Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Apapun yang Terjadi dengan Hidupmu Jangan Pernah Abaikan Keselamatan Orang Lain - unclebonn.com

Saturday, December 19, 2020

Apapun yang Terjadi dengan Hidupmu Jangan Pernah Abaikan Keselamatan Orang Lain

https://www.unclebonn.com/2020/12/apapun-yang-terjadi-dengan-hidupmu.html

Ia terus berjuang ditengah usianya makin renta. Itulah tanggungjawab seorang ibu. Berjuang dan terus berjuang. Itu yang dibilang tanggungjawab naluriah. Mungkin sampai raganya tak berdaya atau sampai pada kesudahannya tiba ibu itu baru diam. Diam dalam keabadian yang damai dan bahagia.

Banyak kisah menarik tentang perjuangan seorang ibu sampai masa yang mestinya mereka tinggal duduk manis bahkan berleha-leha dimasa tuanya. Tapi banyak yang masih harus berkeringat sampai masa tuanya. Atau karena mereka sulit untuk melepaskan rutinitas yang sudah dimulai dari masa muda mereka. 


Seorang ibu membuktikan bahwa kasih ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang galah.  


Kita bisa belajar dari ibunda dari Bupati Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Raymundus Sau Fernandez, S.Pt yang terus berjualan hingga hari ini walau ank-anaknya sudah menjadi pejabat daerah. Namun ia sulit melepaskan rutinitas itu. Berjualan dan berdagang ternak.  Hasil penjualannya dibagi merata kepada anak-anaknya. Itu nyata.


Baca Juga : Kaka Andi Ndoa, Petarung Dan Pebisnis Jalanan Yang Kreatif


Hidup adalah kesempatan bagi manusia. Untuk bekerja, untuk berjuang serta untuk berkarya.  Berjuang untuk diri sendiri, untuk keluarga dan untuk sesama kita. Itulah bentuk ucapan syukur kita kepada sang khalik.  


Sebagai anak jika belum mampu membahagiakan orang tuanya jangan terus menjadi beban bagi orang tua. Belajar untuk mandiri dan belajar untuk bertanggungjawab. Bertanggungjawab untuk diri sendiri. 


Memang hidup itu tak semudah kita berteori. Hidup itu keras. Semua melalui rangkaian proses demi proses. Yang instan saja melalui proses. Untuk makan mie instan juga butuh proses. Tak ada yang free. Kecuali melalui jalan kecurangan. 


Baca Juga : El Asamau : Belajar Bahasa Inggris Tidak Ada Yang Instan


Lihatlah potret buram kehidupan seorang oma renta ditengah pandemik itu.  Ia berjualan. Bersusah payah. Mungkin dia mesti melawan terik matahari. Atau harus menghindari razia satuan Pol PP.  Mestinya dia bebas menghirup udara tanpa mengenakan masker. Jika dia ogah mengenakan masker hidupnya bisa saja terancam oleh virus Corona. Mestinya saat ini dia sudah menikmati masa tua di rumah. 


Kita tak perlu suudzon kepada pemilik oma ini. Mungkin saja pekerjaan ini adalah panggilan naluriah. Bisa saja bekerja untuk memenuhi kebutuhan hari-harinya.  Bisa saja oma ini diabaikan karena kehidupan keluarganya yang serba susah. Namun apa yang nampak itu adalah tanggung jawab naluri seorang ibu. Bisa jadi untuk dirinya. Bisa juga untuk cucu-cucunya. 


Baca Juga : Tak Perlu Iri Dengan Kehidupan Orang Lain Karena Setiap Orang Punya Rezeki Masing-Masing


Ibu ini bisa sebagai contoh. Dibalik perjuangan yang keras namun beliau tetap peduli dengan aturan. Dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Ia sadar jika ia mengabaikan protokol kesehatan ia sendiri yang rugi. Resiko ditanggung oleh diri sendiri dan dampaknya bagi orang lain.


Jangan banyak berkeluh kesah. Hidup ini keras. Hidup terdiri dari rangkaian perjuangan dan proses.  Setiap orang diberi kuk yang sama. Yang menentukan adalah diri sendiri.  Mau maju atau mundur? Mau naik atau turun? Kita yang menentukan. Makanya seorang senior bilang bahwa, "Hidup itu Pilihan."*


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!