Mengenal sosok Delfia Tabita Tahuleliki, S.Pd.K., Gr., atau yang akrab disapa Ibu Bitha, adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Kesan pertama yang melekat saat berteman dengan beliau adalah auranya yang menjadi berkat bagi banyak orang. Sebagai pribadi yang ceria, supel, dan sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, Ibu Bitha selalu berhasil menciptakan suasana diskusi yang hangat dan menyenangkan. Baca Juga : Ibu Yanti Mananga: Tugas dan Hobi Perlu Ada Keseimbangan
Kecakapan beliau dalam berkomunikasi membuatnya
menjadi narasumber favorit di kanal YouTube Baomong Asyik Show. Tercatat
sudah tiga kali beliau hadir berbagi inspirasi, dengan topik teranyar yang
mengupas tuntas realitas pendidikan di daerah terpencil. Dalam diskusi
tersebut, terungkap bahwa tantangan pendidikan di pelosok bukanlah sekadar
angka, melainkan perjuangan melawan keterbatasan akses internet, kendala
bahasa, hingga kondisi geografis yang sulit. Bagi Ibu Bitha, mengabdi di
kampung membutuhkan lebih dari sekadar ijazah; ia memerlukan semangat melayani
yang tinggi, motivasi baja, dan profesionalisme yang tak luntur oleh keadaan.
Transformasi dari Kota ke Pelosok
Sebelum melangkah ke penempatan terbarunya, Ibu
Bitha telah mengabdikan diri selama kurang lebih 14 tahun di SMP Negeri 1
Waingapu (2012–2025). Pengalaman panjang di pusat kota tidak membuatnya
manja. Sejak Oktober 2025, beliau resmi bertugas di SMP Negeri 1
Karera, sebuah wilayah yang menuntut dedikasi penuh. Baca Juga : Dari ASN ke Petani Global: Kisah Inspiratif El Asamau Membangun NTT dari Akar RumputDi Karera, Ibu Bitha sangat jarang turun ke kota
kecuali saat masa libur tiba. Untuk menjaga keseimbangan mental dan menemukan quality
time di tengah keterbatasan, beliau menyalurkan hobinya memasak, membaca
buku, hingga bercengkrama hangat dengan rekan-rekan kerja di mes sekolah. Hal
ini menunjukkan resiliensi seorang pendidik yang mampu menemukan kebahagiaan
dalam kesederhanaan tugas.
Pendidik Berprestasi dengan
Segudang Karya
Dibalik keceriaannya, Ibu Bitha adalah sosok guru
berprestasi dengan portofolio yang mengagumkan. Beliau merupakan Juara 1
Guru Prestasi Pendidikan Agama Kristen Tingkat Provinsi NTT tahun 2014. Tak
hanya mengajar di kelas, beliau juga seorang penulis buku berjudul "Pendekatan
Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Agama Kristen" terbitan Penerbit
Kamila. Baca Juga : Wan Ping : Kebaikan Sejatinya Memang untuk Dibagikan
Dedikasinya pada peningkatan mutu guru dibuktikan melalui
berbagai peran strategis, antara lain:
- Fasilitator
Nasional:
Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen dan IKM.
- Alumni
Global:
Lulusan School Leadership Workshop Batch 7 di NIE Singapura.
- Pakar
Teknologi:
Google Master Trainer L.1 dan Gemini Certified Educator.
- Penggerak: Aktif sebagai Pengajar Praktik PGP Angkatan 11 dan penggerak komunitas MGMP PAK Sumba Timur.
Lahir di Poso, 15 Juli 1985, lulusan Sekolah
Tinggi Teologi GKS ini terus membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah
penghalang untuk tetap berprestasi dan menginspirasi. Kedepan, kolaborasi
melalui Baomong Asyik Show akan terus berlanjut, membawa pengetahuan dan
pengalaman Ibu Bitha ke ruang publik yang lebih luas demi kemajuan pendidikan
di NTT. Ibu Bitha adalah bukti nyata bahwa seorang guru adalah pelita yang
tetap bersinar terang, meski diletakkan di sudut terpencil sekalipun. Baca Juga : Sekelumit Kisah Elisabeth Sutedja, Lulusan Terbaik Harvard, Vice President - Business Development Boeing Company yang Memilih jadi Suster



No comments:
Post a Comment
Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!