Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Dibalik Nama Pertamina Mandalika International Street Circuit Ada Cerita Legenda Putri Mandalika - unclebonn.com

Sunday, January 2, 2022

Dibalik Nama Pertamina Mandalika International Street Circuit Ada Cerita Legenda Putri Mandalika

https://www.unclebonn.com/2022/01/dibalik-nama-pertamina-mandalika.html

Bagi pecinta motoGP Indonesia sudah menjadi perhatian serius terkait bagaimana perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika atau Pertamina Mandalika International Street Circuit. Sirkuit MotoGP Mandalika masuk dalam kalender pagelaran motoGP tahun 2022 tepatnya akan dilaksanakan pada tanggal 18-20 Maret 2022. 


Untuk diketahui Sirkuit Mandalika sudah sukses menyelenggarakan World Superbike tahun 2021. Hasilnya, trek sepanjang 4,3 km dan yang terdiri dari 17 tikungan ini dinyatakan layak digunakan sebagai lokasi tuan rumah putaran final WSBK Indonesia pada 19-21 November 2021 lalu.


Nah tahukah anda bahwa nama sirkuit ini berkaitan erat dengan cerita atau legenda masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok tentang seorang putri raja yang cantik dan bijaksana. Ia rela mengorbankan hidupnya untuk menghindari negerinya dari peperangan akibat api cemburu para pangeran yang melamar dirinya. Sehingga sampai saat ini masyarakat suku Sasak, Lombok terus melakukan bau nyale.  


Ada upacara tradisional suku Sasak untuk menangkap cacing laut cacing-cacing laut dalam bahasa Sasak disebut nyale. Nyale ini akan keluar ke pantai tepat pada hari ke-20 setelah purnama di bulan ke-10 menurut kalender suku Sasak. Pantai Kuta Lombok terletak di kabupaten Lombok Tengah provinsi Nusa Benggara Barat yang dipercaya hingga sekarang oleh masyarakat suku Sasak atau cacing laut ada hubungannya dengan seorang putri raja di masa lampau yang bernama Putri Mandalika


Lantas bagaimana kisahnya? Yuk mari kita simak alur cerita berikut ini. Pada zaman dahulu kala disebutkan ada sebuah kerajaan yang terletak di Pulau Lombok dimana kerajaan tersebut berada tidak jauh dari pantai atau kerajaan Tanjung Baru. Dan sang raja memiliki permaisuri bernama Dewi Seranting. Raja memimpin kerajaan dengan sangat adil dan bijaksana, rakyat hidup dengan rasa aman dan tentram karena pemimpin yang mumpuni sehingga  rakyat sebuah negeri akan mengalami apa yang dinamai kemakmuran dan kesejahteraan.


Kebahagian rakyat dan keluarga istana semakin bertambah setelah permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan. Nama yang diberikan oleh raja Tanjung Baru kepada putrinya adalah Putri Mandalika. 


Putri Mandalika tumbuh menjadi seorang putri yang tak hanya berparas cantik tetapi juga berkepribadian baik. Ini ditunjukkan dengan sifatnya yang baik, sopan, bahasanya lembut dan ramah kepada semua orang. Karena kecantikannya membuat para pangeran di berbagai kerajaan dan para pemuda menjadi memperebutkan Putri Mandalika. Mereka diyakini telah terpikat akan kecantikan Putri Mandalika. Hingga kemudian banyak para pemuda dan para pangeran banyak yang melamar sang Putri.



Suatu hari datanglah seorang pangeran untuk melamar sang putri raja. Sang Raja bertanya kepada pangeran yang datang itu.


“Kalau boleh tahu apa tujuan pangeran berkunjung?” tanyanya.


“Maafkan Ananda yang mulia Raja Tanjung Baru, selama ini ananda telah mendengar tentang Putri Mandalika yang tidak hanya cantik tetapi juga memiliki budi pekerti yang sangat mulia. Tujuan dari kedatangan ananda adalah untuk melamar putri menjadi permaisuri ananda,” jelas sang pangeran panjang lebar. 


Namun raja Tanjung Baru menyerahkan semua keputusan itu pada putrinya. Raja Tanjung Baru sangat tersanjung dengan niat pangeran itu. Sebagai seorang ayah yang bijak ia menyerahkan keputusan itu kepada  Putri Mandalika.


Yang data melamar Putri Mandalika bukan hanya satu pangeran melainkan belasan pangeran dari berbagai kerajaan di seluruh negeri. Akhirnya raja Tanjung Baru berubah dan mengadakan rapat terbatas dengan permaisuri dan putrinya untuk segera memutuskan pangeran mana yang akan raja terima.


Raja meminta agar permaisuri raja dan putrinya menimbang secara matang tentang pangeran yang akan dipilih dan raja akan merestui siapapun pangeran yang akan dipilih oleh Putri Mandalika sementara permaisuri bisa mendoakan sang putri kebanggaan mereka.


Putri Mandalika tidak langsung memberi jawaban semua pangeran yang melamarnya. Putri Mandalika ingin mengenali siapa saja pangeran yang melamarnya. Putri Mandalika sepertinya berpikir keras menentukan pilihan sedangkan para pangeran itu mulai tidak sabar sehingga terjadi keributan kecil.


Seorang pangeran di antara mereka pasti berkata bahwa Putri Mandalika akan memilihnya karena ayahnya adalah raja besar yang menguasai Utara sana. Seorang pangeran lagi berkata bahwa Putri Mandalika pasti memilihnya bahwa di timur dialah yang paling layak menikah dengan Putri Mandalika jika sampai pangeran lain yang terpilih dia pastikan bahwa pasukan akan menyerang kerajaan pangeran yang diterima Putri Mandalika.


Dan setelah mendengar ancaman dari pangeran itu seorang pangeran mengancam balik. 


“Kamu pikir aku tidak berani menyerang kerajaanmu  dengan pasukanku. Biar kamu tahu ya armada pasukan kerjaan kami punya persenjataan yang lebih lengkap kalau aku tidak terpilih maka aku bersumpah semua armada angkatan laut ayahku akan bumi hanguskan kalian!”


Melihat dan mendengar ancaman itu Putri Mandalika menghardik mereka. Tiba-tiba semua pangeran langsung diam di tempat karena terkejut Putri Mandalika ternyata berani membentak mereka. 


Pada hari ke-20 bulan ke-10 pada penanggalan sasak (masyarakat yang mendiami pulau Lombok disebut sebagai masyarakat suku sasak). Putri mengundang semuanya untuk berkumpul di pantai Seger (atau dikenal pantai kuta Lombok) pada waktu pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang.


Putri Mandalika tidak memberi jawaban dengan terburu-buru. Putri Mandalika pun bersemedi di tepi pantai Seger cari cara menghindari pertumpahan darah dengan memohon petunjuk yang maha kuasa pada malam sebelum hari ke-20 Putri Mandalika selesai bersemedi dan menemui kedua orang tuanya.


Putri Mandalika mengajak ayah dan ibunya bahwa besok pagi-pagi (sebelum subuh) mereka mesti datang ke pantai tempat ia melakukan semedi. Putri Mandalika menjelaskan bahwa dirinya sudah mempunyai keputusan soal siapa pangeran yang akan dipilihnya. 


Dan hari yang ditunggu-tunggu para pangeran pun tiba belasan pangeran itu pun sudah menunggu dengan tidak sabar. Tidak hanya para pangeran, rakyat juga berduyun-duyun datang ke pantai mereka ingin mengetahui siapa yang akan menjadi suami Putri Mandalika.


Putri Mandalika ditemani ayah dan ibunya datang dengan berjalan kaki namun Putri Mandalika memakai kereta kencana dengan busana layaknya bidadari dari kahayangan. Putri Mandalika sangat cantik, anggun, dan memesona hari itu.  Putri Mandalika berjalan menuju karang tempat ia melakukan bersemedi dan berkata: 


“Dengar baik-baik apa yang akan aku katakan aku tidak akan mengulanginya. Jika aku menerima salah satu dari kalian maka akan ada pertumpahan darah. Di negeri ini (Pulau Lombok) akan saling berperang dan aku hanya menginginkan rakyat negeri kita ini hidup makmur aman dan tentram saya tak akan sanggup melihat peperangan.”


“Dan negeri-negeri saling bermusuhan para pangeran akan tetap bisa hidup enak tetapi ingatlah nasib rakyat kalian, rakyatlah yang selalu menjadi korban dan menderita akibat keputusanku maka aku memutuskan menerima lamaran kalian semua. itulah keputusanku. Dan keputusanku ini akan menghindarkan rakyat yang tidak berdosa dari kejamnya perang.”


“Ibu dan ayah terima kasih telah membesarkanku dengan kasih sayang namun aku belum cukup berbakti untuk membalas kebaikan ibu dan ayah tetapi takdir sudah menentukan demi kebaikan kita semua”


“Nanti akan muncul nyale berwarna-warni di pantai ini biarkan rakyat mengambilnya mereka bisa memasaknya atau menaburkannya ke sawah ladang mereka,” pungkasnya. 


Ketika semua yang hadir masih belum paham apa maksud perkataan Putri Mandalika tiba-tiba Putri Mandalika melompat ke laut dan  sebuah ombak besar datang dan membawa sang putri kelautan.  Tanpa dikomando seluruh rakyat dan pangeran segera terjun ke laut mencari sang Putri. Mereka berusaha menyelamatkan Putri Mandalika tapi sepertinya usaha mereka sia-sia. Putri Mandalika sudah melebur bersama lautan.


Ketika semua sudah sangat kelelahan mencari sang Putri tiba-tiba dari arah laut datanglah nyale berwarna-warni yang jumlahnya tak terhingga akhirnya semua yang hadir menjadi paham maksud sang Putri seperti pesan Putri Mandalika.  Setiap mengambil nyale mereka mengenang bahwa nyale itu adalah jelmaan Putri Mandalika.


Nah, saudara sebangsa dan setanah air kehadiran Pertamina Mandalika International Street Circuit di Kuta-Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Timur bukan saja menjadi kebanggaan masyarakat setempat, Lombok saja tapi seluruh masyarakat-bangsa dan negara Indonesia. 


Keluhuran hati Putri Mandalika akan terpatri bagi masyarakat Lombok hingga hari ini. Gambaran akan keindahan dan kepaduan alam dengan arsitektur sirkuit Mandalika akan menjadi menifestasi keanggunan Putri Mandalika dimasa kini. Legenda Putri Mandalika akan terus dikenang bersama perjalanan pembangunan sirkuit Mandalika dan juga anak-anak Lombok sejauh mana mereka merawat apa yang sudah menjadi kearifan lokal masyarakat setempat. 


Catatan:

Nyale adalah binatang laut yang bentuknya seperti cacing dengan warna-warni yang sangat indah, dan hanya muncul sekali dalam setahun pada tanggal yang sama saat menghilangnya Putri Mandalika di tengah laut. Pada tanggal kemunculan Nyale, seluruh masyarakat berkumpul di pantai Seger dan sekitarnya untuk mencari Nyale untuk dikonsumsi, sambil mengenang kisah Putri Mandalika.


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!