Educational, Informative, and Inspirational Blog Bedah Tuntas Alat Tangkap Payang: Dari Konstruksi hingga Operasi - unclebonn.com

Thursday, April 2, 2026

Bedah Tuntas Alat Tangkap Payang: Dari Konstruksi hingga Operasi

https://www.unclebonn.com/2026/04/bedah-tuntas-alat-tangkap-payang-dari.html

Materi ajar ini disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai alat tangkap Payang, yang secara teknis diklasifikasikan sebagai pukat tarik berkapal (boat seines) untuk menangkap ikan pelagis kecil. Fokus utama materi ini mencakup aspek historis payang sebagai alat tangkap tradisional Indonesia, detail konstruksi yang terdiri dari bagian sayap (wings), badan (body), dan kantong (cod-end), serta spesifikasi kapal operasionalnya.


Metode pembelajaran diarahkan pada penguasaan teknik operasional yang meliputi tahapan persiapan, pelingkaran gerombolan ikan (setting), hingga penarikan jaring (hauling) dengan memperhatikan olah gerak kapal yang presisi. Selain aspek teknis, materi ini menekankan pentingnya alat bantu penangkapan seperti rumpon dan lampu untuk meningkatkan efektivitas tangkapan. Sebagai bentuk edukasi terhadap keberlanjutan lingkungan, dibahas pula mengenai urgensi modifikasi ukuran mata jaring (mesh size) untuk mencegah overfishing dan menjamin kelestarian sumber daya ikan di perairan Indonesia. Melalui materi ini, peserta didik diharapkan tidak hanya terampil secara operasional, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan di masa depan.


1. Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan modul ini, siswa diharapkan mampu:

  • Menganalisis sejarah dan evolusi penggunaan payang dalam perikanan Indonesia.
  • Mengidentifikasi komponen konstruksi jaring payang secara mendetail (dimensi dan material).
  • Menjelaskan spesifikasi kapal dan alat bantu penangkapan yang digunakan.
  • Menguraikan tahapan operasional (setting hingga hauling) dan olah gerak kapal.
  • Mengevaluasi aspek keberlanjutan sumber daya ikan terkait penggunaan mata jaring (mesh size).

 

Baca Juga : Materi I Pembelajaran Jarak Jauh Prosedur Darurat Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan Semester Genap


2. Sejarah Alat Tangkap Payang

Payang merupakan alat tangkap asli Indonesia yang bersifat tradisional namun sangat efektif. Namanya bervariasi di setiap daerah:

  • Pantai Utara Jawa: Disebut Payang (Jakarta, Tegal, Pekalongan).
  • Sumatera: Pukat Banting (Aceh) dan Pukat Tengah (Sumatera Barat).
  • Indonesia Timur: Panja/Pajala (Muna/Buton), Pukat Buton (Manokwari/Kupang), dan Jala Oras (Sumbawa). Awalnya, payang dioperasikan menggunakan perahu layar tak bermotor dengan mengandalkan tenaga manusia (dayung) dan pengamatan visual untuk mencari gerombolan ikan (fish schooling).


3. Pengertian Alat Tangkap Payang

Secara teknis, Payang adalah Pukat Kantong Lingkar.

  • Klasifikasi: Berdasarkan Kepmen KP No. 06/2010, payang termasuk kelompok Pukat Tarik Berkapal (Boat Seines).
  • Karakteristik: Alat ini menangkap ikan dengan cara melingkari gerombolan ikan kemudian menariknya ke arah kapal. Berbeda dengan Purse Seine, payang tidak memiliki tali kerut di bagian bawah, sehingga ikan diarahkan masuk ke dalam kantong melalui proses penggiringan.

 

4. Konstruksi dan Komponen Alat Tangkap Payang

Berdasarkan data teknis, konstruksi payang terdiri dari:

  • Kantong (Cod-end): Bagian akhir tempat ikan terkumpul. Memiliki mata jaring terkecil (sekitar 1-2 cm). Terbuat dari bahan Polyethylene (PE).
  • Badan (Body): Terdiri dari beberapa bagian (perut atas, bawah, dan samping) dengan ukuran mata jaring yang bergradasi (semakin ke arah kantong semakin kecil).
  • Sayap (Wings): Bagian terpanjang yang berfungsi sebagai "pagar" pengiring ikan. Panjang sayap bisa mencapai 100-150 meter per sisi.
  • Tali Ris Atas (Head Rope): Tempat melekatnya pelampung untuk menjaga mulut jaring tetap mengapung.
  • Tali Ris Bawah (Foot Rope): Tempat melekatnya pemberat agar bagian bawah jaring tenggelam dan membentuk mulut jaring yang terbuka vertikal.
  • Tali Selambar (Warp Rope): Tali yang sangat panjang (bisa mencapai 500 meter) untuk menarik jaring kembali ke perahu.

 

5. Konstruksi Kapal Payang

Kapal payang memiliki ciri khas khusus untuk menunjang operasional:

  • Desain Lambung: Umumnya bertipe V-bottom atau Round-bottom untuk stabilitas saat penarikan jaring.
  • Dimensi Umum: Panjang (LOA) 10-15 meter, lebar 2-3 meter.
  • Dek Kapal: Memiliki area luas di bagian tengah atau belakang untuk menumpuk jaring (net storage).
  • Tiang Pengamat: Beberapa kapal memiliki tiang untuk nelayan memantau keberadaan burung atau riakan air yang menandakan adanya ikan.

 

6. Teknik Penangkapan dan Olah Gerak Kapal

Operasi penangkapan terdiri dari beberapa fase krusial:

  1. Searching: Kapal bergerak berkeliling mencari tanda-tanda ikan (burung yang menukik, warna air, atau bantuan Echo Sounder).
  2. Setting (Penebaran): * Salah satu ujung tali selambar dilepas (biasanya diikatkan pada pelampung tanda atau dipegang ABK yang turun ke air).
    • Kapal bergerak melingkar (berlawanan arah jarum jam atau searah) sambil menurunkan jaring dengan kecepatan stabil.
  3. Hauling (Penarikan): * Kapal berhenti atau bergerak perlahan.
    • Tali selambar ditarik secara bersamaan dari sisi lambung. Kecepatan penarikan sisi kanan dan kiri harus seimbang agar mulut jaring tidak miring.
    • Ikan digiring masuk ke bagian badan hingga terkumpul di kantong.

 

7. Alat Bantu Penangkapan Ikan

Keberhasilan payang sangat bergantung pada alat bantu berikut:

  • Rumpon (Fish Aggregating Devices/FADs): Rangkaian bambu dan daun kelapa yang ditanam di laut untuk menarik ikan kecil (umpan) yang kemudian diikuti oleh ikan target.
  • Lampu (Light Fishing): Digunakan pada malam hari untuk mengumpulkan ikan yang bersifat fototaksis positif (tertarik pada cahaya).
  • Serok (Scoop Net): Digunakan untuk mengambil ikan dari kantong jaring ke dalam palka kapal saat hauling selesai.

 

8. Aspek Keberlanjutan (Sustainable Fishing)

Isu utama alat tangkap payang adalah Selektivitas.

  • Masalah: Ukuran mata jaring (mesh size) yang terlalu kecil di bagian kantong menyebabkan ikan-ikan yang belum dewasa (juvenile) ikut tertangkap. Jika ini terus berlanjut, populasi ikan akan menurun drastis.
  • Solusi: * Penerapan aturan Mesh Size minimum sesuai regulasi pemerintah.
    • Modifikasi kantong jaring menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan.
    • Menghindari area pemijahan ikan (spawning ground) saat melakukan operasi.

 

9. Kesimpulan

Alat tangkap Payang adalah warisan budaya maritim Indonesia yang memiliki efisiensi tinggi dalam menangkap ikan pelagis kecil. Kesuksesan operasionalnya ditentukan oleh ketepatan olah gerak kapal saat melingkari ikan dan kerja sama tim ABK saat penarikan. Namun, modernisasi payang harus tetap mengedepankan aspek keberlanjutan melalui pengaturan ukuran mata jaring agar kekayaan laut Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang.

 

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!