Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Sisi Lain Paskah, Jiwa Yang Terpanggil untuk Melayani - unclebonn.com

Saturday, April 16, 2022

Sisi Lain Paskah, Jiwa Yang Terpanggil untuk Melayani

https://www.unclebonn.com/2022/04/sisi-lain-paskah-jiwa-yang-terpanggil.html

Hujan lebat memgguyur di kampung itu. Terlihat seorang pemuda berlari lari kecil. Sepertinya ia mau mencari tempat untuk berteduh. Ia memang memakai payung tapi sebagian pakaiannya tak bisa ia selamatkan. Tiga seperempat celana panjang yang ia kenakan basah. Tas hitam kecil yang ia tenteng sekali-kali ia junjung untuk menghindari hujan lebat yang disertai angin kencang juga kena air hujan walau menembus isi dalam tas itu.


Hari mulai malam. Seharusnya tepat jam 7 malam ini ia harus memimpin misa malam paskah (Sabtu Suci) bagi umat di kampung itu.


Baca Juga : Tetap Dibawah Kaki Salibnya


Terbatasnya jumlah imam ditambah lagi keberadaan umat yang mendiami daerah terpencil dengan perumahan yang menyebar alternatifnya guru agama diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan imani.


Guru Alo namanya. Berperawakan kecil dan berusia sekitar 27 tahun. Walau ia kecil soal semangat pelayanan ia patut diacungi jempol. Belasan kilometer ia sanggup berjalan kaki untuk melayani umat. Itu ia lakukan setiap hari minggu, berbulan bulan bahkan sudah hampir lima tahun ia jalani kerja mulia ini.


Baginya pelayanan imani seperti ini adalah panggilan jiwa. Kalau bukan panggilan jiwanya sudah barang tentu ia tinggalkan dan memilih melayani umat di tempat lain. 


Baca Juga : Apa Dasar Penggunaan Warna Liturgi Dalam Gereja Katolik? 


Melayani umat di daerah pedalaman jangan pernah berharap mendapatkan timbal balik yang besar. Malah Anda mesti mengeluarkan energi ekstra untuk mempengaruhi umat yang lebih mempedulikan pekerjaan mereka ketimbang berada di gereja beberapa jam. Kalau hadir, itupun hanya dalam hitungan jari.


Tapi itulah Guru Alo yang tulus melayani umat. Dengan separuh pakaian basah ia pun sampai juga di Kapela Bunda Suci di kampung itu. Umatpun menyambutnya dengan penuh rasa gembira. Mereka menanti prosesi malam paskah walau itu dikakukan secara sederhana sesuai kapasitas guru Alo.


Baca Juga : Berjalan Bersama Firman Tuhan


Untuk perayaan paskah atau natal jika tak ada imam yang hadir maka guru Alo-lah yang hadir menemani umat di kapela itu.


Ada beberapa gadis muda berpenampilan menarik menjadi pemandu acara misa. Mereka adalah mahasiswa yang mengisi liburan paskah di kampung halamannya sendiri.


Guru Alo menjadi kebanggaan umat di kampung itu. Ia tidak diberi uang. Jika hasil panen tiba umat akan memberi sebagian hasil panen mereka kepada guru Alo. Yang lebih besar lagi "pemberian" doa dari umat yang ia layani.


Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Suster Elisabeth Sutedja Lulusan Terbaik Harvard University Yang Memilih Hidup Membiara


Selamat Menjalani Ibadah Tri Hari Suci dan Selamat Merayakan Hari Raya Paskah Tahun 2022.*


Artikel Lawas 16 April 2017

 

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!