Ini tentang kekuatan mimpi. Tulisan ini saya buat tanggal, 27 Februari 2019. Seperti apa dirinya saat ini setidaknya semangatnya telah membuat saya terinspirasi bagaimana seseorang harus berusaha atau berjuang!
Namanya Andri Maramba Nau (Andri Maramba). Dia itu mantan anak didik saat saya bertugas di SMP Negeri Satu Atap Matawai Kurang (termasuk wilayah 3T), Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Saya bertugas disana sekitar tahun 2013 - 2016. Dia lulus SMP tahun 2014 serta lulus dari SMA Negeri 1 Lewa tahun 2017.
Saat masih SMP badannya masuk kategori kurus mungkin karena Andri tinggi ya diantara teman seusianya. Dia juga anak yang pendiam. Saat ia berteman dengan saya di facebook tahun 2018, lihat foto profilnya nyaris saya lupa. Postur tubuhnya berubah dan kelihatan macho. Jauh dengan empat tahun lalu yang masih kurus dan lugu.
Baca Cerita Lain : Mengenal Sosok Adelfina Kristiana Lobo, Disiplin yang Membuatnya Jadi Juara
Hampir semuanya foto profil serta cover facebook Andri bernuansa militer. Penampilannya pun ala TNI. Awalnya saya kira dia sementara menempuh pendidikan Catam atau Caba TNI. Saking penasaran saya pun inbox untuk mengetahui sedikit informasi darinya.
“Apakah kamu sedang kuliah, Andri?”
“Tidak Pak Guru. Saya bulan Oktober 2018 lalu ikut test TNI AD di Bali tapi gugur. Dan bulan Januari 2019 tes AL di Surabaya juga gugur. Dan nanti saya akan ikut test lagi di Kupang,” katanya menjelaskan.
Baca Juga : Saya Siap Menjadi Duta SMK Negeri 1 Pandawai oleh Olivia Netri Ata Katu
Saya bayangkan anak ini nekat sekali. Ia harus ke Bali lalu ke Surabaya. Dari mana dia memperoleh biaya itu semua? Saya cukup tahu kondisi kehidupan orang tuanya di Matawai Kurang. Kalau itu biaya dari kocek sendiri tentu Andri selama ini kerja keras demi cita-citanya.
Dia juga cerita tentang kesiapan fisiknya untuk mengikuti tes masuk TNI. Ia berlatih ketahanan fisik dengan cara lari dari Lewa ke Waingapu. Jarak dari Lewa ke Waingapu itu kurang lebih 60 kilometer loh, gila kan? Karena usahanya ini ia kerap mendapat cibiran dan dihina.
Baca Juga : Pendidikan Membuat Orang Punya Harapan (Jejak Digital dari Olivia Kattu)
Melihat keseriusan Andri wajar ia rela ke Bali dan ke Surabaya mungkin juga ia akan ke Kupang untuk mewujudkan mimpinya agar bisa menjadi anggota TNI.
Sebagai mantan gurunya saya bangga dengan perjuangan Andri walau saat ini belum berhasil. Namun saya percaya tidak ada usaha dan kerja keras yang akan sia-sia. Tuhan akan mengubah nasib orang yang berkehendak baik dan berserah diri kepada-Nya. Never give up, Andri. We proud of you | Salam Damai.*



No comments:
Post a Comment
Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!