Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Ringkasan Materi Olah Gerak dan Pengendalian Kapal Perikanan - unclebonn.com

Sunday, March 27, 2022

Ringkasan Materi Olah Gerak dan Pengendalian Kapal Perikanan

a. Pengertian Olah Gerak Kapal

https://www.unclebonn.com/2022/03/ringkasan-materi-olah-gerak-dan.html

1. Pengertian dari Olah gerak kapal adalah kemampuan untuk menguasai kapal dalam keadaan diam ataupun bergerak untuk berpindah dari kedudukan semula dari suatu tempat ketempat lain yang dikehendaki

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Olah Gerak Kapal

1. Faktor Dalam 

a. Bentuk kapal maksudnya kapal yang mempunyai badan kapal berbentuk V akan lebih lincah sedangkan kapal yang berbentuk U akan lebih berat pergerakannya dibanding yang berbentuk V

b. Macam dan kekuatan mesin-mesin. Mesin adalah tenaga penggerak utama kapal, dimana terdiri dari main engine (mesin induk) misalnya diesel, uap, turbin uap serta mesin bantu seperti generator, mesin pendingin, mesin kemudi, dan lain sebagainya. Dalam hal ini mesin sebagai penggerak utama kapal sangat menentukan prosesnya. 

c. Jumlah, tempat, dan baling-baling. 

1) Baling-baling tunggal (single screw). Baling-baling tunggal yang digunakan adalah baling-baling putar kanan, artinya jika mesin atau baling-baling maju, maka baling-baling akan berputar ke kanan searah jarum jam, begitupun sebaliknya jika kapal mundur (mesin mundur)

2) Baling-baling daun ganda (Twin screw). Jenis daun baling-baling ganda umumnya adalah baling-baling ganda putar luar (out turning propeller) yaitu baling kanan putar kanan dan baling kiri putar kiri

3) Baling-baling daun tiga (Triple Screw). Kedudukan tiga baling-baling tersusun masing-masing satu buah baling-baling di tiap sisinya (sisi kanan putar kanan dan sisi kiri putar kiri) dan satu tepat di belakang kemudi (di tengah-tengah) memutar ke kanan.  

4) Baling-baling daun empat (Quadruple Screw). Baling-baling daun empat sistem putarannya adalah sistem putar luar artinya bahwa dua baling-baling sebelah kanan a berputar kanan dan dua baling-baling kiri berputar kiri

5) Pengaruh bekerjanya baling-baling sebagai berikut : 

(a) Keadaan mesin maju, kapal diam, dan kemudi tengah-tengah. Akibatnya, buritan kapal akan terdorong ke kanan, haluan ke kiri (Gerakan kapal I). Setelah mesin maju, maka air baling-baling yang ditolak ke belakang berbentuk spiral dan mengenai ke dua belah sisi kemudi.

(b) Keadaan mesin mundur, kapal diam, dan kemudi tengah-tengah. Akibatnya, buritan didorong ke kiri, haluan ke kanan (gerakan kapal II) gerakan I dan gerakan II sama-sama menghasilkan buritan ke kiri, maka kapal diam, mesin mundur, kemudi tengah-tengah, maka buritan didorong ke kiri dan haluan ke kanan.

(c) Keadaan mesin mundur, kapal berhenti terapung, dan kemudi tengah-tengah. 

  • posisi 1 adalah kapal dalam keadaan diam/ berhenti, kemudian mesin digerakan mundur 
  • posisi 2 haluan kapal akan berputar ke kanan sebelum bergerak mundur, buritan ke kiri (perbedaan hambatan pada ½ lingkaran daun balingbaling atas dan bawah) 
  • posisi 3 haluan kapal tetap berputar ke kanan setelah bergerak mundur dan akan demikian seterusnya (perbedaan air balingbaling yang bergerak ke depan pada ke dua sisi lambung kapal)


2. Macam-Macam Kemudi

Beberapa diantaranya adalah kemudi unbalanced, semi balanced dan balanced. Masing-masing type dan bentuk kemudi mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Penataan sistem kemudi di kapal terhadap baling-baling diperlukan posisi yang tepat untuk memperoleh efektifitas kemudi dalam berolah gerak kapal, dalam hal ini membelokkan kapal.


3. Bersifat Tidak Tetap

a. Sarat kapal. Makin besar sarat, berarti makin besar displacement (berat benaman), mengakibatkan kemampuan olah gerak kapal itu makin berkurang karena masa kapal itu bertambah besar.

b. Trim adalah selisih antara sarat kapal bagian haluan dan belakang  buritan. Trim belakang (Stuurlast = dongak) ialah sarat belakang lebih besar dari sarat depan. Trim depan (Koplast = nungging) ialah sarat depan lebih besar dari sarat belakang. Pemuatan/stabilitas kapal. 

c. Kapal dengan muatan penuh kemampuan olah geraknya lebih baik daripada kapal kosong. Pembagian muatan di atas kapal juga sangat mempengaruhi sifat olah gerak kapal itu. Bila pembagian muatan di atas kapal sedemikian rupa sehingga bagian muka dan belakang lebih berat pada bagian tengah.

d. Teritip pada lambung kapal. Pada kapal yang lama berdiam di air laut, maka akan ditempeli teritip pada bagian lunas kapal. Hal ini akan mengganggu proses olah gerak kapal karena makin lama akan makin tebal dan akan memberi tambahan bobot pada kapal.

4. Faktor luar yang mempengaruhi olah gerak kapal antara lain : 

a. Keadaan perairan. Perairan dangkal dan sempit mempengaruhi kapal dalam berolah gerak. Kondisi perairan dangkal dan sempit disini sangat relativ, tergantung pada kedalaman dan lebarnya perairan dibandingkan dengan sarat dan lebar kapal itu.

b. Keadaan laut. Keadaan laut dibedakan menjadi 3 yaitu : 

1) Kapal mendapat ombak dari depan

2) Kapal mendapat ombak dari belakang

3) Kapal mendapat ombak dari bawah


5. Waktu Olengan Kapal

Waktu olengan kapal adalah waktu lamanya kapal mengoleng, yang dihitung dari posisi tegak, mengoleng ke kiri terjauh, kembali tegak semula, kemudian mengoleng ke kanan terjauh dan kembali ke posisi tegak semula lagi.


6. Periode Gelombang Semu

Periode gelombang semu adalah waktu yang diperlukan sebuah kapal untuk menjalani satu  kali panjang gelombang, dihitung dari puncak gelombang ke puncak gelombang selanjutnya


7. Pengaruh Angin

Pengaruh angin.  Angin sangat berpengaruh terutama pada tempat-tempat yang sempit apalagi pada kapal yang sedang kosong tanpa muatan. Dalam kondisi tertentu angin dapat dipergunakan untuk membantu mempercepat olah gerak kapal.  


8. Pengertian Arus

Pengertian arus adalah gerakan dari air dengan arah dan kecepatan tertentu, menuju ke suatu tempat. Ada dua jenis arus yaitu arus tetap dan arus tidak tetap.


9. Mengemudikan Kapal

1. Mengemudikan kapal adalah mengarahkan haluan kapal dalam berlayar  menuju ke suatu tujuan.

2. Alat yang di pergunakan untuk pelaksanaan mengemudikan kapal adalah:

a. Perangkat kemudi terdiri dari : pengatur arah daun kemudi, jantra dan pompapompa hidrolik, auto pilot ataupun tongkat pengatur daun kemudi langsung.

b. Daun kemudi : yaitu bagian yang menimbulkan gaya untuk merubah haluan kapal/ memutarkan kapal (momen kemudi)


10. Kegiatan mengemudikan kapal meliputi :

1) Mempertahankan haluan. Sekalipun posisi daun kemudi sudah tepatdi tengah-tengah kapal, tetapi haluan kapal dapat saja tiba–tiba bergeser. Hal tersebut adalah karena adanya pengaruh dari luar kapal misalnya : arus, angin, ombak.

2) Menggunakan kemudi tongkat/ langsung.  Pengaruh gaya pada daun kemudi dapat terasa memutarkan kapal langsung. Bila kapal berbelok ke kiri, tongkat kemudi mengimbangi dengan dibelokkan ke kiri.

3) Kecepatan ketika kapal berputar. Pada saat-saat pertama setelah kemudi diputar. Kapal akan berputar dengan kecepatan sudut yang bertambah besar. Semakin besar kecepatan sudutnya, semakin besar pula hambatannya, akhirnya tercapailah keadaan seimbang, sehingga kapal akan berputar dengan kecepatan yang tetap.

4) Cepatnya berputar tergantung dari:

  • Momen kemudi; 
  • Hambatan samping terhadap putaran itu; 
  • Waktunya untuk memutar kemudi; dan 
  • Momen lembam kapal terhadap sumbu tegak melalui titik berat


11. Pengertian Cuaca

Pengertian dari cuaca buruk adalah suatu kondisi disebabkan angin, ombak, dan penyebab lainnya. Oleh karena, itu cuaca buruk kapal mengalami rolling (mengoleng) ataupun pitching (mengangguk) yang dapat mengganggu dan menghambat pelayaran sekaligus menimbulkan kerusakan.


12. Berlayar dalam ombak : 

a. Menyongsong ombak dari depan. Berlayar menyongsong ombak yaitu berlayar saat ombak dari arah depan kapal

b. Ombak dari lambung kapal. Pada kapal-kapal kecil, apabila ombak yang datang ke lambung kapal  akan membuat kapal oleng (rolling)

c. Berlayar mengikuti ombak. Pada kapal ukuran kecil, cara berlayar seperti ini akan membahayakan.  Bahaya-bahaya yang dapat terjadi adalah :

Broaching to adalah Bagian haluan kapal terbanting oleh ombak yang bisa menyebabkan kapal terbalik. 

Pooped adalah Bagian buritan kapal terbanting oleh ombak yang bisa menyebabkan kapal terbalik. 


13. Slip

Slip adalah berputarnya baling-baling dalam massa air yang tidak tetap, air akan dilempar ke belakang perpindahan air. Rumus slip : S : s-v x 100% s


14. Jarak Henti Dan Waktu Henti 

a. Jarak henti merupakan jarak yang ditempuh untuk kapal yang sedang maju  dengan kekuatan “maju penuh” melalui saat mesinya dijalankan mundur “mundur penuh” sampai pada saat kapal itu berhenti (diam) rata- rata jarak henti ± 5 X panjang kapal.

b. Crash stop apabila mesin hanya dihentikan saja dengan kapal terus bergerak kemuka tanpa menjalankan mesin mundur, maka olah gerak maju disebut “inertia stop”

c. “INERTIA STOP” jarak ± 1/10 x laju biasa (dalam mil)

d. Waktu henti adalah Waktu yang di tempuh untuk kapal yang sedang maju dengan kekuatan “maju penuh” mulai saat mesinnya dijalankan “mundur penuh” sampai kapal itu berhenti (diam).

e. Lingkaran Putar Kapal terdiri dari  : 

f. Lingkaran Putar : lintasan yang dibuat oleh titik putar kapal, sejauh 360°, umumnya posisi haluan berada di dalam lingkaran putar dan posisi buritan berada di luar lingkaran putar.

g. Advance : Jarak yang ditempuh oleh titik G sejak kemudi disimpangkan hingga kapal berubah haluan 90° terhadap haluan semula.

h. Transfer : Jarak titik G tegak lurus terhadap haluan semula setelah kapal berubah 90° dari haluan semula Tactical

i. Diameter : Jarak yang dicapai ke kanan/kiri haluan semula, apabila putaran 180 telah selesai

j. Drift Angle : Sudut sembarang titik lingkaran putar dari garis singgung pada lingkaran putar titik dan garis lunas


15. Faktor faktor lingkaran kapal tergantung:

Panjang kapal 

Bentuk dari daun kemudi 

Kecepatan kapal 

Massa kapal 

Momen of inertia (kemiringan kapal tersebut)  


16. Kapal Senget 

Penyengetan kapal dipengaruhi oleh stabilitas kapal. Kedudukan semula  sebuah kapal dari dalam terpengaruh oleh perubahan berat atau muatan yang berpindah.


17. Periode Oleng

Periode Oleng kapal adalah lamanya oleng yang dijalani kapal dihitung dari posisi tegak, oleng terbesar kiri/ kanan, kembali tegak, oleng terbesar di sisi kanan/kiri dan kembali ke posisi tegak.


18. Arus

Arus adalah gerakan air dengan arah dan kecepatan tertentu menuju ke suatu  tempat tertentu.


19. Arus Timur

Arus Timur adalah arus menuju ke timur. Rimban yang terjadi karena arus tergantung dari arah dan kekuatan arus dengan arah dan kecepatan kapal.


20. Berlayar ombak dari belakang

Berlayar ombak dari belakang/buritan adalah berlayar ketika berangin atau  berombak, mesin mundur atau maju pelan hingga buritan kapal akan menuju angin/ ombak.


Baca Juga : 

Definisi Dan Beragam Istilah Olah Gerak Kapal Penangkap Ikan

Istilah Pokok Dalam Olah Gerak Kapal


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!