Guys ini saya tulis untuk teman-teman yang mau berkunjung atau mau bertamu ke rumah orang Sumba. Sumba dalam hal ini Sumba Timur. Kebetulan saya sudah hampir 20-an tahun di Sumba Timur setidaknya ada sedikit pengalaman untuk dibagikan.
Begini...
Bertandang ke rumah orang sumba yang pertama so pasti kita akan disuguhi pahappa (sirih-pinang). Setelah itu kopi. Bisa juga teh jika tamu tidak biasa minum kopi. Ya kalau bisa apa yang disuguhkan tuan rumah, terima sajalah.
Baca Juga : Kesederhanaan Wanita Sumba
Sirih pinang itu suguhan wajib. Itu murapakan adab yang sudah menjadi tradisi bagi orang Sumba, guys.
Di Sumba Timur secara sosial-budaya ada strata sosialnya. Sehingga saat kita menyapa atau bertutur kata perlu dijaga. Tidak bisa ceplas-ceplos. Namun bagi tamu yang bukan orang Sumba tentu akan sedikit dimaklumi walau demikian kita perlu berusaha menjadi pribadi yang baik.
Memanggil orang sumba dengan sapaan umbu atau rambu di luar pulau Sumba atau pada kegiatan umum itu sebuah apresiasi atau penghargaan. Namun dalam prosesi adat atau pada rumah-rumah yang memegang teguh adat dan budaya setempat kita perlu sedikit hati-hati pada pribadi-pribadi tertentu. Jika salah menyapa bisa-bisa didenda secara adat pula.
Selain menjaga tutur kata, kita juga dalam mengambil posisi duduk di kursi atau saat menuruni tangga jangan sampai terjatuh. Harus hati-hati. Jika jatuh dan diketahui oleh tuan rumah maka ada tata cara adat yang mesti dilakukan untuk “mengembalikan aura” seseorang yang jatuh di rumah orang Sumba.
Berikut yang tak kalah keren, bagi tamu-tamu baru atau orang-orang tertentu ketika bertandang ke rumah orang Sumba akan dijamu dengan baik.
Baca Juga : Pulau Sumba yang Sedang Indah-indahnya Hari Ini
Diluar prosesi adat, menyajikan tamu dengan hidangan ayam bakar atau menu ayam berkuah itu sering dilakukan walaupun tuan rumah sendiri jarang makan daging ayam yang mereka pelihara. Atau mungkin sedang dalam kesulitan namun mereka akan berusaha melayani tamu sebaik mungkin.
Makan daging bagi orang Sumba itu sudah menjadi kebiasaan. Daging itu seperti menu wajib bagi orang Sumba karena setiap acara adat, potong atau sembelih hewan dalam jumlah banyak itu biasa dilakukan. Secara umum orang Sumba bukan orang yang vegetarian.
Nah kalau orang Sumba bertamu ke rumah kita janganlah kita sering-sering sajikan sayur mulu, sajikan juga menu yang ada daging-dagingnya.
Menurut teman-teman bagaimana, guys?
Baca Juga : Sikap Adaptatif Ata Ende dalam Budaya Tau Humba



No comments:
Post a Comment
Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!