Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com Berumah Tangga itu Ibarat Ngopi - unclebonn.com

Monday, February 8, 2021

Berumah Tangga itu Ibarat Ngopi

https://www.unclebonn.com/2021/02/berumah-tangga-itu-ibarat-ngopi.html

Berumah tangga itu ibarat ngopi...


Takarannya tidak melulu pas. Terkadang manisnya lebih terasa, tapi pada kesempatan lain mungkin pahitnya lebih dominan. Jangan kamu hindari. Nikmati saja sampai suatu saat kamu akan terbiasa.


Ketika rumah tanggamu sudah jadi candu bagimu, maka percayalah bahwa tidak ada tegukan yang lebih nikmat di luar sana.


Berumah tangga itu ibarat ngopi....

Harga kopi di cafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama.


Karena yang dibeli sebenarnya bukan semata-mata kopinya, melainkan suasananya. Karena itu mahalkanlah suasana rumah tanggamu. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaanmu.


Baca Juga : Menikah Bukan Sekedar Memilih Teman Tidur Melainkan Teman Hidup


Berumah tangga itu ibarat ngopi...

Jika kamu hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup.


Sirup adalah rasa manis yang dinikmati oleh mereka yang memutuskan pilihan hidup single. Tidak ada pilihan lain selain manis. Memang manis, tapi tentu saja tidak senikmat kopi. Demikian pula, jika kamu hanya menikmati sensasi pahitnya saja. Jangan mengopi, tapi minumlah jamu. Nah, itulah jomblo..


Berumah tangga itu ibarat ngopi...

Para penikmat kopi adalah orang-orang yang terlatih dalam menakar hidup. Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerjasama yang cermat mulai dari proses hingga hasil.


Orang-orang hanya boleh melihat asap yang mengepul dan aroma yang wangi, tanpa perlu tahu bagaimana berantakannya dapurmu.


Berumah tangga itu ibarat ngopi...

Soal rasa yang utama. Nikmatnya ada di permukaan, ampasnya cukup kamu sembunyikan, jika perlu endapkan hingga ke dasar terdalam gelasmu. Jangan kamu umbar pada siapapun bahkan ke orang-orang terdekatmu.

Jika rumah tanggamu ibarat cafe besar, tentu saja konyol membagi rahasia racikanmu.


Baca Juga : "Cewek Sekarang Ogah Diajak Hidup Susah"


Berumah tangga itu ibarat ngopi...

Kadangkala ada pihak ketiga yang mencampuri, otomatis menambah gurih, tapi bisa pula sebaliknya. Taruhlah seperti krimer atau susu. Jika krimer atau susunya kebanyakan, maka berpotensi mengurangi kenikmatan.

Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua. Campuran lain yang mematikan adalah sianida. Kalo yang ini sudah pasti mantan. Maka buang jauh-jauh itu. Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yang baru.


Berumah tangga itu ibarat ngopi...

Kamu tentu tidak sudi jika ada yang mencoba mengaduk kopi di gelas istrimu. Tapi sebaliknya, coba tanyakan juga pada dirimu, apa kamu yakin bahwa kamu tidak pernah menikmati adukan kopi yang lain?


Demikianlah cemburu. Akarnya adalah ketidaknyamanan.

Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang.


Berumah tangga itu ibarat mengopi...

Jangan berharap kesempurnaan pada segelas kopi yang murahan. Jangan menuntut berlebihan, jika kamu sendiri main belakang.


Kamu tanamkan pada istrimu definisi setia, sementara kamu sibuk menjempol foto profil wanita lain di medsos.

Jika bersama, kamu bermanja-manja, oh my wife.. Oh my wife..tapi jika ia tidak ada, kamu sibuk berasyik ria dengan berhihi-haha lewat inbox, WA, IG, dll. Lalu kesetiaan mana yang kamu maksudkan?


Baca Juga : Cinta Saja Tidak Cukup


Berumah tangga itu ibarat ngopi...

Kebanyakan mengopi di cafe, niscaya akan membuatmu terasa hambar pada kopi di rumah sendiri. Kebanyakan urusan di luar, biasanya akan membuatmu tidak peka pada masalah internal. Jika istrimu bermuka masam, cari tahu jangan hanya diam. Mungkin ia lelah, mungkin pula kamu ada salah.


Sekali-sekali, rengkuhlah ia dari belakang, belai rambutnya, dan bisikkan lembut ke telinganya: "Sayang.. Postingan tas yang waktu itu kamu jempol di olshop, sekarang sudah pre order lho. Mau aku transferin?"


Saudaraku...

Kopi boleh pahit, rumah tanggamu jangan….


Penulis : MYB


No comments:

Post a Comment

Kami sangat menghargai pendapat Anda namun untuk kebaikan bersama mohon berkomentarlah dengan sopan!