Educational, Informative, and Inspirational Blog Lemon Ice: Kisah Band Kafe "Gerombolan Gondrong" dan Misi Jemput Paksa Oppie Andaresta - unclebonn.com

Sunday, April 19, 2026

Lemon Ice: Kisah Band Kafe "Gerombolan Gondrong" dan Misi Jemput Paksa Oppie Andaresta

https://www.unclebonn.com/2026/04/lemon-ice-kisah-band-kafe-gerombolan.html
Siapa sangka, jauh sebelum nama-nama besar seperti Slank atau deretan musisi legendaris Potlot mendominasi industri musik Indonesia, pernah ada sebuah kolektif bernama Lemon Ice. Bukan sekadar band, ini adalah potret perjuangan musisi muda di era itu untuk sekadar menyambung hidup lewat panggung kafe.


Ide Segar di Tengah Paceklik Job


Cerita bermula saat jadwal manggung sedang sepi. Rustam Rastamanis mengisahkan bagaimana mereka memutar otak untuk tetap menghasilkan uang. Akhirnya, tercetuslah ide membentuk band kafe bergaya Filipina dengan konsep jam session.


Nama Lemon Ice dipilih bukan tanpa alasan. Harapannya, musik mereka bisa menjadi penawar dahaga bagi kaum hedonis Jakarta—segar, manis, sekaligus kecut, persis segelas es lemon di tengah teriknya kota.


Baca Juga : Siapa sangka, vokalis band rock terbesar di Indonesia, Kaka Slank, punya kisah cinta yang begitu dalam dengan sang istri, Tascha Oking


Proyek ini pun menarik minat penghuni studio lainnya. Maka terbentuklah formasi awal yang kini kita kenal sebagai tokoh-tokoh ikonik:

  • Vokal: Well Willy
  • Gitar: Pay & (Alm) Imanez
  • Drum: Bimbim
  • Keyboard: Indra Qadarsih
  • Bass: (Alm) Franky Tole


Misi "Menjemput" Sang Primadona SMA 26


Lemon Ice awalnya ditawari main rutin di sebuah diskotik daerah Benhil bernama Beat Club, milik seorang pria asal Inggris. Namun, untuk memperkuat konsep band kafe, mereka butuh vokalis wanita tetap untuk mendampingi Welly.


Nama Ovie Ariesta (yang kini kita kenal sebagai Oppie Andaresta) pun muncul. Saat itu, Oppie masih berstatus siswi di SMA 26 Tebet. Tanpa basa-basi, "gerombolan" pria gondrong ini meluncur ke sekolah Oppie menggunakan Jeep CJ-6 hitam dove milik Bimbim yang sangar.


"Kami menghadap guru BP untuk meminta izin... seolah-olah latihan hari itu adalah hal yang sangat penting bagi kelangsungan karier hidup orang banyak."Rustam Rastamanis.


Lucunya, saat itu mereka sendiri belum pernah bertemu langsung dengan Oppie. Ada perasaan deg-degan saat menunggu di ruang BP. Namun, suasana langsung cair begitu Oppie muncul dengan gaya yang akrab, seolah sudah kenal lama. Begitu izin dikantongi, mereka langsung tancap gas meninggalkan sekolah menuju tempat latihan.


Denyut Malam di Beat Club


Tempat pembuktian mereka adalah Beat Club. Berlokasi di kawasan Bendungan Hilir, diskotik ini menjadi titik temu para pekerja kantoran yang enggan pulang menembus macetnya Jakarta. Di saat lampu-lampu gedung perkantoran mulai padam, di situlah Lemon Ice dengan dua vokalisnya, Welly dan Oppie, mulai memanaskan suasana.


Baca Juga : Sang Maestro dari Surabaya: Jejak Sunda-Eropa di Balik Identitas Jawa Ahmad Dhani


Kisah Lemon Ice adalah bagian penting dari sejarah komunitas Potlot. Ini adalah bukti bahwa kreativitas seringkali lahir dari kondisi terdesak, dan persahabatanlah yang membuatnya tetap hidup.

 

Personil Lemon Ice (Bagian 1):

  • Berdiri: Oppie Andaresta, Pay, Alm. Imanez, Well Willy.
  • Jongkok: Bimbim, Indra Qadarsih, Alm. Franky Tole.

Nantikan kelanjutannya di bagian kedua!

 

No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!