Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Bahan Alat Tangkap, Cara Menyambung Tali - unclebonn.com

Friday, August 20, 2021

Bahan Alat Tangkap, Cara Menyambung Tali

https://www.unclebonn.com/2021/08/bahan-alat-tangkap-cara-menyambung-tali.html

Pengetahuan tentang cara menyambung tali atau splicing ini termasuk dalam
salah satu kecakapan pelaut termasuk didalamnya pada bidang keahlian pelayaran kapal penangkap ikan. Oleh karena itu, keterampilan tali menali dan splicing ini perlu dipelajari peserta didik kompetensi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) karena keterampilan splicing (penyambungan tali) sangat dibutuhkan di atas kapal, kegiatan rancang bangun alat tangkap maupun pada pengoperasian alat tangkap ikan itu sendiri.


Sebelum masuk pada materi pokok peserta didik perlu mengetahui definisi-definisi tentang apa itu tali? Apa itu simpul? Dan apa itu ikatan. Peserta didik juga nanti perlu mengetahui seperti apa itu konstruksi tali.  Sebab pengetahuan dasar ini sebagai prasyarat dalam mempelajari materi cara menyambung tali pada mata pelajaran Bahan Alat Tangkap.


Baca Juga : Ringkasan Materi Menjangka Peta Dan Benda Bantu Navigasi

 

Tali adalah bendanya atau tali itu sendiri atau nama benda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata tali adalah barang yang berutas-utas panjang, dibuat dari bermacam-macam bahan (sabut kelapa, ijuk, plastik dan sebagainya) ada yang dipintal ada yang tidak, gunanya untuk mengikat, mengebat, menghela, menarik dan sebagainya. Sedangkan menurut eksiklopedia terbesar dunia yaitu wikipedia Tali adalah kumpulan lapisan linear, benang atau helai yang bengkok atau dikepang bersama dalam rangka untuk menggabungkan mereka ke dalam bentuk yang lebih besar dan lebih kuat.

 

Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa tali adalah kumpulan helaian atau lembaran halus material yang dipintal atau diproses secara mekanik atau kimiawi dan menghasilkan bagian-bagian dengan ukuran tertentu sehingga membentuk tali (rope) serta memiliki kekuatan putus (breaking strength) tertentu pula. Sehingga tali yang sudah terbentuk  itu dapat dimanfaatkan sesuai jenis pekerjaan atau kebutuhan tertentu.


Baca Juga : Bacaan Ringan Anak Ikan : Ketentuan Umum Dan Istilah Kelautan Dan Perikanan

 

Simpul adalah bertemunya atau pertautan tali dengan tali yang saling mengikat. Definisi simpul menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ikatan pada tali atau benang. Sedangkan berdasarkan sumber lain simpul diartikan hubungan tali dengan tali. Artinya bisa satu tali dengan tali yang lain maupun dengan tali itu sendiri. Sementara itu ikatan diartikan ikatan hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.

 

Konstruksi Tali

https://www.unclebonn.com/2021/08/bahan-alat-tangkap-cara-menyambung-tali.html
Konstruksi Tali
Sumber: www.artofmanliness.comarticlesrope-construction-and-materials 

Seutas tali memiliki struktur  atau bagian-bagian yang akanmembentuk tali. Seutas tali terdiri dari fibres, yarn, dan strand yang melalui proses mekanis akan membentuk untaian tali.  Dalam konteks tali menali pengertian Yarn adalah untaian serat yang dippilin yang terdiri dari serat atau filamen alami atau buatan manusia dan digunakan untuk membentuk tali. Untaian serat  ini dipelintir bersama (dilapisi) dengan arah yang berlawanan untuk membuat benang yang lebih tebal.


Baca Juga : Soal Dan Jawaban Prosedur Darurat Dan SAR

 

Starnd adalah serat atau filamen dipilin, dianyam, atau diletakkan sejajar untuk dipelintir atau dianyam lebih lanjut untuk membentuk satu unit  menjadi benang atau tali. Dalam konteks lain bahwa strand adalah salah satu kabel dipilin bersama atau diletakkan sejajar untuk membentuk tali kawat atau kabel.

 

Serat atau fibres dibagi terdiri atas 2 jenis yaitu serat alami dan serat buatan. Dikutib dari sumber.belajar.kemendikbud.go.id serat alami adalah serat  yang langsung diperoleh dari alam. Berdasarkan asal usulnya, serat alam dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu serat yang berasal dari tumbuhan , hewan , dan bahan tambang. Serat yang berasal dari tumbuhan mengandung unsur utama berupa selulosa.  Serat buatan merupakan serat yang molekulnya disusun secara sengaja oleh manusia. Sifat-sifat umum dari serat buatan adalah kuat dan tahan gesekan. Serat buatan dapat  diproduksi  secara murah dalam jumlah yang besar.


Baca Juga : Materi I Pembelajaran Jarak Jauh Prosedur Darurat Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan Semester Genap

 

Pengertian kata "serat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang, berasal dari hewan atau tumbuhan (ulat, batang pisang, daun nanas, kulit kayu dan sebagainya), digunakan untuk pembuatan kertas, tekstil dan sikat.

 

Berdasarkan definisi di atas serat dapat diartikan sebagai bagian-bagian dasar atau bagian terkecil dari tali yang diperoleh secara langsung maupun tidak langsung melalui proses kimiawi dan mekanik untuk membentuk satu kesatuan tali.

 

Cara Menyambung Tali atau Splicing


Dalam materimenyambung tali  (splicing) ada 4 kegiatan atau keterampilan yang perlu dipelajari antara lain :

  • ·         Simpul Mata (Eye Splice)
  • ·         Simpul Pendek (Short Splice)
  • ·         Simpul Panjang (Long Splice)
  • ·         Simpul Dasar (Back Splice Rope)

 Simpul mata atau simpul sosok (Eye splice)

https://www.unclebonn.com/2021/08/bahan-alat-tangkap-cara-menyambung-tali.html
Simpul mata (Eye Splice)
Sumber : brainstudy.info

Pintalan sosok gunanya untuk membuat mata pada ujung tali seperti untuk tali kepil. Untuk membuat mata pada ujung tali ini kecuali tali pintalan sosok, dapat juga digunakan pintalan wanita. Langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Ujung tali kardilnya dibuka + 30 cm, lalu ujung setiap kardil diikat dengan benang agar benang kardil tidak rusak.
  2. Tali dilekuk sesuai besarnya mata tali yang diinginkan.
  3. Langkah selanjutnya :

  • ·         Kardil yang ditengah disisipkan pertama yang      disebut kardil no. 2
  • ·         Kardil no. 1 disisipkan dikiri kardil no. 2
  • ·         Kardil no. 3 disisipkan dikanan kardil no. 2 atau  disisipkan silang dengan kardil no. 1.
  • ·         Setiap kardil disisipkan secara berlawanan arah  pintalan tali paling kurang 5 X sisipan.

 

Baca Juga : Materi I Pembelajaran Jarak Jauh: Penanganan Dan Penyimpanan Hasil Tangkapan Ikan Kelas X Semester Genap

Simpul Pendek (Short Splice)

https://www.unclebonn.com/2021/08/bahan-alat-tangkap-cara-menyambung-tali.html
Short Splice
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Short_splice.PNG

Pintalan pendek digunakan untuk menyambung dua ujung tali, atau tali – tali yang putus, supaya sambungnya rapi. Kelemahan dari pintalan pendek ini adalah tidak dapat digunakan untuk tali – tali yang bergerak pada kerak. Langkah-langkahnya splicingnya sebagai berikut :

a.  Setiap ujung tali yang akan disambung kardilnya dibuka paling kurang 30 cm lalu ujung setiap kardil diikat dengan benang-benangnya tidak rusak.

b.  Setiap tali yang akan disambung dirapatkan dan kardilnya dipertemukan secara bersilangan.

c.  Setelah sudah rapat pada pertengahan yang akan diseples diikat dengan benang agar tali tidak melorot pada waktu diseples.

d.  Setiap kardil diseples secara berlawanan arah pintalan tali paling kurang 5 X sisipan.

 

Long Splice

https://www.unclebonn.com/2021/08/bahan-alat-tangkap-cara-menyambung-tali.html

Long splice

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:LongSplice.PNG


Seperti halnya pintalan pendek, pintalan panjang juga ( digunakan untuk menyambung dua ujung tali. Hasil penyambungan dengan pintalan panjang ini lebih halus dari pada pintalan pendek.)

Penyambungan dua tali dengan "Sambatan Panjang". Untuk membuat sambungan yang berguna ini langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. lepaskan ujung tali sekitar empat kali lipat dari sambungan pendek, atau dari empat hingga lima kaki, buka satu untai di setiap tali sebanyak setengahnya lagi;
  2. tempatkan untaian tengah bersama-sama seperti di A, maka untaian tambahan akan muncul seperti di B dan C, dan alur spiral, yang tersisa di tempat tidak ditata, akan muncul seperti di D dan E.
  3. Lepaskan dua untaian tengah, F dan G , dan letakkan mereka ke dalam alur, D, E, sampai bertemu B dan C, dan pastikan dan jaga agar tetap terpelintir saat melakukannya.
  4. ambil helai H dan J, potong setengah benang di masing-masing, buat simpul overhand di dalamnya dan selipkan ujungnya di bawah lay berikutnya seperti pada sambungan pendek.
  5. lakukan hal yang sama dengan untaian B, C dan F, G; membagi, mengikat, dan menempelkan untaian yang dibagi dengan cara yang sama.
  6. regangkan tali dengan kencang, tarik dan pukul dan gulung sambungan sampai halus dan bulat, dan potong semua ujung yang longgar di dekat tali.

https://www.unclebonn.com/2021/08/bahan-alat-tangkap-cara-menyambung-tali.html

Long Splice

Sumber: https://constructionmanuals.tpub.com/14251/css/Long-Splice-131.htm 

Simpul Dasar (Back splice rope)

Sesuai dengan namanya simpul dasar adalah merupakan dasarnya splicing untuk pembuatan simpul – simpul Atau ikatan – ikatan lebih lanjut. Disamping itu prinsip penggunaan simpul dasar yang utama adalah untuk mematikan ujung tali agar tidak terurai lagi.

https://www.unclebonn.com/2021/08/bahan-alat-tangkap-cara-menyambung-tali.html
Simpul Dasar (Back splice rope)
Sumber : NEKTONIX

Langkah-langkah penyambungan :

Pelaksanaannya :

a. Kardil dibuka pada ujung talinya + 30 cm, lalu idiikatkan dengan benang pada ujung setiap kardil.

b.   Membuat simpul dasar.

c.   Setiap kardil disisipkan secara berlawanan arah pintalan tali paling kurang 5 X sisipan.



Baca Juga : Membahas Penggunaan Kata Gillnet Dan Pukat Dalam Masyarakat Nelayan Sumba Timur Sehari-Hari


Atau menggunakan cara yang umum dipakai sebagai berikut :

  1. Mersiapkan alat dan bahan yang sering digunakan dalam pembuatan alat-alat penangkapan.
  2. Mengurai ujung tali yang akan di splice kemudian ujung tali tersebut diberikan selotip atau dibakar agar strand (bagian-bagian tali) rapih
  3. Berikan tanda yang berbeda pada setiap strand agar memudahkan dalam pengerjaan.
  4. Tali cabang 1 (strand 1), Tali cabang 2 (strand 2) dan tali cabang 3 (strand 3) ditekuk satu sama lain menindis (mengikat).
  5. Dilakukan teknik splacing dengan cara melawan arah pintalan tali. Untuk arah pintalan kekanan (S) maka displacing dengan arah strand haruslah dengan arah yang berlawanan (Z) dan sebaliknya.
  6. Teknik splacing dilakukan ≤ 5 kali
  7. Rapikan strand dengan cara melelehkan ujung-ujung strand tersebut.

 

Demikian materi cara penyambungan tali (splicing) yang bisa disajikan pada kesempatan ini semoga bermanfaat untuk peserta didik kompetensi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan. Mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk penyusunan materi ajar berikutnya. Terima kasih.

Sumber : 

  1. .Ardihja Supardi, Bahan Alat Tangkap. 2007
  2. Rakhmat Syam, 2017. Modul Pembinaan Karir, Kelompok Kompetensi G Bahan Alat Tangkap. Jakarta.
  3. Setiono Adi, Bambang dkk.  2008. Buku Peserta didik Nautika Kapal Penangkapan Ikan Jilid 3. Jakarta. 
  4.  https://www.academia.edu/40662951/TALI_TEMALI_3 diunduh pada tanggal 10 Agustus 2021 pukul 10.00 Wita  

 

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!