Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Penyihir Episode 1 - unclebonn.com

Thursday, October 29, 2020

Penyihir Episode 1

 


https://www.unclebonn.com/2020/10/penyihir.html

Pada suatu hari datanglah seorang pria menemui penyihir. Sudah sejak lama pria ini berniat menjumpai penyihir yang hidup di rimba Niwe. Namun untuk bertemu ia perlu menghitung waktu. Terutama hari tertentu pada purnama ketiga. Selain itu agar bisa tiba di istana  penyihir ini ia harus menempuh perjalanan yang sulit dan berbahaya. Namun oleh karena dorongan "nafsu-nya" Kunzha, nama pria ini sudah membulatkan tekad agar bisa bertemu dengan ratu sihir yang dibilang sangat sadis itu.


Penyihir ini diketahui biasa "membantu" para raja yang akan berperang. Namun satu permintaan adalah kurban. Alias tumbal. Masyarakat menyebutnya dengan perjanjian berdarah. Darah dari hubungan sedarah. Anak atau kerabat sedarah. Kehadiran penyihir ini di medan perang memang menghadirkan kemenangan. Ujung dari kemenangan adalah tumbal darah. Sang penyihir akan membawa hidup-hidup "kurban" itu ke istana kegelapannya. Di sana hanya ada kengerian. Usia hanya menunggu giliran.  Namun selama para korban hidup kesadaran diri sudah dibelenggu dengan mantra hitam. Begitulah cerita kehidupan di istana kegelapan milik sang penyihir. 


Kunzha adalah seorang laki-laki muda yang terbuang karena hubungan gelap raja dengan wanita lain. Dia diusir dari keluarga besar kerajaan dan di asuh oleh seorang pembantu. Sang pembantu yang mengasuhnya juga pernah berselingkuh dengan sang raja. Makanya si pembantu ini membesarkannya dengan kebencian dan dendam membara. Mungkin saat itu dia diperlakukan tidak adil. Setelah borok mereka diketahui, pembantu itu langsung dikucilkan. Kunzha kini sudah menjadi pria dewasa dan tampan. Ia mewarisi sebagian genetika ayahnya. Namun karena statusnya, ia tak memiliki kewenangan di istana milik ayah biologisnya.


Ia memang hidup bersama pembantu. Namun kehidupan mereka berkecukupan. Karena melalui komunikasi rahasia, ibu asuhnya memiliki akses ke istana. Sehingga segala kebutuhan mereka tercukupi. Namun hasrat untuk memiliki kekayaan dan tahta sangat membekas di alam bawa sadar pria muda ini. Makanya beberapa kali ia ingin menghabisi nyawa saudara tirinya yang tak lain sebagai putra mahkota kerajaan. Usaha pemberontakan yang dilakukan pria muda ini dengan beberapa tentara bayaran seketika digagalkan. Rencana busuknya sudah tercium di level tertinggi militer istana. 


Baca Juga : Penyihir Episode 2

Namun karena sebagian dewan kerajaan tahu status pria muda ini dan ancaman yang sifatnya pribadi mereka masih membiarkan ia leluasa di luar istana. Mereka mempertimbangkan kekuatan pasukan bayaran yang selama ini dia pakai saat ia melakukan pemberontakan kecil. Sasaran memang ke putra mahkota namun kekuatan yang mengawal sang pangeran jauh lebih besar dan lebih kuat. Makanya jalan satu-satunya menggunakan kekuatan hitam alias sihir. Walau ia sendiri sadar bahwa cara ini sulit dan dapat merugikan diri sendiri. Namun karena sudah dikuasai oleh nafsu ia kehilangan akal sehatnya. 


Setelah mempertimbangkan waktu yang tepat Kunzha akhirnya memutuskan bertemu dengan sang penyihir itu. Tak seorang pun selain raja yang selamat. Semuanya yang sengaja atau tersesat di hutan tempat penyihir itu berada yang tersisa hanya nama. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa hutan Niwe itu tempat yang angker dan mengerikan. Banyak makhluk ghoib di sana.


Pemuda itu terus menerobos hutan. Ia harus berhadapan dengan alam yang begitu ganas. Siang ia berhadapan dengan binatang buas dan ular berbisa dan saat malam ia mengalami ujian dari suara malam yang aneh dan menyeramkan. Bayang-bayang berkelebat di sekitarnya. Ini baru ujian awal. Menurut kisah para raja yang diceritakan oleh orang istana bahwa sebelum bertemu dengan penyihir itu mereka harus melewati pintu-pintu yang dijaga oleh makhluk astral yang bila orang biasa berhadapan dengan makhluk ghaib itu orang bisa mati di tempat. Mengerikan memang. 


Penyihir ini harus ditemuai pada hari tertentu. Hari ke lima sesame pada purnama ketiga. Sesame adalah sederet mantra dalam hitungan hari khusus untuk penyihir dengan sihir tertinggi. Purnama ketiga kondisi bulan kala memancarkan cahaya kemerahan. Disini penyihir akan keluar dari ruang tapanya. Atau sehari sebelum perayaan hari kurban. Ia akan mempersiapkan kurban manusia untuk penguasa alam kegelapan. Prosesi ini untuk memperpanjang usia tanpa batas. Tubuh penyihir ini bisa sebagai medium dari penguasa kegelapan itu sendiri. Nama penyihir ini Caravelle. Ia dapat menjelma menjadi perempuan cantik. Sedangkan wujud aslinya seorang nenek renta berusia ribuan tahun. 


Caravelle memiliki perilaku aneh. Kepada para raja yang datang yang memohon bantuan pintu-pintu kemudahan diberikan.   Ada desas-desus yang berkembang di lingkungan kerajaan bahwa para raja yang bisa meminta bantuan pada penyihir itu mewarisi perjanjian antara para leluhur mereka dengan Caravelle. Mereka diberi mantra khusus untuk bertemu dengan penyihir ini namun tetap menghitung waktu bertemu. 


Istana kegelapan milik Caravelle terdiri dari tujuh  pintu masuk dengan tingkatan pengawalan berbeda. Semakin mendekat ke ruang pemujaan (ruang Caravelle) semakin sulit dilalui. Butuh ajian khusus. Atau kemampuan tertentu. Di ruang Caravelle diselubungi awan hitam pekat dengan jarak 50 kali panjang tombak pasukan kerajaan. Jika punya ajian menerawang bisa melihat sang penyihir itu duduk di tahta istananya dengan tangan kanan memegang. Tongkat yang pada puncaknya terdapat besi berwarna keemasan dibentuk bulan sabit dengan ukiran mata dewa Ra yang dipasang secara diagonal antara ujung-ujung bulan sabit itu.


Tibalah Kunzha di pintu pertama. Entah bagaimana caranya ia harus melewati pintu istana Caravelle.  Pintu-pintu itu bertingkat ke arah puncak bukit. Ia sadar bahwa setiap pintu pasti ada penjaga pintu. Jadi sulit rasanya. Supaya pintu pertama bisa ia lalui perlu ada tindakan atau percobaan tertentu.


Nantikan kisah selanjutnya…..



No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!