Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Esensi Hari Valentine - unclebonn.com

Saturday, February 13, 2021

Esensi Hari Valentine

https://www.unclebonn.com/2021/02/esensi-hari-valentine.html

Pada kesempatan ini saya tidak menulis tentang sejarah Hari Valentine (Valentine Day) yang biasa dikenal dengan hari kasih sayang. Atau membahas dan membahasakannya secara ilmiah untuk kebutuhan sebuah media mainstream. Namun saya ingin menulis praktik sebenarnya dari hari kasih sayang dalam kondisi kita hari ini atau kondisi kekinian. 


Di era 90 an saat itu, remaja seusia saya (saat masih remaja) sering mengadakan acara dikala menyambut hari Valentine atau Valentine Day. Disitu ada acara tukar kado dan acara hiburan musik. Ini bentuk ekspresi kasih sayang kepada teman sebaya, kepada pacar dan bahkan kepada sang mantan. Itulah ungkapan kasih sayang versi anak muda saat itu mungkin juga pola-pola yang sama masih dipraktikkan sampai saat ini.


Mestinya Valentine  (kasih sayang) tanpa batas!


Teman-teman facebook saat ini Kabupaten Sumba Timur sedang mengalami wabah coronavirus disease (Covid-19) dan sudah banyak menelan korban. Banyak orang disekitar kita terpapar virus corona  dan juga menghadapi cuaca yang ekstrim. Ditengah fokus pada masalah pandemi Covid-19 ada bahaya lain yakni demam berdarah (DBD). Saudara-saudari, mereka pasti sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari kita.


Baca Juga : Don't Judge A Book By Its Cover


Dari wabah Covid-19 itu, hampir setiap saat di timeline facebook saya banyak yang membagikan informasi tentang perkembangan Covid-19 di Sumba Timur. Data itu sangat mengkuatirkan. Masyarakat diminta untuk mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Mengikuti prokes bukan saja untuk kesehatan dan keselamatan diri sendiri melainkan untuk keluarga dan orang lain di lingkungan sekitar kita. Disitulah mestinya manifestasi kasih sayang kita. Tidak melulu coklat atau silver queen. 


Kita juga bisa melakukan donor darah sukarela untuk keselamatan orang lain terutama bagi penderita DBD. Saya dulu orang yang takut untuk mendonorkan darah karena merasa ngeri melihat jarum yang menembus pembuluh nadi. Namun beberapa peristiwa yang saya alami ketika banyak orang yang menyumbangkan darahnya untuk istri saya hati saya pun tergerak. Saya harus melawan rasa takut itu. Sampai hari ini, walaupun tidak banyak saya sudah 3-4 kali mendonorkan darah saya untuk sesama yang membutuhkan. 


Kasih sayang kepada orang-orang terkasih dengan bingkisan kado dan coklat itu biasa. Tapi memberikan kasih sayang dengan menjaga kesehatan diri atau mentaati protokol kesehatan apalagi  mendonorkan darah kepada mereka yang membutuhkan itu indah. Anda akan merasakan betapa hidup ini begitu bermakna dan indah ketika orang yang kamu sumbangkan darahnya kembali menjadi sehat. Ia sudah kembali beraktivitas dan berkarya untuk sesama yang lain. Atau setetes darah itu kita sumbangkan kepada seorang anak kecil jika ia kembali berseri dan kembali canda ceria kepada orang tuanya dari kejauhan pun saat kamu melihat aksinya saya yakin kamu pun akan turut bahagia. 


Baca Juga : Hebatkah Kamu Dengan Melabrak Balik Orang Yang Menyakitimu?


Banyak kisah yang menyentuh hati dari para pendonor darah. Itu saya dapatkan saat terjadi pada keluarga kecil kami. Ada banyak pendonor darah yang begitu misterius dalam mengekspresikan kebaikannya. 


Di akhir kata saya mau bilang bahwa kebaikanmu tak akan pernah menguap. Karena apa ? Seperti cinta yang mencari cinta (love seeks love). Dia akan menemukan dirimu atau kembali mencari pemiliknya. Itulah esensi kasih sayang.*


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!