Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Indahnya Air Terjun Harunda di Desa Bidihunga Kabupaten Sumba Timur - unclebonn.com

Wednesday, November 25, 2020

Indahnya Air Terjun Harunda di Desa Bidihunga Kabupaten Sumba Timur

https://www.unclebonn.com/2020/11/indahnya-air-terjun-harunda-di-desa.html

Bagi masyarakat Kota Waingapu, dan sekitarnya keberadaan air terjun Harunda masih terdengar asing di telinga. Barangkali yang dikenal hanya air terjun Harunda yang berlokasi di Soru,  Kecamatan Umbu Ratung Nggay, Kabupaten Sumba Tengah. Padahal pesona dan kesan eksotis air terjun Harunda yang berlokasi di Desa Bidihunga, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur tak kalah indahnya dari Harunda-nya Soru. 


Bagi warga yang bermukim di sekitar Bidihunga dan Matawai Kurang, air terjun Harunda merupakan salah satu objek wisata alam yang pasti wajib dikunjungi. Tapi ingat, jika mau berkunjung atau ingin menikmati kejernihan airnya terjun Harunda maka waktu kunjungan yang tepat yaitu pada bulan Agustus - Oktober. Ini puncak musim kemarau di wilayah Pulau Sumba. Disini airnya akan tampak sangat jernih dan  berwarna kebiruan. 


Indahnya Air Terjun Harunda di Desa Bidihunga Kabupaten Sumba Timur 


Air terjun Harunda tak begitu menjulang tinggi. Kalau diukur sih tingginya berkisar antara 10 - 15 meter saja. Air terjunnya mengalir diantara dua selah perbukitan. 


Baca Juga : Senja Yang Menakjubkan Di Pantai Walakiri Sumba Timur


Yang unik lagi terdapat kolam yang terbentuk secara alami. Pada kolam itu pengunjung dapat berenang sepuasnya. Kesegaran air yang bersumber dari perbukitan sekitarnya benar-benar memanjakan Anda. Dari sumber air terjun itu mengalir aliran sungai yang debet airnya tergantung curah hujan. Sungai kecil dengan air mengalir lembut menambah pesona indah air terjun Harunda.


Seperti yang ditulis sebelumnya, pilihan waktu kunjungan memberi daya magis sendiri bagi Anda tentunya. 


Lantas bagaimana Anda akan tiba di lokasi air terjun Harunda?


Begini guys. Jika Anda bepergian menggunakan sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 60 - 80 km/jam maka Anda akan sampai ke lokasi tujuan dengan memakan waktu tempuh 2 - 3 jam. Ini terjadi jika perjalanan Anda dimulai dari Waingapu-Lewa dan berakhir di lokasi air terjun Harunda. 


Anda bisa memilih sarana angkut dengan menggunakan kendaraan roda empat. Kalau mau menikmati keindahan alam sepanjang perjalanan maka sebaiknya Anda memakai kendaraan roda dua saja. 


Baca Juga : Adesco Farms, Wisata Petik Pertama Di Pulau Flores Adanya Di Labuan Bajo


Yang jelas kendaraan roda dua maupun roda empat tidak akan sampai persis di objek wisata tujuan, air terjun Harunda. Anda bisa saja memarkir kendaraan pada rumah-rumah warga di sekitar Bidihunga. Dari situ Anda akan menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Lama perjalanan sekitar satu jam. Sama halnya jika mulai star dari lokasi transmigrasi lokal Matawai Kurang untuk bisa sampai ke lokasi air terjun membutuhkan waktu sekitar satu jam.  Jarak dari Lewa ke lokasi kurang lebih 20 km. Jalan lintas Lewa Matawai Kurang kondisinya sudah baik dan lancar.


Masyarakat Lokal yang Ramah 


Jika mau ke lokasi air terjun Harunda dari arah Waingapu maka setelah tiba di Pasar Lewa, Anda belok kanan ke arah Kondamara dan dalam beberapa menit akan tiba di Rakawatu. Setelah tiba di kampung Gaya Baru (Rakawatu)  belok kiri ikuti jalan raya yang menuju ke Desa Bidihunga.  Karena hanya satu jalur kecil kemungkinan Anda akan nyasar. Ayo rencanakan waktu kunjungan Anda!


Masyarakat Desa Bidihunga itu ramah-ramah. Jika menemukan waktu yang pas anak-anak desa Bidihunga akan turut serta bersama pengunjung. Di desa Bidihunga terdapat dua sekolah yakni SD Matawai Kurang dan SMP Negeri 1 Satu Atap Matawai Kurang. Anak-anak sekolah ini bisa saja menjadi guide untuk menemani perjalanan Anda.


Perjalanan Anda akan disuguhi pemandangan dengan deretan perbukitan-perbukitan dengan lembah-lembah semi terjal nan indah. Karena harus menempuh perjalanan melalui jalan setapak dan menyusuri lereng-lereng bukit sedikitnya dapat menaikan adrenalin para pengunjung.  


Baca Juga : Mengenal Desa Blimbingsari Di Bali Yang Semua Warganya Beragama Kristen


Jika Anda memilih waktu kunjungan diantara bulan Agustus sampai bulan Oktober mohon maaf, Anda sulit menemukan perbukitan yang hijau bak permadani itu. Di bulan Agustus sampai dengan Oktober bukit-bukit Sumba akan mengubah warnanya menjadi kecoklatan. Maklum Pulau Sumba secara umum memiliki musim kemarau yang panjang. Namun karena fokus kita untuk menikmati sensasi keindahan alam air terjun Harunda lupakan dulu bukit-bukit bak permadani hijau itu.


Demikian gambaran singkat tentang pesona keindahan air terjun Harunda yang berada di Desa Bidihunga. Mudah-mudahan artikel singkat ini bisa menjadi bahan informasi bagi para traveller.*


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!