Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Cerita Pasca Banjir Sumba Timur April 2021 - unclebonn.com

Tuesday, May 18, 2021

Cerita Pasca Banjir Sumba Timur April 2021

https://www.unclebonn.com/2021/05/cerita-pasca-banjir-sumba-timur-april.html

Cerita ini tidak mewakili keluhan warga secara umum di lokasi dimaksud. Ini hasil obrolan ringan dengan salah satu keluarga korban terdampak banjir di Sumba Timur - Waingapu, 4  - 5 April 2021 lalu. 


Kebetulan yang menjadi korban adalah rekan guru saya  - guru SMK Negeri 1 Pandawai. Sebut saja namanya ibu Yolan.  Walaupun tidak menjadi representatif keluh kesah keseluruhan korban mungkin dengan cerita ini bisa menjadi remah-remah kisah yang nantinya dapat dipadukan dengan kisah lain untuk menjadi sebuah gambaran umum. 


Tanggal 14 April 2021 kami membawa paket bantuan dari donasi alumni STP Jakarta Angkatan 37. Bantuan ini diberikan khusus kepada beberapa rekan guru yang terdampak bencana tersebut dengan pertimbangan tertentu. 


Mereka yang rumahnya terendam banjir dan mengalami rusak berat. Dan saya pribadi menganggap rumah Ibu Yolan yang mengalami kerusakan parah. 


Selama ini kami hanya tahu via whatsapp kondisi rumah rekan guru kami, Ibu Yolan. 


Siang itu sekitar pukul 11.00 siang kami ke lokasi. Lokasi mereka persis di belakang Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) Waingapu.  Diujung landas pacu pesawat.  Rumah mereka dekat dengan bantaran kali Kambaniru. Sepanjang bantaran kali mungkin lebih tepat kita sebut di daerah aliran sungai (DAS) Kambaniru. Rumah itu kalau diprediksi jaraknya sekiatr 30 - 40 meter dari tepi sungai. Wajar jika dengan kondisi banjir seperti itu rumah Ibu Yolan dan warga sekitarnya diterjang banjir. 


Setiba di lokasi kami semua tertegun sedih bagaimana kondisi rumah rekan guru kami saat itu. Rusak berat. Beruntung masih ada bangunannya. 


Saat mengungsi mereka hanya membawa pakaian di badan. Untung beberapa dokumen penting seperti ijazah, dll sudah diamankan sebelum banjir membawa sebagian harta benda mereka. Ibu Yolan yang biasanya tampil fashionable saat itu kondisinya sangat sederhana. Kedatangan kami disambut ayahnya. Sementara ibunya sedang berdagang di Pasar Inpres Waingapu.  Semua demi menyambung hidup selanjutnya.  


Melihat ada rona kesedihan pada dirinya, kami terus memotivasi dia.  "Keep spirit nona. Life must go on." 


Ibu Yolan itu guru Matematika di SMK Negeri 1 Pandawai lulusan IKIP Malang. 

Ayahnya Bertahan di Rumah Selama Banjir 

Untuk mengamankan sebagian harta benda mereka ayahnya berusaha bertahan selama banjir di rumah sederhana mereka. Saat itu beliau berlindung di bubungan rumah. Dan kalau tidur di atas loteng.  Itu cerita ayah rekan guru kami itu. Kami melihat kasur tidur, sebagian pakaian,  barang-barang lain masih diamankan di atas loteng.  Kondisi memang memprihatinkan. 


Ibu dan adik-adiknya sampai saat ini tinggal di Padadita, di rumah keluarga mereka. Selama beberapa hari ini mereka masih membersihkan rumah yang penuh lumpur itu. Kondisi rumah belum layak huni. 

Belum Lapor Masalah Kerusakan

Saat kami berkunjung ke rumah Ibu Yolan beberapa hari lalu kami sempat bertanya apakah mereka sudah melaporkan ke RT setempat? Belum kata mereka. Dan mereka tidak mengetahui informasi itu. Karena informasi yang beredar dikirim via sosial media, Whatsapp dan Facebook.  Wajar kalau mereka belum mengetahuinya karena di lokasi itu belum terkoneksi internet pasca banjir. 


Dari percakapan itu mereka sangat mengharapkan kalau bisa di sepanjang aliran sungai Kambaniru dipasang bronjong.  Niat mereka sudah direspon oleh Wakil Bupati Sumba Timur,  Bpk David Melo Wadu saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana itu.


Namun kebutuhan seperti air bersih, sembako dan logistik lainnya terus didistribusi ke titik-titik bencana. Ini perlu kerja sama semua pihak supaya problem pasca banjir segera selesai. 


Untuk Ibu Yolan dan semua korban banjir dan badai siklon tropis seroja  tetap tegar, tetap semangat. Hidup harus terus berjalan. Lupakan hari kemarin, kita bangkit hari ini untuk menatap masa depan. 

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!