasil tangkapan yang baik, namun dalam menentukan kualitas yang baik.Ada tiga cara utama untuk memperlambat penurunan kualitas pada ikan, yaitu kehati-hatian dalam penanganan, kebersihan, dan menjaga produk tetap dingin Pentingnya kehati-hatian dalam penanganan tidak dapat dipungkiri karena bakteri pembusuk dapat masuk melalui sayatan dan abrasi yang terjadi selama penanganan, sehingga mempercepat pembusukan. Penanganan yang tepat akan menjamin kualitas produk yang lebih segar dan tinggi.


Ikanyang baik adalah ikan yang masih segar. Ikan segar yang masih mempunyai sifat sama seperti ikan hidup, baik rupa, bau, rasa, maupun teksturnya. Dengan kata lain, ikan segar adalah :

a. Ikan yang baru saja ditangkap dan belum mengalami proses pengawetan maupun pengolahan lebih lanjut.

b. Ikan yang belum mengalami perubahan fisika maupun kimia atau yang masih mempunyai sifat sama ketika ditangkap.

Faktor-faktor yang menentukan mutu ikan segar dipengaruhi antara lain :

1) Cara penangkapan ikan

2) Pelabuhan perikanan.

3) Berbagai faktor lainnya, yaitu mulai dari pelelangan, pengepakan, pengangkutan dan pengolahan

 

9.      Melaksanakan Prinsip-Prinsip Jaminan Mutu Ikan Hasiltangkap

 

Jaminan mutu merupakan suatu sistem akan penilaian dalam keamanan pangan akan bahaya Hazar setiap teknik penanganan hasil tangkap yang dilakukan haruslah sesuai dengan standar HACCP ( Hazard Analisis Critical Control Point ), atau Analisis Bahaya Pada Titik Pengendalian Kritis (ABTKK), sebuah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi bahayabahaya, tindakan-tindakan pengendalian dalam proses persiapan makanan dimana pengendalian adalah bagian penting dalam memastikan keamanan makanan atau bahaya dan pengendalian titik kritis dan ditambah para pekerja yang terampil dan cekatan akan memberikan hasil penangnan yang baik. 


Faktor-faktor yang menyebabkan kontaminasi, kelangsungan hidup dan tumbuhnya mikroorganisme, dan bagaimana pengetahuan ini diterapkan untuk mencegah penyakit yang ditularkan makanan

a. Kontaminasi

b. Zat warna tidak aman

c. Karsinogenik

d. Zat aditif lainnya

 

Baca Juga : Tugas Dan Fungsi Awak Kapal Dalam Manajemen Operasi Kapal Penangkap Ikan


HACCP adalah suatu pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengendalikan bahaya keamanan pangan. Sistem ini diterima secara internasional sebagai piranti yang efektif dalam mengendalikan penyakit, akibat bahan pangan. Awalnya, prinsip HACCP dibuat untuk keamanan bahaya pangan, namun sistem ini akhirnya dapat diaplikasikan lebih luas dan mencakup industri lain. AplikasiHACCP, terutama yang diperuntuhkan bagi pangan, dilaksanakan berdasarkan beberapa pedoma, yaitu prinsip umum kebersihan pangan Codex. Codex yang sesuai dengan kode praktik dan undang-undang keamanan pangan yang berlaku.

 

Prinsip-prinsip HACCP adalah sebagai berikut:

1) Mengidentifikasi potensi bahaya pada semua tahapan dalam industri  pangan.

2) Menentukan titik atau tahapan operasional yang dapat dikendalikan untuk meminimalkan bahaya (CCP)

3) Menetapkan batas kritis yang harus dicapai untuk menjamin bahwa CCP berada dalam kendali

4) Menetapkan sistem monitoring dengan cara pengamatan atau pengujian

5) Menetapkan tindakan perbaikan bila hasil monitoring menunjukkan bahwa CCP tertentu tidak terkendali

6) Menetapkan prosedur verifikasi untuk keperluan penyesuaian

7) Menjalankan sistem dokumentasi tentang HACCP

8) Dan tujuannya HACCP adalah ;

a) Untuk menjamin bahwa produksi pangan aman setiap saat.

b) Merupakan bukti sistem produksi dan penanganan produk yang aman

c) Memberi rasa percaya diri pada produsen akan jaminan keamanan produknya

d) Memberikan kepuasan kepada custumer akan konformitasnya pada standar nasional/internasional

e) Memenuhi standar dan regulasi pemerintah

f) Penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien


Baca Juga : Soal Dan Jawaban Bangunan Kapal Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan

Demikian ringkasan materi dasar teknik penangkapan ikan yang disajikan buat pengunjung blog ini. Mudah-mudahan dapat memberi manfaat bagi pembaca sekalian. Salam.


Diambil dari Dokumen Tugas Mahasiswa PLPG 2017 Pelayaran Kapal Penangkap Ikan 

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!