Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Sorot Mata Bunda - unclebonn.com

Saturday, August 7, 2021

Sorot Mata Bunda

https://www.unclebonn.com/2021/08/sorot-mata-bunda.html

Matanya selalu mencuri perhatian. Tapi dia bukan wanita muda yang menggoda. Dia hanya seorang wanita tua dengan guratan sudah menghiasi wajahnya. Dan itu tampak jelas. Tubuh tegar sudah mulai membungkuk entah beban hidupnya yang begitu berat atau mungkin karena dimakan usia. Itu jelas tak menipu. Ia memang tua dan berbeban berat.


Baca Juga : Darling


Hai wanita tua. Tahukah dirimu bahwa dia pemuda sombong? Dia begitu karena ia telah melewati berbagai proses hidup tanpa tuntunan seorang bunda. Ia berkelana bagai seorang musafir. Hidupnya tak menentu. Beratapkan langit beralaskan bumi. Sering ia menengadah ke langit berharap pada Sang khalik demi remah-remah roti yang berserakan di muka bumi. 


Lantas bagaimana mungkin hari ini engkau mengkuatirkan dirinya? Tahukah dirimu bahwa ia pemuda sombong? Ataukah engkau mempercayainya?


Baca Juga : Cerita Romo Tentang Seorang Ibu Empat Puluh Enam Tahun


Dia bukan sombong pada dirimu. Ia sombong pada dirinya sendiri. Sombong dengan segala perjuangannya. Sombong untuk mengalahkan cobaan dan tantangan. 


Dia juga lemah ketika harus bersanding dengan dirimu. Kala ia mencium bau keringatmu. Kala ia melihat baju kumalmu. Ia juga seorang penipu karena kesombongannya. Menipu karena ia tak mau meneteskan air mata dihadapanmu.


Teman saya bilang, dahulu ia memang seorang pemuda sombong. Sombong karena ia memiliki segala sesuatu tanpa campur tangan orang tuanya. Ia memang tak pernah tahu bahwa setiap saat ibunya selalu bertelut dihadapan arca suci. Ia yang senantiasa berbicara dengan alam para leluhur karena kegelisahannya. Kegelisahan pada nasib anaknya. 


Baca Juga : Ibu


Sepasang mata bulat bercahaya kasih itu tak pernah luput meneropong setiap sudut dimana sosok pemuda sombong itu berada. Entah kuatir atau karena kasihnya yang berlimpah ia ingin mencurahkan segalanya pada pemuda sombong itu. Namun ia tak bisa mendekati pemuda sombong itu. 


Pada akhirnya pemuda sombong itu sadar dari rahim wanita tua, berbau keringat dan berbaju kumal itu ia berasal. Ia sombong karena untaian doa doa tulus dan sucinya. Ia sombong karena "nyanyian" bundanya kepada leluhur.  


Baca Juga : Bunga Kertas Ungu Untuk Ibu Pertiwi


Dibalik kesombongannya ia sebenarnya terlihat lucu. Pemuda itu terlihat bagai robot saat berada disamping ibundanya, saat harus berada dihadapan arca atau pusara nenek moyangnya. 


Hai bunda, ia sombong atas nama dirimu. Tapi jelas pemuda itu tetap sombong dan selalu sombong selamanya karena hasrat dan harapan besar yang ada di dalam dirinya. Sebuah bahasa kalbu.*


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!