Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Misa Perdana Pater Yohanes Kristoforus Lengo CSsR di Waingapu Bernuansa Etnis Ende - unclebonn.com

Friday, October 30, 2020

Misa Perdana Pater Yohanes Kristoforus Lengo CSsR di Waingapu Bernuansa Etnis Ende

Suasana misa perdana Pater Yohanes Kristoforus Lengo CSsR - Foto : Eureka Gani


Pada hari Kamis, 29 Oktober 2020, Keluarga Besar Ende di Waingapu bersatu hati dan melambungkan syukur atas rahmat tahbisan imamat yang diterima oleh P. Yohanes Krisforus  Lengo, CSsR, pada tanggal 20 Oktober 2020 lalu di Gereja Paroki Sang Penebus Wara, Waingapu, Sumba Timur. Pada waktu itu Pater Yanto (Yohanes Kristoforus Lengo, CSsR - red) bersama tiga belas temannya ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Edmund Woga, CSsR, Uskup Weetebula.  


Foto : Eureka Gani


Pater Yanto adalah putera asli Kekasewa, Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Flores. Ia lahir pada tanggal 18 Maret 1990, dari Bpk. Eduardus Alo dan Mama Sofia Baru. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SDK Kekasewa dan Sekolah Menengah Pertama pada SMPK Maria Goretti Ende, Pater Yanto melanjutkan Pendidikan Sekolah Menengsah Atas di SMA Negeri 1 Waingapu. 


Di tempat inilah, dan di tengah keluarga Bpk. Titus Tamba panggilan untuk menjadi imam bertumbuh. Niat dan panggilan itu didukung oleh peran aktif Pater Yanto dalam OMK Paroki Maria Bunda Selalu Menolong Kambajawa. Pater Yanto kemudian diterima pada Kongregasi Sang Penebus Mahakudus (CSsR) Propinsi Indonesia. 


Sejak tahun 2008 hingga tahun 2020 Pater Yanto menjalani masa pembinaan, pendidikan dan praktek yang wajib bagi seorang calon imam baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Setelah masa pendidikan dan pembinaan, pada tanggal 25 Januari 2020 ditahbisan Diakon oleh Mgr. Robertus Rubyatmoko, Pr, Uskup Agung Semarang.


Baca Juga Artikel Terkait : Panen Besar Gereja Katolik Sumba di Tengah Pandemi Covid-19


Perayaan syukur ini (misa perdana) Pater Yanto dikemas dalam nuansa etnis Ende Lio. Kekhasan ini tampak dalam prosesi penyambutan secara adat. Selama misa syukur pada segmen tertentu diiringi dengan irama musik gong. Busana para penari serta tamu undangan ditambah lagu-lagu yang mengiringi perayaan Ekaristi syukur semuanya bernuansa etnis Ende.


Foto : Eureka Gani

Dalam kotbahnya, P. Yohanes Don Bosco Wora, CSsR, menekankan bahwa menjadi imam mempunyai tugas mempersatukan umat, bukan menimbulakan perpecahan; tugas memberi roh semangat bagi kehidupan iman umat. Panggilan imam adalah panggilan khusus yang hanya bisa diterima oleh orang yang kepadanya Allah berkenan memilih, oleh karena itu panggilan ini harus dirawat sehingga Selalu Setia Sampai Selesai. 


Pater Yanto, sebagaimana telah diumumkan pada saat tahbisan pada tanggal 20 Oktober lalu oleh Propinsial Redemptoris Indonesia akan bertugas di Jepang. Perayaan Ekaristi syukur ini dipimpin oleh Pater Yanto sendiri. Ia didampingi oleh Pater Yohanes Don Bosco Wora, CSsR dan RD. Yakobus Lodo Mema, pastor Paroki MBSM Kambajawa serta kurang lebih tiga puluh imam konselebran dan dihadiri oleh ratusan umat.


Perayaan syukur misa perdana Pater Yohanes Kristoforus Lengo, CSsR di Waingau dilaksanakan dengan memperhatikan protokol Covid-19. Umat yang hadir dalam acara ini mengenakan masker dan membawa hand sanitizer. Di lokasi acara juga disiapkan tempat cuci tangan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah.*


Kontributor: Eureka Gani

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!