Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Berdemokrasi Tanpa Baper! - unclebonn.com

Wednesday, December 16, 2020

Berdemokrasi Tanpa Baper!

 Apa itu demokrasi?

https://www.unclebonn.com/2020/12/berdemokrasi-tanpa-baper.html

Secara etimologis, kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu 'Demos' dan 'Kratos'. Demos artinya rakyat/ khalayak, dan Kratos artiya pemerintahan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya yang terpilih.


Abraham Lincoln mengatakan bahwa, sebuah demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang pada dasarnya dirancang dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.


Selanjutnya Charles Costello, pernah mengatakan jika Demokrasi bisa menjadi salah satu sistem bagi sosial dan politik, akan digunakan untuk membatasi kekuasaan pemerintah juga untuk melindungi hak rakyatnya.


Jadi, pengertian demokrasi adalah pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.


Berdemokrasi Tanpa Baper!


Pasca Pemilu Kada sepertinya orang masih irit untuk memberi senyum, masih belum maksimal memandang tetangga sebelah. Alasannya karena berbeda pilihan. Kok bisa ya? Memang ini aneh tapi itulah fakta yang terjadi di lapangan. 


Berbeda dalam konteks demokrasi adalah sebuah keniscayaan. Intinya berbeda itu demokrasi atau demokrasi itu erat kaitannya dengan perberbedaan. Apalagi kita Indonesia yang terdiri dari beragam keunikannya. Di sebuah rumah misalnya, suami - istri dan anak-anak bisa saja berbeda pilihan. Karena setiap pribadi memiliki preferensi sendiri soal pemimpin atau calon kepala daerah. 


Sebagai warga negara yang baik dan memiliki hak pilih kita dituntut menggunakan hak pilih kita. Kita memilih pemimpin itu sesuai hati nurani, pertimbangan track record, kesamaan ideologis. Bahasa normatif-nya demikian.


Alasan orang memilih itu karena ada pemilih yang memilih karena terinspirasi dengan sosok calon pemimpin itu. Ada yang karena kedekatan emosional. Ada karena ada unsur kesamaan suku, agama, ras, dan lain-lain. Ada pula kelompok pemilih yang rasional. Mereka ini adalah pemilih yang begitu detail memperhatikan sosok calon pemimpin dari berbagai aspek. 


Baca Juga : Apa Itu Nasionalisme?


Lepas dari itu semua, bahwa inilah realitanya. Ini bukan masalah pemilih. Yang jadi masalah ketika calon pemimpin tidak mampu menggaet "hati" para pemilih. Sehingga pemilih lari ke lain hati. Sebaliknya, pemilih militan atau loyal keputusan sudah tidak bisa diganggu gugat.


Demokrasi bukanlah sebuah barang pakai habis. Demokrasi adalah produk yang dinamis. Ia terus bergerak. Kadang-kadang demokrasi itu ibarat bola liar ketika ia hendak masuk gawang lawan ia harus ditahan. Biar jangan kebobolan.  Ya, begitulah. 


Demokrasi bagi para politikus ibarat seni memainkan irama musik. Kadang mereka memainkan lagu melankolis, pop, jazz, reggae atau slow rock. Kadang juga mereka harus memainkan lagu berirama rock dan metal dengan hentakan keras. Pada titik ini apakah mereka dianggap tidak waras? Tidak. Itu tugas seorang politisi dan itu dinamika politik. Seorang politisi harus mampu memainkan semua irama. Bisa menjadi aktor dan sutradara. Ia harus "terbang" melampaui batas kewajaran. Disitulah seorang politisi baru dikatakan "pemain" bahasa menterengnya politisi jenius.


Ketika kita masuk kedalam perangkap mereka (baca:politisi) kita seolah-olah merasa menjadi aktornya. Padahal kita hanya sebagai pemilih semata. Hanya partisan. Apalagi ketika menjadi pihak menang ia kerap lupa menjejakkan kaki Di tanah. Sebaliknya jika kalah. Menatap teman disamping saja kepala terasa amat berat. Ibarat ada beban yang ditaruh diatas kepala. 


Kondisi inilah yg terjadi dalam kehidupan demokrasi hari ini. Makanya orang bilang santai saja. Jangan baper dalam berpolitik.  


Berbagai dalil dan argumentasi akan keluar sebagai alasan. Tapi kita perlu memberi apresiasi kepada para pejuang demokrasi yang ingin nilai-nilai demokrasi seperti kejujuran, keadilan, kebebasan dimuliakan dan kerahasiaannya mesti tetap dijaga. Sehingga kualitas demokrasi terus meningkat. 


Demokrasi seperti Pemilu kada saat ini hanya akan melahirkan pemenang tunggal. Jadi yang kalah harus legowo alias ikhlas. Tapi yang menangpun jangan jumawa jangan sombong dan segera membangun kebersamaan. Jangan ada pengkotak-kotakan. Karena harus disadari tidak ada demokrasi harus 100% untuk salah satu kandidat.


Karena kita tahu, badai tornado pun tdk mampu menyapu rata bangunan rumah, apalagi ketika calon pemimpin menawarkan irama lagu kepada publik. Pasti ada yang tertarik dengan irama jazz, pop, slow rock atau metal. 


Baca Juga : Kisah Nyata, Yasuke Prajurit Samurai Pertama Asal Afrika Yang Melegenda


Kalau mau menang besar tergantung kedipan matanya (pencitraan). Maksudnya menawarkan lagu sekaligus bagaimana meyakinkan publik bahwa lagu berirama pop, jazz, slow rock itu lebih menarik. 


Kalau godaan itu berhasil, hanya dialah pemenang tunggalnya. Namun bagi seorang petarung dia sudah siap dengan segala konsekuensinya. Teman-teman mari kita lupakan perbedaan dalam pilkada kemarin, kita sambut Natal 25 Desember 2020 dengan penuh sukacita.*


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!