Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Apa itu Titik Buta (Blind Spot) dan Tiga Hal Mengatasinya - unclebonn.com

Sunday, June 20, 2021

Apa itu Titik Buta (Blind Spot) dan Tiga Hal Mengatasinya

https://www.unclebonn.com/2021/06/apa-itu-titik-buta-blind-spot-dan-tiga.html

Ini soal pembelajaran hidup bahwa manusia membutuhkan orang lain. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Sekaya apapun orang itu jika dia tidak memiliki teman dia akan kesepian. Jika dia tidak memiliki manajemen yang baik bisa saja dia bangkrut. Sehebat apapun seorang presiden jika dia tidak memiliki menteri-menteri yang hebat atau penasehat yang apik, baik dan loyal di lingkarannya bisa saja kepemimpinan dia di suatu negara berakibat fatal : menjadi sebuah negara gagal.


Pernahkah kita mendengar kata atau istilah blind spot? Blind spot atau blank spot secara harafiah artinya titik buta. Suatu keadaan yang tidak bisa dijangkau oleh penglihatan kita pada saat-saat tertentu. Karena kita terlalu fokus pada satu titik saja. Biar lebih jelas terkait dengan titik buta kita pinjam pengertian titik buta berkendara. 


Baca Juga : Arti Sebuah Pertemanan Dan Tips Agar Pertemanan Tetap Langgeng


Dikutib dari Wikipedia.org titik buta dalam berkendara adalah bagian dari sekeliling kita yang tidak bisa kelihatan pada saat mengemudikan kendaraan, karena beberapa alasan seperti jangkauan pandangan yang terbatas cermin atau terhalang oleh muatan yang dibawa. 


Dari dua pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa titik buta (blind spot) adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dengan jelas mengetahui kelemahannya atau karena ia fokus hanya pada satu hal dan ia melupakan hal lain. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Baik kalangan profesional atau bahkan atlit hebat sekelas Muhammad Ali, Lionel Messi, dan lain-lain.  Mereka membutuhkan orang lain (pelatih) atau beberapa orang untuk menjadi partner latihan. 


Apa yang kurang dengan seorang Lionel Messi sehingga ia masih membutuhkan pelatih sekelas Joseph Guardiola? Atau seorang Manny Pacquiao yang membutuhkan seorang pelatih bertangan dingin seperti Freddie Roach. Seandainya jika mereka diminta menantang balik pelatih mereka tentu pelatihnya bukan lawan sepadan. Tapi toh mereka tetap membutuhkan seorang pelatih.


Ada apa?


Manusia itu bukan makhluk yang sempurna. Dibalik keunggulan atau kelebihan itu ada titik lemah. Titik lemah (kelemahan) yang tidak ia sadar. Titik yang bisa mematikan atau bisa merubah fakta. Titik lemah ini sering tidak diketahui atau dipahami oleh kebanyakkan orang termasuk para atlet top dunia tadi. Sehingga peran seorang pelatih adalah menemukan bakat atau potensi diri dan "menutupi" kelemahan si atlit-atlit dimaksud.  Tugas lain sang pelatih membimbing, mengarahkan dan menasehati agar si atlit tersebut bisa menguasai kelemahan dirinya sendiri.


Baca Juga : Don't Judge A Book By Its Cover


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ada wakil, ada tenaga ahli ada staf ahli dan lain-lain.  Intinya bahwa orang-orang ini adalah pembantu atasan mereka. Karena seorang top eksekutif tidak semua hal dia kuasai. Makanya ia membutuhkan orang-orang yang pakar dibidangnya. Sehingga segala keputusan yang dipleno adalah sebuah keputusan yang efektif dan efisien. 


Cara mengatasi titik buta pada manusia


Manusia yang mau berkembang adalah manusia yang mau belajar dan mau berubah. Belajar dari kelemahan dan belajar memaksimalkan potensi diri. Pribadi yang tidak berwatak mendominasi keadaan melainkan pribadi yang dialogis, demokratis dan membuka diri : menerima saran dan kritik. 


Ada tiga hal penting dalam mengatasi titik buta manusia itu : 


Pertama, bersikap rendah hati. Orang yang bersikap rendah hati dia tidak pernah merasa diri menjadi pemain tunggal. Tidak merasa diri manusia super power. Tapi ia merasa menjadi bagian dari sistem. Bagian dari orang lain. Sadar diri dia juga terbatas. 


Baca Juga : Bahaya Selip Lidah: Mulutmu Harimaumu


Bersikap rendah hati berarti dia menerima segala sesuatu dengan baik tanpa ia merasa direndahkan dan ia melaksanakan itu sebagai sebuah keputusan bersama. 


Kedua, dialogis. Seseorang yang suka berdialog merupakan tipe orang yang berbuka. Orang tipe ini ia bisa menjadi pendengar dan teman diskusi yang baik. Apalagi komunikasi itu intens dilakukan misalnya antara atasan dan bawahan, coach dan atlet dan seterusnya maka akan terbangun sebuah kerja sama yang baik termasuk menutupi celah kelemahan manusia itu. 


Ketiga, reward and punishment. Secara harafiah reward and punishment adalah memberi penghargaan dan "menghukum" kepada staf atau bawahan. Hal diterapkan untuk bisa meningkatkan kinerja team work. Supaya suasana kerja tidak datar-datar saja. Jika dia mampu memperbaiki kelemahan bahkan kegagalannya dia patut diberi apresiasi dalam bentuk ucapan. Jika ia enggan memperbaiki diri dia diingatkan.  Jika terus-terusan "oknum" itu nyaman dengan capaian minimalnya dia dilayak diberi "punishment."


Baca Juga : Kepercayaan (Trust)


Begitulah kira-kira perihal seputar blind spot manusia. Bahwasanya manusia membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi. Dalam konteks dunia kerja atau pun dalam kehidupan rumah tangga kehadiran dua belah pihak itu bertujuan untuk saling melengkapi. No one is perfect.  


Namun begitu manusia jangan pernah nyaman pada capaian minimalnya ia harus terus berusaha berkembang dengan terus berusaha memperbaiki kelemahan dirinya dengan menerima masukan, saran dan kritikan yang konstruktif dan produktif.*



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!